Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 3

Anna keluar dari kamar mandi dengan rambut yang ditutup dengan handuk, tubuhnya pun juga masih berbalut dengan baju handuk. Dari mulutnya terdengar suara nyanyian lagu kesukaannya. Seperti yang biasa Anna lakukan sebelum menjadi pengantin.

“Apaan sih berisik tahu.” Teriak Abi yang membuat Anna kaget.

“Hai cewek kam..” Abi yang melihat kondisi Anna yang hanya berbalut handuk di atas lutut hanya bisa terdiam sambil memandang kaki jenjang Anna, yang tanpa Abi sadari kaki jenjang putih Anna tersebut mampu membuat adiknya berdiri.

Menyadari hal tersebut, Abi segera membuang pandangannya dari Anna.

“Hai cewek kampung, kamu ngapain sih pagi-pagi nyanyi enggak jelas kayak gitu. Suara kamu itu jelek banget tahu enggak sih sangat mengganggu.” Hardik Abi.

“Ya maaf.” Jawab Anna yang semakin membuat Abi naik pitam.

“Dasar cewek enggak tahu malu, udah suara jelek masih aja PD buat nyanyi.” Umpat Abi sambil berlalu ke kamar mandi.

Anna mengangkat kedua tangannya seperti ingin mencakar Abi, sesaat setelah tubuh Abi telah melewatinya. “Dasar biawak.” Gumamnya lirih. “Kok bisa ya orang sekejam dia lahir dari rahim Bu Mayang yang bagai malaikat. Kayaknya Si Abi ini anak pungut deh.” Batinnya.

“Anna, mana baju saya.” Teriak Tuan Abi sesaat setelah keluar dari kamar mandi.

“Ya enggak tahu, emang biasanya dimana?” Jawab Anna yang heran dengan pertanyaan Abi.

“Kamu ya, kamu kan istri saya seharusnya kamu dong yang siapin baju-baju saya.” Ucap Tuan Abi dengan gaya khasnya yaitu membentak.

“Enggak bisa dong Tuan, kan di perjanjian pernikahan saya enggak boleh ikut campur urusan Tuan, kita hidup masing-masing. Jadi saya tidak punya kewajiban dong untuk menyiapkan baju Tuan.” Anna membela diri.

“Eh berani ya kamu. Pokoknya kalau saya bilang siapin ya siapin. Buruan siapin sekarang!”

Akhirnya mau tidak mau Anna berjalan menuju lemari dan menyiapkan kemeja, celana, dan jas untuk suaminya.

“Mau ditaruh mana?” Tanya Anna sambil sedikit menggerutu.

“Taruh situ aja, yang iklas dong kalau nyiapin baju enggak usah pake menggerutu gitu.” Kata Abi yang semakin membuat dada Anna panas.

“Eh tapi kamu kenapa dari tadi masih pake handuk sih? Kamu enggak punya baju?” Tanya Abi.

“Kan kamar mandinya masih Tuan pake, ya masak saya mau ganti baju di sini.” Ucap Anna ikut-ikutan meninggikan suaranya.

“Eh malah nyolot, buruan ganti baju sana!”

Dengan langkah yag sengaja dia gertakkan, Anna membuka lemari pakaiannya dan mengambil baju. Kemudian masuk kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

*****

“Ehh pengantin barunya mama sudah bangun. Bagaimana istirahatnya tadi malam Sayang?” Sapa Bu Mayang kepada Abi.

Abi hanya tersenyum dan mengecup pipi mamanya. Abi sangat menyanyangi mamanya. Sehingga apapun yang Bu Mayang pinta akan selalu Abi penuhi. Termasuk menikah dengan Anna, wanita yang sama seklai tidak dia cintai.

“Dimana Anna? Kenapa Anna masih belum turun?”

“Masih ganti baju.” Jawab Abi sedikit malas.

“Abi.. Mama tahu kalau pernikahan ini sanagt berat untuk kamu dan juga Anna. Kalian hanya butuh waktu untuk saling menyayangi dan memahami satu sama lain. Anna anak yang baik Bi, dia sangat cocok untuk kamu. Mama minta kamu selalu jagain Anna ya Sayang.” Ucap Bu Mayang yang hanya dibalas sebuah anggukan kepala dari Abi. Ingin sekali Abi berkata tidak, namun hatinya tak kuasa untuk menyakiti hati mamanya. Sama seperti apa yang dialami Anna.

“Ahh sudahlah. Lebih baik kamu segera sarapan. Mama sudah siapkan rendang kesukaan kamu Bi.” Ajak Bu Mayang sambil menggandeng Abi ke meja makan.

“Mama..” Sapa Anna kepada Bu Mayang.

“Hai Sayang, kamu cantik sekali Nak.” Ucap Bu Mayang setelah melihat penampilan Anna. Anna memang terlihat sangat berbeda dengan pakaian yang dia kenakan.

Bu Mayang sudah mempersiapkan semua untuk Anna. Sebelum Anna datang ke rumah ini, Bu Mayang telah menyiapkan baju, sepatu, tas, peralatan make up dan perlengkapan lain untuk Anna. Bu Mayang tidak ingin Anna merasa kekurangan di rumah ini.

Baju-baju yang sudah Bu Mayang siapkan untuk Anna adalah baju dari butik terkenal di Indonesia. Sedangkan tas dan sepatu adalah barang-barang branded yang harganya mampu membuat sahabat misquin sakit hati.

Sehingga wajar kalau penampilan Anna saat ini sangat memukau. Ditambah paras ayu dan body goal yang dia miliki.

Klunting,, sebuah suara datang dari tempat duduk Abi. Sendok makan yang dipakainya tiba-tiba terjatuh.

“Ada apa Bi?” Kata Bu Mayang sambil melihat ke arah putra semata wayangnya.

“Ahh enggak kok Ma, enggak apa-apa.” Jawab Abi salah tingkah, sementara Bu Mayang hanya tersenyum geli. Bu Mayang tahu betul bahwa Abi sangat terpesona dengan penampilan Anna.

“Makanannya enak sekali Ma”, ucap Anna sambil meletakkan tubuhnya di kursi makan. Dia memang penyuka rendang, makanan yang saat ini tersaji di meja makan.

“Kamu suka rendang An?” Tanya Bu Mayang.

“Suka banget Ma, dulu Ibu sering sekali memasak rendang buat Anna.”

“Waah, sama dong dengan Abi. Dia juga suka banget sama rendang. Iya kan Bi?” Bu Mayang melirik Abi.

“Ehh, oo hanya sedikit Ma.” Jawab Abi sedikit salah tingkah.

Sementara dalam hati, Anna sangat menyesali kenapa dia menyukai rendang. “Mulai sekarang aku tidak suka srendang.” Gumamnya dalam hati. Baginya memiliki kemiripan dengan Abi adalah hal najis.

“Yaudah Ma, Abi berangkat ke kantor dulu ada meeting pagi ini.” Kata Abi setelah mengakhiri makannya.

“Iya,, kamu hati-hati ya Bi.. Istrinya dipamitin dong Bi.” Kata Bu Mayang sambil melirik ke arah Anna.

Anna yang telah menyadari sesuatu langsung mengulurkan telapak tangannya ke Abi. Salim, seperti yang biasanya seorang istri lakukan jika suaminya akan berangkat kerja.

Abi yang agak kikuk menerima tangan Anna dan membiarkan perempuan itu mencium punggung tangannya.

Tampak Rio, ajudan pribadi Abi sudah siap untuk mengantar dan menjaga Tuannya pagi ini.

“Loh An, kok kamu makan sedikit? Katanya kamu suka rendang. Ambil dong yang banyak Ann.” Kata Bu Mayang setelah Abi berlalu dan melanjutkan sarapan paginya.

“Ahh, enggak Ma. Anna enggak jadi suka rendang.” Jawab Anna.

“Hahh..” Bu Mayang kaget mendengar jawaban Anna. Namun dia malah tertawa. Sepertinya Bu Mayang tahu betul kenapa Anna mendelete nama rendang dari daftar makanan kesukaannya.

“Yasudah, kalau begitu kamu makan saja yang lain ya Nak.” Tambah Bu Mayang. Sementara Anna hanya mengangguk tanpa menyadari bahwa apa yang dilakukannya sangat membuat Bu mayang geli.

“Anna, habis ini ikut Mama yuk?”

“Kemana Ma?”

“Ke salon, temenin Mama spa. Kamu juga sepertinya harus ganti gaya rambut biar tambah segar.” Pinta Bu Mayang yang dibalas dengan anggukan kepala dari Anna.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel