Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 5 Tita

Sore ini alta mengantarkan orang tua dan kembarannya yaitu arun ke bandara, karena mereka akan bertolak ke Amsterdam karena arun mendapatkan beasiswa untuk magisternya disana, yaitu jurusan yang sama dengan maminya “jaga diri baik-baik incessku” alta memeluk tubuh arun dan kemudian mencium kening adiknya itu, hal yang sama dilakukan oleh lula, dan arka

“will miss you incess” kata arka sesenggukan, karena bagaimana pun dari ketiga kakaknya hanya arun yang sering dirumah, meskipun hanya di malam hari dan dihari sabtu minggu

“jangan jadi playboy boy, aku enggak sudi punya ipar enggak bener” bisik arun yang langsung mendapatkan jitakan dari alta

“sstt....... udah ah, berantem melulu” kata maminya “jagain omma oppa sama adik-adikmu” alta memberikan jemponya pada maminya

“lula mami bilang apa?” papinya mengingatkan lula

“lula harus ke kantor, bantuin mamah nana, dan jadi sekertaris mamah yang baik, terus belajar sama tante azizah selama liburan semester” jelas lula

“pinter banget sih imutku ini” papinya mencubit kedua pipi lula “boy, bantuin papah fian di kantor ya, sesekali ke dankit juga enggak masalah sih, tapi gantian sama papah fian” alta mengangguk paham “baby? Tetep les ya, kamu tau kalo enggak les mami akan gimana?” ingat papinya, dan dia melirik maminya

“arka tau pah” dan dia memeluk maminya “mami jangan lama-lama ya nemenin incess” rengek arka dan alta langsung menimpali untuk menggoda adik bungsunya

“enggak lama baby, Cuma sebulan, kan mami papi mau sekalian liburan” arka yang mendengar alta berkata seperti itu langsung nangis lagi dan alta malah menertawakan adiknya itu

“enggak sayang, seminggu aja, mami janji, mana bisa sih mami lama-lama ninggalin baby boy mami ini” arka baru diam, sedangkan alta sudah mendapatkan tatapan sinis maminya “mami berangkat ya” arka mencium pipi papi maminya, dan hal sama dilakukan oleh arun

Di kota lain yaitu kota SL, seorang wanita sedang memperjuangkan untuk mendapatkan beasiswa jurusan Psikolog “semoga tita mendapatkan semua cita-cita yang dia dambakan ya pak” kata seorang Ibu paruh baya yang profesi kesehariannya adalah memasak dan menyiapkan makan siang untuk sebuah yayasan sekolah Kids To World yangbernama ibu Lastri, sedangkan suaminya bekerja sebagai penjual soto dan rawon di alun-alun kota SL

“iya bu semoga, meskipun dia bukan darah dagingku, tapi dengan adanya dia kita mendapatkan rejeki yang mengalir terus meskipun kita tak bisa menabung, tapi kita bisa membiayai sekolah mereka bertiga, dan alhamdulillah warung soto dan rawon kita sekarang memiliki tempat sudah enggak dipinggiran jalan

“ibu kakak belum pulang?” tanya seorang anak laki-laki yang menggunakan seragam putih abu-abunya ketika masuk warung makan soto itu

“belum, mungkin sebentar lagi” kata ibu lastri kepada anaknya, iya setelah dari yayasan jam 3sore ibu lastri akan ke warung suaminya untuk membantu, dan kedua anaknya dan tita pun juga akan kesana kalo pulang sekolah

Tita adalah seorang anak yatim piatu yang ditinggal meninggal oleh ayah ibunya, ayahnya seorang guru BK disekolah menengah atas di kota J, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga, suatu ketika ayahya tita merasa dadanya sakit, setelah itu digunakan untuk tidur dan ternyata tak lama langsung berhenti bernafas dan dibawa kerumah sakit pun sudah tak tertolong, dinyatakaan menderita jantung koroner, dan setelah seminggu meninggalnya ayahnya, ibu tita dilarikan dirumah sakit, dia shock dengan kematian suaminya yang mendadak, dan bahkan semangat untuk hidup sudah tak ada, akhirnya ibu tita menyusul suami tercintanya dan meninggalkan tita sendiri yang kala itu masih berusia 6 tahun masih duduk di kelas 1 SD, tita hidup sebatang kara, karena ibu tita seorang anak yatim piatu sedangkan ayahnya seorang pendatang, yang masih memiliki saudara di kota SL, dan memiliki anak laki-laki yang berusia 3 tahun, tita dipindahkan sekolahnya di kota SL, menjalani kehidupan sederhana dengan pamannya dan bibinya yaitu lastri, uang pensiun ayahnya tita digunakan tita untuk keperluan sekolahnya, dan bahkan biaya hidup dengan paman dan bibinya, serta hasil penjualan rumah orang tua tita digunakan tita untuk membeli sebuah kios untuk jualan paman dan bibinya, tita ikhlas dengan semua yang dia lakukan, di bahagia setidaknya masih ada adik dari ayahnya yang mau merawatnya, jadi dia rela harta peninggalan dari orang tuanya digunakan oleh paman dan bibinya toh juga untuk keperluan tita juga.

Sejak kecil tita dan anak dari pamannya ikut bekerja ibu lastri di yayasan dan bermain disana hingga waktu jam pulang kerja, dan ketika awal kepindahannya di kota SL, tita sempat tidak mau berbicara, dan berkomunikasi dengan anak lainnya, dia hanya mengikuti kemana bibinya pergi, dia taku-takut di kala dia mengingat kepergian kedua orang tuanya, bahkan ketika dia bersama dengan anak pamannya yaitu fajar yang masih umur tiga tahun bahkan dia hanya menunggui adiknya bermain, hingga suatu kita seorang pskiater datang, dia adalah pskiater yang bekerja di sekolah luar biasa tempat ibu lastri bekerja yaitu sebagai psikiater anak-anak berkebutuhan khusus di yayasan itu, hingga dia dipanggil, diajak bermain dari hati ke hati oleh psikiater tersebut, setelah hampir setengah tahun baru tita mau berbicara seperti biasa, dan mau menceritakan apa yang dia rasakan, dan kemudian mampu berkomunikasi dengan paman dan bibinya, serta mengurus penjualan rumah dan pensiun ayahnya.

Dan setelah mengenal lula, dia juga menjadi pribadi yang ceria seperti lula, awalnya lula takut ketika melihat tita yang selalu diam tak mau berbicara, bahkan lula menanyakan kepada eyangnya kenapa anak itu seperti itu, tapi atas dorangan eyang putrinya dan arun, serta psikiater itu tita mau berkomunikasi dan bermain dengannya, karena setiap di SL arun dan lula akan menghabiskan waktunya ke yayasan untuk bermain dan belajar apapun yang ada di yayasan itu, bermain dan belajar bersama anak-anak yang berkebutuhan khusus, sedangkan alta dia hanya dirumah, bersama sepupunya, bermain disawah atau dilapangan, tidak pernah ikut eyag putrinya atau budhe dan tantenya ke yayasan

“ibu” tata masuk ke warung dengan sudah memakai pakaian santainya, dan dengan menggandeng adiknya yang masih SMP kelas 3

“kamu udah pulang?” tita mengangguk, iya tita sekarang memanggil bibi dan pamannya adalah bapak dan ibu karena dia menganggap kedua orang tersebut adalah orang tuanya

“sudah setengah jam lalu, tata mandi dulu biar segaran, dan lihat Habib udah pulang, jadi sekalian kita kesini bareng” jawab tata, dan ibu lastri mendudukkan tata di hadapannya, untung warung sudah agak sepi karena sudah sore

“ta, gimana tadi hasilnya? Sudah keluar?” semua orang menunggu berita baik dari tata, sedangkan tata pura-pura bingung

“jangan mulai deh kak, ibu bapak sudah nungguin dari tadi” fajar kesel sama ekspresi tata yang kayak gitu

Tata hanya tertawa melihat adiknya kesel “tata lulus bu alhamdulillah, tata mendapatkan beasiswa S2 tata, tata akan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan gelar profesi dan menjadi psikiater yang baik dan handal yang bisa membantu orang-orang yang membutuhkan” ibu lastri langsung menangis bahagia dan memeluknya dengan erat

“ayah sama ibumu pasti bangga sayang, kamu pinter seperti ayahmu, dan baik seperti ibumu” dan semuanya mengucapkan selamat atas keberhasilan tata

“kalo gitu, kita akan merayakannya dengan makan es campur pak man” kata pamannya tata dan disambut bahagia oleh semua orang, inilah kesederhanaan yang membuat tata bahagia, bahkan tata juga belajar dari mereka, tata bekerja dan juga kuliah, dia bekerja sebagai guru pendamping PAUD di yayasan Kids to World, dan setelah ngajar baru dia kuliah, dia tidak ingin merepotkan paman dan bibinya, jadi dia juga membantu untuk biaya pendidikan dia sendiri ketika kuliah, dan dia benar-benr gadis baik yang tidak neko-neko, bahkan dia sering berkonsultasi dengan psikiater yang sekarang untuk masalah pelajaran dan tugas kuliahya

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel