Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 6

Kemudian Sean mendengar berita desas desus yang beredar di kota itu. Desas –desus mengenai John, yang mungkin saja membuat penduduk kota menduga bahwa Joni mempunyai saudara tiri tapi hal ini membuat Sean menjadi murka. Tapi vonis mati diberlakukan untuk Joni ketika Sean mengetahui Rosy , gadis yang dipilihnya sebagai pendamping, jautuh cinta pada musuh bebuyutannya. Persaingan mereka yang dari kanak-kanak itu berkembang menjadi permusuhan sengit, api permusuhan berkembang menjadi dendam kusumat pada saat Sean menemukan Joni kencan dengan ibunya sendiri. Entah kenapa sejak dari kanak-kanak hingga saat ini mereka saling bermusuhan. Edith ingin membalas dendam kepada suaminya yang seorang playboy. Dan cara apa yang lebih baik dibandingkan dengan tidur bersama anak haram suaminya itu?

Setelah perlakuan kejam kota tersebut kepadanya, Joni bersumpah tidak akan pernah lagi kembali. Sejak dulu hingga sekarang ini ia sadar bahwa jika ia kembali ke kota itu, ia pasti akan membunuh Sean. Apakah Sean curiga terhadap Joni yang adalah ayah kandung dari putra yang diadopsinya? Pasti tidak,

Sean tidak akan pernah mau menerima anak itu untuk menjadi bagian dari keluarga besarnya. Dan Miss Edith pasti akan menenggelamkan bayi itu hingga mati pada saat di lahirkan jika wanita itu tahu bahwa Joni merupakan ayah dari sang bayi, ….apakah mungkin jika Edith adalah ibu kandung Will? Lima belas tahun yang lalu, wanita itu berusia awal empat puluh tahun, tidak muda lagi tapi msaih mungkin untuk bisa hamil.

Tangan langsing Edith mencengkram telepon portable, sementara matanya menatap lurus melalui pintu yang mengarah ke gazebo yang berada di taman, Merry duduk di balik naungan pohon, tanpa bersuara, tidak bergerak dan masih terlihat trauma sejak kematian Sean. Jack, perawat pribadi yang baru saja mereka sewa, duduk diseberang Merry sambil membaca salah satu buku favoritnya. Melihat udara yang sejuk, Edith berpikir menghabiskan waktu selama sejam baik untuk putrinya. Paling tidak membuat pipi pucat gadis itu sedikit berwarna.

Edith paling benci ketika disuruh menunggu sesuatu atau seseorang dan diminta menunggu oleh sekretaris suaminya yang semakin menambah kegelisahannya. Berani sekali suaminya menelepon dan meninggalkan pesan seaneh itu. “Seseorang menggunakan nama Joni dan menelepon ke Jaksa yang baru, untuk menanyakan tentang pembunuhan Sean dan keterlibatan Rosy dalam kejahatan itu. Dan orang itu juga menanyakan tentang Will.”

“saya minta maaf bu, tapi bapak sedang pergi untuk makan siang dan sayangnya beliau tidak pasti mengatakan akan pergi kemana” jelas sekretaris “Mungkin anda bisa menghubunginya kembali”

Tanpa mengucapkan terima kasih, Edith pun langsung menutup teleponnya, Joni ya nama Joni tidak mungkin masih hidup kan? Sean merasa yakin sekali jika saudara tirinya itu sudah mati. Bahkan hampir sebagian besar orang juga berpendapat bahwa tidak mungkin pemuda itu bisa bertahan hidup. Tapi bagaimana jika benar Joni ternyata masih hidup? Dan bagaimana jika pria itu tahu tentang Will?Bagaimana jika pria itu ingin membalas dendam?

Selain fakta bahwa pemuda itu memiliki pesona tersendiri dengan lawan jenis, Joni merupakan biang masalah, dan jika karena keajaiban, Joni masih hidup, kini pria itu akan membawa masalah yang lebih besar. Bahkan bisa dianggap ancaman bahaya.

Jika Joni masih hidup dan jika pria itu pulang kembali untuk membantu Rosy, Edith harus melakukan sesuatu untuk menghentikannya. Dan Edith pasti akan melakukannya, lagipula di kotanya ia masih memiliki kekuasaan untuk memaksa Joni masuk ke liang lahat, jika memang di perlukan. Semua orang baik orang jahat atau orang baik yang ada di kota merupakan saudaranya dan orang yang berhutang budi kepadanya.

Jika Joni masih hidup dan memutuskan untuk kembali ke kota ini, apalagi mencoba mengorek-orek rahasianya, maka pria itu pasti akan menyesal. Edith secara pribadi akan memastikan hal itu. Sementara itu ditempat lain nampak Jimmy sedang menghabiskan waktu bersama dengan Arlene. “lebih keras, sayang lebih keras” Arlene terengah-engah, kuku merah panjangnya mencakar-cakar punggung kekasihnya “berikan kepadaku, Jimmy!”

Dengan perut gendutnya menepak perut Arlene yang rata dan tanpa selulit, Jimmy pun menghujam tepat ke dalam diri wanita manis itu, Astaga pria itu sangat menyukai percintaannya dengan Arlene, Wanita itu mampu membuatnya bergairah dan merasa seperti pria sejati.

“Kau mendapatkan pria paling berkuasa di kota dank au tahu itu”

Arlene mengangkat tubuhnya, melingkarkan kakinya yang panjang dan langsing diseputar pinggang Jimmy. Dengan satu hujaman terakhir, pria itu menerjang sekali lagi kedalam tubuh Arlene. Wanita itu mencengkram punggung Jimmy dengan kuku tajamnya. Jimmy menegrang dan bergetar ketika mencapai puncak, kemudian tersenyum ketika merasakan Arlene ikut bergetar dan berteriak saat mencapai puncaknya.

Ketika Jimmy menurunkan tubuhnya di sisi Arlene diatas tempat tidur lipat pada bagian belakang ruangan salon Arlene, setengah bagian bokongnya menggantung di sudut tempat tidur. Sambil bergeser mendekat, Jimmy menarik Arlene ke dalam pelukannya dan mencium bahu wanita itu “Aku tidak pernah merasa cukup terhadapmu, manis” bisik Jimmy di telinga Arlene kemudian menjilati lubang telinga wanita itu.

Arlene pun bergidik “Kau harus segera pergi dan mengenakan kembali pakaianmu. Pelanggan salonku akan segera datang setelah jam istrirahat siangku habis.”

“Aku bisa menyelinap keluar dari pintu belakang dan pergi melalui gang kecil”

“suatu hari nanti, seseorang akan melihatmu menyelinap keluar dari sini dan mengatakan kepada Nyonya Edith, istrimu sendiri” Arlene pun menyusuri tulang punggung Jimmy dengan kukunya.

“Tidak ada seorang pun yang akan melihatku. Lagi pula aku bisa memikirkan beberapa alasan untuk kukatakan kepada istriku. Saat ini dia terlalu sibuk dengan kasus pembunuhan Sean, sehingga sudah pasti tidak bisa di ganggu dengan hal lain”

“jika aku menjadi Rosy, saat ini aku pasti akan mengadakan pesta besar untuk merayakan kematian pria itu. Jika benar Rosy yang membunuh Sean, aku tidak bisa menyalahkan wanita itu”

“memangnya apa yang telah Sean perbuat kepadamu?” Jimmy menyentak Arlene dari tubuhnya dengan begitu keras sehingga wanita itu terkesiap.

“Tidak ada, Aku tidak pernah berurusan dengan Sean, tapi semua orang dikota ini tahu bahwa kenapa alasan Rosy meninggalkannya”

“Tidakkah ibumu pernah mengatakan bahwa tidak sopan mengungkit-ungkit kejelekan orang yang sudah mati?” james menyeringai.

“yang dikatakan ibuku adalah cara menaklukan pria bukanlah melalui perutnya” sambil menyelipkan tangan diantara tubuh mereka yang lembap akibat keringat. Arlene memeluk Jimmy dengan erat.

“aku tidak pernah mengenal wanita yang begitu menyukai hubungan seperti dirimu, kecuali mungkin dengan Sharon”

“Iya kurasa Sharon mau bercinta dengan semua pemuda, dia kan termasuk wanita murahan, iya kan?”

Jimmy tergelak, mengingat ekspresi tercengang di wajah Edith, saat Sean mengatakan kepada keluarganya tentang surat yang dikirimkan Sharon kepadanya. Surat yang ditulis menjelang ajal wanita itu.

Bagaimana kelanjutan keseruan cerita ini?

Nantikan di bab selanjutnya…stay tuned

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel