Resmi menikah dengan Jack
Jack melepas kacamata hitamnya, menatap Ellena dengan dua bola matanya yang hitam seperti tinta.
"Apa yang membuatmu, begitu berani berkata seperti itu terhadap ku." sambil melangkah pergi meninggalkan Ellena yang tiba-tiba mematung.
Gadis itu tidak menyerah, dan kembali mengimbangi langkah kaki Jack.
"Aku gadis pintar, aku rasa aku cocok untuk mendampingi mu." percaya diri.
Bibir pria itu berkedut sedikit, saat dia menjawab dengan satu kata.
"Oke, gadis kecil."
Setelah beberapa saat, Jack mengarahkan pandangannya kepada asistennya dan langsung memerintahkan untuk mengurusnya. surat pernikahan mereka hari itu juga.
"Cepat urus semuanya."
Elena merasa bahwa bertemu dengan Jack adalah hal yang paling beruntung dalam hidup nya. Jack tidak membutuhkan cinta wanita, dan dia juga tidak kekurangan wanita untuk ditidurinya, Ellena yakin jika Jack tidak akan tertarik sedikit pun padanya, sehingga dia aman. karena dalam hal ini mereka berdua sama-sama membutuhkan. sedangkan Jack, tengah dihadapkan pada situasi dan kondisi yang terdesak.
"Zio, aku pastikan kamu akan menyesal seumur hidup mu, begitu mengetahui siapa laki-laki yang berhasil menikah dengan ku hari ini." Ellena tersenyum penuh kemenangan dan rasa balas dendam atas perselingkuhan Zio.
Prosedur pendaftaran pernikahan Ellena dan Jack di proses dengan cepat, dalam waktu setengah jam saja semua kelar dilaksanakan, sekarang Ellena sudah memegang surat nikah ditangannya. mulai sekarang dia adalah wanita yang sudah berstatus menikah dengan Jack.
"Bisakah kita bicara sebentar?" Ucap Jack dengan memegang kertas ditangannya.
Jack kembali memakai kacamata hitamnya, saat keluar dari gedung pernikahan mereka. menuju mobilnya yang diikuti Ellena dari belakang.
Setelah masuk kedalam mobil Rolls Royce, Ellena dengan gugup menatap jack dari samping.
"Terima kasih sebelumnya, karena anda telah setuju untuk menikah dengan ku, Jika anda membutuhkan sesuatu, aku akan lakukan apa saja sebagai imbalannya, tapi sebelumnya, aku punya dua permintaan." ucap Ellena was-was.
"Katakanlah." ucap Jack dingin tanpa ekspresi.
"Permintaanku sederhana, Aku harap kamu bisa menerimanya."
"Katakanlah!!" Jack melonggarkan kerah bajunya dengan kasar karena mengganggap Ellena bertele-tele, dan membuang waktu nya yang berharga.
"Pertama, kalau kamu tidak punya pilihan lain, jangan beri tahu status hubungan kita pada siapapun."
"Kedua, Jangan ikut campur dalam urusan pribadiku dan kamu jangan khawatir karena kita sudah menikah, Aku tidak akan dekat dengan laki-laki lain."
Setelah mendengar permintaan Elena, Jack tersenyum tipis kepada Ellena, menandakan jika dia setuju dengan apa yang diucapkan gadis polos dihadapannya.
Ellena telah menikah dengan orang lain, yang baru saja dia kenal, benar-benar keputusan yang paling berani dalam hidupnya. tetapi apapun yang sudah dia lakukan, Ellena tidak akan menyesali keputusannya.
Tiba-tiba telepon masuk dari Zio, pria yang sudah menyelingkuhinya. dengan wanita yang selama ini menjadi sahabatnya. bahkan telah tega menggantikan posisinya sebagai calon istri Zio.
"Ellena.. dimana kamu sekarang?"
"Didepan gedung pernikahan kita."
Ellena menjawab dengan nada datar. sembari dia menyembunyikan emosinya yang masih meredam.
"Aku memiliki acara yang sangat penting hari ini, dan aku ingin kamu meniggantikan aku untuk merawat Yuri, dirumah sakit saat ini. kasihan dia yang sangat membutuhkan perhatian ekstra."
"Maaf Zio aku tidak bisa."
"Kenapa?"
"Aku akan menghadiri sebuah acara yang sangat penting juga malam ini," Ellena tidak mungkin berterus-terang, jika dia sangat membenci Yuri, sehingga lebih memilih untuk berdiam diri sampai waktu untuk membalas mereka tiba.
"Yuri lebih penting dari acaranya itu." ucap Zio yang terdengar egois.
"Bukankah, Yuri cuma sakit ringan, bahkan itupun karena keteledoran nya sendiri, kenapa harus terlalu dimanjakan." protes Ellena.
"Kalau aku menyuruhmu pergi, pergi saja! jangan kebanyakan membantah, memang tidak tahu terimakasih." Jawab Zio dengan nada kasar dan keras.
Dulu, Ellena telah melakukan hal bodoh seperti ini untuk Yuri. Elena hanya dimanfaatkan mereka, namun dia tidak akan terus seperti ini selamanya.
Senyum tipis menghiasi wajah cantiknya dengan Handphone yang masih melekat di telinganya.
"Elena sayang, kita akan segera menikah. tolong beri Yuri semangat, bagaimanapun dia sahabat kita, dikota ini dia hanya punya kita berdua." bujuk Zio menurunkan nada bicaranya.
"Baiklah, Aku akan menutup teleponnya." Elena menutup telfon begitu saja mengabaikan Zio yang dulu begitu dicintainya.
"Ternyata, lepas dari Zio tidak sesakit yang aku bayangkan."
