BAB 4 Drama
Alta memutuskan untuk menerima beasiswa S2 nya dikampus dimana dia mengenyam pendidikan S1 nya, alta lulus dengan sangat membanggakan hanya tiga tahun untuk menyelesaikan S1 nya, begitupun arun, tapi arun masih belum wisuda, dia masih menyelesaikan skripsinya. Semua keluarga Mr. Hamzah terbang ke kota S untuk menghadiri acara graduation anak sulungnya, mereka berdandan begitu cantik dan tampan, dan terlihat sangat jelas mereka sangat berwiba tapi tidak menampakkan sisi keangkuhan dan kesombongannya sama sekali. Bahkan mereka tak mau diantarkan sopir, cukup alta sendiri yang menyopir.
Dan ditengah-tengah acara nama alta dipanggil dan diminta untuk naik ke atas panggung, dengan lulusan terbaik, dan nilai tertinggi, dan pendapat beasiswa full untuk S2 nya “brondong mami sangat membanggakan” gumam Mrs. Hamzah “kepinterannya nurun dari mami” arun dan lula langsung menengok ke arah maminya, dan ternyata disisi kiri papinya juga menengok ke arah istrinya
“iyain ajalah, daripada ngambek susah dieminnya” kedua putrinya terkekeh, dan mami langsung mencubit pinggang Mr. Hamzah. Acara selesai mereka pergi kestudio untuk acara foto keluarga dan merayakannya di cafe A three milik maminya, merayakan dengan keluarga teman mami alias pengelola cafe Mrs. Hamzah
“ikut pulang boy?” tanya maminya
“enggak dululah mi, alta pulang rabu” maminya cemberut “pulang lama kok mi, selama liburan mau bantuin papi di kantor, kan udah perjanjian sama papi” jelas alta, dan papinya hanya mengangguk
“mami kok enggak tau?” maminya melirik ke kedua anak dan bapak yang sangat mirip, Cuma warna kulit yang membedakannya
“Surprice mi” celetuk arkan “lagian mami kayak enggak kenal mereka aja” gumam arkan sambil memainkan mata kepada kakak sulung dan papinya, sedangkan maminy ahanya ber oh ria
“counter HP dan komputer ditinggal boy?” tanya maminya
“enggaklah mi, ada taufik, wawan sama igo, udah mereka atur sendiri jadwal mereka” jelas alta
“bos mah terima beres mami, kayak enggak tau aja, orang mami juga gitu” celetuk arun dan langsung mendapat jitakkan maminya
“mi, arka disini dulu ya, enggak ikut pulang, mbak arun sama mbak lula masih disini” rengek arka
“No ka, besok sekolah, biarin lula sama arun arun dia libur kuliah” kata maminya, karena pendidikan nomer satu bari keluarga Ibnu jaya
“ta ada cewek kamu tu datang, sama cowok” kata pengelola cafe milik maminya itu, dan alta langsung paham maksud itu
“baby, mau kerjasama?” tanya incess sambil mengedipkan matanya “udah ikut aja, ayook boy” mereka bertiga berpindah ke kursi yang terlihat oleh clara dan gebetan kayanya, sedangkan orang tua mereka hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga anaknya
“boy, malam ini temenin incess ya, kita ke club?” dengan nada yag dibuat semanja mungkin dan sesexy mungkin, sambil bersender ke bahu alta, dan menautkan lengan kirinya dengan lengan kanan alta, arun terlihat sangat membutuhkan belaian, seperti gadis yang kurang belaian sesosok wanita itu hanya melihat ke arahnya, dengan hati yang panas dan marah
“kalo kak incess minta ditemenin nanti malam, berarti kak alta temenin baby siang ini sampai sore ya kak” lula tak kalah manjanya, bahkan dia sudah duduk dipangkuan alta, dan merangkul pundak alta, serta sesekali memainkan dagu alta serta mencium pipi alta, suara lula juga dibuat semanja mungkin, alta hanya mengikuti permainan kedua adiknya itu, dan bahkan alta juga mencuri ciuman dikedua pipi adiknya
“incess kita ke club jam 10 malam aja gimana? Aku akan membuatmu sebagai princessku yang bahagia nanti malam
“terima kasih boy” arun mengecup kedua pipi kembarannya itu
“jangan memncium bibir aku incess” ancam boy, yang membuat mereka berdua terkekeh, tapi tawaan mereka dibuat-bat seperti gadis penggoda
