BAB 5
“Apa kau yakin?” Tanya Monica”mungkinkah ada malam, dimana kau terlalu mabuk atau suatu kali kalu lupa, …”
“aku tidak pernah bisa lupa jika aku pernah berhubungan dengan Rosy”
Suara Joni membuat Monica membeku, luar-dalam seolah hembusan angin es kutub utara membuat suh diruangan itu turun secara drastis sehingga di bawah nol. Bukan hanya apa yang dikatakan Joni saja yang membuat Monica tercengang tapi juga cara pria ini mengatakannya. Joni pernah jauh cinta kepada Wanita ini dan fakta mengejutkan Monica. Ia berpikir bahwa Joni tidak bisa jatuh cinta.
“Jika dia adalah ibu dari pemuda ini dan artikel surat kabar ini?” Monica bertanya sambil menggoyangkan kliping surat kabar yang dipegangnya “…menyatakan seperti itu, maka pemuda itu tidak mungkin anakmu”
Joni menggosok-gosokkan tangannya dipaha kemudian menepuk lututnya dan langsung bediri “aku sudah menelepon kawanku dan dia akan mencarikan detektif swasta untuk mencari tahu mengenai pemuda ini”
“Kalau begitu, kau sudah melakukan semua yang bisa kau lakukan. Kau sudah menghubungi pengacaramu dan dia akan menyelidiki masalah ini untukmu, bisa jadi siapa pun yang mengirimkan ini pasti mengingikan sesuatu darimu, mungkin semacam uang hadiah”
“Iya itu juga yang dikatakan kawanku. Tapi firasatku mengatakan bahwa pesan itu mengatakan yang sebenarnya bahwa Will adalah benar putraku”
“jika kau merasa cukup yakin dengan hal itu, kenapa kau tidak pergi ke…ke..”monica mengecek lagi surat kabar itu. “kembali ke kota untuk pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA”
“Aku pernah bersumpah tidak akan kembali lagi apapun yang terjadi meski api neraka membeku”
“itu sebelum kau tahu bahwa kau mungkin meninggalkan urusan yang belum selesai disana”
“aku meninggalkan banyak sekali urusan yang belum selesai” Joni membuka pintu balkon, kemudian melangkah keluar. Monica pun menghampiri dan menyelipkan lengan diseputar pinggang pria itu dan merebahkan kepala di punggungnya “Kenapa kau tidak pulang saja? Apa yang kau takutkan?”
“Aku takut jika berhadapan dengan hantu” Joni pun mengakuinya
“Hantu siapa?”
“Hantu diriku sendiri”
Keesokan harinya Joni pun memarkirkan mobil sewaannya di pinggir jalan. Kemudian Nampak joni melangkah menuju kesebuah taman yang dimana dulu dia pernah menghabiskan masa kecilnya, Hembusan angin menyapu halaman yang ditumbuhi rumput liar yang cukup tinggi, tanpa mengganggu semak-semak dan pepohonan besar. Lima belas tahun yang lalu, lahan seluas lima hektar yang berada dipinggiran kota pernah dijadikan area bermain bagi kaum yang ekonominya lemah, Kini hanya Nampak batu-batu kerikil dan semak belukar disana.
Joni pun pernah tinggal di rumah sederhana di area itu,
Rumah sederhana itu memiliki satu kamar tidur, yang dimana Joni terpaksa berbagi kamar dengan Willy seorang pengangguran. Joni sudah dianggap hina sejak pertama kali dilahirkan didunia, liar dan kasar dipenuhi oleh kemarahan dan kepahitan, Joni pun tumbuh bagaikan sampah masyarakat. Willy bersedia menampung Joni, dan ketika sesekali Willy memenangkan judi, maka Willy akan membelikan Joni makanan dan beberapa helai pakaian, Joni harus menghabiskan sebagian besar hidupnya seorang diri, melakukan apapun demi bertahan hidup.
Di dalam rumah sederhana itulah, pada suatu malam dimusim kemarau yang gerah, Joni untuk pertama kali mengenal cinta, Ia masih berusia empat belas tahun, suka membuat keributan dan bertekad menyatakan cinta. Kekasih pertamanya adalah seorang wanita jalanan yang berusia tiga puluh tahun, yang suaminya sedang ditahan di penjara akibat perampokan bersenjata. Kemudian ketika diakhir musim kemarau, wanita itu pergi meninggalkan kota itu bersama selingkuhannya yang telah memiliki pekerjaan yang menjanjikan.
Laura atau Diana? Ahh sial, Joni tidak bisa mengingat nama teman kencannya dulu, Kenapa dia harus mengingatnya? Kejadian itu sudah dua puluh dua tahun yang lalu. Dulu ia bahkan tidak pernah menanyakan nama gadis yang dikencaninya dulu, Joni waktu muda adalah seorang berandalan dan memiliki reputasi yang sangat buruk sekali, setelah puas mengingat kembali masa mudanya, Joni pun kembali ke mobil sewaan dan pergi meninggalkan area tersebut. Ia tidak ingin ketika untuk pertama kali kembali lagi ke kota ini, orang-orang akan berspekulasi mengenai kesuksesannya, Joni ingin kabar yang bisa membuat semua orang terkejut . sebagian besar orang-orang tidak mengetahui statusnya kini yang sudah menjadi miliader, masih kebanyakan orang berpikir bahwa ia sudah mati.
Kembali Joni mengendarai mobil sewaan dengan perlahan untuk mencari Willy, sejak kepergian Joni dari kota itu, maka Willy pun di usir oleh masyarakat karena dianggap sampah masyarakat. Dahulu Joni sempat melihat Willy didekat pohon kapas, ketika sudah menemukan pohon kapas tersebut, Joni malah terbayang dulu sempat berpacaran dengan Sherly untuk pertama kalinya, Joni menggunakan pohon itu sebagai penopang, Joni dan Sherly adalah sepasang kekasih remaja dengan hasrat yang menggebu-gebu, keduanya sudah berpengalaman, meskipun masih dibawah umur, karena persamaan latar belakang, mereka melakukannya atas dasar hasrat saja, tidak ada cinta diantara mereka, sehingga mereka seringkali melakukan hubungan berulang-ulang hingga akhirnya Joni pergi meninggalkan kota itu.
Jika benar Will adalah anaknya, maka apakah mungkin Sherly adalah ibunya? Dari penemuan detektif swasta yang disewanya, Joni mendapatkan informasi bahwa Rosy dan Sean yang mengadopsi Will tidak lama setelah Will lahir setelah anak itu lahir pada tanggal 20 April, empat belas tahun yang lalu, berarti anak itu “dibuat" pada akhir bulan Juli tahun sebelumnya. Temannya mengatakan bahwa detektif swasta itu akan melakukan yang terbaik untuk menemukan nama ibu kandung anak itu. Joni sudah menegaskan kepada temannya bahwa ia menginginkan informasi tersebut, berapa pun harga dan tidak peduli apa pun dilakukan untuk mendapatkan informasi itu.
Joni pun mengangkat topi dari atas kepalanya dan memegang dengan tangan kiri sementara tangan kanannya menyisir rambutnya. Didalam perjalanan, Joni sudah mengumpulkan berbagai informasi umum yang diketahui mengenai anak yang bisa saja menjadi putranya. Berusia empat belas tahun, pelajar teladan, bergabung kedalam tim sepakbola , diadopsi oleh pasangan Rosy dan Sean sejak lahir. Kedua orangtua anak itu bercerai empat tahun yang lalu berdasarkan pilihannya sendiri, Will pun memilih untuk tinggal bersama ibunya.
Dari semua pria di muka bumi yang bisa membesarkan anak yang kemungkinan adalah putranya, kenapa pria itu harus Sean? Sean adalah orang yang sangat di benci oleh Joni. Dikarenakan Joni sangat dikagumi oleh para gadis dan oleh teman pria, Joni sangat dihargai, sementara Sean kebalikan dari Joni, sehingga hal itu membuat Sean semakin iri dan benci terhadap Joni. Kemudian Sean mendengar berita desas desus yang beredar di kota itu. Desas –desus mengenai John, yang mungkin saja membuat penduduk kota menduga bahwa Joni mempunyai saudara tiri tapi hal ini membuat Sean menjadi murka.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Mari kita lanjutkan di bab berikutnya…stay tuned
