My hubby
Jack menatap kemerlap lampu perkotaan diantara gedung-gedung pencakar langit, kemacetan kendaraan yang bertepatan dengan jam pulang karyawan berbagai perusahaan besar termasuk perusahaan Jack sendiri.
"Buuusyet....kenapa aku teringat terus dengan gadis itu, dia seakan-akan mengikuti setiap arah pandanganku."
Jack ingin segera pulang agar bertemu istri imutnya, untuk memulai malam panas yang memabukkan. tapi dia masih berusaha untuk menyangkal dan bertahan. seakan takut untuk jatuh cinta, karena hal itu akan menggantikan posisi Angela dihatinya. Jack masih berharap dan yakin suatu hari Angela yang merupakan cinta pertama nya pasti akan kembali.
Jack tidak ingin pernikahan nya dengan Ellena. akan menjadi penggalang ataupun penghambat untuk dia dan Angela bersatu kembali. karena Jack sudah berjanji pada dirinya sendiri, akan memberikan kekasih hatinya kesempatan kedua.
Angela pernah menyelamatkan Jack, bahkan dia sempat tertembak pria misterius yang ingin mencelakakan Jack, namun Angela yang mengetahui, segera mendorong kuat tubuh Jack, hingga akhirnya dia menjadi korban. meskipun Angela terluka ringan dibagikan lengan, namun pengorbanan nya membuat Jack sadar arti cinta Angela yang besar untuk nya, sehingga Jack berjanji akan terus menyayangi dan melindungi Angela sampai kapanpun.
Sayang nya, ketulusan dan kebaikan Jack disalah gunakan oleh Angela. bahkan dia sesuka hati mengunakan uang Jack. dan pergi begitu saja keluar negeri mencapai mimpinya menjadi model, tanpa peduli Jack yang sangat membutuhkan dirinya, termasuk ke-dua orang tua Jack yang sangat membutuhkan penerus.
Jack yang kecewa dan terus didesak, mengambil jalan pintas hingga dia dipertemukan dengan Ellena, tiba-tiba
lamunan Jack seketika buyar, pelukan hangat dari belakang dengan wangi farfum yang sangat dikenalnya. cuma ada satu wanita yang berani memeluknya sehangat ini. bahkan Ellena sekalipun tidak pernah melakukannya.
"My...hubby..., Miss you."
Seketika senyum langka muncul di bibir tipis Jack, dan bersinar cerah bagaikan mentari pagi. Jack membalikkan posisi tubuh nya sehingga mereka saling berhadapan.
"Angela, kamu kembali."
"Ya sayang."
Mereka saling melepaskan rindu, Angela menyandarkan kepalanya di dada bidang yang menjadi idaman para wanita.
"Sayang, kamu pasti sangat merindukan aku, sehingga tidak menyadari kedatangan ku yang tiba-tiba." ucap Angela percaya diri. karena dia yakin Jack sangat mencintai nya, dan tidak akan pernah berpaling.
"Bagaimana, jika malam ini kita menghabiskan malam berdua." bidik Angela genit.
"Oke."
Angela bergelayut manja di lengan Jack, semua karyawan perusahaan sudah sangat mengenal sosok Angela. mereka menunduk hormat menyapa, meskipun sikap gadis itu sangat sombong dan angkuh, mereka melakukan itu untuk menghormati Jack.
"Sayang, bagaimana jika kita pulang kerumah pribadi mu." bisik Angela manja.
"Jangan, kamu tahu sendiri. jika mami dan papiku kurang menyukai hubungan kita. aku takut mereka akan semakin tidak merestui, bersabarlah, aku akan membujuk mereka dengan perlahan."
Alasan Jack, karena dia tidak ingin Angela tahu jika dirumahnya saat ini sudah ada istri cantik yang mulai mengganggu pikirannya. bahkan mampu membuyarkan konsentrasi seorang Jack, yang Angela sendiri pun tidak pernah membuat Jack seperti ini.
"Baiklah, kita di apartemenmu saja."
Mobil Jack meluncur menuju salah satu Apartemennya, begitu sampai Angela langsung naik ketubuh Jack dengan tidak sabaran lagi, mengingat dia sudah lama menginginkan bercinta dan berhubungan layaknya suami-istri.
"Angela, kendalikan dirimu." ucap Jack ketika tangan Angela mulai membuka pengait celana nya.
"Kenapa Jack, apa aku kurang menarik." ucap Angela sedih, karena sudah lama mereka menjalin kasih, tapi Jack memperlakukan nya sekedar ciuman dan pelukan saja tidak lebih dari itu.
"Bukan begitu Angela, tapi aku belum siap. kita belum menikah."
"Ha..ha...Jack, kita hidup di zaman modern. tapi sikapmu seperti anak lulusan pesantren." ejek Angela disela tawa kekecewaan nya.
"Tepatnya seperti itu." jawab Jack dingin, karena saat ini pikiran nya kembali tertuju pada Ellena yang menunggu nya dirumah.
"Angela, sudah sangat larut. aku pulang dulu."
"Jack, apa tidak sebaiknya kamu nginap di sini. aku janji tidak akan macam-macam. tidur dalam pelukan mu saja sudah cukup bagiku." ucap Angela dengan wajah memelas.
"Maaf Angela, aku tidak bisa." tolak Jack yang tidak bisa menahan dirinya lagi, dia langsung pergi mengabaikan teriakan Angela, yang masih berusaha untuk menahan.