“apakah kamu sudah tidak tahan baby?” tanya alta ke lula, karena lula sudah mulai meraba dada alta, dan bahkan sudah membuka kancing atas alta, lula mengangguk
“bolehkah kita kehotel sekarang kak, habis makan? Habis makan kita olahraga dihotel, bair baby enggak gendut, dan bisa membuat kakak tak terpaling dari baby” lula mengapit ke kedua pipi alta, dan akan mencium alta
“lula, no bibir” peringat alta tegas tapi berbisik, lula dan arun terkekeh geli
“kenapa siang ini enggak kita bertiga aja, Threesome kayak dulu sama mamahku seperti menyenengkan boy”
“Bruak” clara menggebrak meja yang ada dihadapan tiga bersaudara itu, bahkan pengunjung lainnya ikut kaget meskipun tak seramai kalo menjelang sore “alta bisa gak jangan murahan
“Opps........ ada cewek pemuas nafsu pria kaya nih” celetuk arun, dan clara mendengar itu geram, arun melepaskan pelukannya dari alta “kenapa marah apa aku salah? Buktinya ganti lagi sekarang” clara yang tak terima akan melayangkan tangannya ke arah pipi arun, dan langsung dicekal alta, untung lula sudah turun dari pangkuan kakaknya
“jangan pernah sentuh wanitaku, meskipun itu sejengkal” kata lata dengan dingin dan tegas
“dia murahan ta, dia membawamu ke jalan sesat, dari kemarin ngajakin threesome terus, kamu kurang jika hanya main dengan satu orang
“heh ganjen, mau kita threesome kek mau enggak kek itu enggak ada urusannya sama situ, kita yang nglakuin Happy happy aja, kenapa sotu yang sewoot?” kali ini lula yang maju
“kamuuuuuuuuu..........” clara makin geram
“silahkan kembali kantong uangmu itu sudah menunggumu” kata arun dengan geram “ayok boy, kita ke apartemen aku aja, main bertiga, kamu ikut sekalian baby aku bawa mobil” arun sengaja, sangat sengaja
“dasar wanita murahan, dan kamu(sambil nunjuk alta) jijik melihat kalian” bentak clara
“kami murahan tapi setia, bukan pemuas nafsu pria kayak” jelas arun, dan meraih Hp yang ada di atas meja dan menuju kasih untuk menelfon orangtuanya, kalo mereka menunggu di pintu belakang
“ayook kak, ada wanita jalang disini, mending kita pergi” alta menyetujuinya “aduh kak, baby capek, gendong boleh?”alta mengangguk “oke gendong koala” dan lula langsung melompat arah alta dan meminta gendong, diapun juga mencium pipi kiri alta
“apapun untukmu baby, Love You baby” alta mencium kedua pipi lula, dan setelahnya lula menaruh kepalanya di ceruk leher alta, clara makin geram melihat itu, dan dia kembali ke tempat semula, mereka bertiga menaiki mobil yang sudah ada arun di dalamnya, dan kemudian berputar ke pintu belakang yang sudah ada sahabat maminya, serta orang tua dan adik bungsu mereka
“pertunjukan yang menarik kids” celetuk papinya, dan mereka hanya tertawa, serta berpamitan kepada sahabat maminya
“see you om” kata alta dan alta melajukan mobilnya
“untung kalian bertiga enggak terlahir kembar dengan jenis kelamin yang sama” kata papinya yang ketika mereka ada dijalan, dan semua mengedarkan pandangan ke arah papinya kecuali alta yang sedang menyetir “karena kalian akan membodohi semua orang termasuk guru, dosen, bahkan pacar kalian, kayak mamimu sama mamah nana” maminya hanya terkekeh
“terima kasihlah pada tuhan pi, setidaknya mereka tak seperti mami” kali ini arkan ikut menyahut, setelah bungkam dari tadi
“tapi sama aja, mereka sama aja, menjahilin orang sampai segitunya” perkataan hamzah membuat istri dan ke empat anaknya tertawa
“mereka keturunanku pi, meskipun aku sama nana tak pernah ngajarin mereka, tapi hal semacam itu otomatis mendarah daging” maminya tertawa ngakak, sedangkan papinya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah jahil si kembar dan lula, karena si bungsu belum terlihat
