Rasa capek dan lelah
Ellena membuka matanya yang masih terasa begitu berat, terpaan cahaya matahari langsung tepat mengenai kulit wajahnya yang putih mulus. Dia menoleh kesamping tepat disisi sebelah kanan nya seorang pria tampan masih tertidur pulas.
Ellena perlahan mencoba untuk bangkit, menyingkirkan perlahan tangan pria yang masih melingkar indah dipinggang nya.
“Ternyata suami dadakan ku ini sangat tampan?” Gumamnya.
Pandangan Ellena seakan tidak bisa lepas, rahang yang kokoh dan terlihat jantan. Kedua alis tebal nya seakan menambah pesona dan sangat pas jika dia menjadi seorang Milioner, dengan postur tubuhnya yang sangat mendukung. sehingga wanita akan tergila-gila melihatnya.
“Siapa perempuan yang bernama Angela?” Gumam Ellena berusaha bangkit.
"Apakah aku bahagia, karena sudah menjalankan tugas ku sebagai seorang istri? bahkan saat bercinta dengan ku dia malah menyebut nama perempuan lain...suka atau tidak, sejarah aku sudah menjadi tawanannya."
Tubuh Ellena masih terdapat lelah, dia memejamkan matanya kembali. namun baru beberapa detik. tangan kekar Jecky kembali menarik tubuh Ellena kedalam dekapannya, lalu menghujam tubuh Ellena melakukan penyatuan kembali.
"Tidak puas diranjang, Jack mengendong Ellena kedalam kamar mandi. mereka kembali bergumul dalam bactub hingga berkali-kali.
"Sudah Jack, kamu menghajar ku habis-habisan."
"Tapi kamu menyukainya kan?"
"Entahlah, aku capek. seakan dikeroyok orang sekampung." jawab Ellena asal, membuat Jack tertawa lepas.
Dia bangkit, membantu memandikan Ellena hingga berpakaian kembali.
"Aku akan berangkat kekantor, setelah sarapan. istrahat lah dengan benar. agar kamu memiliki tenaga cukup, untuk nanti malam." ucap Jack menatap kearah sambil tersenyum mesum sambil melangkah pergi menuju kantor nya.
"Tok....tok...tok..."
"Masuk."
Pelayan yang seumuran dengan Ellena masuk, sambil membawa troli berisi banyak makanan dan minuman, termasuk segelas susu kesukaan Ellena.
"Selamat pagi Nona muda, perkenalkan namaku Sinta. mulai hari ini saya ditugaskan untuk menjadi asisten pribadi Nona. jadi apapun yang nona butuhkan saya siap melayani nya." ucap Sinta penuh hormat.
"Terimakasih."
Sinta membantu Ellena untuk sarapan, sambil sesekali mencuri pandang pada bagian tubuh Ellena yang banyak sekali terdapat tanda kiss Mark dari Jack. tanda merah itu sudah mewakili bagaimana puasnya Jack menikmati malam pertamanya.
Selesai sarapan, Ellena ingin duduk di teras depan. menikmati cahaya matahari yang mengenai kulitnya secara langsung. namun kedua kakinya seakan tidak mahu untuk diajak kompromi.
Sinta dengan telaten membantu dan melayani Ellena dengan kelembutan. memapah tubuh Ellena berjalan, yang masih tertatih-tatih, menahan perih bagian pribadi nya.
Sinta mendudukkan Ellena, dengan sangat hati-hati.
"Sinta, kamu sudah lama ya bekerja dirumah mewah ini."
"Belum, aku datang baru semalam. karena sebelumnya aku bekerja dirumah orang tua tuan Jack."
"Aku belum pernah bertemu mereka."
"Iya, karena tuan Jack. masih menunggu waktu yang tepat. memperkenalkan anda pada publik sebagai nyonya besar Jack." ucap Sinta yang mengetahui sedikit banyak permasalahan tuan mudanya.
Ellena memperhatikan pakaian yang melekat ditubuhnya, dress panjang sehingga membuat nya merasa sangat cantik, mengingat dia mengenakan pakaian mewah dengan harga yang tidak sembarangan.
Ellena mengedarkan pandangannya keseliking rumah bak istana, tepat di bagian sebelah kiri lantai satu, berjejer mobil-mobil mewah, dan moge. dan seorang sopir yang standby siap kapanpun dibutuhkan.
Ellena juga memperhatikan beberapa pelayan, yang sibuk dengan tugas mereka masing-masing, sambil menundukkan kepalanya hormat menyapa Ellena.
"Selamat pagi nyonya muda."
"Pagi." balas Ellena tersenyum ramah.
"Sinta, apa rumah orang tua Jack suasana nya juga seperti ini, sepi dan hanya dihuni beberapa orang pelayan. eh... maksud ku apa dia mempunyai saudara perempuan atau laki-laki?"
"Tidak Nyonya, tuan Jack adalah anak tunggal. sehingga ke-dua orang tuanya sangat menginginkan penerus." jelas Sinta.
"Apa sebelumnya dia tidak mempunyai teman dekat?"
"Kalau teman wanita banyak, tapi tidak satupun membuat tuan muda jatuh cinta, setelah kepergian nona Angel kekasihnya. yang memilih pergi keluar negeri mengejar mimpinya sebagai model."
"Jadi namanya Angel?"
"Ya, nyonya."
