BAB 7
Jimmy tergelak, mengingat ekspresi tercengang di wajah Edith, saat Sean mengatakan kepada keluarganya tentang surat yang dikirimkan Sharon kepadanya. Surat yang ditulis menjelang ajal wanita itu ketika saat-saat sekarat wanita itu menjelang.
“apa yang sedang kau pikirkan, Jimmy, kenangan saat meniduri Sharon?”
“tidak, aku sedang berpikir tentang kali berikutnya aku dan kamu bisa bersama” sangkal Jimmy.
Jimmy tidak cukup bodoh untuk mengatakan kepada Arlene bahwa ia memikirkan tentang Sharon ataupun mengatakan apa yang saat ini tengah membebani pikirannya—telepon yang diterimanya pagi ini dari seorang jaksa .Wes mengatakan bahwa seseorang yang mengaku sebagai Joni menelponnya dan menanyakan banyak pertanyaan mengenai kematian Sean dan kemungkinan akan ditahannya Rosy atas kejahatan itu. Pria itu menanyakan tentang Will dan menyiratkan bahwa Joni telah kembali ke kota.
Tapi bagaimana mungkin? Joni sudah mati kan? Pria itu mati pada malam dimana seseorang membuang tubuhnya kedalam sungai.
“Kenapa kau tidak mencari cara agar kita bisa berpergian selama akhir pekan seperti yang kita lakukan bulan lalu?” kata Arlene “Aku menikmati saat-saat dimana kita tidak harus bersembunyi”
“kita lihat apa yang bisa kulakukan, manis” Jimmy berdiri, mengambil celana pendeknya dari lantai dan mengenakannya.
Sambil mengenakan sisa pakaiannya kembali, Jimmy menoleh kepada Arlene dan Jimmy mulai terangsang lagi. Sial, apa yang harus dilakukannya untuk memiliki Arlene diatas tempat tidurnya setiap malam? Jimmy sudah menikah dengan Edith selama sepuluh tahun dn selama empat tahun pertama Jimmy pernah berpikir , apakah Edith akan mengebirinya atas kendali penuh yang di pegang wanita itu atas pernikahan mereka. Kemudian Jimmy kembali menjalin hubungan dengan Arlene dan mereka berdua sangat menikmatinya. Selama prosesnya, entah bagaimana hubungan mereka menjadi lebih serius.
Mereka pernah secara diam-diam menjadi sepasang kekasih pada saat mereka remaja, tapi Jimmy tahu ia tidak mungkin bisa menikah dengan Arlene. Mereka berasal dari dua golongan yang berbeda. Orangtua nya tidak pernah menerima gadis seperti Arlene.
Sekarang, Jimmy berharap ia dulu memiliki keberanian untuk mengatakan kepada orangtuanya dan seluruh penduduk kota untuk tidak menghalangi mereka. Jimmy berharap dulu ia memiliki keberanian untuk menentang keluarganya. Jika dua puluh tahun yang lalu mereka nikat menikah dan meninggalkan kota, maka kedua anak Arlene akan menjadi anaknya dan mereka tidak harus sembunyi-sembunyi hanya untuk bersama.
Ada saat dimana Jimmy berpikir bahwa ia sudah memiliki cukup keberanian untuk menceraikan Edithm tapi kemudian Jimmy kembali teringat akan uang melimpah yang dimiliki oleh wanita itu, wanita itu akan mengunyah dan mencabik-cabiknya menjadi berkeping-keping jika Jimmy berani meninggalkannya apalagi demi seorang wanita seperti Arlene , yang sudah tiga kali bercerai dan berasal dari pemukiman kumuh di seberang sungai.
Untuk saat ini, Jimmy terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dan tanpa anak. Jimmy hanya akan menunggu sedikit lebih lama lagi sampai ia bisa mencuri uang lebih banyak lagi dari Edith sehingga ia, Arlene dan kedua anaknya bisa pergi meninggalkan kota, tanpa mengingat masa lalu.
Pada saat Edith kembali mengetahui apa yang sudah dilakukannya, sudah sangat terlambat bagi wanita itu untuk melakukan sesuatu.
Berkendara sepanjang jalan di siang hari bolong, sehingga bisa di lihat oleh seluruh penduduk kota, Joni berpikir kalau ia sudah gila, kenangan terakhirnya tentang wilayah orang-orang kaya terus melekat dalam ingatannya selama lima belas tahun.
Seberapa pun besar usahanya untuk melupakan segala hal dan semua orang yang berkaitan dengan kota itu, wanita itu lah satu-satu nya yang tidak bisa dia lupakan. Wanita itu menyelamatkan hidupnya malam itu ketika dirinya dipukuli oleh beberapa orang dengan tanpa belas kasihan di belakang gudang dan melemparnya ke sungai kemudian meninggalkannya hingga nyaris mati.
Joni masih mengira-ngira apakah wanita itu masih tinggal di kota itu? Apakah wanita itu kembali ke rumah ibunya setelah bercerai? Dari semua wanita yang dikenalnya di kota, dari semua wanita yang berperan dalam hidupnya dulu, Joni tidak pernah berhenti terkesima dengan kenyataan bahwa Rosy adalah satu-satunya wanita yang terus menghantui dirinya hingga saat ini.
Kenapa Rosy? Rosy merupakan ibu dari anak yang bisa saja menjadi putranya.
Rosy adalah wanita yang cerdas dan pendiam, tipe wanita yang jarang diperhatikan oleh para pemuda. Tapi Joni selalu memperhatikan Rosy. Pria itu menyadari betapa berbedanya Rosy dengan teman-temannya yang lain, para gadis remaja yang angkuh. Jika berada di lingkungan sosial mereka, para gadis itu tidak pernah mau dikaitkan dengan mereka meski cepat atau lambat, Joni berhasil berkencan dan meniduri mereka semua. Joni memang seseorang yang memiliki kepribadian yang menarik bagi lawan jenis, sehingga mudah bagi Joni untuk dapt berkencan dan tidur dengan wanita yang diinginkannya. Tapi Rosy satu-satunya wanita yang tidak pernah ia sentuh, selalu memiliki senyuman malu-malu dan sapaan hangat untuknya.
Pada malam itu, Sean berdiri terdiam mengawasi orang-orang bayarannya untuk memukuli Joni hingga babak belur. Joni sendiri memiliki firasat bahwa kalau mereka memang hendak membunuhnya, dan Joni mungkin saja sudah mati di tengah hujan deras di suatu malam di Bulan September itu, jika Rosy yang manis dan pemalu tidak menemukannya ditepi sungai setelah Joni berhasil menyeret tubuhnya sendiri dari dalam air yang dingin dan menghanyutkan.
Joni memperlambat lajunya didepan rumah sebuah keluarga, lima belas tahun yang lalu sebuah rumah yang pernah ditempati Joni selama tiga hari tiga malam, Rosy menyembunyikannya, merawat dirinya yang sudah sekarat dan memberikan satu-satunya kenangan indah tentang kota itu. Satu persatu rumah di sepanjang jalan itu Joni lewati dengan menggunakan mobil sewaannya. Meski daerah itu nampak berubah, dibangun ulang dan dibuat modern, tapi tidak ada yang bisa mengubah semua kenangan di dalam benak Joni,
Rumah-rumah mewah yang sama, halaman yang terawat dengan baik dan tanda tak tampak yang mengatakan kepada dunia “Properti pribadi, dilarang mendekat”
Pada saat itulah Joni melakukan kesalahan besar bertahun-tahun yang lalu. Pria itu mekad memasuki wilayah tersebut dan tidak seorang pun terutama Sean yang pernah memaafkannya, Tidak seorang pun peduli apa yang ia lakukan, atau siapa saja yang pernah ditidurinya atau dikencaninya selama ia tetap berada di sisi lain sungai dengan orang seperti Sharon, tapi sekali pria itu menaikkan batas, menaikkan buruannya ke tingkat yang lebih tinggi lagi, dan kenekatannya merayu gadis dikota membuatnya nyaris kehilangan nyawa,
Lima belas tahun yang lalu, Joni bersumpah bahwa dia tidak akan pernah kembali ke kota ini lagi, tapi itu sebelum ia tahu bahwa dia mungkin memiliki anak yang tertinggal di kota ini,
Bagaimana kelanjutan keseruan dari cerita ini?
Nantikan di bab selanjutnya…stay tuned
