Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5 Rindu yang Teramat

"Assalamualaikum! " Abyan berseru begitu sampai di depan rumah kakek Dorman. Suara gemericik air di kolam ikan menyambutnya.

Rumah-rumah di kompleks perumahan ini tidak berpagar. Di depan tiap rumah hanya ada taman cantik. Yang didesain sesuai pemilik rumah.

"Waalaikum salam, ada apa om Aby?"

"Eh, Reza. Yang lain mana?"

"Lagi siap-siap mau pergi."

"Rosita?"

"Ada lagi di kamar mandi."

"Abang, itu bajunya masukin ke tas!" Rosita berseru dari dalam rumah.

"Iya, entar dulu. "

"Ada siapa si, malah ke depan?" Rosita keluar dari rumah.

"Om Aby."

"Owh, om Aby."

"Hai Ros!" Abyan memberi senyum terbaiknya.

"Ada apa om?"

"Ini ada keripik pisang dari bunda, buat di jalan." Abyan memberikan toples keripik pisang pada Rosita.

"Reza suka nih!" Toples di tangan Aby berpindah ke Reza.

"Bukan cuma buat kamu tapi buat semua."

"Tapi Reza paling suka keripik pisang."

"Kalo kamu sukanya apa, Ros?"

"Rosita suka apa aja, Om. Yang penting bukan makanan basi."

"Abang, Ros kan belum jawab."

"Jawab aja sekarang, kak Aby dengerin kok."

"Ros suka hampir semua makanan, terutama buah-buahan."

"Reza, Rosita ada siapa di depan? "

"Om Aby, Ma."

"Owh Abyan, ayo masuk!"

"Makasih Tan, Aby cuma mau anter titipan bunda. Tuh lagi dimakanin sama Reza."

"Keripik pisang. Sampaikan terima kasih tante ke bunda kamu ya!"

"Iya tante, udah siap mau berangkat ya?"

"Iya."

"Kalo gitu Aby pulang dulu Tan. Assalamualaikum. "

"Waalaikumsalam."

Abyan mengayunkan langkahnya kembali ke rumah. Ia lega telah bertemu Rosita namun ada rasa sedih yang masuk ke hatinya.

Abyan menatap sedih mobil yang mengangkut Rosita dan keluarganya. Pertemuan mereka sangat singkat namun begitu berbekas di hati Abyan.

Rosita, kapan kita ketemu lagi?

Abyan berjalan gontai menuju rumahnya langsung menuju kamar dan merebahkan dirinya.

"Aby, udah sore! Mandi dan shalat ashar dulu!"

Suara bunda yang terasa nyaring di telinga Abyan membangunkan tidur singkatnya.

"Iya bun." Abyan harus menjawab karena jika suaranya tidak terdengar, bunda akan menegurnya lagi.

Langit malam begitu indah di atas rumah Abyan. Abyan menatap bintang dan bulan sabit di atas kepalanya.

Apa Rositaku malam ini menatap bintang yang sama denganku?

Abyan menatap ponselnya kembali, mungkin kalau tatapannya bisa merusak ponsel sudah rusaklah ponsel itu karena ditatap berkali-kali tanpa berkedip. Video berisi tawa Rosita diputarnya berulang-ulang.

Ternyata benar kata Dilan, rindu itu berat...

"Duh yang baru ditinggal beberapa jam aja udah galau." Bunda yang sejak tadi memperhatikan anaknya akhirnya bicara.

"Eh bunda."

"Jangan tidur terlalu malam, besok kita berangkat ke rumah Opa."

"Bun,.."

"Iya, apa By?"

"Aby, kok jadi gini ya bun?"

"Gak bisa lupain Rosita, terus rasanya sedih banget. Kangen gitu bun."

"Dulu kan kamu pernah pacaran pas SMA gimana tuh rasanya? Sama?"

"Beda banget bun, kayak ada yang hilang pas Rosita pergi."

"Kamu lebay ah."

"Bener bun. Bunda kayak gak pernah muda aja."

"Bunda mah dulu gak pernah pacaran, ayah kamu dulu pertama ketemu bunda langsung mau ngelamar."

"Serius bun?"

"Iya. Ketemu di acara kantor eh langsung deketin terus ngajak nikah."

"Wah patut ditiru tuh. "

"Tapi waktu itu umur bunda sudah 23 By bukan 9 tahun."

"Terus Aby harus gimana dong bun?"

"Pertama, kamu harus yakin sama Allah kalau Rositamu itu akan dijaga jangan lupa iringi dengan doa.

"Kedua?"

"Pantaskan dirimu bersanding dengan Rosita. Jangan sampai saatnya melamar nanti kamu ditolak. Udah cape-cape menahan rindu terus ditolak, sakit banget itu By."

"Iya bun tapi kalo dari sekarang Aby menyatakan maksud Aby boleh gak?"

"Boleh aja, tapi siap-siap ditolak karena Rosita masih anak-anak."

"Iya ya."

"Udah sekarang mending sikat gigi, wudhu terus tidur jangan lupa baca doa."

"Iya Bun."

Abyan menghembuskan nafasnya dalam-dalam lalu masuk ke kamarnya. Ada benarnya perkataan bunda. Tapi berapa lama dia bisa bertahan dengan rindu yang teramat sangat.

Setelah dari rumah opa besok Abyan harus segera kembali ke Jakarta karena ia akan magang di sebuah perusahaan besar di Jakarta.

Jakarta... hei Rosita kan tinggal di Jakarta.

Seakan ada lampu menyala di kepala Abyan. Kini kepalanya penuh ide-ide untuk mewujudkan Rosita menjadi istrinya. Mood yang tadi buruk sudah menghilang dan kini Abyan semangat kembali.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel