Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 3 Let's Work

Hiruk pikuk kota mulai terasa saat mobil tersebut sampai di jalanan. Sang pengemudi fokus dengan yang ada di depannya sedangkan istrinya sibuk dengan ponsel di tangan.

"Kalau hari ini berjalan lancar, maka aku akan pulang nanti malam"

"Ya" wanita tersebut mengangguk kecil seperti bukan masalah besar jika Mingyu pulang malam atau bahkan besok pagi.

"Jaga dirimu, jangan bekerja terlalu keras, bahkan jika kau tidak bekerja pun tak masalah" ucap Mingyu. Jihye otomatis menghentikan kegiatannya.

"Aku menyukai pekerjaan ini, dan tidak ada yang bisa kulakukan kalau diam di rumah menunggumu yang sering bekerja dalam waktu lama" jawab Jihye menatap Mingyu, sampai pria itu nyaris lupa kalau ia sedang menyetir. Beruntung mereka sedang berada di traffic light.

"Jadi kau menungguku?" Mingyu tersenyum lebar, menggoda wanita di sampingnya.

"Apa sesuatu yang tabu jika aku menunggumu? Aku hanya melakukan sebagaimana mestinya"

Ah begitu ya. Tak masalah bagi Mingyu jika memang Jihye melakukannya hanya karena formalitas sebagai seorang istri.

"Aku senang kau menungguku, karena itu artinya kau merindukanku" jawab Mingyu santai.

Jihye tak menjawab. Mungkin lelah dengan sikap Mingyu yang menurutnya aneh itu.

"Telepon aku kalau ada apa-apa" kata Mingyu saat menghentikan mobilnya di depan sebuah kantor polisi dimana sang istri bekerja sebagai staf disana.

"Ya, kau juga hati-hati" Jihye tersenyum tipis dan keluar dari mobil. Meninggalkan seberkas pengharapan kecil sang suami yang tak terkabulkan kali ini. Bahkan sejak dulu dan entah sampai kapan, Mingyu hanya berharap saja kalau ada sesuatu yang lebih membahagiakan, setidaknya sebuah ciuman di pipi sebelum berpisah.

"Itu saja ya.." gumam Mingyu melihat sang wanita sudah masuk ke kantornya. Bekerja seperti biasa. Mingyu menghela nafas panjang. Mungkin ia akan bertemu sosok itu nanti malam, atau bahkan besok. Besok pagi? Berharap saja Mingyu bisa menemuinya sebelum Jihye berangkat bekerja lagi. Kalau tidak, maka lebih dari dua puluh empat jam mereka tidak bertemu.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel