Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Usaha Jack tiap malam

"Jack, aku merasa kamu mulai berubah. apa sudah ada wanita lain yang merebut hatimu." teriak Angela.

"Bukan sekedar wanita lain, tapi seorang istri cantik yang mampu menjaga keperawanan nya untuk ku." bathin Jack menanggapi teriakan Angela.

Jack, sebenarnya sudah mengetahui jika Angela sudah tidak perawan lagi, Angela sendiri sudah mengaku dan mengatakan semua itu terjadi karena kecelakaan dimasa lalunya, dan Jack percaya saja.

"Jack, jawab aku kenapa kamu diam saja." teriak Angela,

"Angela, kamu tidak perlu risau dan mempunyai pikiran yang macam-macam. istrahat lah, kamu pasti capek habis perjalanan jauh. next time aku akan menghubungi mu." Jawab Jack sambil memasuki lift menuju lantai dasar.

"Apa Jack sudah dijodohkan oleh orang tuanya, tapi tidak mungkin. Jack tidak akan mampu untuk mencari pengganti dirinya yang sangat cantik. bahkan diakui oleh dunia luar negeri dan menjadikan nya dirinya sebagai model terkenal, namun demi cinta nya untuk Jack, Angela memutuskan untuk kembali.

Saat lampu merah, Jack memejamkan sejenak matanya. mencoba melupakan Angela yang sudah pernah berkhianat meskipun berdalih masa lalunya. namun nyatanya melupakan seseorang yang dicintai sangatlah sulit.

Panggilan masuk mengagetkan Jack, tertera nama Sinta. asisten khusus yang ditugaskan untuk Ellena.

"Tuan, bisakah anda pulang sekarang." ucap Sinta dengan nada cemas.

"Ya, saya sedang dalam perjalanan pulang. ada apa?" Jack mulai ikutan cemas memikirkan istri barunya.

"Kondisi tubuh nyonya muda sangat panas, bahkan dia terus mengigau tidak jelas."

"Cepat panggil dokter keluarga, aku akan segera sampai." balas Jack menambah laju kecepatan mobilnya.

Sinta bisa merasakan betapa cemasnya tuan muda, dari nada bicaranya.

Begitu sampai, Jack melangkah cepat keluar dari mobil. berjalan cepat memasuki kamar mereka, nampak dokter masih memeriksa kondisi Ellena.

Jack berjalan mondar-mandir tidak sabaran, sesekali dia menatap wajah ayu yang tengah memejamkan mata.

"Ellena sakit, mungkin aku terlalu memaksakan dirinya untuk melayaniku. kenapa aku bisa hilang kendali setiap melihat lekukan tubuh nya indah." bathin Jack merasa bersalah. namun seketika sifat egois nya kembali bangkit.

"Sial, malam ini aku harus puasa. padahal baru semalam aku merasakan nikmatnya malam pengantin." umpat Jack.

"Bagaimana kondisinya?"

"Saya sudah memberikan suntikan turun panas, obat serta vitamin untuk diminum. sekarang kondisinya sudah mulai stabil kembali tuan."

Setelah mendengar keterangan dokter, Jack menarik nafas lega, setelah dokter pergi. Jack berbaring dengan perlahan disamping Ellena. malam ini mereka lewati tidur sambil berpelukan saja.

*****

Pagi yang cerah, Ellena terbagun dengan tubuh yang segar. efek obat dan suntikan penurun panas dari dokter ahli.

"Mana Jack?" bathin Ellena karena melihat disebelah kanannya, tempat biasanya Jack tidur telah kosong.

"Aku disini!"

Ellena kaget dan langsung melirik pada sofa yang terdapat di samping ranjang mereka.

"Maaf tuan Jack, aku ketiduran."

"Tidak apa-apa, bagaimana dengan kondisi mu sekarang?" tanya Jack.

"Aku merasa sangat bugar, dan sehat."

"Syukurlah, kalau begitu cepatlah bersiap. aku akan menunggumu untuk sarapan dibawah." ucap Jack meletakan surat kabar yang semula dibacanya, lalu bangkit berjalan keluar kamar.

Ellena membersihkan tubuh nya, mengenakan dress yang menurutnya paling sederhana dibandingkan yang lain. mengolesi bedak dan sedikit lipstik, aroma parfum kesukaannya. setelah itu melangkah menyusul Jack.

Mereka sarapan dengan tenang, sesekali sudut mata Jack memperhatikan penampilan Ellena sambil mengulum senyum misterius nya. entah apa yang dipikirkan Jack melalui senyuman nya itu.

"Jack, aku kesepian setiap hari hanya dirumah saja. meskipun mereka memperlakukan aku layaknya Puteri, tapi sejatinya aku lebih nyaman dengan kehidupanku diluaran sana." ucap Ellena hati-hati, berharap Jack bersedia mendengarkan keluhannya.

Jack terdiam, dia juga memahami perasaan Ellena yang kesepian dirumah sebesar ini. bahkan Dokter juga menyarankan jika Ellena tidak boleh stress dan merasa terkekang, hal itu bisa menghambat gadis itu untuk segera Hamil. karena mood yang baik, serta dibarengi usaha Jack tiap malamnya, akan mempermudah bagi Ellena untuk segera Hamil dan melahirkan keturunan seperti yang diinginkan mami dan papi Jack.

"Baiklah, aku akan pikirkan usulan mu ini." jawab Jack sembari memperhatikan polesan make up Ellena yang tipis, sehingga cantik natural nya semakin terlihat.

Beda dengan Angela, yang dilapisi bedak tebal, lipstik menyala dan bulu mata anti badai topan. bahkan menghabiskan uang ratusan juta untuk sekedar pergi kesalon.

Pesona yang dimiliki Ellena, layak untuk menjadi istri seorang Milioner seperti Jack, meskipun Jack menyangkal jika hatinya masih milik Angela, cinta pertama nya dari SMA.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel