BAB 2 Cowok Miskin
“apa yang kamu lakukan disini?” tanya alta sama wanita yang lasung duduk disebellahnya ketika alta dan taufik serta dua sahabatnya yang nongkrong disebuah cafe ditengah kota
Wanita itu tak menghiraukannya teman-teman alta “ta, aku mau kamu” semua teman-teman alta tersedak
“kamu gila?” tanya alta masih dengan wajah datarnya
“kamu enggak usah sok jual mahal deh ta sama aku, aku akan bayar kamu sesuai yang kamu mau” oceh wanita itu yang tak lain adalah clara mantan kekasihnya, alta masih memasang muka datarnya melihat ke arah taufik untuk memberikan kode tetap diam, dan semuanya mengangguk dan tetap diam
“aku tau kamu butuh uang untuk biaya hidup mu kan, kamu selama ini numpang kan di kosnya wawan kan, jangan munafik, aku bisa membiayai kamu ta, enggak usah kerja jadi officeboy, enggak usah kerja dikonter HP dan jadi tukang service laptop, gajimu itu berapa?” alta masih tetap diam
“ta, ayolah aku mencintaimu, tapi kamu tak pernah mau menyentuhku, makanya aku mencari pelapiasan yang lainnya, bukankah kamu sama aja, kamu menjadi simpanan tante-tante girang dan anak ABG yang kurang belaian kan” semua teman alta yang mendengar itu sudah mulai geram tapi alta masih tetap tenang
“ada yang mau dibayar sama clara dengan melayani dia setiap saat” tanya alta ke teman-temannya
“ta, kamu jangan keterlaluan, aku mencintaimu bukan mereka” clara tak terima dengan ucapan alta
“aku eggak bisa dengan cewek bekas orang lain cla” jawab alta datar
“kamu jangan munafik ta, apakah kamu tidak sama saja, kamu kan juga cowok miskin yang melani tante-tante, apa bedanya” tanya alta tak terima
“beda ta, tante-tante yang kamu lihat itu lebih terhormat, dan aku lebih memilih mereka dari pada kamu, sedangkan kamu, bukankah kamu emang bergonta-ganti pria hanya untuk memuaskan gaya hidupmu?” sindir alta
“itu sama aja denganmu alta” wanita itu kali ini berteriak, dan semua orang yang ada dicafe itu melihatnya, sedangkan pengelola cafe yang akan pulang melihat ke arah alta sekilas, tapi alta menganggukan tanda jangan khawatir, iya itu adalaah cafe milik maminya yang dikelola oleh teman maminya, bahkan teman-teman alta ada enggak tau fakta itu, setau sahabatnya cafe itu tempat mereka nongkrong dan ngerjain tugas kuliah
“wan, ayook pulang kos, aku harus kerja malam hari ini, menggantikan temanku yang mendadak ijin” alta beranjak, dan taufik seperti biasa membayar tagihannya dulu
“aku pergi cla, terserah kamu menganggap aku apa, yang pasti kita sudah putus, dan satu lagi aku lebih bahagia menjadi brondong mereka” alta meninggalkan clara dan menggonceng wawan, karena motor alta ada dikosan wawan
“kamu bisa setenang itu ta?” kata wawan setelah sampai dikosannya, kosannya wawan, dan igo bersebelahan, dan selalu menjadi basecamp mereka setiap berkumpul
“lha mau gimana lagi, aku jijik dengan wanita seperti itu, mentingin nafsu dan gengsi doank, lagian wanita yang mereka maksud itu mami aku sendiri, sama mamah aku istrinya kembaran mamah, ya aku milih merekalah dari pada milih dia” mereka semua ketawa
“coba mereka tau kamu itu siapa, pasti makin dikejar ta” celetuk taufik dan semuanya mengangguk setuju “terus yang dimaksud ABG siapa?” tanya taufik lagi
“siapa lagi kalo bukan lula, adik aku yang manjanya minta ampun” dan semuanya ngakak, “udah aku balik dulu, laporan aku bawa fik” alta memasukkan laporan penjualannya hari ini kedalam tas ranselnya “jangan lupa besok jadwal kalian berdua ngelatih anak-anak SMA sama ngasih laporan penjualan ke aku”
“siap bos” jawab igo dan wawan bersamaan, karena besok sih hari sabtu mingu jadi jadwal igo dan wawan, mereka bekerja sampingan di toko milik alta, dan merahasiakan siapa alta, meskipun gaji tak seberapa mereka enjoy, bisa menghasilkan uang sendiri buat nongkrong ketika transferan dari orang tuanya mereka habis
“bos miskin, jangan lupa gajian kita bos, akhir bulan” teriak igo, sedangkan alta hanya memberikan jempolnya
Alta emaang tinggal di apartemen abijayagroup disebelah hotelnya itu, dan dia juga ikut mengurusi managemen di hotel dan apartemen itu, karena itu perintah mami untuk ikut andil di dalamnya, dan sekarang alta juga memberikan kontribusi yang amazing, mengingat jika ada trouble dan masalah jaringan atau komputer dia sendiri yang turun tangan nonstop 24jam bisa diganggu, bahkan dia sendiri yang bersedia. Dengan dia bekerja tapi maminya selalu meminta alta untuk memprioritaskan kuliahnya, alta emang anak cerdas, kloningan daru pasangan Mr. & Mrs. Hamzah sangat luar biasa, bahkan di semester 5 nya ini dia bahkan sudah menyusun proposan untuk skripsinya, padahal kuliah dengan jurusan Teknik Infomatika terkenal sangat susah, dan judul skripsi yang diambilnya pun juga tak main-main yang membuat dosen pembimbingnya sangat kagum
Semua orang dikampus mengenalnya dengan cowok miskin yang sok cool karena alta jarang tersenyum dengan teman-teman lainnya, apalagi setiap selesai kuliah dia langsung pulang, padahal aslinya dia enggak pulang ke apartemennya melainkan ke toko HP dan laptopnya yang bersebelahan, dan dari situ juga teman-temannya alta mengira alta memiliki kerja sampingan. Padahal alta ke toko kalo dia tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakannya yang meyangkut masalah hotel dan apartemennya, bahkan wanita diarea kampus pun malas untuk berdekatan dengan alta dimana dia tidak sebanding dengan badannya yang bagus dan berkarisma itu, tapi miskin, itu anggapan semua orang, karena jika ditanya dia ngekos sekamar dengan wawan
“woi cowok miskin” telfon arun ke saudara kembarnya
“kampret loe... kenapa?” tanya ke adik kembarnya itu
“jemput gue lusa, gue mau kesana sama mamah nana, dia ada meeting, aku diminta mami buat jadi sekertaris mamah na, elu mau dibawain apa tanya omma sama mami gitu?” jelas adiknnya, iya adik kembarnya alta sekarang juga sedang dilatih di departemen accounting di kantor abijaya group, semua cucu pendiri abijayagroup di didik untuk masuk managemen, meskipun pada akhirnya mereka menentukan pilihannya sendiri
“boleh, cumi bumbu lada hitam buatan omma ya, kali bisa bawain omma sekalian juga enggak papa cess” alta selalu manggil arun dengan sebutan princess seperti papinya
“jangan ngawuur, yang jagain arka sama anak mamah sa sama mamah na siapa, lagian omma enggak bakalan mau diajak, tetep prioritasnya cucu yang dirumah “ya udah gitu aja.., Asslamu’alaikum cowok miskin” arun ketawa ngakak
“wa’alaikumsalam princess”
“julukan itu kayaknya lebih bagus” batin alta, apalagi menghindari cewek yang mata duitan yang jaman sekarang hanya mengejar uang, apalagi seperti yang lula bilang, badannya dia bagus, dan terlihat berkarisma, tapi menjengkelkannya wajahnya selalu datar karena tak pernah tersenyum sama orang lain kecuali keluarganya, alta memiliki badan bagus karena dia setiap pagi menyempatkan diri untuk ke ruang fitness di hotelnya, setelah bangun tidur
