Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 9 Dino's Wedding Day

Meskipun sudah sebulan menikah dan sudah setiap hari bahkan setiap detik melihat ketampanan Mingyu, tapi tetap saja melihat pria itu dengan setelan jasnya tidak bisa membuat Jihye terbiasa dengan kadar ketampanan tingkat tinggi yang dimiliki suaminya.

Siapapun wanita akan menggigit jari jika melihat Mingyu yang sudah tidak bisa terdefinisi lagi. Ini membuat Jihye stress perlahan. Tentu saja ia khawatir jika banyak yang mengincar sang suami alias wanita ular di luar sana. Oke, to the point saja, tak ada yang boleh merebut Nunggu dari dirinya, dan Semoga hal tersebut tidak terjadi, atau setidaknya ia harus bersiap-siap dan bersikap waspada akan kemungkinan tersebut.

"Hei? Kenapa melamun?" Mingyu menatap Jihye dari cermin seraya memakai jam tangannya. Istrinya itu terlihat gelisah, atau mungkin grogi.

"Omong-omong kau harus segera di-makeup sekarang" Mingyu meraih kunci mobilnya dan mengulurkan tangan pada Jihye menandakan mereka harus segera berangkat.

Sedikit sentuhan make up pada wajah Jihye begitu juga Mingyu, sekaligus menata rambut semakin menambah sempurna penampilan mereka.

Mingyu tidak melepaskan pegangannya pada Jihye begitu juga sebaliknya setelah mereka turun dari mobil dan memasuki gedung yang menjadi tempat terselenggara pernikahan Dino.

"Baru kali ini aku berjalan seperti kura-kura" ucap Jihye saat mereka menaiki tangga, dibantu Mingyu yang setia menjaga.

"Itu bagus, karena kau harus berpegangan padaku selalu" kekeh pria tampan di sampingnya. Jihye pikir mulut manis Mingyu adalah akibat bersahabat dengan Seungcheol. Jadi ia tidak peduli dengan itu atau bahkan sudah terbiasa.

Mingyu dan Jihye disambut baik oleh teman-temannya. Jihye yang awalnya sempat gugup pun sudah terbiasa dengan keramahan mereka. Bahkan para istri dengan terang-terangan memuji aura ketampanan dan karismatik yang memancar dari Mingyu setelah mereka menikah. Seolah pesonanya menjadi berkali-kali lipat dan terbukti dengan tamu undangan lain yang memperhatikan suami Jihye itu.

"Aku baru sadar jika kening Mingyu juga berperan penting dalam ketampanannya" ucap Hyebin, istri dari Hoshi sambil menyuapi anaknya yang masih sekolah taman kanak-kanak itu. Mereka kini sedang berkumpul sambil menikmati makanan yang dihidangkan, dan Putri Kwon sangat excited dengan makanan yang serba manis dan cantik di hadapannya.

"Benar kata orang, laki-laki yang sudah menikah akan lebih terpancar auranya" timpal Hana.

"Boleh tidak aku pinjam sebentar? Aku stres dengan Wonwoo yang dingin dan lebih Cinta buku-"

Plak

"Aww! Hehe, bercanda eonnie" Jeon Eunbi meringis akibat tamparan nyonya Hong di bahunya. Nyonya paling galak di sini omong-omong.

"Bibi Hye!" suara kecil itu melengking dari seorang gadis imut yang berlari ke arah Jihye, terakhir kali ia melihatnya sedang dipangku Seungcheol dan sekarang sudah datang memanggil nama Jihye sambil membawa es krim. Wanita yang dipanggil pun mengulurkan tangan dan mengangkat Putri tuan Choi itu ke pangkuannya.

"Eyy, dia berat Ji" ucap Choi Sinbyeol namun Jihye tersenyum, tidak mempermasalahkan bobot gadis kecil yang sudah bertambah itu.

Bulu mata lentik dan mata bulat serta kulit putih pucat, Seungcheol sekali. Tiba-tiba Jihye ingin memiliki anak seimut ini. Mulut kecilnya pun bercerita, sehingga Jihye mengabaikan obrolan antar ibu-ibu dan lebih memilih mendengarkan ocehan Eunbyeol yang masih menikmati es krim.

"Tadi aku meminta ayah mengambilkan es krim cokelat, tapi ayah bilang yang rasa cokelat habis, jadi ayah memberikanku es krim vanila" Celoteh gadis itu saat Jihye memangkunya.

"Tapi kau harus tetap mengucapkan terima kasih pada ayah, hm?" ucap Jihye, dan dengan mudah Eunbyeol mengangguk. Ia menyukai saat bercengkrama dengan Jihye, jadi dia juga patuh akan nasihatnya.

"Tadi malam ayah membelikanku buku cerita baru, lalu membacakannya sebelum aku tidur.... Tadi pagi ayah juga memandikanku"

Ayah yang perhatian rupanya. Pikir Jihye.

Mingyu selayaknya seorang suami, meski ia mengobrol dengan teman-temannya, tapi ia tetap memperhatikan Jihye sesekali. Hatinya menghangat saat wanita itu berbincang dengan Putri Seungcheol yang begitu antusias bercerita kepada Jihye. Semudah itu Mingyu dibuat senang. Semudah itu Jihye membuatnya tersenyum. Ia tidak bisa membayangkan jika rumahnya nanti diramaikan dengan mini Mingyu atau bahkan mini Jihye. Pasti membahagiakan.

Usai mengucapkan janji antar pengantin tersebut, satu persatu tamu undangan mulai menyalami kedua mempelai yang masih muda itu.

Seperti seorang pria gentle, Mingyu dan teman-temannya menghampiri pasangan masing-masing untuk memberi selamat pada Dino dan Yuri yang baru sah beberapa menit yang lalu.

Jihye yang sejak tadi duduk di tempatnya- bukan karena apa, ia hanya terlalu was-was untuk berjalan, dan Mingyu mendatanginya kemudian mereka jalan berdampingan.

Entah bagaimana pasangan-pasangan ini tidak benar-benar jalan berurutan. Entah karena mengurus puteri mereka dulu atau hal lainnya. Di depan Jihye dan Mingyu ada seorang gadis yang lebih dulu menyalami pengantin baru itu, dan mungkin secara kebetulan gadis cantik tersebut bukan tamu undangan biasa setelah Mingyu berbisik jika gadis tersebut adalah Chaeyoung, mantan kekasih Dino. Wow.

Terlihat ekspresi berbeda di antara keduanya. Gadis itu menitikkan airmata begitu berhadapan dengan Dino yang menatapnya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.

"Yeah, akhirnya kau dengan Yuri meski kita sudah berpacaran sebelumnya. Kuharap kalian bahagia walau awalnya sulit bagiku.." ucap gadis itu, mungkin hanya Mingyu dan Jihye yang mendengarnya selain Yuri dan Dino tentu saja.

"Maaf, tapi semoga kau mendapatkan yang lebih baik" ucap Dino. Chaeyoung mengangguk pelan.

"Tapi sebelum itu... Mau kah kau memberikan sesuatu untuk yang terakhir kalinya padaku?" tanya Chaeyoung lemah. Oh ayolah, Mingyu dan Jihye masih sabar menunggu. Dan,

Damn

Tepat di bibir, gadis itu mencium Dino, dan tepat di depan mata Yuri beserta Jihye dan Mingyu- atau mungkin orang lain juga.

Dino membelalakkan matanya, entah karena kaget, bingung, atau memang reaksi lambat.

Tanpa pikir panjang Jihye menarik lengan gadis yang berperan sebagai mantan kekasih Dino itu dengan sekali hentakan yang otomatis melepas paksa ciuman Chaeyoung kepada Dino. Membawanya menjauh dari sana ."Maaf, tapi kau sudah tidak pantas mendapatkannya".

Tsundere. Sisi tersembunyi Jihye.

Chaeyoung menghempaskan tangannya dan menatap Jihye kesal, "memangnya kau siapa, sih?!" sungut Chaeyoung.

"Aku? Yang jelas bukan perusak pernikahan orang" ucapnya final, meninggalkan Chaeyoung yang wajahnya sudah memerah tanda ia marah campur malu. Jihye tidak peduli, ia kembali untuk menemui Mingyu dan pasangan pengantin yang mematung di tempat.

"Apa?" tanya Jihye kepada Mingyu yang mulutnya sedikit terbuka, mengerjap pelan, masih heran dengan dua menit yang barusan terjadi.

"Aku mencintaimu...", dasar Mingyu, tidak tahu tempat dan kondisi, yang menikah siapa yang menyatakan Cinta siapa.

Jihye mengalihkan perhatian pada Dino dan Yuri dari pada ia harus menahan malu karena tingkah suaminya. Lihat, Dino bahkan mencibir Mingyu.

Jihye memberi selamat pada keduanya, ia pun memeluk Yuri dan mengatakan, "tak apa, jangan dihiraukan" ucapnya berbisik, ia tahu Yuri pasti sangat tidak menginginkan hal tadi terjadi. Dia pun mengangguk dan membalas pelukan Jihye erat. Dengan mudah menganggap wanita yang dua tahun lebih tua darinya itu sebagai kakak.

"Terimakasih"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel