Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 4 Hear your voice

Kilatan cahaya bersamaan diambilnya gambar melalui bidikan kamera adalah kegiatan yang tak bisa lepas dari sosoknya. Dunia fotografi begitu melekat dalam kehidupan sehari-harinya sejak tujuh tahun yang lalu. Kepiawaiannya dalam mengambil pose dan ekspresi terbaik membuat dirinya sering mendapatkan tawaran dari berbagai majalah, dan produk.

Dia Kim Mingyu. Bukan hanya seorang model, namun juga fotografer handal. Ia tidak pernah mau berhubungan dengan yang namanya gosip apalagi skandal dengan artis. Semenjak menikah, ia selalu menolak tawaran yang kelewat batas, meski hanya berciuman. Dan yang terakhir, ia tidak mau melibatkan keluarganya dengan dunia yang disorot khalayak ramai, terutama Jihye.

Kali ini ia bekerja sama dengan sebuah majalah yang mengharuskan dirinya berfoto dengan model seagensinya. Yaitu Kyulkyung. Wanita cantik berdarah Chinese yang juga piawai dalam bergaya di depan kamera, bahkan orang-orang percaya bahwa apapun yang menjadi posenya, dia akan tetap cantik.

"Kerja Bagus semuanya, kita lanjutkan besok" ucap sang fotografer usai pengambilan gambar yang cukup lama itu. Mingyu menghela nafas panjang begitu mendengarnya. Itu artinya dia tidak bisa pulang malam ini.

Pria itu duduk di depan meja rias, menunggu makeup-nya dibersihkan sambil membuka ponselnya yang diberikan oleh Jonghyun, sang manager.

Diteleponnya seseorang yang ingin ia dengar suaranya, dan membiarkan wajahnya diusap dengan cleanser oleh makeup artist.

"Hallo?" ucapnya begitu panggilan diangkat.

"Ya Mingyu?". kenapa dia merasa senang hanya mendengar suara itu.

"Sedang apa? Sudah makan malam?"

"Sedang menonton TV. Aku sudah makan malam, kau sudah makan?"

"Sudah. Tapi masih lapar..."

"Kalau begitu makan lah. sudah selesai pemotretan kan? Segera lah istirahat"

"Baru saja selesai, setelah ini aku baru akan istirahat"

"Baguslah"

"Jihye.."

"Ya?"

"Maaf.. Aku tidak bisa pulang malam ini"

"Tidak masalah, itu memang resikonya, kita akan terbiasa nanti"

"Apa tidak apa aku selalu begini?"

"Sudah kubilang.. Itu bukan masalah, aku berterima kasih karena kau bekerja keras, aku mendukungmu"

Ugh. Mingyu hampir kegirangan kalau tidak ingat situasi.

"Kau yang terbaik"

"Memang seharusnya begitu"

"Kalau begitu aku matikan dulu teleponnya. Aku akan berkemas dan tidur"

"Yaa, selamat malam Gyu"

"Selamat malam...dan.. I lo-"

Sambungan terputus....

"love you"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel