Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

6. ancaman akibat penolakan kontrak

Dengan wajah merah padam Inda berjalan layaknya orang kesetanan pergi menaiki tangga di kediaman Yuvalo membuat semua penghuni rumah menoleh binggung tak ada yang faham akan keadaan saat ini.

Kenapa anak satu itu berjalan layaknya orang kesetanan?

Sesampainya di kamar

Inda melemparkan sembarang map yang berisikan kertas yang tak lain dan tak bukan adalah surat kontrak kerjasama yang di tawarkan oleh perusahaan brengsek ia tolak tadi.

Brengsek? tapi kenapa?

Kejadian tadi tepat saat kemarin Inda menolak dengan tegas ajuan kontrak kerja itu, saat itu lah ia mendapatkan nontifikasi email dari orang asing, awalnya Inda tidak terlalu memperdulikannya sampai akhirnya ada satuhal yang membuat Inda kesal dan darahnya serasa mendidih saat ia mengecek ponsel dan di sambut oleh topik hangat dengan sindiran halus, what the hell.

Inda pun menekan salah satu berita yang kini ramai di perbincangkan kemudian membuat bola matanya hampir keluar dari rongga kepalanya.

Apa lelaki ini ingin mencoba menghancurkan reputasi nya?

Kontrak kerja perusahaan yang di ajukan oleh miliader tampan Zavier Zuera di tolak, apakah benar? Seperti yang saat ini ramai di perbincangkan, wanita asia tersebut menolak dengan tegas usulan kerjasama yang di tawarkan oleh miliader muda itu, terkait masalah pertunangan antara Zavier dan nona Clariena, apakah wanita itu memiliki perasaan terpendam kepada tuan muda sehingga ia merasa kecewa dan sakit hati kemudian tidak ingin menjalin kontrak kerja sedikit pun?

Gengaman tangan Inda mengeras pada ponsel perseginya, berbagai macam rasa ingin menghancurkan tiba tiba hinggap di diri Inda, coba saja ponsel itu terbuat dari bahan yang rapuh mungkin nasibnya tak secantik melebihi pecahan beling berserakan.

Hal yang di lakukan oleh orang gila yang sama sekali tidak Inda kenal tentu saja berdampak besar untuk reputasinya, walaupun di artikel tersebut tidak menekankan secara gamblang siapa perempuan yang di maksud, tetapi you know lah seperti apa kekuatan stalkel netizen kalau sudah kepo di tingkat akut, bahkan ia akan mendapatkan segala informasi sampai ke akar akarnya, benar bukan? dan itu adalah hal terburuk dalam hidup Inda kalau itu benar benar terjadi.

Mata Inda pun menatap nanar pada email asing yang ia yakini penyebab dari timbulnya berita gila itu.

**Seperti nya tindakan anda terlalu kasar nona, padahal saya sudah menawarkan lima kali lipat untuk menjalankan kerjasama ini, tapi anda menolak, jadi jangan salahkan saya kalau anda mendapatkan kejutan tak terduga.

Kalau anda tidak ingin identitas nona asia itu terbongkar maka tanda tangani kontrak tersebut dan semua akan berjalan sebagai mana mestinya.

zaviquez@gmail.com**

"Dasar gila, sinting edan, maksa banget si jadi orang, huaaaaa...... mommy pencitraannya nama baik anakmu rusakk." jerit Inda histeris tak urung pula ia menjambak jambak pelan rambutnya sebagai gambaran akan rasa frustasinya.

Sae Yeon yang kebingungan langsung masuk kedalam kamar anaknya dan mengelus lembut kepala anaknya ia begitu menghawatirkan keadaan Inda dan takut kembali kepada keadaannya yang pernah hampir trauma satu tahun lalu.

"Ada apa sayang siapa yang nyakitin kamu?" suara lembut keibuan milik Sae Yeon menghangat hati Inda, dengan bibir mengerucut imut langsung protes dan mengadukan segalanya, lama Inda membutuhkan durasi waktu untuk menceritakan segalanya kepada bundanya sementara Sae Yeon yang menyimak sesekali tersenyum tak jarang pula tertawa geli, ada ada saja anaknya ini.

"Lagian kamu juga si sayang, kenapa bisa menyingung keluarga terhormat di eropa sana, Ziezie kan tau sendiri mereka begitu egois dan tidak ingin kalau keinginan nya di tolak," jelas Sae Yeon lembut ia sangat faham akan kebimbangan anaknya yang satu ini.

"Tapi kan bunda, Ziezie bukannya enggak mau tapi Ziezie memang enggak bisa!" bantah Inda lagi tak kala kencang ia begitu kesal saat ini

"Kenapa memangnya?" Sae Yeon bertanya lembut ingin mendengar alasan anaknya kenapa ia enggak bisa menyetujui tawaran perusahaan ternama itu, sebenarnya Sae Yeon sangat mengetahui siapa saja yang ada di balik keluarga ternama itu.

"Itu loh bun, kak Ziezie nolak karena jadwal pemotretan brand itu bertabrakan dengan jadwal nya pergi ke Los Angeles untuk nemenin kak damien?" Bukan Inda yang menjawab pertanyaan kali ini melainkan Indy.

Tunggu dulu

*Indy

Indy

Indy

What?

sejak kapan adik curut itu di sini?*.

Pandangan Inda pun langsung menoleh kebelakang dan benar saja ia mendapati bahwa adik cantik nya itu sedang bersantai membaringkan tubuh ya ke kanan dan kekiri mencari posisi ternyaman sambil membaca sebuah novel yang entah berjudul apa.

"Sejak kapan kamu di sini za?" tanya Inda sewot langsung, berarti adik kepo nya ini tahu semua dong.

"Udah deh kak enggak usah mencoba buat ngalihin perhatian." Bukannya menjawab Indy malah membuat Inda semakin kesal akan ucapan nya tadi.

"Bener itu Ziezie?" tanya Sae Yeon tak habis fikir.

Merasa tak dapat melindungi diri lagi Inda hanya memberikan wajah memelas untuk membenarkan segalanya.

"Jadilah profesional sayang, nanti bunda akan bicara masalah ini sama Damien dia pasti ngerti." putus Sae Yeon kemudian membuat Inda hanya mengangguk angguk lesu meskipun dalam hatinya ia sangat merutuki perlakuan lelaki kurang ajar tersebut.

Selepas kejadian tadi berlalu akhirnya Inda memutuskan untuk menandatangani kontrak tersebut tetapi tentu saja setelah ia baca dengan cermat dan jelas hingga ada beberapa kalimat yang sangat ia tak suka menyebabkan Inda mencari setempel berwarna putih menutipi pada kalimat tersebut serta menulis ulang kalimat lain yang ia anggap lebih baik dan cocok.

Dokumen tersebut pun ia foto dan dikirimkan lewat email sebagai balasan email dari lelaki tak ia kenal itu tapi tentu saja setelah bagian atas nya ia corp menyisakan gambar bubuhan tanda tangan saja, merasa puas dengan hasil mahakarya nya Inda pun segera menyimpanya ke dalam map dan pergi tidur ia terlalu lelah dan besok ia harus menyiapkan segala keperluan nya selama di California, entah mengapa jauh di lubuk hati paling dalam ia tak ingin pergi ke negara itu, tapi ia penasaran.

*****

Sementara itu di waktu dan dan belahan bumi yang berbeda Zavier tengah duduk dan meminum coffee yang ia buat duduk bersantai di balkon ruangan nya serta tangan yang mengecek semua informasi serta tugas tugas perusahaan dan bisnis dunia gelapnya di iPad nya pun mengerenyitkan kening bingung saat melihat sebuah nontifikasi email di sana.

Seingatnya tak ada orang yang berani mengirimkan email ke alamat pribadinya, karena hari ini ia sudah memerintahkan bahwa segala urusan perkantoran dan masalah lainnya di kirim ke email Exel dan siapa karyawan yang tidak tahu aturan itu.

Saat ia membuka email tersebut dan mulai menyimak.

*Ini, jangan tidak puas saja setelah menghancurkan mood seseorang dan juga cepat hapus postingan konyol itu aku tidak suka di anggap sebagai pelakor dalam hubungan orang lain.

'Lampiran foto".

indaQ.Y.@gmail.com*

Nampak terlihat sebuah tanda tangan di lampiran foto itu hanya tanda tangan?

tapi dia tidak perduli yang penting kontrak itu di setujui.

Zavier tersenyum menyeringai saat membaca ini email yang ia anggap konyol dan jauh dari kata sopan kepada atasan, sepertinya gadis ini butuh kedisiplinan.

Apa katanya?

pelakor?

Bahkan kalimat itu terdengar sangat ambigu di telinganya ia tak tahu apa arti dari kalimat pelakor dan itu adalah kosakata baru menurutnya.

Zavier segera menghubungi seseorang.

"Hapus postingan yang tadi, karena perempuan itu sudah menyetujui kontrak dan buat klasifikasi sebagai permohonan maaf!" Perintah Zavier membuat orang di seberang langsung mengikuti perintahnya.

"Dan satu lagi," ucap Zavier lagi

"Cari tau apa arti dari kata pelakor, segera kabarkan padaku kalau sudah dapat!" sambungan pun terputus menyebabkan kening orang di seberang berkerut dalam kalimat yang tak pernah ia dengar terucap dari bibir tuan Zavier.

Bahkan mereka pun baru mendengar kalimat itu hari ini, bagaimana bisa mereka tau apa arti dari kata aneh itu.

*Pelakor?

Apa maksudnya itu*?

Dan akhirnya kalimat pelakor menjadi misteri bagi seluruh orang yang di perintahkan oleh Zavier untuk mencari tahu artinya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel