Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 8

“katanya mereka di pukul kepalanya dengan sangat brutal sehingga ibunya sendiri tidak bisa mengenali lagi wajahnya” kata Arlene sambil mengikat rambutnya dan menatanya dengan gaya gulungan yang rapi. “Tuhan tahu bahwa Sean bukanlah salah satu orang yang kusukai, tapi aku tetap saja bergidik saat membayangkan caranya mati. ada yah orang sekejam itu sama orang lain?"

“Jika kau menanyakan pendapatku, entah bagaimana, anak itulah yang menjadi akar masalah yang timbul antara Rosy dan Sean, Orang-orang banyak yang mengatakan bahwa Sean dan Will sering bertengkar seperti anjing dan kucing. Itulah yang kerap terjadi jika mengadopsi anak “ Ucap Arlene sambil berkaca “Tidak ada yang tahu seperti apa latar belakang keluarga asli anak itu”

“aku tidak pernah bisa menebak kenapa Rosy dan Sean terlalu terburu-buru mengadopsi anak setelah mereka menikah” Arlene pun menyelipkan jepitan rambut untuk mengencangkan gulungan rambutnya, “Aku dengar orang-orang mengatakan bahwa dugaan Sean mandul. Bagaimana menurutmu? Apa kau juga mendengar sesuatu, karena kau juga tinggal di kota itu dan bekerja sebagai perawat si malang Merry”

“Aku sama sekali tidak tahu apakah Sean mandul atau tidak” kata temannya. “ Yang aku tahu, Miss Edith sangat percaya bahwa anak itu adalah cucunya.

Sepertinya wanita itu berpikir Will adalah anak Sean dengan salah satu kekasih lamanya, Tapi untuk saat ini kekhawatiran terbesarnya adalah Meryy, Kau tahu wanita malang itu bertingkah tidak masuk akal sejak pemakaman Sean, tentu saja dia memang sudah tidak stabil selama bertahun-tahun dan kita tahu bahwa dia sangat memuja kakaknya. Tidak heran jika tingkahnya semakin menggila, dia sangat terobsesi"

“aku dulu sempat berpikir bahwa Will termasuk beruntung bisa diadopsi oleh Sean dan Rosy dan menjadi anggota keluarga terpandang itu” ujar Arlene “kau tahu ada banyak orang di kota yang berpendapat bahwa Will merupakan anak haram dari John, dan dia menyuruh putranya sendiri untuk mengadopsi anak itu agar bisa menjadi bagian dari keluarga itu”

“aku tidak mempercayai omong kosong itu” kata temannya. “memang benar, John tidak pernah bisa mempertahankan celananya tetap tertutup dan dia mungkin memang memiliki beberapa anak haram yang tersebar di dalam dan luar kota tapi dia tidak mau repot-repot membawa salah satu dari mereka untuk masuk ke dalam keluarganya”

Arlene mengambil sebotol hair spray “kau tahu aku sering memperhatikan Will dari dulu hingga sekarang, dia adalah anak yang tampan dan tingkah lakunya terhormat”

“dia sangat dekat dengan Rosy” kata temannya. “Rosy membuktikan dirinya memang seorang ibu yang baik, tentu saja, itu tidak membuat kita semua terkejut, iya kan? Tapi Sean yang membuat kita terkejut dengan perubahan sikapnya yang drastis, Jelas sekali selama ini kita tertipu oleh sikapnya yang tidak terhormat, benar kan?”

“beberapa orang menyalahkan Rosy, menurut mereka , ketika Rosy pergi meninggalkan Sean empat tahun yang lalu, kebiasaan mabuk pria itu menjadi semakin parah, tapi aku rasa mereka keliru jika menyalahkan Sean, orang-orang itu tidak tahu sedikitpun tentang apa yang mungkin dialami Rosy ketika sepuluh tahun pernikahan mereka” Arlene menggelengkan kepalanya, menyesali nasib buruk Rosy, Arlene tahu seperti apa rasanya hidup dengan seorang pria brengsek, yang tidak segan menggunakan wajah istrinya sebagai sasaran tinju.

“Semua orang yang mengenal Rosy tahu bahwa wanita itu tidak mungkin membunuh Sean, dia bukanlah tipe orang yang berhati kejam yang sanggup membunuh siapapun”

“Aku mengerti kalau Rosy mengatasi segalanya dengan sangat baik, dengan mempertimbangkan semua hal” ujar Arlene “Aku rasa kau pasti sudah pernah mendengar beberapa orang mengatakan bahwa anak itulah yang telah membunuh Sean dan Rosy hanya berusaha melindunginya”

“Rosy sangat memanjakan putranya, itu sudah pasti, dan yang memperburuk pendapat orang-orang tentang anak itu adalah dia terlalu tampan dan menarik meski dengan berusia empat belas tahun. Orang-orang cenderung iri dengan anak yang sepertinya memiliki segalanya”

Sambil mengigit bibir bawahnya, Arlene menunduk menatap temannya, dan untuk alasan itulah kenapa Arlene tidak mau mengkoreksi dugaan salah temannya mengenai putra Rosy yang terlalu dimanjakan, “Will adalah pemuda yang sangat tampan, semua orang tahu itu, dan terakhir kali aku melihatnya, dia membuatku teringat pada seseorang, ada sesuatu yang terlihat tak asing pada dirinya. Aku tidak tahu Will mengingatkanku pada siapa. Tapi cepat atau lambat aku pasti mengingatnya”

Pintu depan salon terbuka, embusan angin menyusup masuk kedalam salon kecantikan milik Arlene.

“Glenn! Kau terlalu cepat” rengek Jackie “Arlene belum selesai membuatu terlihat cantik untuk malam ini”

Glenn yang bertubuh pendek, gemuk dan keringat yang berlebih menyeka wajahnya dengan sapu tangan putih, dan mendudukan bokong lebarnya di sofa tunggu,

Arlene sudah mengenal Glenn sejak mereka masih anak-anak. Glenn merupakan pria baik dengan pekerjaan yang mapan sebagai salah satu pengurus kota, Glenn sepertinya sangat tergila-gila sama Jackie. Keduanya sudah berkencan selama setahun ini

“Aku tidak terburu-buru” Glenn tersenyum pada pacarnya. Tindakan itu menambah beberapa garis kerutan di wajahnya yang terlihat seperti anak-anak, di usia empat puluh tahun, Glenn sama sekali tidak terlihat tua, apalagi setelah rambut pirangnya di cat cokelat muda “Sejauh yang kulihat, kau sudah cantik untuk menghadiri acara apapun”

“kenapa kau bisa datang terlalu awal”

“Aku berjalan dari kantor Walikota dengan membawa sepenggal berita yang kupikir pasti akan membuatmu dan Arlene tertarik mendengarnya”

Arlene menyemprotkan hair spray ke rambut Jackie , membuat rambutnya kaku sampai badai tidak akan bisa menggoyahkannya. “itu berhubungan dengan pembunuhan Sean, Iya kan? Aku berani bersumpah, hanya itu saja yang selama ini dibicarakan orang-orang di kota ini”

“aku tidak bisa mengungkapkan informasi khusus tanpa membahayakan pekerjaanku, tapi karena ada seseorang yang mendengarkan juga, maka dipastikan berita itu akan menyebar ke seluruh kota sebelum matahari terbenam” Glenn menyilangkan kaki kanan yang berat ke atas lutu kirinya “aku bisa dibujuk untuk mengatakan kabar itu jika kau mau mengambilkan sekaleng coke”

Arlene menepuk bahi Jackie, “Tetaplah duduk, aku akan mengurus kukumu setelah aku mengambilkan coke untuk Glenn”

Sementar Arlene beranjak menuju ke mesin penyedia Cola , Jackie berputar di atasn kursinya dan menatap tajam pacarnya “Apa itu kabar yang sangat menarik?”

Arlene membuka kaleng Coladan menyerahkan kepada Glenn “ini sogokanmu. Sekarang katakan kepada kami”

Wajah Glenn merona sebentar “kalian tidak akan menduga siapa yang datang kembali ke kota ini” setelah mengangkat kaleng Cola ke bibirnya . Glenn menenggak minuman yang menyegarkan itu,

“Kabar apa yang sebenarnya hendak kau katakan kepada kami?” sambil berdiri Jackie melepas mantel plastik yang pelindung pakaiannya dan melemparkan ke kursi terdekat. Beberapa helai rambut pun jatuh ke lantai “Ayolah Arlene kerjakan dulu kukuku”

Bagaimana kelanjutan ceritanya?

Nantikan di bab selanjutnya….stay tuned

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel