Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 7

BAB 7 Tunggu Dia kembali

Ketika bangun subuh pun bapaknya Hamzah tidak mendapati istrinya dikamar, dan dia mencoba membuka kamarnya hamzah juga masih terkunci dari dalam, dan dia memutuskan untuk naik ke atas membangunkan anggita untuk sholat subuh berjamaah seperti biasa di mushola kecil sebelah dapur, dan ketika akan melakukan sholat ibu rahayu menyusulnya untuk ikut berjamaah, terlihat muka sembab sang ibu,. Pagi harinya ibu rahayu ijin untuk tidak mengajar hari ini, dia merasa kepalanya pusing, butuh istirahat.

Siang hari ibu rahayu pergi ke sekolah anggita, dia kesana mau mengajukan pemindahan sekolah anggita ke solo, dan proses itu akan selesai tiga hari lagi. Ibu rahayu berfikir sepihak, karena dia harus menyelamatkan anaknya itu agar tidak memiliki beban pikiran, dan dia sudah memutuskan akan membicarakan ini bersama suaminya setelah suaminya pulang.

“teh, bantuin aku pijit ya, kepalaku sama badanku sakit semua” kata ibu rahayu ketika pulang dari sekolah angita,. Si teteh pun diajak ibu rahayu masuk ke kamarnya hamzah, karena dia enggak mau masuk kamar situ, dia hanya mengambil bajunya aja, si teteh juga udah perasaan kalo majikannya lagi perang dingin,

“anggi mau aku pindah sekolah di solo teh, begitu semua berkasnya siap dia akan langsung aku antar ke sana” si teteh kaget atas penuturan majikannya itu, pasalnya anggita tak pernah jauh dari kedua orangtuanya, terutama ibunya

“mendadak bu?” ibu rahayu hanya mengangguk

“aku pengen anggi belajar dengan tenang, dan dilingkungan yang baik teh, lagian disana ada omma dan inggit, pasti dia bahagia, dari pada disini aku sibuk, bapak juga sibuk” ibu rahayu membuang nafasnya dengan kasar, si teteh sedih dengan penuturan majikannya, dimana dia terbiasa mendengarkan curhatan anggita seperti anaknya sendiri, dimana anggita emang seumuran dengan anaknya, dan mereka pun satu sekolah dengan anak gadisnya teteh, meskipun enggak sekelas tapi mereka kadang jalan bareng, dan nonton bareng dan pulang sekolah bareng

“teh, nanti kalo kamu mau pulang, bangunin aku ya, aku mau istirahat bentar” pesen ibu rahayu setelah dipijit

Tak lama setelah si teteh pulang, suaminya ibu rahayu pulang, dan seperti biasa ibu rahayu menemani anggita nonton TV, sampai magrib, karena jadwal belajarnya anggita habis isya’, ibu rahayu juga tidak membahas apapun karena masih ada anggita, dan kebetulan juga habis magrib anggita disamperin calon kakak iparnya, karena dia kepengen membeli beberapa novel komik kesukannya, karena emang pesennya ibu rahayu, kalo mau jalan habis magrib kalo enggak sama ibu atau bapaknya ya sama kakaknya, berhubung kedua kakaknya enggak dirumah ya dia selalu ngrecoki calon kakak iparnya.

“bu, bian keluar nganterin adiknya, Assalamu’alaikum” pamit bian sambil mencium punggung tangan ibu rahayu, dan keduanya pergi dengan menggunakan sepeda motor milik bian, dan anggi sudah terbiasa dengan itu

“mas ada yang mau saya omongin” kata ibu rahayu melihat suaminya yang keluar dari kamarnya, dan suaminya itu langsung duduk di sebelah istrinya tapi masih ada jarak yang sangat jauh, tak seperti biasanya.

“aku hari ini mengajukan kepindahan sekolah anggita ke solo, dia mau aku pindah kesana” suaminya sangat kaget dengan hal itu, karena tanpa kesepekatan atau diskusi, “aku tau aku salah mengambil keputusan sepihak, tapi aku ingin anakku focus tanpa gangguan yang dapat membahayakan kesehatannya” kata ibu rahayu dengan sangat ketus dan tidak menghiraukan suaminya yang akan menolaknya

“untuk masalahmu sama tika, kita tunggu kartika muncul dan kembali, baru aku mengambil keputusan” omongan ibu rahayu seperti menolak untuk sanggahan “itu yang mau aku bicarakan, dan itu keputusanku, terserah kamu mau mandang aku seperti apa” ibu rahayu membuang nafasnya lagi “satu lagi, aku akan tidur dikamar hamzah untuk kedepannya, jangan nungguin aku, untuk sholat fardhu tetap berjama’ah”

“dek apa kamu beneran enggak mau maafin aku, aku mencintaimu dek, aku enggak bermaksud selingkuh, apa kamu tega dengan hubungan yang telah kita jalin dari kuliah hingga punya tiga anak?” kata suami ibu rahayu dengan sedih

“apa kamu memikirkan semua perkataanmu itu ketika kamu melakukannya dengan kartika, dia mahasiswi mu mas, dia pacarnya hamzah, dia temannya calon menantumu, apa kamu memikirkan jika anak-anakmu tau reaksi apa yang mereka berikan, kamu menyakiti mereka, dan kamu menyakitiku dimana kamu pernah berjanji kepada almarhum bapakku untuk menjagaku dan melindungiku” ibu rahayu tak kalah sedihnya, dia hampir meneteskan air matanya

“janjiku pada bapakmu akan berlaku seumur hidupku dek, karena emang aku mencintaimu, aku menyayangimu, dan aku membutuhkanmu” tanpa banyak bicara ibu rahayu beranjak dan masuk ke kamar hamzah, dia menangisi semua keadannya kali ini, dan menangisi semua perkataan suaminya.

Beberapa hari berlalu, mereka berdua hanya sebatas makan bareng, sholat berjama’ah dan berangkat kerja bareng jika memiliki jam sama, diluar itu suasana sangat menakutkan, setelah anggita tau kalo dia akan dipindahkan ke solo, dia sering pulang sore, karena dia akan mampir makan, main bersama teman-temannya sebelum dia bener-bener pindah dari kota itu, semua surat-surat kepindahan anggita juga sudah selesai dari hari jum’at, tapi dia sendiri belum tau akan dipindahkan kapan sama ibunya, jadi di hari sabtu anggi juga keluar sama anaknya si teteh, yang pasti anggi sering berada diluar dan dikamar, kadang dikamar pun anggi ditemani ngobrol oleh teteh.

“bu, ada mbak tika diruang tamu” kata si teteh yang habis dari depan, dan ibu rahayu dibelakang sedang memasak masakan buat inggit, karena dia pagi ini pulang

“bapak belum bangun teh?” Tanya ibu rahayu

“kamarnya masih tutupan bu, sepertinya belum” jawabnya si teteh

“lanjutin teh, bentar lagi inggit sama bian datang, aku bangunin bapak dulu, sekalian bikini teh buat bapak ya” ibu rahayu meninggalkan dapur, dan masuk ke kamar untuk membangunkan suaminya

“mas, bangun” pak rosikin yang merasakan tangan dari istrinya itu dia sangat bahagia, meskipun istrinya belum memaafkannya, setidaknya dia ada perhatian jam sudah siang dibangunin karena habis ngeronda bareng bapak-bapak kompleks, pak rosikin terduduk sambil melihat istrinya “buruan mandi, ada tika di depan, dia mencarimu” kata istrinya, dan langsung pergi meninggalkan suaminya dikamar sendiri

“diminum nak tehnya,.. tumben minggu-minggu ke sini” ibu rahayu berusaha memendam emosinya, tika hanya tersenyum pahit “bapak masih mandi tunggulah sebentar, aku mau melanjutkan masak” ibu rahayu beranjak dari tempat duduknya, tetapi dipanggil oleh kartika

“bu, ada yang mau tika omongin sama ibu” kata-kata tika itu membuat pikiran bu rahayu kemana-mana, ibu rahayu langsung duduk kembali, dan tika bersimpuh dikaki ibu rahayu dengan tangisan, ibu rahayu semakin was-was dengernya

“ibu, maafin tika… bu tika hamil anaknya bapak” ibu rahayu langsung lemas, dia lemas, si teteh pun yang akan ke depan berhenti mendengar itu, anggi yang habis jogging dan masuk rumah pun dengar akan hal itu, dan dia langsung menghampiri ibunya, tapi belum sempat mengeluarkan kata-kata pak rosikin sudah berdiri

“nikahi tika mas, nikahi dia, dan ceraikan saya” anggi yang mendengar ucapan ibunya dia langsung menangis dipojokon sofa dekat ibunya duduk, dia langsung bersimpuh diatas lantai, pak rosikin bingung dengan perkataan istrinya itu

“apa, kenapa kamu bersikap seperti ini, bukankah kamu sendiri yang bilang nunggu tika datang, dan baru mengambil keputusan” dengan nada marah, pak rosikin membentak istrinya, dan ibu rahayu karena memendam amarah selama beberapa hari ini, dia akhirnya ikut marah dan ikut membentak

“justru sekarang, tika pulang, dia muncul untuk meminta pertanggung jawabanmu, dia hamil, hamil anakmu, dan keputusanku tetap kita berpisah, bertanggung jawablah sama dia” dengan nada tinggi anggi masih terisak dipojokan, dan inggit yang masuk rumah pun kaget, karena sampai di depan pintu dia mendengar ibunya marah-marah dengan sangat keras, jadi dia bergegas masuk, dan mendapati ibunya memapah tika duduk di sofa, sedangkan dia dan suaminya masih bersikeras saling melontarkan kata-kata

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel