Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 4 Rapat Internal

Tergesa-gesa Ezo berlari menuju ruang hijau. Begitu dia membuka pintu ruangan, terlihat rekan-rekan kerjanya sudah duduk manis.

"Haiyoo hampir saja kamu telat. Ayo buruan duduk, sebentar lagi Ibu Raissa datang." Maya memanggil Ezo untuk duduk disebelahnya.

"Iya nih, tadi mesin fotocopynya ngadat lagi. Dokumen yang kemarin diminta harus diserahkan sekarang. Terpaksa lari lewat tangga darurat, kalau naik lift, lebih mampus. Untung tidak telat." Ujar ezo sambil meletakan berkas diatas meja.

2 menit kemudian, Raissa masuk dengan diikuti isabel dibelakangnya. Segera semua sigap berdiri memberikan hormat kepada Raissa.

"Ezo, kamu hampir telat ya. Itu keringatnya segede jagung. " sapa Raissa.

"Hehehe, tahu aja."

Semuanya langsung tertawa melihat tingkah ezo yang tersipu malu. Tak terkecuali Raissa juga tertawa.

"Baiklah kita mulai rapat hari ini. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena bersedia mengikuti meeting ini tepat waktu." Ujar Raissa membuka rapatnya.

"Sebetulnya kita mau membahas apa? Sepertinya penting sekali."sahut Yudha, yang ahlinya dalam menganalisa.

"Seperti yang kalian sudah dengar, AD0 sangat berminat untuk melakukan merger dengan IC4U." Penjelasan Raissa.

"Apa?!" Semua berseru secara serempak.

"Tenang, kita tidak menyetujuinya."

"Huuf, hampir copot jantungku," keluh Ezo.

"Tapi…," lanjut Raissa.

"Tapi apa? Duh, benaran nih sakit jantungku kumat."

"Mau kucubit ginjalmu?" Geram Maya.

"Iya ya, maaf. Ya silahkan ibu Raissa lanjutkan penjelasannya." Dengan nada memelas Ezo mempersilahkan Raissa melanjutkan penjelasannya.

"Pihak AD0 menantang kita untuk melihat siapa yang lebih unggul. Waktu yang diberikan hanya empat bulan saja."

"Empat bulan?!" Teriak mereka hampir bersamaan.

"Mampus kita", keluh keiko dan Maya.

"Jangan sampai perusahaan ini diambil AD0, kudengar yang kerja disana lama-lama jadi robot. Baju seragam, warna hitam dan putih. Aish, mana bisa aku berhaya lagi kalau harus berpakaian mononton seperti itu." Kata Keiko sambil berbisik-bisik ke Maya.

"Ehm,ehm. Bisa menyimak lagi?" Tegur Raissa.

"Itu bisalah, kaum milenial itu paling cepat memilih portal yang sesuai berita yang viral. AD0 portal untuk kaum executive." Pungkas Ezo

"Target pasar kita berbeda, kurang apel to apel menurutku." Kata Mike.

"Dilihat hanya dari total pengguna saja. Saat ini kita berada di posisi no 2 dibawahnya AD0. Ini akan menjadi target yang harus dicapai. Kita akan mereview bagaimana menaikan jumlah pengguna portal kita."

"Sepertinya jumlah pengguna kita cukup baik." Seru keiko

"Cukup baik itu tidak maksimal. Menurut saya potensi kita bisa lebih dari ini. Kita harus merubah layout dan konten yang ada di halaman depan portal kita."

"Wah berat itu." Ezo berkata dengan nada memelas. Maya langsung mencubit pinggangnya.

"Aduh," rintih Ezo.

"Betul pasti berat, tapi kita mampu. Sekarang target pengguna kita usia berapa?" Tanya Raissa

"Sekitar usia 20 sampai dengan 35 tahun," jelas Yudha melihat data statistik yang dimilikinya.

"Berarti kita haru memilih konten apa yang diminati usia tersebut. Dan tampilan harus menarik, simple dan tidak pasaran."

"Simple maksudnya bagaimana?" Tanya mike, dia ahlinya dalam membuat bahasa komputer yang absurd bagi orang awam.

"Simple disini, maksudnya bebannya jangan berat, jadi tampilan dikecilkan bytesnya tanpa mengubah kualitas gambar. Bisa mike?"

"Bisa, tapi kita harus merubah semua sistem yang sudah ada."

"Bagus, rubah semua. Karena semakin ringan, pengguna juga semakin senang, tidak terbebani menghabiskan banyak kuota mereka untuk membaca berita, menonton atau menelusuri situs-situs yang ada di kita."

"Sekarang divisi apa yang kurang menghasilkan profit?" Tanya Raissa.

"Divisi layanan jual beli rumah dan mobil, kurang diminati." Jawab Ajun

"Divisi yang menghasilkan profit tertinggi?"

Yudha segera membuka data-data yang dimiliki.

"Divisi gosip artis dan kuliner seimbang."

"Okay, divisi yang sudah bagus, ditingkatin lagi kualitas dan isi kontennya denga hal yang sedang viral. Untuk divisi yang lemah, coba dianalisa penyebab tidak diminatinya. Dan perlu kalian ingat waktu kita hanya 4 bulan. "

Segera mereka menyimak penjelasan Raissa yang singkat, jelas dan padat.

"Ok, sekarang apa ada pertanyaan?" Tanya raissa setelah dia menjelaskan semuanya.

"Jadi waktu kita hanya 4 bulan?" Tanya Ajun

"Betul," jawab raissa

"Tapi untuk merubah layout portal kita butuh waktu setidaknya 6 sampai 8 bulan. Karena harus berkoordinasi dengan tiap divisi yang ada. " ucap keiko

"Makanya kita bergerak cepat. Kita bagi dalam 3 kelompok. 2 orang perkelompok. Sekarang mau saya tentukan atau kita kocokan?"

"Kocok arisan? Ya boleh tuh... hahaha" kata ezo

"Nggak ada duitnya bro, cuma bagi bagi kelompok aja." Kata maya sambil menoyor kepala ezo.

"Iya, aku tahu."

"Ok, kita lakukan sekarang. Coba isabel masukan semua nama ke gelas ini. " perintah raissa.

Setelah dilakukan pengocokan nama. Team terbagi menjadi 3.

Team 1 terdiri dari keiko dan ajun

Team 2 terdiri dari yuda dan mike

Team 3 terdiri dari maya dan ezo

"Sebelum berakhir meeting hari ini, saya tegaskan kita harus bergerak cepat. Setiap hari Rabu jam 15:00, kita berkumpul untuk membahas progresnya. Sehingga bila ada kesulitan, segera kita cari solusinya bersama"

"Baik, kami usahakan bekerja 300 persen semangat. Kalau perlu 1000 persen," umbar Ezo dengan nada pongah.

"Iish, beneran ini. Kucubit ginjalmu," geram Maya melihat tingkah Ezo.

Kemudian mereka pun keluar ruangan, untuk langsung mengerjakan tugas-tugasnya yang banyak."

"Huh, kenapa aku harus bersama ezo?" Keluh maya.

"Loh kenapa? Aku kan ganteng," goda ezo

"Kamu sering ngambek, males." Protes Maya

" aku janji deh, demi kamu," goda ezo sambil mencubit hidung maya.

"Ezooooo.....!!" Teriak maya.

Ezo pun langsung ambil langkah seribu kabur untuk menjauh dari maya.

"Aiyo, ini sama saja aku yang babysitter dia," keluh maya.

"Sudah terima nasib aja," celetuk raissa.

*****

Shawn mengetuk pintu ruang kerja Stefan. Terdengar suara stefan yang memintanya masuk.

"Hai bro, sedang apa?" Sapa Shawn kepada Stefan.

"Sedang memikirkan strategi," jawab Stefan.

"Strategi apa? Ada proyek baru?" Tanya Shawn lagi.

"Iya, dalam empat bulan akan kududuki IC4U itu."

"Wah, ambisius sekali. Hahahaha.tapi kenapa? Itu perusahaan memang bagus, tapi target pasarnya berbeda. Menurutku AD0 tetap lebih unggul." Kata Shawn.

"Itu karena ada seseorang yang membuatku terusik," jawab Stefan.

"Siapa? Nona Raissa? Kamu suka dia? Emang dia itu cantik dan menarik."

"Loh, kamu sudah bertemu dengan dia?" Tanya Stefan terkejut mengetahui Shawn sudah bertemu dengan Raissa.

"Iya, tadi di lift. Akhirnya sahabatku ini normal juga. Kukira akan jadi pertapa selamanya. Hahaha," gurau Shawn.

"Aku normal sejak dulu. Enak saja kau berbicara. Mau ku ambil lagi mobil lamborgini mu itu?"

"Jangan, itu modalku bisa dapat kencan. Okay, kututup mulut manisku ini. Semoga berhasil. Tapi ingat, bila tidak berhasil, kurebut dia, jangan marah." Goda Shawn lagi.

"Kulempar kau dari sini. Pergi sana! sebelum kuwujudkan keinginanku melempar otakmu yang isinya perempuan saja." Geram Stefan.

"Baik bos, ku pergi dulu. Mau kugoda nona putri itu, lumayan buat kencan malam minggu besok." Ujar Shawn sambil keluar ruangan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel