4. new life
Mentari terus saja memaksa kan masuk melalui cela cela jendela yang ada di kamar seorang gadis cantik jelita bola mata bulat dan bulu mata lentik, ia bahkan tak merasa terganggu sedikitpun akan paparan sinar ultraviolet itu.
"ya ampunn...." teriakan melengking itu langsung menyerbu masuk kedalam gendang telinga sang gadis cantik berwajah oriental itu.
Bukannya bangun karena teriakan yang memang sengaja di besar besarkan agar perempuan cantik itu tergangu ia malah semakin bergelut lebih dalam dengan selimut cantiknya itu.
"Baby girl, sudah cukup ini waktunya kamu bangun, jadwal kamu padat dan enggak ada waktu untuk bermalas malas lagi!" oceh perempuan yang berteriak itu lagi berusaha menarik selimut yang di pegang erat oleh si pemilik menyebabkan insiden saling tarik menarik itu.
"Nanti Donny, biarin aku tidur sepuluh menit lagi!" balas perempuan itu lagi dengan nada mengantuk.
"Engak engak engak, pokoknya harus bangun, kita harus ke agensi sekarang!" ucap lelaki yang bernama Donny yang menang sedikit lentik ia adalah manager dari aktris cantik itu.
"Tapi aku masih ngantuk banget loh." perempuan tersebut memasang wajah memelas dan duduk dengan posisi engan serta mata yang tertutup.
"jangan males deh, bangun sekarang ayok!" Donny mengocehi perempuan cantik itu dan berusaha menariknya lagi.
tapi belum sempat Donny mengajaknya ke luar kamar wanita paru baya segera masuk kedalam kamarnya dan membuka lebar gorden cantik milik perempuan itu menyebabkan seluruh sinar matahari masuk dengan gagahnya ke dalam ruangan yang awalnya remang menjadi sangat jelas, sekejap perempuan tersebut langsung membuka matanya dengan pandangan protes tetapi urung.
"bunda." gerutuk perempuan itu kemudian dengan bibir mengerucut.
"hust! abis kamunya si dari tadi enggak bangun bangun, bikin kesel aja, cepet mandi terus nanti turun sarapan." bundanya mendumel balik membuat perempuan tersebut semakin sebal sementara Donny hanya mampu menahan tawanya
"kamu sih, enggak bangunin aku dari tadi, jadi di marah bunda kan." Tuduhan perempuan tersebut membuat Donny hanya mampu membeo tak bersuara, lah salah dia apa coba? jelas jelas dia membangunkan perempuan itu dari tadi.
Sae Yeon yang melihat putrinya memarahi manager nya yang kini memasang wajah membeo hanya mampu tersenyum ia merasa lucu akan adegan di hadapannya ini.
"sudah sudah jangan ribut lagi, Donny ayo kita turun sekalian sarapan, biarin Ziezie mandi dulu nanti baru gabung ke bawah," perintah Sae Yeon lagi di ikuti dengan Donny yang menyebelkan lidahnya ke arah Inda kini memasang wajah kesal serta memberikan gumpalan tinju bersiap untuk memukul.
"awas aja nanti." kesal Inda sebelum ia beranjak mengambil handuk menuju kamar mandi.
*****
suasana di meja makan juga tak jauh berbeda dari suasana di kamar sebelumnya yang di isi oleh pertengkaran antara Inda yang sudah di bangunkan oleh Donny sementara di sini sekarang suasana yang Donny tidak mau mengalah kepada Indy karena masalah tempat duduk.
"ih kak Donny, Zaza maunya deket kak Ziezie loh." kesal indy karena Donny tak mau mengalah akan masalah tempat duduk.
"enggak usah nanti kalian ribut, biar kak Donny aja duduk di sini!" kekeh donny semakin membuat Indy kesal karena jengkel ia hanya mampu menekuk wajahnya kesal.
Sae Yeon dan Bryan hanya tertawa gemas melihat tingkah laku anaknya dan manajernya itu hampir setiap hari pasti ada saja keributan yang terjadi, entah apa pun itu, hingga pandangan nya sedikit sedih mengingat kejadian dulu dua tahun sejak anak sulungnya menghilang itu, suasana rumah yang menjadi sepi serta Indy yang menjadi anak yang Anti sosial, tapi itu semua hanya masalalu semenjak setahun itu semua bahagia selalu menyelimuti rumah tangganya walau tak urung semua masalah itu masih di selidiki oleh mereka.
satuhal yang membuat mereka lega, anaknya tak mengingat apapun hanya itu.
itu hanya masa lalu bukan, yang seharusnya mereka lupakan dan menempu kehidupan yang baru, ia bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya itu selama dua tahun kelam itu, tapi satuhal yang ia fahami bahwa tuhan tidak ingin anaknya memiliki kenangan Inda selama hilangnya dia dari keluarga.Q. Yuvalo seakan semuanya tertutup secara rapi tak ada jejak apa pun yang tersisa.
dengan balutan pakaian santai berwarna pink Inda turun dengan anggun dan rapi kecantikan alami naturalnya tak dapat di pungkiri bahwa ia jauh lebih cantik dari siapa pun bahkan Clariena yang katanya artis top eropa A class, dia pun mengambil tempat duduk yang sudah di atur oleh Donny manager cerewet nya itu, sementara Indy tak henti hentinya mengoceh kesal sesekali menyikut paha Donny membuat nya meringis sakit.
*****
di dalam mobil Donny mengemudi dengan santai dan tenang sementata Inda di sebelahnya sibuk memainkan ponselnya.
"apa jadwal kita hari ini Donny?" tanya Inda to the point sementara matanya tak lepas dari ponsel.
"ini kita ada pemotretan majalah dari bobo." jelas Donny membuat Inda menoleh terkejut.
"apa katamu majalah bobo? Kau pikir aku anak anak? Kenapa aku harus menjadi sampul majalah dongen anak anak itu?" Protes Inda tak suka membuat Donny tertawa kencang, memang sebenarnya Donny lah yang mengambil tawaran itu karena ingin membuat Inda kesal, ia ingin Inda berpenampilan imut dan kekanakan untuk kali ini, rasanya ini sudah cukup sebelum akhirnya ia akan mendiskusikan kepada aktris nya itu mengenai pemotretan brand terkenal langsung ke pusat nya yaitu L.A nanti.
"sudah sudah jangan protes lagi, sekali kali Nda ngambil job yang kayak gitu, jangan ngambil yang dewasa (kosmetik, pakaian brand lainnya) mulu, soalnya terakhir kali kamu ngambil job iseng di majalah itu omset penjualan mereka tinggi." jelas Donny lagi membuat Inda kini hanya bungkam sesaat sebelum akhirnya kembali sibuk larut akan acara gosip, dengan isengnya ia selalu menelusuri gosip terhangat tetapi di bagian eropa menampilkan berita isu terhangat
*Zavier Zuera bertunangan dengan nona Clariena Datosa, apakah benar?
Pertunangan antara tuan Zavier dan Clariena tersorot dengan mesra di camera!
Pertunangan sepihak yang di klarifikasikan oleh nona Clariena putri bangsawan Datosa.
Zavier Zuera berniat mencari aktris Asia sebagai model utama produk terbarunya!
Itulah berita terhangat yang sedang terjadi saat ini entah mengapa dada Inda seakan sakit dan teremas begitu kencang ketika membaca dua nama asing yang baru saja ia dengar tetapi kenapa terasa begitu akrab.
"kau kenapa? sakit?" Donny langsung menatap cemas gerakan Inda yang meremas pelan dadanya.
"enggak kenapa napa, cuma berdebar dikit." Inda menjawab pertanyaan Donny dengan candaan nya membuat Donny yang awalnya serius menjadi sedikit jengkel.
"berhentilah bermain main Ziezie" suara Donny berubah menjadi serius membuat Inda hanya diam tak menanggapi.
Ia kembali memainkan ponselnya bimbang antara membuka atau tidak artikel aneh itu seakan berhubungan dengan dirinya.
Apa dia memerlukan reuni kampus??
Oya mungkin dia butuh reuni untuk menyegarkan fikiran, nanti akan ia fikirkan kembali.
Inda sebenarnya bukanlah seorang anak biasa biasa saja ia adalah anak dari keluar Q. Yuvalo selah satu pengusaha terkenal di kalangan dunia yang sejajar dengan Coulamier walau tak sama dengan Zuera yang menempati angka pertama di antara mereka, tetapi Inda bukanlah tipe orang yang suka akan harta yang bergelimang ia lebih menyukai kalau tak ada seorangpun yang mengetahui status asli keluarganya itu dan lebih suka hidup dengan identitas biasa saja, bahkan ia memulai karir di dunia entertainment pun dari nol di mana semua orang menganggap nya remeh dan rendah tapi dia tetap tidak perduli, padahal dia lulusan terbaik Harvard University tapi dia lebih memilih Karir sebagai aktris dengan menutupi gelar University nya, walaupun sebenarnya ia di suruh untuk meneruskan usaha keluarga tetapi ia tetap menolak selalu.
keras kepala berlawanan dengan seorang Quenzie
