
Ringkasan
Raissa seorang wanita yang sukses dalam berkarir, dia menaungi perusahan IC4U yang bergerak di portal digital terkenal di kalangan kaum milenial. Banyak pria mencoba mendekatinya, tetapi dia menutup hatinya. Sampai suatu saat, dia bertemu dengan Stefan Ferdian Adhinatha, CEO muda dari terkenal dengan julukan Serigala Tycoon. Stefan adalah sosok yang tidak mudah jatuh cinta, tetapi hatinya sudah terpincut kepada Raissa sejak hari pertama mereka bertemu. intrik dan persaingan selalu berada di lingkungan mereka berdua, apakah mereka bisa bersatu dan merupakan pasangan abadi?
Bab 1 Wanita Tangguh
Sebuah taxi online berhenti di depan sebuah gedung perkantoran yang sangat modern, turunlah seorang wanita berpenampilan sangat elegan.sapuan make up yang tipis, tetap memberikan aura kecantikan ditambah kulitnya yang putih mulus membuat banyak wanita iri melihatnya.
Tatapan yang tajam dan langkahnya yang tegas , membuat banyak pria merasa terintimidasi dengan kehadirannya, walaupun tanpa berkata- kata.
"Ibu Raissa, selamat siang. Saya putri yang mewakili perusahaan ini untuk menyambut kedatangan ibu, " tutur putri dengan lembut.
Seulas senyum tipis diperlihatkan oleh raissa, menerima salam perkenalan dari putri. Dilihatkan penampilan putri seperti seorang model di majalah fashion, cantik, modis dan terlihat segar.
"Terima kasih putri, mohon maaf sebelumnya saya terlambat datang dari rencana. Karena tiba-tiba mobil saya bermasalah, sehingga saya harus mencari taxi online untuk tiba di sini." Tutur Raissa dengan nada tegas tapi tetap terdengar lembut.
"Oh tidak bu, ibu masih tepat waktu. Ini masih kurang 10 menit dari jadwal meeting ibu dengan atasan saya. Mari bu, saya antarkan ibu ke ruang meetingnya sekarang."
"Ok".
Tadi pagi, Mary Jane memerintahkan dia untuk mewakili perusahaan mengikuti undangan meeting dengan perusahaan Adhinata Digital One. Perusahaan ini sangat bonafide, koneksinya yang luas membuat portalnya menjadi andalan para pembisnis untuk mengikuti berita. Adapun perusahaan yang dia naungi juga sama hebatnya, tapi target pasarnya berbeda. IC4U Lebih membidik kaum milenial.
Pemiliknya dari Adhinata Digital One adalah Stefan Ferdian Adhinata, seorang pengusaha muda yang lahir dari keluarga yang sudah turun menurun menekuni dunia bisnis berskala internasional, yaitu Adhinata Group.
Saat ayahnya sakit keras, Stefan mulai mengambil alih bisnis ayahnya. Karena Stefan merupakan sosok yang cerdas,ulet dan ambisius, menjadikan dia seorang pengusaha muda yang sangat sukses. Aset keluarganya bertambah 3x sejak dia yang mengelolanya dan Koneksinya sangat luas, dia dijuluki Serigala Tycoon. Karena bila dia memasang target, tidak ada yang bisa lepas dari tangannya.
Banyak kaum hawa yang berusaha mengambil hatinya, tapi Stefan selalu bersikap dingin. Usianya yang 29 tahun, mapan, kaya dan tersohor, tidak membuat hatinya tergerak untuk mencari pasangan.
Beriringan mereka memasuki gedung perkantoran tersebut. Terlihat logonya yang sangat terkenal dikalangan para anak milenial dan dunia digital, AD0 dengan warna hitam dan merah membuat kesan tegas dan ekslusif.
Suasana di dalam gedung terlihat ramai dengan interior yang sangat monochrom. Dominan warna hitam dan putih, walaupun ada aksen warna merah dibeberapa tempat. Membuat interior kantor ini terkesan sangat modern.
Suasana kantor terasa sangat kaku, semuanya bergerak dengan cepat. Penampilan mereka monoton, warna hitam, abu-abu dan putih mendominasi pakaian semua yang ada. Kecuali Raissa, hari ini mengenakan baju warna peach dengan dalam warna putih, sehingga Raissa terlihat sangat menonjol di lobby itu.
Semua mata melihat raissa dengan kagum. Rambut raissa yang berwarna hitam pekat dan panjang sepunggung, semakin terlihat mempesona.
Stefan baru tiba di lobby, dia melihat Raissa yang hendak menuju lift VIP. Gaya jalannya Raissa yang tenang tetapi tetap terlihat percaya diri, membuat Stefan tak bergeming melihatnya.
"Siapa itu?" Tanya Stefan kepada asistennya, Thom.
"Ibu Raissa dari IC4U, beliau datang karena undangan kita." Penjelasan Thom.
"Terkait masalah merger itu?" Tanya Stefan.
"Betul pak, yang akan bertemu dengan dia, pak Loki direktur financial."
"Batalkan, biar saya yang menghandle masalah ini."
"Tapi pak," bantah thom.
"Tidak ada tapi-tapian. Laksanakan perintah saya!"
"Baik pak," jawab Thom sigap. Langsung dia menghubungi pak Loki untuk tidak perlu hadir dalam rapat kali ini.
Putri membawa raissa memasuki ruang lift khusus sehingga tidak harus mengantri masuk lift. Segera lift itu membawa mereka ke lantai paling atas.
Ada petugas yang menjaga lift khusus itu. Iringan musik klasik menemani mereka selana di dalam lift. Interior liftnya classic elegan.
Hmm, sepertinya selera pak Stefan ini cukup kolot. Jangan - jangan dia sebetulnya botak gendut dan sangat menjijikan, tapi sosoknya yang misterius membuat kaum hawa menyukai dia. Pikir Raissa sambil tertawa geli di dalam hatinya.
Putri melihat Raissa yang sedang tersenyum dikulum dengan tatapan yang terpesona. Putri sangat menganggumi Raissa, nama Raissa sering disebutkan di berbagai berita. Tapi dia tidak menyangka sosok aslinya begitu cantik.
"Ibu Raissa sangat cantik, pintar dan juga berpenampilan begitu elegan." Ujar putri memecahkan keheningan.
"Kamu yang lebih cantik dan penampilanmu seperti seorang model," sambil tersenyum raissa balas memuji putri.
Putri langsung merasa panas dipipinya. Dia merasa malu dipuji oleh Raissa, dan dia tidak berani menatap raissa lebih lama lagi.
Tidak lama pintu lift terbuka, seorang pria yang berpenampilan sangat menarik masuk ke dalam lift khusus itu.
"Selamat siang , Pak Shawn." Sapa putri dengan ramah.
"Hai nona Putri, selamat siang juga." Balas Shawn dengan sopan. Matanya langsung menatap Raissa tanpa berkedip.
Raissa merasa risih dilihatin oleh pria tak dikenalnya, langsung Raissa menatap tajam pria tersebut.
Terkejut Shawn melihat reaksi raissa ini, karena selama ini banyak wanita yang meleleh karena tatapannya.
"Halo, saya Shawn. Salam kenal," ujar Shawn sambil mengulurkan tangannya.
Karena Raissa tahu etikat, maka disambutnya perkenalan itu untuk kesopanan semata. Raissa melihat sosok Shawn dengan lebih jelas, dilihatnya wajah tampan Shawn dengan hidung mancungnya, berwajah blasteran. Rambut hitam, tapi matanya berwarna hijau yang meneduhkan. Penampilan Shawn sangat rapih dan terkesan sedikit flamboyan.
"Halo, saya Raissa dari perusahaan IC4U." Balas Raissa dengan tegas.
"Wah ini ternyata ibu Raissa yang sangat terkenal itu. Suatu kehormatan saya bisa bertemu dengan anda," kata Shawn sambim mencium punuk tangannya Raissa.
Raissa tidak terlalu menanggapinya, baginya itu pujian yang terlalu berlebihan. Segera ditariknya tangannya dari genggaman Shawn.
"Terima kasih," balas Raissa.
"Mau ke lantai 38?" Tanya Shawn.
"Tadinya mau ke lantai 38, tapi ini baru saya dapat pesan. Meeting dialihkan ke lantai 54." Jawab Putri.
"54? Wah ini berarti Stefan yang turun tangan sendiri."
"Betul pak Shawn." Putri yang menjawab pertanyaan Shawn. Sementara Raissa hanya diam saja.
"Baiklah , senang bertemu dengan mu Raissa. Kuharap kita akan bertemu lagi."
Tidak lama Shawn keluar di salah satu lantai di gedung itu.
"Itu pak Shawn, dia salah satu direktur di sini juga. Ganteng ya bu," ujar putri.
"Hati-hati, sepertinya mulutnya terlalu banyak makan gula." Kata Raissa.
"Gula, maksud ibu?"
"Terlalu manis mengumbar gombalan." Kata Raissa.
Putri langsung tersenyum simpul mendengarnya, sebetulnya dia tahu Shawn itu terkenal playboy. Tapi wajahnya yang rupawan, tetap saja banyak wanita yang mudah jatuh kepelukannya.
Tidak lama tibalah Raissa di lantai paling atas gedung itu.
