Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 2 Bos Serigala

Setibanya mereka di lantai paling atas, terdengar alunan musik klasik dan juga tercium harumnya bunga lavender di lantai itu. Raissa mengikuti langkah putri menuju suatu ruang meeting.

"Silahkan ibu menunggu di ruang ini," ujar putri tetap dengan nada sopan.

"Terima kasih." Jawab raissa

"Ibu, mau minum apa? Biar kami siapkan. Apapun yang ibu inginkan tersedia di sini."

"Ada caramel machiatto?"

"Ada bu. Mau panas atau dingin?"

"Panas, gulanya less dan susunya yang lowfat."

"Siap bu. Mohon tunggu sebentar, saya siapkan minuman ibu sekarang."

"Ok".

Putri langsung menuju pantry kantor, segera dia menyiapkan minuman yang dipesan oleh Raissa. Sekaligus dia menyiapkan minuman untuk bos besar Stefan, yaitu teh peach yang dikirim dari Belanda. Kudapan seperti layaknya hotel bintang 5, juga tersedia di sana. Karena pantry ini dikhususkan untuk menyiapkan makanan dan minuman pak Stefan dan para tamu VIPnya saja.

"Silahkan bu, dicicipi kudapan dari kami," kata Putri sambil meletakan minuman dan kudapannya di meja meeting.

"putri,jadi yang akan saya temui sekarang langsung bapak Stefan Ferdian Adhinata?" Tanya Raissa.

"Betul bu, sebentar lagi beliau akan tiba. Mohon tunggu sebentar."

Raissa agak sedikit was was mendengarnya, karena rumor yang beredar Stefan ini sosok yang mengerikan.

"Aduh, harusnya Mary Jane yang hadir. Mampuslah aku," keluh Raissa dalam hati.

Putri segera meninggalkan ruangan meeting itu dan menuju lift kembali, meninggalkan raissa seorang diri di ruangan itu. Tidak lama kemudian, sesosok pria memasuki ruangan meeting yang diikuti oleh 2 orang dibelakangnya.

Penampilan sosok pria ini begitu sempurna, dengan jas kerjanya berwarna abu-abu dan dasi berwarna biru, terlihat sangat serasi dengan warna rambutnya yang agak kecoklatan gelap. Ya, pria ini adalah stefan Ferdian, pemilik perusahaan raksasa Adhinatha Group, dan portal AD0 menjadi bisnis tersuksesnya,karena yang sangat diminati khalayak ramai di seluruh dunia. Informasi apapun yang hadir di portalnya selalu yang terdepan. Sesuai motonya AD0 kami terdepan dan terpecaya.

"Selamat datang Ibu Raissa di kantor kami. " ujar Stefan dengan suara yang bas dan terdengar begitu tenang.

Belum sempat Raissa menjawab, pria itu langsung duduk di kursi diikuti oleh kedua asistennya.

"Terima kasih sebelumnya Bapak Stefan telah mengundang saya untuk mengadakan pertemuan ini. Tanpa basa basi, kira langsung ke pokok permasalahan saja," ujar Raissa dengan tegas, tetap dengan senyum yang tipis.

"Wah, bagus itu. Saya pun tidak suka terlalu banyak basa basi. Jadi kapan saham perusahaan anda bisa saya beli? Mau harga berapa?" Kata Stefan, sambil menunjuk ke arah asistennya untuk mengeluarkan sebuah dokumen

"Mohon maaf sebelumnya, maksud dan tujuan saya hadir di sini mewakili atasan saya Ibu Mary Jane. Sepertinya ada kesalahpahaman dalam hal ini",kata Raissa.

"Silahkan lanjutkan" balas Stefan.

"Kami tidak pernah berniat untuk melakukan merger perusahaan saat ini. Kami rasa segmen pasar kami berbeda dengan portal milik bapak." Penjelasan Raissa.

"Loh, apa harga penawaran kami kurang memuaskan? Atau saya harus memuaskan anda dulu? Ujar Stefan sambil tersenyum licik.

Geram sekali hati raissa mendengarnya, bila dia bukan senior executive, mungkin sudah dilemparnya kursi ke muka Stefan. Sambil menarik nafas panjang, Raissa berusaha tetap tenang dan berwibawa dalam melanjutkan pertemuan ini.

"Apa maksud bapak? Saya harap kita bisa serius dalam meeting ini."

" saya sangat serius, anda justru yang mempermainkan kami."

"Mempermainkan apa?"ujar Raissa.( Huh, wajah boleh tampan, tapi senyumnya kayak serigala) kata raissa dalam hati.

"Ya, kemarin salah seorang senior executive perusahaan anda bilang bahwa saham pt. Cahaya cemerlang atau IC4U akan dijual. Karena pailit. Kenapa sekarang anda sangat jual mahal sekali?"

"Saya tegaskan perusahaan kami dalam keadaan yang sangat baik, malah performa kami diatas perusahaan anda. Info yang bapak terima tidak Valid, " ketus raissa.

"Maksudnya anda meragukan informan saya?"

"Bukan begitu, tetapi itu tidak valid. Kembali saya tegaskan IC4U tidak berminat melakukan merger saat ini dengan perusahaan manapun." Tegas Raissa.

"Kamu tahu kan AD0 ini lebih unggul dari pada IC4U. Kami justru berbaik hati mengajak merger, sehingga kalian tidak harus gulung tikar suatu saat nanti. Karena IC4U itu tidak ada apa-apanya bagi kami." Stefan berkata dengan nada angkuh.

"IC4U memang lebih muda umurnya dibandingkan AD0, tapi kami merupakan portal inovatif yang disukai kaum milenial. Saya yakin suatu saat pengguna kami akan melebihi pengguna AD0." Balas Raissa dengan tegas.

"Wah sepertinya anda menampukan genderang perang. Baik kita buktikan siapa diantara kita yang mendapatkan pengguna terbanyak."

"Baik, siapa takut."

"Taruhannya apa?" Ujar Stefan sambil meminum teh panasnya.

"Taruhan?" Tanya Raissa dengan terheran.

"Iya, kalau terbukti saya yang menang. Maka anda harus mengundurkan diri di IC4U. Kalau anda yang menang, hmm.. anda mau apa? Mau kencan dengan saya?" Stefan mengucapkannya sambim tertawa licik.

Tangan raissa semakin merah, karena kerasnya genggaman tangan dia. Dasar bajingan, sombong sekali dia. Siapa juga yang tertarik dengan laki-laki serigala ini.

"Saya minta 20% saham dari perusahaan bapak ini." Tegas raissa

"Yakin sekali anda. Berani-beraninya minta saham sebesar itu. Hahahaha... baik saya akan tepati janji saya. Tapi ada syarat tambahan. "

"Apa itu?"

"Nanti akan saya sampaikan setelah saya menang"

"Cih, yakin sekali anda menang. Ok. Saya siap terima tantangan ini. Bagaimana kita tentukan waktunya?" Tanya Raissa

"4 bulan" jawab Stefan dengan tegas.

"Deal." Sambil mengulurkan tangannya untuk menyatakan kesanggupannya. Dan Stefan langsung menyambutnya.

"Baik, saya tidak berlama-lama lagi. Saya pamit dulu. Sekali lagi terima kasih atas waktu yang diberikan." Ucap raissa sambil beranjak keluar ruangan. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang sedang membawa file dokumen banyak, sehingga berserakan dilantai.

"Maaf, saya tidak sengaja," kata Raissa sambil membantu mengumpulkan dokumen- dokumen itu.

"Tidak apa-apa, bu. Terima kasih sudah dibantu."

"Sepertinya ibu Raissa tidak konsentrasi karena lapar mungkin, bagaimana kalau kita lunch bersama. Ya hitung-hitung ibu Raissa dapat lucky draw hari ini. Karena saya sangat jarang menerima ajakan makan siang dari seorang wanita."

"Terima kasih, tapi saya sedang terburu-buru." Ucap Raissa sambil berlalu.

Stefan mulai merasa makin tertarik melihat sikap Raissa, dia sudah bosan dikelilingi banyak wanita yang hanya bisa merajuk dan melorotin kekayaannya saja.

"Thom, cari info detail tentang dia sekarang!" Perintah Stefan.

"Baik pak, siap." Thom langsung meluncur mengerjakan tugas tersebut tanpa banyak bicara lagi.

10 menit kemudian, raissa sudah berada di depan gedung sambil menunggu taxi. Emosinya sudah memuncak.

"Dasar Serigala berbulu dombaaaa!!" Teriak raissa saking geramnya. "Liat saja, dalam 4 bulan saham itu akan jadi milikku."

Sementara di ruangan stefan, salah satu asistennya berkata "semua info tentang ibu raissa sudah saya taruh di meja bapak."

Stefan segera mengambil dokumen tersebut. Senyumnya semakin mengembang saat membaca isi dokumen itu.

"Cih, cuma segini kemampuannya. Hahaha... kita tunggu hasil taruhan ini," ujar Stefan.

"Sepertinya ini akan jadi permainan yang menarik," lanjutnya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel