Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5 Yes, I'm her Husband

Pria itu menghembuskan nafas berat. Tangannya menyelipkan ponsel ke dalam saku mantel sambil menunggu liftnya sampai di lantai apartemen tempat ia tinggal. Ia tidak bersemangat hari ini saat istrinya mengabarkan bahwa ia sudah sampai di kantor. Kecewa berat, itu lah yang dirasakan Kim Mingyu pagi ini. Seharusnya ia datang lebih pagi, namun apa daya, ia tidak bisa meminta untuk mempercepat waktu karena nyatanya mereka sudah bekerja dengan cepat dan Mingyu tidak ada hak untuk meminta percepatan waktu hanya karena alasan ingin sarapan pagi bersama istrinya.

"Selamat pagi Mingyu..." ucapnya saat memasuki apartemen. Sekedar menyemangati diri sendiri.

Ia memilih langsung menuju ke kamar. Tak ada kegiatan lain yang bisa membunuh bosan kecuali tidur, pikirnya. Meskipun jika ada Jihye mereka tidak melakukan banyak hal, tapi setidaknya Mingyu bisa mencari perhatian atau sekedar mengganggu wanita itu.

"Jihye-ssi bisa kau cetakkan lagi data prampokan bank seminggu yang lalu?" ucap seorang anggota polisi tampan yang akhir-akhir ini katanya menarik perhatian orang-orang sekitar atau bahkan gadis sekolahan.

"Bisa, tunggu sebentar". Tangan ramping itu bergerak mengerjakan tugasnya.

"Aku berpikir keduanya adalah orang yang sama" ujar Jaehyun setelah menerima hasil cetak tersebut. Duduk dihadapan Jihye.

"Maksudmu?"

"Uang rekening yang hilang kemarin, entahlah, aku punya firasat mereka orang yang sama. Karena keduanya belum ditemukan"

"Firasatku mereka orang yang berbeda" ucap Jihye santai membuat pria itu tertohok dan akhirnya tertawa kecil.

"Kita tidak bisa membahas firasat mengenai hal-hal yang butuh kepastian, bukan?" ucapnya retoris.

Jihye mendengus geli dan menangkap sosok tinggi berjalan memasuki kantor dengan beberapa kotak makanan berbungkus kantung plastik di tangannya. Berjalan ke arah meja kerja seorang polisi bernama Seungcheol.

"Hei Mingyu! Tumben sekali mampir kemari. Sudah rindu, huh? Tak bisakah kau menunggunya pulang?" sambut Seungcheol kepada temannya itu. Sudah menebak niat kedatangan Mingyu di kantornya.

"Kau tahu itu, aku sejak kemarin belum bertemu dia. Bagikan ini ke anak-anak yang lain" jawab Mingyu setelah berjabat tangan ala mereka.

Kedatangan Mingyu menarik atensi para petugas disana, termasuk Jaehyun yang notabenenya adalah petugas baru dan baru pertama kali melihat Mingyu datang setelah sekian lama. Jaehyun semakin bingung saat Mingyu mendekat ke arahnya, atau lebih tepatnya menghampiri Jihye dan memberikan kotak makan siang kepada wanita itu.

"Jangan lupa makan siang ya sayang" ucap Mingyu tersenyum.

"Terimakasih Gyu, kau tidak perlu repot-repot seperti ini"

"Lebih repot kalau aku tidak melihatmu dua puluh empat jam"

Jaehyun melihat keduanya bergantian. Bingung dengan situasi ini.

"Kekasihmu?" tanyanya pada Jihye.

"Bukan, dia suamiku"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel