Menjadi sekretaris
"Nyonya muda, tuan Jack memintaku untuk mengantarkan anda berbelanja pakaian kantor disalah satu butik kekuarga milik maminya." ucap Sinta.
"Belanja pakaian kantor."
"Ya, karena mulai besok anda sudah resmi bekerja diperusahaan tuan Jack, sebagai sekretaris pribadi nya."
"Wah, posisi yang sangat mengiurkan di perusahaan besar lagi. tapi aku tidak mempunyai keahlian khusus di bidang itu, Sinta." ucap Ellena ragu dengan kemampuan nya sendiri.
"Anda, pasti bisa belajar nyonya."
Ellena dilayani dengan sangat baik, bahkan semua pakaian bermerek dan keluaran terbaru sudah berjejer dihadapannya.
"Nyonya, silahkan pilih. sesuka hatimu."
"Baiklah."
Ellena hanya memilih beberapa potong pakaian saja, mengingat dia sempat terkaget-kaget melihat bandrol yang tertera disetiap pakaian tersebut.
"Sudah nyonya, kenapa cuma beberapa potong?" tanya Sinta.
"Barang-barang disini mahal-mahal, lagian ini sudah lebih dari cukup."
"Tidak Nyonya, tuan Jack pasti marah. karena dia menginginkan anda datang setiap hari kekantor dengan pakaian yang berbeda-beda setiap harinya, begitu juga dengan tas dan sepatu yang akan anda kenakan nantinya." jawab Sinta.
"Apa? benar-benar gila Jack. asal kamu tahu Sinta. harga pakaian ini bisa membeli sawah yang luas dikampung ku." bisik Ellena dan.
"Tapi tidak menurut tuan muda Jack, harga barang-barang ini sangat kecil baginya."
Berdasarkan perintah Jack, Sinta akirnya memilih barang-barang branded yang dirasanya paling cocok dikenakan nyonya mudanya. sehingga mereka pulang dengan membawa banyak belanjaan.
Sampai dirumah, Sinta menyusun semua dilemari khusus pakaian Ellena.
"Aku bantu ya, Sinta."
"Tidak perlu nyonya muda, anda pasti capek sebaiknya langsung istrahat saja."
"Baiklah, terimakasih ya Sinta."
"Sama-sama nyonya."
Selama Ellena dalam masa datang bulan, Jack lebih memilih tidur dikamar pribadinya sendiri. karena dia paling tidak tahan mengendalikan nafsunya, jika tetap satu kamar dengan Ellena yang semakin hari semakin terlihat cantik dan menggoda.
"Nyonya muda, ini hati pertama anda bekerja dikantor tuan Jack. ini baju kerja anda sudah saya siapkan." ujar Sinta.
"Mana Jack?"
"Tuan Jack sudah berangkat duluan, karena hari ini dia ada tamu khusus dari perusahaan Jepang. nanti akan ada sopir khusus yang akan mengantarkan nyonya untuk berangkat dan pulang dari kantor." terang Sinta.
Ellena langsung mandi, dia terlihat begitu antusias dan bersemangat, mengingat akan memulai pekerjaannya yang baru, bahkan selama menikah dengan Jack, dia sudah melupakan Zio dan Yuri. pasangan yang sudah menghianati nya secara terang-terangan.
Ellena terlihat sangat cantik, dengan stelan seragam formal kantoran yang melekat ditubuh nya yang langsing. bahkan Sinta pun
sempat terkagum dengan istri majikan nya.
Ellena menikmati sarapannya sendiri, sepotong roti sandwich dan segelas susu, sudah cukup membuat nya kenyang.
Didepan halaman luas, sudah menunggu mobil yang siap mengantarnya. begitu melihat nyonya besar, sopir pribadi langsung membuka pintu belakang sambil menundukkan kepalanya hormat.
"Silahkan nyonya muda."
Ellena membalas dengan senyuman manis nya, lalu duduk dengan nyaman. meskipun terlihat sangat tenang diluar. namun didalam hatinya Ellena bergemuruh, gadis biasa sepertinya akan memasuki sebuah perusahaan besar yang bonafid. bahkan tidak sembarangan orang yang berhasil lolos dan bekerja diperusahaan ini.
"Ini kesempatan emas bagiku, paling tidak. setelah kontrak pernikahan kami berakhir. aku mempunyai pengalaman kerja diperusahaan Jack, sehingga akan membantu diriku untuk mendapatkan perkejaan yang baru nantinya." bathin Ellena.
Mobil memasuki gerbang utama, tepat disisi sebelah kiri terparkir mobil Jack.
"Nyonya kuda, silahkan. kita sudah sampai." ucap sopir seraya membukakan pintu mobil.
Ellena melangkah turun, senyum mengembang dibibir nya melihat kemegahan gedung pencakar langit dihadapannya. langkah kakinya terayun dengan semangat seorang sektretaris baru.
