Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Malam Pertama

"Mulai sekarang, jangan panggil aku dengan sebutan formal lagi, santai lah terhadapku. ingat aku suamimu, jadi panggil aku dengan sebutan yang pantas."

"Baiklah, Jack." dengan wajah merah merona.

Setelah makan malam diruangan besar. Elena mengikuti Jack dari belakang, mereka berjalan menuju kamar yang telah disiapkan untuk mereka berdua.

Kamar berukuran besar dan sangat mewah, bahkan sudah didesain layaknya kamar pengantin baru. Ellena tidak bisa menahan perasaan gugup nya. begitu juga dengan Jack, jika dia menikah dengan wanita lain, mungkin dia tidak akan seperti ini.

Jack bisa merasakan, kegugupan yang datang dari diri Elena juga. bahkan kecanggungan tiba-tiba hadir diantara mereka. setelah berduan dalam satu kamar.

Ellena melepas jas panjang, yang masih membalut tubuh seksinya.

"Aku akan mandi dulu, agar kamu punya waktu untuk mengambil keputusan. Jika kamu masih ragu dan belum yakin padaku, dan kita bisa menunda malam pertama pernikahan kita lain waktu."

Elena yang berjalan menuju kamar mandi, Jack terus memperhatikan, dan tiba-tiba Jack menghampiri Ellena dan berdiri di belakangnya.

Dengan lembut, Jack tiba-tiba memeluk Ellena dengan erat.

"Apa kamu yakin? setelah aku menjadikanmu milikku, dan aku tidak akan lagi memiliki fikiran untuk mengubahnya." bisik Jack.

Jack memutar tubuh Ellena, hingga posisi mereka saling berhadapan, dengan satu tangan Jack meraih pinggang Ellena dan menempelkan birinya ke bibir gadis itu, cukup lembut namun memabukkan. sedangkan tangannya yang lain, dia gunakan untuk membuka kancing bajunya. pada dan perasaan Elena tidak menentu, Dia belum pernah mengalami ciuman seperti ini sebelumnya dengan laki-laki manapun, bahkan dengan Zio sekalipun. Ciuman Jack begitu dalam, yang sangat berbeda yang membuat Ellena kehilangan kendali.

Elena menatap Jack yang benar-benar mempesona. tubuh Jack yang kekar, sangat tampan dengan tahi lalat di daun telinga yang seperti berlian. Jack balas menatap Ellena, tatapan mata penuh gairah, seakan-akan ingin menelannya utuh-utuh.

namum selangkah, demi selangkah mereka melakukannya, bahkan saatnya tiba Jack tidak terburu-buru.

Sebaliknya dia mengambil handuk dan membalut tubuh Elena dan menggendongnya kekelopak bunga mawar tempat tidurnya.

"Sekarang, puaskan aku sebelum kita melakukan penyatuan."

Ellena yang belum berpengalaman, meraba-raba perut Jack yang membuat nya terpesona.

"Kamu menyukainya?"

"Ahh... tidak juga."

"Semua wanita tergila-gila padaku, aku harap kamu tidak menjadi wanita yang munafik.". menarik tubuh Ellena hingga jatuh diatas tubuh Jack.

Jack melumat bibir Ellena dengan rakus dan tidak sabaran, bibir yang manis dan buah dada yang besar, membuat Jack merasa puas memainkannya.

Setelah itu, Jack memutar posisi Ellena merasakan tubuh tinggi dan bentuk perut yang sixpack menimpanya dari atas. Jack tidak memakai pengaman, dan mulai memasukinya, Elena tiba-tiba berteriak kesakitan.

"Stop Jack, ini sangat sakiiit." bisik Ellena.

"Ini yang pertama kalinya bagimu, kan? awalnya akan sedikit sakit, tapi selanjutnya kamu bakal ketagihan." Jack tersenyum.

"Oke, tapi pelan-pelan."

Ellena merasa tidak bertenaga lagi untuk menolak, tubuh nya kemas. namun dia memejamkan mata rapat saat merasakan bagian intinya terbelah, saat sesuatu yang besar dan panjang masuk dengan sedikit dipaksakan.

"Aaaaaaaggh...sakiiit, periiih baget...Jack." tidak pernah terbayangkan oleh Ellena sebelumnya, jika melepas keperawanan akan sesakit ini.

Sedangkan Jack tersenyum puas, sambil terus memainkan senjata nya.

"It feels good...., amazing...yes. ternyata bercinta dengan seorang perawan begitu nikmat." ceracau Jack merasa beruntung.

Perlahan rasa perih dan sakit mulai berkurang, berganti rasa nikmat yang tiada tarra. perlahan tangan Ellena mulai meraba dada bidang diatas tubuh nya.

Jack makin menggila, dia terus menggoyang senjata maju mundur, mereka berhasil mencapai pelepasan secara bersamaan.

"A...aaaangellll."

Samar Ellena, mendengar nama perempuan yang diteriakkan suaminya, namun dia merasa tidak berhak untuk cemburu, bukankah pernikahan mereka tanpa diawali cinta, dan hanyalah sebatas pernikahan diatas kertas, dan saling menguntungkan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel