Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Belajar

Seminggu sudah Hans disibukkan dengan urusan kantor dan rapat keputusan bersama manajer, kepala akuntansi tentang pengganti Kiran.

"Serius loe?"

"Keyakinan gue seperti keyakinan loe ketika mempekerjakan Stella"

"Ya...memang jika didengar dari cerita loe yang dulu patut dipertimbangkan. Baiklah. Good luck"

"Baiklah"

Hans dan Linus berhenti saling chat. Hans juga diajak bicara manajer sehingga terjalin pembicaraan. Terdengar ketukan pintu lalu Hans yang bisa melihat karyawan yang di luar sana mempersilahkan dia masuk dan dia masuk. Dia adalah Loly. Loly paham maksud Hans yang menyuruh dirinya menghadap melewati manajer tetapi satu sisi dia melihat ada manajer dan kepala akuntansi.

"Padahal gue belum memutuskan untuk pinjam. Kenapa sampai ada HRD?" pikir Loly.

Loly duduk dengan merasa bingung dan canggung lalu melihat Hans dan Hans selesai saling bicara dengan manajer tentang perusahaan. Hans melihat Loly.

"Jadi begini, Ly. Kiran sudah mau berhenti" kata Hans mengawali pembicaraan.

Loly memang sudah mendengar bahwa Kiran akan berhenti untuk menikah.

"Per tanggal 30 bulan ini"

Loly berpikir.

"Setelah sekian lama saya berpikir pengganti untuk Kiran maka saya memutuskan kamu yang cocok menjabat sebagai kepala admin"

Loly tertegun tetapi tidak ditunjukkan di hadapan semuanya.

"Kamu tahu ada Bapak Bapak di sini. Nah, beliau sudah menyetujui ketika rapat keputusan saya memilih kamu sebagai pengganti Kiran"

"Saya, Pak? Apa tidak salah?" pikir Loly dengan merasa tidak percaya.

"Kamu hanya memiliki waktu setengah bulan jadi gunakan waktu sebaiknya untuk belajar dari Kiran. Saya sudah mengatakan kepada Kiran untuk segera menyelesaikan urusan di sini dan mengajarkan kamu sebagai kepala admin"

Manajer mengangguk tanda setuju dengan perkataan Hans.

"Pak, menurut saya Loly sedikit paham karena sebelumnya sebagai admin hanya saja nanti Loly mengurangi input..." kata kepala akuntan.

"...benar karena ya...namanya saja sebagai kepala admin jadi fokus kamu lebih melihat...mengawasi lebih detail lagi tentang laporan yang dibuat admin. Kamu juga harus menganalisis laporan tersebut valid atau tidak. Apa benar atau justru ada laporan yang dimanipulasi? Nantinya kamu bertanggung jawab kepada kepala akuntan dan manajer, bukan?" kata Hans.

Loly mengangguk.

"Benar, Pak" lanjut Loly.

Loly melihat kepala akuntan dan dia memberitahu hal lain kepada Loly.

"Mulai hari ini" kata kepala akuntan.

"Hari ini? Lalu pekerjaan saya..." tanya Loly.

"Ada" kata kepala akuntan.

Kepala akuntan melihat Hans.

"Pak, benar pengganti Loly ada, bukan?"

Hans melihat sebentar kepala akuntan dan mengangguk lalu melihat raut wajah bingung Loly dan berpikir sebentar.

"Begini. Saya tahu kamu bingung dengan waktu yang teramat singkat. Di mana kamu harus belajar tentang kepala admin satu sisi kamu harus mengajarkan pengganti kamu. Satu per satu dulu. Hal yang utama kamu masuk dulu sebagai kepala admin karena mengejar Kiran yang akan berhenti sementara tentang pekerjaan kamu dibantu kepala akuntan" kata Hans berpikir keras.

Loly tertegun karena dalam keadaan begini Hans masih saja bersikap santai.

"Pak, jika boleh saya tahu...siapa pengganti saya?"

"Kasir kas kecil"

Loly merasa heran. Hans yang tahu rasa heran Loly menjelaskan kembali.

"Sekarang perusahaan tidak membutuhkan kasir kas kecil jadi semua uang yang ada jatuh ke tangan kas besar. Tidak efektif ada kasir kas kecil...kasir kas besar...yang notabene kasir kas besar bisa menangani semuanya"

Loly mengangguk tanda mengerti lalu manajer dan kepala akuntan hanya mendengarkan.

"Baik, Pak" kata kepala akuntan.

Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan manajer dan kepala akuntan beranjak keluar sedangkan Loly masih duduk di tempat dengan melihat Hans.

"Pak, saya masih ada hal lain" kata Loly dengan suara rendah.

Hans melihat Loly sedangkan manajer dan kepala akuntan sudah keluar.

"Tentang masalah yang pernah diceritakan saya sudah selesai jadi saya tidak jadi meminjam uang perusahaan"

Hans berpikir sebentar.

"Apa tentang yang kamu membutuhkan uang banyak?"

Loly mengangguk.

"Saya tidak jadi meminjam" lanjut Loly.

"Apa yakin? Jika kamu ada sesuatu seperti kemarin bicara saja kepada saya. Nanti saya bantu mencari jalan keluar"

"Tidak, Pak. Tidak jadi. Sudah selesai" kata Loly dengan tersenyum segan.

"..."

"Saudara papa dari jauh datang dan saya cerita semuanya maka dibantu"

"Baguslah jika memang masalah kamu sudah selesai"

Loly mengangguk.

"Di mana sebelumnya kamu bekerja?"

"Lulus SMA saya langsung diterima kerja di sini"

Hans tersenyum.

"Apa begitu? Bagus"

"Begitulah, Pak" kata Loly dengan tersenyum.

Hans berpikir.

"Saya pernah melihat wajah seperti kamu. Wajah kamu memang sangat familiar dalam ingatan saya"

"Apa benar? Di mana, Pak?"

"Entahlah. Pokoknya seperti pernah melihat"

Loly tersenyum.

"Baiklah, Pak. Saya kembali bekerja"

"Belajar dari Kiran ya? Jangan kembali ke pekerjaan kamu. Kamu harus segera bisa agar ketika Kiran keluar kamu tidak bingung yang harus dikerjakan"

"Langsung, Pak?"

"Ya...kamu datang kepada Kiran. Saya sudah bicara kepada Kiran"

"Baik, Pak"

"Tetap semangat" kata Hans dengan tersenyum.

"Saya selalu semangat, Pak" kata Loly dengan tersenyum.

Hans mengangguk dengan tersenyum lalu Loly berdiri dan berjalan keluar. Hari terus berlanjut. Nina mengajarkan banyak hal tentang sekretaris kepada Stella dan Stella mempelajari. Terkadang Nina menyuruh Stella meletakkan sendiri pekerjaannya tanpa Nina maka Stella mulai bisa dibiarkan.

"Siapa perusahaan sebelah?"

"Star Burger"

Stella merasa heran.

"Kenapa perusahaan sebelah? Bukankah tidak bersebelahan?"

"Bahasa atasan Star Burger dengan Star Spagethi karena dari pertama berdiri sudah menganggap saudara. Berawal dari persahabatan"

"Ternyata begitu"

"Siapa nama kakak kamu yang bekerja di Star Burger? Aku pasti tahu"

"Loly"

"Loly yang sudah mulai menjadi kepala admin"

"Benar. Baru saja dipindah jabatan"

Nina mengangguk.

"Gue sangat tahu. Jika tidak salah Pak Hans sangat mengandalkan Loly untuk membantu pihak akuntansi dalam laporan admin"

"Apa benar? Tentang hal tersebut Kak Loly tidak mengatakan apapun"

"..."

"Apa jadi kedekatan antara Star Burger dan Star Spagethi sangat erat?"

"Sangat...sangat...dan sangat. Restoran menempuh kurang lebih sejam jika dari sini. Restoran bersebelahan. Gue sudah lima tahun bekerja di Star Burger jadi tahu letak restoran"

"Benar. Apalagi sekretaris Presiden Direktur"

Nina tersenyum.

"Nanti loe juga akan merasakan seperti gue. Sering diajak ke restoran Star Spagethi oleh Pak Linus"

Pukul 18.05. Loly dan Stella makan setelah baru selesai memasak.

"Apa Kak Loly kenal Nina? Sekretaris Pak Venus"

Loly merasa heran.

"Dari mana kamu tahu?"

"Nina menceritakan semuanya tentang Star Burger dan Star Spagethi. Jadi Nina yang mengajarkan aku adalah sekretaris Pak Venus di Star Burger. Kata Nina Star Burger dan Star Spagethi adalah perusahaan yang didirikan atas dasar persahabatan"

"Astaga. Kenapa bisa kebetulan? Kita bekerja di perusahaan yang bersahabat baik"

"Apa Kak Loly tidak pernah mendengar tentang hal tersebut? Bukankah Kak Loly mulai akrab dengan Pak Hans?

"Siapa yang bicara akrab?"

"Kata Kak Loly"

"Sembarangan. Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku akrab dengan Pak Hans"

"Aku mengaku memang aku sendiri yang menganggap begitu. Mendengar cerita dari Kak Loly aku bisa merasa bahwa hubungan kalian dekat"

"Bagaimana bisa dikatakan begitu?"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel