3. my life without you
Satu Tahun kemudian.
California.
Suasana pagi yang begitu dingin seperti biasanya membuat lelaki bertubuh tegap dan putih itu menjalankan aktivitas sehari harinya seperti biasanya, sebelum akhirnya deringan ponsel membuat seluruh kegiatannya terhenti.
Kenapa mom menelfon pagi ini?
"Ada apa mom?" tanya lelaki itu langsung ia hanya terlalu malas menanggapi panggilan akhir akhir ini berujung kepada perjodohan terlalu membosankan baginya.
"Zavier, mommy hanya mau menyampai kan kepada mu, untuk datang di acara perjodohan nanti malam, jangan sampai tidak datang!" Tegas perempuan di seberang langsung, ia selalu saja seperti ini menyuruh Zavier untuk menghadiri perjodohan konyol itu.
"Hmmm." hanya gumaman yang mampu ia balas karena mommy tak menerima alasan penolakan apapun sehingga membuat Zavier jengah dan tak mampu berbantah argumen lagi.
"Jangan sampai tidak datang! Di pertemuan kali ini ,sudah cukup di dua pertemuan sebelum nya kau tidak datang membuat malu keluarga Datosa saja." lanjut ibunya lagi kali ini dengan nada jengkel sebelum panggilan pun terputus.
Zavier pun kembali merapikan pakaian jas mahalnya untuk bersiap pergi ke kantor sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi menaiki mobil bersama sekertaris kepercayaan nya.
"Bagaimana keadaan omset penjualan produk perusahaan yang terbaru?" Zavier bertanya sambil berkutat dengan iPad nya melihat semua perkembangan yang terjadi.
"Semuanya berjalan dengan baik tuan tetapi, ada sedikit kendala dalam masalah model produk," jelas Exel kepercayaan Zavier lebih tepatnya tangan kanan nya.
"Jelaskan!" perintah Zavier capat membuat Exel mengangguk mengerti dan langsung menjelaskan semua yang terjadi di dalam perusahaan.
"Semua kalangan memang menyukai produk yang kita jualkan tetapi ada beberapa usulan untuk menggunakan model yang lebih alami atau ke asiaan, karena memang ada beberapa produk yang kurang cocok untuk di poleskan oleh aktris kita."
Jelas Exel secara terperinci membuat Zavier mangut mangut mengerti ia
"Bagaimana dengan cCariena apa dia juga tidak baik untuk menjadi model produk kali ini?" Zavier akhirnya bertanya kepada Exel mengenai aktris class A terbaik di negara ini.
"Iya tuan seperti yang sudah di jelaskan beberapa petinggi lainnya menginginkan yang lebih natural." jelas Exel lagi membuat Zavier kembali berfikir.
"Apa kau sudah menemukan orang itu?" akhirnya Zavier menanyakan semua yang ia ingin pertanyakan.
"Sudah tuan, saya sudah mengirimkan pengajuan kontrak bersama aktris yang terbaik di Indonesia saat ini ia menjadi aktris yang favorit dan di gendrungi oleh para remaja, walaupun kita sedikit terlambat karena nona Inda sudah banyak yang mengirimkan kontrak padanya." Exel menjelaskan kandidat yang ia pilih untuk menjadi model produk perusahaan nya.
"Baiklah lakukan tugasmu, dan yang kau bilang tadi singkirkan segala pesaing lainnya, dan dapatkan wanita itu untuk menjadi model utama kita bayar dia lima kali lipat dari semua orang yang mengontrak nya!" Putus Zavier lagi sebelum akhirnya ia kembali fokus kepada apa yang ia kerjakan sebelum membahas mengenai perusahaan.
"Baik tuan nanti akan saya lakukan." balas Exel lagi tanpa berniat kembali berbicara kepada sosok berwajah dingin itu.
*****
"Apa dia benar benar akan datang kali ini mama?" perempuan cantik dewasa tersebut bertanya dengan nada yang tidak yakin membuat ibu ya hanya mengelus lembut jemari anaknya berusaha menenangkan sang anak agar tak khawatir.
Melihat hal itu membuat Diora sang ibu lelaki tersebut segera menenangkan calon menantunya, ya walaupun sebenarnya ia merasa sedikit sedih akibat rumah tangga anaknya yang berantakan sudah satu tahun lamanya menantunya itu tidak menampakan batang hidung nya lagi membuat Diora sangat sedih biar bagaimana pun juga, perempuan itu Diora sendiri yang memilihkannya.
"Tenang saja Clariena, Zavier pasti akan datang tante sudah memperingatkan nya kali ini dia pasti tidak akan merusak citra nama baikmu." jelas Diora menenangkan menantu cantiknya itu, dan di balas senyuman lembut dan anggung oleh Clariena, Diora merasa senang ia tak salah pilihkan? menjodohkan anaknya dengan sahabat menantunya mungkin ini jalan yang terbaik ia yakin menantunya pasti setuju dengan hal yang telah ia lakukan fikir Diora.
"Sudah kamu tenang saja tante Diora sudah bilang begitu, pasti Zavier nya datang." kali ini Wilona menenangkan putri cantiknya itu.
Dengan wajah sedikit kaku Clariena tersenyum dan mengangguk lagi berusaha tetap anggun dan terlihat baik di manapun karena ini adalah di tempat umum, kalau seandainya saja di rumah ia sudah tidak terlalu berharap akan kehadiran Zavier.
Lah ini?
Bahkan ia sudah berkoar koar di seluruh acara tayangan televisi dan mengabarkan tentang pertunangan antara dia dan Zavier orang yang memiliki agensi tempat dia bekerja membuat seluruh wanita di negri ini menjerit karena iri akan keberuntungan nya, selain cantik baik hati dan juga berhasil mendapatkan pasangan yang tak kalah mapannya selama ini citra seorang Clariena selalu baik di mata umum tak ada keburukan yang tercium sedikitpun, bisa di bilang ia sangat menjaga citranya dari scandal yang ada.
Baru menjelang beberapa menit kehadiran Zavier belum juga ada, keadaan dunia maya sudah heboh dengan berita terpanas yang di ambil oleh paparazi entah ada di mana menampilkan dua keluarga yang tengah berbincang hanya ada Clariena sendiri tanpa ada sosok Zavier menjadikan berita itu begitu hangat bahkan live pun tak segan segan di lakukan oleh orang yang haus akan berita.
Pencarian topik terhangat saat ini.
Siapa sosok pendatang baru yang mengeparkan dunia intertaiment Asia?
Clariena aktris klas A yang di campakan
pertunangan sepihak Clariena berakhir di campakkan.
Clariena mengepalkan kan takan emosi buku jarinya memucat tanda akan kekesalannya akan hal ini, dia adalah seorang bangsawan Datosa dan tidak pantas di perlakukan seperti ini, hanya dengan menikah dan menjadi seorang nyonya Zuera akan memperbaiki segalanya maka semuanya akan berada dalam genggaman nya tak ada lagi yang berani meremehkan dirinya sebagai nyonya Zuera di negri ini.
"Akhirnya kamu datang juga, kemana saja kamu kenapa baru datang?" ocehan Diora yang awalnya membuat kepala Clariena tertunduk menjadi terangkat dengan semangat.
Senyumnya secerah mentari saat menyadari sosok yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang walaupun dengan wajah dingin tetapi itu tak mengurangi kadar ketampanannya sebagai pengusaha nomor satu Zavier Zuera, dan sebentar lagi ia akan menjadi nyonya Zuera, dengan wajah angkuhnya ia mulai tesenyum bahagia menghadapkan wajahnya ke seluruh ruangan yang ada dan berharap kalau paparazi itu memotret wajahnya dengan jelas saat bersama dengan Zavier calon suaminya itu.
"Tidak apa apa tante Diora mungkin, Zavier sedang sibuk makanya dia datang terlambat malam ini." suara lembut Clariena menyapa membuat Diora tersenyum lembut karena Clariena begitu perhatian dan tidak mempermasalahkan keterlambatan Zavier.
"Kau wanita yang begitu baik Clariena, dan tidak memarahi Zavier padahal malam ini dia datang terlambat." Diora langsung memuji kebaikan menantunya itu.
"Iya kau benar dia begitu cocok untuk menjadi pendamping anak kita." Suara Frideric membuat Diora tersenyum, dan memeluknya hangat.
"Dan nyonya Zuera tentunya." kali ini Hans yang berbicara.
"Clariena anak ini memang anak yang begitu baik dia tidak pernah menyalahkan siapapun dan selalu bisa menghandel setiap masalah." suara Wilona melebih lebihkan kebaikan anaknya itu membuat Zavier mau takmau hanya menatap dingin wajah wanita di hadapannya ia begitu muak, berapa banyak sandiwara lagi yang ingin perempuan itu mainkan.
"Zav, kau ingin minum tea? Akan aku tuangkan," Clariena mengengam lembut tangat Zavier segera membuat Zavier menyingkirkan tanganya tak suka.
"Jadikan semuanya menjadi singkat, karena masih banyak pekerjaan yang menumpuk." jelas Zavier singkat membuat yang lain mau tak mau menuruti keinginanya.
Diora hanya tersenyum lembut ia sangat faham kalau anaknya saat ini sedang sibuk bekerja, dan tidak suka membuang buang waktunya yang berharga.
