BAB 3 Threesome
“jagain konter hari ini donk siapa yang senggang?” tanya alta di groupnya yang isinya 4orang itu
“aku sama igo bimbingan praktikum pagi ta hari ini” jawab taufik
“aku bisa ta, tapi enggak bisa sampai malam, Cuma sampai jam 15.00, gue kuliah itu dosen cewek killer” jawab wawan
“ya udah gak papa sampai siang aja, aku lagi ada meeting sama mamah aku di Plant mall lantai atas” jawab alta
“gampang ntar kita gantiin wan sebelum jam 15.00 kita usahakan sampai sana, tenang” jawab igo
“thanks bro, ntar aku mampirlah kalo udah selesai, tapi kalo aku enggak mampir laporannya titipin anak reception hotel ya”
“siap bos” jawab mereka di chat
Iya semalem kembarannya datang bersama mamahnya alias kembaran dari sang mami, mereka hari ini akan mengadakan meeting untuk tahunan di setiap unit plant mall diseluruh indonesia, dan itu meeting tiap tahunnya, setelah beberapa bulan lalu maminnya metting di setiap unit hotel& resots abijaya groups
“boy, brondong minta HP tuh” kata arun saudara kembarnya alta
“nanti ya habis meeting, minta yang gimana?” tanya nya detail sambil berjalan ke arah lift untuk masuk ke ruangan official
“yang biasa tapi yang rammnya gede, tapi terbaru enggak mahal, pikirin sendiri maunya gimana” jelas arun yang tak mau ambil pusing
“dia mau turnamen game?” tanyanya lagi
“sepertinya iya, orang Hp nya mau dijual papi tapi enggak dikasihkan, katanya masih sayang juga sama Hp nya yg lama”
“sepertinya emang ada turnamen, sicantiknya mamah kapan hari ngoceh tentang arkan” mamah nana ikut nimbrung
“soalnya temen-temenku juga lagi heboh bahas itu, nantilah habis meeting aja”
Selesai meeting mereka bertiga emang tidak langsung turun lewat lift khusus staff official, melainkan muter dulu jalan-jalan di mall sambil gandengan, alta yang ditengah, dan tak lupa alta juga mampir untuk mengambil HP pesenan si bungsu, dan tanpa alta sadari ada sepasang mata yang memerhatikannya ketika alta menerima Hp itu dari karyawan counternya, dan berjalan lagi nyari sesuatu yang diinginkan mamahnya yaitu anting-anting berlapis emas putih yang menjadi favoritnya dan mami nya alta, bahkan arunpun juga memakainya kalo kerja, ketika baru keluar dari toko perhiasan itu mereka bertiga dicegat oleh orang yang dari tadi memperhatikannya
“Plak” alta mendapatkan tamaparan itupun kaget, apalagi mamah dan kembarannya “kamu ya ta, sok jual mahal enggak mau megang aku karena jijik aku bekas orang lain, lha kamu sendiri gimana, kamu gonta-ganti wanita, dan pemuas nafsu tante-tante, meskipun kamu berpakaian menggunakan jas seperti eksekutif muda, tapi tetap aja profesimu pemuas tante-tante agar mendapatkan uang untuk biaya hidup kamu
“kalo dia pemuas nafsuku apa itu masalah buat kamu” mamah nana nunjuk-nunjuk dada wanita itu yang tak lain adalah clara, sampai clara mundur-mundur “lagian kenapa, aku yang melarang dia bersama kamu, karena kamu wanita kotor, dan aku lebih terhormat, dan lebih bisa menghidupi brondongku dengan uangku sendiri, bukan dari uangmu yang dari pemuas nafsu laki-laki”
“Plak” arun menambahkan tamparan diwajah clara “jangan pernah menghina teman kencan kita ini, kamu tidak pantas, kamu terlalu kotor untuk dikencani priaku”
“brengsek kalian berdua ibu dan anak sama aja, mana pantas bermain dengan orang yang sama dan diwaktu yang sama” clara tak terima mendapatkan cacian itu dari sepasang ibu dan anak, sedangkan alta hanya diam melihat para wanitanya berkelahi membela dirinya
“apa salahnya, kita akan bermain threesome bertiga, itu hak kita, iya kan princess, dan brondongku fine-fine aja, dia masih bisa hidup tanpa harus melayanimu” sentak mamah nana “boy, princess ayook kita balik hotel, ada wanita kotor disini, aku jijik” mamah nana menggandeng mesra, dan mengecup pipi alta
“ayook mah, incess juga males” arun juga menggandeng lengan alta dengan mesra “ah wait, jangan sampai aku melihat kamu mengganggu priaku lagi, karena aku tak akan tinggal diam, dan ingat kamu bukanlah selera priaku, selera priaku adalah orang yang menerma dia apa adanya termasuk sebagai pemuas nafsu kita iya kan mah” mamah nana mengangguk dan mereka bertiga melenggang pergi meninggalkan clara yang malu, dan beberapa orang berbisik dan menyibir clara yang wanita murahan
“akting yang luar biasa mah” semua orang tertawa ngakak akibat ullah mereka sendiri “apalagi threesome, oh god mah, kenapa keluar ide yang seperti itu?” tanya alta penasaran
“mengalir begitu aja boy, mamah juga asal nyeplos” mamah nana masih tak berhenti ketawa selama perjalanan “aku rasa princess juga gitu” mamah nana mengarahkan pertanyaan kepada kembaran alta
“iyalah mah, mana terima kembaran incess yang cool dan muka datar dan kayak kayak gini dituduh pemuas nafsu tante-tante” mereka ngakak semua “lagian tu cewek begok banget tau gak sih mah, masa enggak lihat muka kita berdua sama” arun menggelengkan kepalanya
“orang kayak gitu gak bakalan melihat sedetail itu incess” kedua saudara kembar itu mengangguk
“lagian kenapa kalian tiba-tiba belain aku sih?” tanya alta heran
“mami kemarin yang habis dari sini cerita pas kita makan siang, ada papah fian, papah reno juga pas cerita, mami cerita kalo mami kamu perlakukan seperti tante-tante girang di depan cewek, dan langsung aku auto mikir itu cewek yang diceritain mami”jelas arun
“mamah tadi juga mikir itu, kampret banget anak mamah dihina kek gitu” gumam mamah nana, dan semuanya ngakak terus-terusan
“kita jadi threesome mah?” goda alta ketika sampai parkiran hotel
“jadilah, dikamar mamah aja lebih asyik” dan ketawa ngakak mereka terbawa sampai di lobby dan semua staff hanya menyapa dengan senyuman
“boy, ceritain detail itu wanita, penasaran banget” kata incess sambil ngikutin mamahnya ke arah lift
“mamah juga boy, penasaran, kenapa kamu bisa kenal cewek kek gitu, jangan-jangan kamu pernah make juga” tufuh mamahnya
“enggaklah mah, alta selalu dengerin nasehat mami sama papi, kudu menghargai perempuan, karena alta memiliki tiga princess dirumah yang harus dijaga kehormatannya, karena hukum karma selalu berlaku iya kan mah” mereka smeua menaiki lift hingga sampai dilantai yang dituju
Mereka mengbrol membahas clara, dan dia tercengang ketika mendengar kalo clara sering gonta ganti cowok, apalagi kebanyakan yang menggunakan mobil sport, mungkin anak dari pengusaha kota S, dan dia juga pernah lihat wanita itu ke club ketika alta menggantikan sopir hotel mengantarkan tamu hotel ke club, lebih tepatnya tamunya minta ditemani di salah satu club, maklum tamunya bule
“gila bener, enggak ngaca pada dirinya sendiri nuduh boy ku yang tampan ini pemuas nafsu tante-tante” imbuh mamah nana
“untung arun yang ke sini dan ketemu wanita itu, coba kalo lula, pasti dengan tak tau malunya lula minta gendong kamu boy” celetuk arun yang sangat tau gimana manjanya lula kalo sama alta
