
Ringkasan
"Tuan, aku bersedia menikah dengan mu." Ucap Ellena tiba-tiba, menghentikan langkah seorang Jack, penguasa dari CEO perusahaan besar. dimana dalam hidup nya tidak pernah kekurangan wanita cantik untuk dia dikencani. "What." Jack melepas kaca mata hitamnya, memperhatikan seekor kecoa kecil yang berusaha menghentikan langkahnya barusan. Elena berdiri tegak dengan percaya diri, dia telah mengumpulakan semua keberaniannya untuk melakukan hal berbahaya dengan ide gilanya yang tiba-tiba muncul, demi membalaskan sakit hatinya kepada Zio dan Yuri yang selama ini hanya memanfaatkan dan menganggap bodoh diri nya.
Ketahuan
"Ayo Ellena, kita nikmati lagi pesta ini." teriak teman-temannya. mencoba menyemangati Ellena yang sudah mulai teller.
"Sudah cukup." Ellena yang sudah minum terlalu banyak, akirnya ambruk disofa.
Malam ini, merupakan pesta ulang tahun salah seorang sahabatnya. yang sengaja diadakan disebuah klub malam ternama. yang tidak sembarangan orang yang mampu memasuki tempat berkelas ini.
Namun pesta yang belum berakhir itu harus dia tinggalkan, karena tunangannya Zio, datang menjemput Elena ketempat pesta.
"Ayo Ellena sayang, kita harus kembali pulang. ini sudah terlalu larut malam. tidak baik bagi kondisi tubuh mu." bujuk Zio.
Zio lalu membawanya pulang ke apartemen yang mereka tempati bertiga, karena disana juga ada Yuri, sahabat dekat sekaligus sepupu dari Zio.
Entahlah, Ellena sendiri tidak tahu kebenarannya. saat itu Zio memperkenalkan Yuri sebagai sepupunya. yang juga akan memulai karir seperti Ellena dipusat kota ini.
"Tidurlah sayang, kamu pasti capek setelah kembali dari pesta." Zio membantu Ellena dengan membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Oke, thanks untuk hari ini, sayang." ucap Ellena.
Tepat tengah malam, Ellena tersadar memaksakan membuka kedua matanya, dan menahan rasa sakit dikepala yang sangat menyiksa. saat penglihatannya mulai jelas, Ellena melihat sosok pria dan wanita sedang berciuman dengan penuh gairah di bawah ruangan yang remang-remang tepat disamping tempat tidurnya.
Seperti disambar petir, Elena menatap keduanya, Dia kaget. saat pasangan itu terus berciuman dan kemarahan di dalam dirinya pun mulai mendidih. dengan perasaan perih didadanya yang tak tertahankan.
"Ini gila, tidak mungkin Zio berbuat serendah ini." Bergumam dalam hati.
Ellena menutup mulutnya dengan punggung telapak tangan, agar tidak mengeluarkan suara. meskipun hatinya saat ini tengah hancur berkeping-keping melihat dua penghianat tengah bermesraan dihadapannya.
"Yuri.. please jangan sekarang, Elena baru saja tertidur, aku takut nanti dia memergoki kita dengan posisi seperti ini. " Zio memperingati Yuri, sambil menahan wanita itu dipinggangnya.
"Apa..? apa kamu takut tunanganmu akan bangun melihat kita?" Nada kesal keluar dari mulut Yuri yang tidak terima penolakan Zio malam ini.
"Aku capek, main kucing-kucingan terus dibelangkang Ellena. bahkan besok kamu akan menikahinya." Yuri merajuk.
"Yuri, kamu harus sabar, kita masih membutuhkan Ellena untuk saat ini."
"Tapi aku sangat bergairah malam ini, Zio." tangan Yuri membelai bibir Zio, dengan wajah yang masih berhadapan sangat dekat. bahkan dia sengaja untuk terus memancing gairah Zio, agar mau membalas cumbuan nya lebih dalam lagi.
"Tapi kita sudah sering melakukan nya." bisik Zio pelan takut terdengar Ellena.
Yuri mengabaikan penolakan Zio, dan terus bermain-main dengan kecupan panas bibirnya.
"Sayang..., kamu selalu berhasil membakar gairah ku. Ayo kita pindah keruangan lain. agar kita lebih leluasa menikmati malam penuh gairah ini." Jawab Zio dengan menciumi leher Yuri dengan lembut. bahkan tidak satupun lekukan tubuh Yuri terlupakan dari sentuhan tangan Zio. permainan mereka mulai memanas.
"Tidak..., Aku ingin kita bercinta disini, aku ingin melakukannya tepat di hadapan calon istrimu yang bodoh itu." tolak Yuri yang belum menyadari jika Ellena sudah melihat perbuatan mereka diantara pencahayaan yang remang-remang.
Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Yuri dengan cepat membuka kancing kemeja Zio satu persatu. sedangkan bibir mereka masih saling menempel, menikmati setiap inci kenikmatan yang tiada akhir.
"Tega kamu menghianatiku Zio, padahal besok adalah hari pernikahan kita." gumam Ellena dalam hatinya. Ellena mencoba menahan air matanya, dia tidak menyangka sama sekali, jika pria yang akan di nikahinya besok. berselingkuh tepat dihadapannya saat ini.
"Bukankah di sofa tempat favoritmu melakukannya? bagaimana kalau kita ulangi lagi disana." Ujar Zio dengan meraba paha seksi Yuri yang mulus. Zio masih berfikir jika Ellena saat ini masih tertidur pulas, sehingga tidak mengetahui scandal mereka berdua.
"Baiklah..., Kalau begitu kamu pergilah terlebih dahulu. aku akan menyusul mu segera."
Yuri mendorong Zio, agar meninggalkan ruangan. dia melenggok ke arah Elena yang kembali berpura-pura tidur. Yuri mendekatkan tubuhnya dan berbisik.
"Elena, Aku tidak akan membiarkanmu menikah dan merebut Zio dariku, bahkan aku akan menggagalkan pernikahan kalian besok. Aku sudah mengandung anak Zio, sekarang dia milikku seorang dan untuk selamanya." bisik Yuri dengan senyum kemenangan.
Elena mengepalkan tangannya, saat dia harus menahan emosinya dan berhati-hati agar tidak mengelurkan suara. setelah beberapa saat, dia kembali mendengar desahan dari kamar mandi yang saling bersahutan, sekarang Ellena merasakan dunianya hancur berantakan, harapan indah pernikahan mereka hancur dalam sekejap mata.
"Kalian berdua tidak mempunyai hati dan perasaan, bahkan kalian berhubungan disaat aku ada diruangan ini."
Ellena begitu marah, bahkan ingin rasanya dia membunuh kedua orang penghianat itu, yang tidak mempunyai hati sama sekali.
Pikiran Ellena, kembali menerawang pada kehidupannya, Tiga tahun yang lalu....
Elena adalah seorang desainer top di negaranya, dan Yuri merupakan model yang selalu mengunakan rancangan terbaik nya untuk tampil disetiap kesempatan. semua ini juga atas bujukan Zio, sehingga setiap rancangan terbaik Ellena selalu digunakan Yuri. bahkan dia menyerahkan segalanya termasuk menopang karir Yuri. yang semakin melejit tanpa harus dan diperoleh dengan susah payah. namun sekarang mereka menusuk Ellena dari belakang.
"Ternyata, semua yang aku lakukan hanyalah untuk mempersiapkan gaun pengantin orang lain, Tidak!!! ini hanya mimpi, Ini hanya mimpi buruk dan akan kembali normal besok pagi.. Aku tau ini hanyalah mimpi burukku, ayo Ellena bangunlah dari mimpi burukmu ini."
Ellena berusaha untuk membohongi dirinya sendiri, tentang kenyataan yang baru saja dia saksikan. bahkan dia selalu mengatakan jika itu cuma mimpi buruknya saja. sehingga Besok pagi nya semua akan kembali normal.
***
