Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 3 Makan Siang Bersama

Raissa kembali ke kantornya, gedung kantornya tidaklah sebesar milik Stefan. Tetapi interiornya terasa sangat warm dan juga banyak spot asyik untuk mencari inspirasi di sana. Ada cafe dengan interior shabby chic, ada lounge yang dipenuhi tanaman merambat, ada ruang receptionist yang memberikan kesan tropical modern. Membuat siapapun yang memasuki gedung kantor ini terkesima.

"Bu Raissa, ditunggu Ibu Mary Jane di lantai 28." Tegur icha sang receptionist.

"Ok" jawab Raissa singkat. Sambil mempercepat langkahnya menuju lift.

Lantai 28, adalah ruangan restaurant khusus para senior executive dan juga sering dipakai untuk menyambut tamu VIP. Hanya segelintir orang memiliki akses memasuki lantai 28, salah satunya Raissa.

Interior di VIP restaurant ini lebih indah lagi, marmer itali dan juga furniturenya yang classic membuat semakin mewah. Warna white mendominasi dipadukan warna emas sebagai aksennya.

"Raissa, mari ke sini," panggil mary Jane dari kejauhan.

Segera raissa menghampirinya.

"Capek ya? Sini minum dulu, duh si cantik raissa kenapa mukanya merah begini? Terpesona melihat stefan ya? " goda mary jane ke raissa.

"Huh, apaan bagusnya... dia itu serigala berbulu domba. Ingin rasanya kutampar dia," geram Raissa sambil meraih segelas air minum.

"Sabar, nanti terlalu benci malah jadi jatuh cinta. Ingat benci dan cinta hanya dipisahkan selembar kertas saja." Goda Mary Jane sambil tertawa geli.

"Seharusnya kamu yang datang, kenapa harus aku sih?" Rajuk Raissa.

"Aku tadi mendadak ada conference meeting dengan perusahaan dari Swiss, jadi maafkanlah daku ya sayang," bujuk Mary Jane dengan mimik wajah yang memelas.

"Iissh, nasib sial aku hari ini bertemu serigala tycoon itu. Entah apa yang ada dibenaknya? Mudah sekali dia meremehkan wanita," geram Raissa.

"Terus bagaimana hasil meetingnya?"

Setelah menghabiskan satu gelas air minum, raissa akhirnya menarik nafas panjang.

"Ya seperti yang sudah kita bahas, kita tidak pernah berniat untuk merger dengan perusahaan manapun. Karena memang kita tidak dalam kondisi merugi. Kita kan masih top 3 perusahaan di kota ini, malah juga top 5 untuk seAsia."

"Terus kenapa kamu sepertinya begitu marah?"

"Si serigala itu tetap kekeh mau membeli saham perusahaan kita, dan dia menantangku. Kalau portal kita dalam 4 bulan dapat melewati jumlah konsumen mereka, maka dia akan mundur dari penawaran ini. " kata raissa sambil panjang lebar menjelaskan ke mary jane.

"Lalu apa yang akan terjadi bila kita kalah?"

"Aku harus mengundurkan diri dari perusahaan ini dan dia membeli saham kita dengan harga dia."

"Ada lagi?"

"Apa maksudnya ada lagi?"

"Taruhannya?"

"Ada, tapi tidak usah dibahas. Karena kita pasti menang. Datelinenya 4 bulan dari sekarang. Banyak hal yang harus kita benahin dan kita kejar." Raissa berusaha mengalihkan topik pembicaraan mary jane. Karena dia tidak mau mary jane tahu tentang ajakan kencan dari stefan.

"Yakin? Kamu kan tahu AD0 itu portal yang sudah lebih ada dari IC4U. Selain itu tangan dinginnya Stefan bisa kita akui, belum ada yang bisa menandinginua," ujar Mary Jane dengan nada was was. Karena Mary Jane agak pesimis waktu 4 bulan bisa tercapai. Itu adapah waktu yang sangat singkat.

"Aku yakin akan kemampuan team kita dan aku sudah memikirkan strategi untuk menaikin jumlah pengguna kita." Dengan nada optimis Raissa mencoba meyakinkan Mary Jane.

"Strategi seperti apa?"

"Kita perluas segmen pengguna kita. Tambahin konten yang menarik, tampilan diperbaharui dan beban kuota dari konten kita diperkecil, sehingga streaming dapat diminati oleh lebih banyak orang tanpa khawatit beban kuota yang terlalu besar."

"Berat itu, banyak hal yang harus kita benahin. Terlalu besar beban ini."

"Betul berat, itu tidak kupungkiri. Tapi aku yakin kita bisa. Percayalah padaku." Raissa mencoba lebih meyakinkan Mary Jane akan langkah-langkah yang akan dia tempuh.

"Baiklah. Tugas ini kamu yang handle. Mari kita mulai makan siang kita," ujar mary jane akhirnya menyerah dengan penjelasan Raissa.

"Terima kasih MJ!" Seru Raissa sambil memeluk Mary Jane.

"Sudah, sudah. Mari kita mulai makan siang. Nanti kamu kumat maagnya, tidak bisa bertempur dengan baik."

Kemudian Mary Jane memberikan kode ke pelayan resto untuk mengeluarkan hidangannya.

Menu siang ini sangat istimewa, ya sebetulnya setiap hari juga istimewa. Karena chef menggunakan bahan baku yang terbaik dan masih segar semua. Tersajikan hidangan yang bertema chinese food. Ada bebek panggang, tumis pokcoy yang dihidangkan bersama scallop, ayam kungpao dan hotplate seafood.

"Wah aku bisa menjadi babi kalau dikasih menu sebanyak ini." Celetuk Raissa.

"Memang kau kayak babi, tapi kurang gizi. Karena kebanyakan diet." Kata Mary Jane.

"Iish, siapa juga yang diet. Kau tuh yang suka diet, biar Alec pujaanmu tidak main mata dengan yang lain."

Merekapun tertawa bersama,Mary Jane sudah mengenal Raissa sejak dibangku kuliah. Dan sejak itu, mereka selalu bersama. Suatu hari, Mary Jane mengajak Raissa untuk bergabung diperusahaannya. Awalnya Raissa menolak, tetapi setelah dibujuk rayu selama 1 bulan, Raissa luluh juga. Mary Jane tahu Raissa itu orangnya jujur, ulet dan pekerja keras. Benar saja, perusahaannya berkembang pesat sejak Raissa bergabung. Sekarang Raissa salah satu direktur dan pemegang saham di PT. Cahaya Cemerlang atau lebih dikenal dengan nama IC4U.

Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, Raissa segera meminta asistennya untuk memanggil team utama yang sering membantu dia dalam menyelesaikan beberapa project besar.

"Isabel, Jam 3, saya minta semuanya sudah hadir di ruang rapat hijau." Pinta raissa kepada asistennya yang bernama isabel.

"Baik bu." Jawab isabel. Beliau selalu sigap mengerjakan semua tigas- tugas yang diberikan raissa. Sehingga Raissa sangat sayang dengan asistennya ini. Setiap ulang tahun, isabel selalu dibelikan tas branded atau sepatu atau apapun yang sedang trend saat itu. Memang menjadi asistennya Raissa tidak mudah. Semua harus on schedulle dan detail. Banyak yang menyerah, tetapi hanya Isabel yang selalu setia menemani Raissa selama 5 tahun terakhir ini.

"Bu, jangan lupa minum obat." Isabel berusaha mengingat Raissa jadwal minum obatnya.

"Oh iya, terima kasih Isabel." Diraihnya 5 butir aneka obat dari tempat obat yang sudah disiapkan isabel.

Raissa sejak kecil memiliki riwayat penyakit maag akut dan juga darah rendah. Seharusnya dia lebih banyak waktu untuk beristirahat dan makan dengan teratur. Tetapi terkadang dia lupa, apalagi kalau sudah di ujung dateline. Terkadang isabel harus memaksa Raissa untuk makan diwaktu yang tepat.

Raissa pernah rawat inap di rumah sakit karena masalah tadi, sehingga Raissa pasrah kalau Isabel mulai menyodorkan lauk-pauk, obat maupun juice. Tapi memang sejak Isabel lebih perhatikan kesehatannya, Raissa tidak pernah dirawat inap lagi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel