6
Citra begitu marah melihat video Rangga yang viral. ia begitu meyesal telah mengenal dan juga menerima cinta Rangga.
Semenjak kejadian itu, Rangga di keluarkan dari sekolah dan Citra tidak pernah lagi memikirkan Rangga. Citra benar-benar benci kepada Rangga.
***
"Akhirnya ujian sekolah sudah selesai. kita sudah bebas..!!" ujar Bella kegirangan.
"Iya, nih.. rasanya lega sekali..!" sambung Milla.
"Eeh.. nanti kalian mau liburan kemana?" tanya Gisel.
"Belum tau, gue belum ada rencana" jawab Milla.
"Sama, gue juga.." saut Bella.
"Elu mau kemana Cit??' tanya Bella.
" Gue gak kemana-mana. soalnya gue nunggu Dady sama Momy gue pulang dulu" ujar Citra.
"Kalau gitu, gimana kalau minggu depan kita ke puncak?" usul Milla.
"Boleh juga tuh..!" seru Gisel.
"Tapi kalau hari libur suka macet, terus villa juga, pasti pada penuh" ujar Bella.
"Bukannya Bokap Elo punya villa Cit?" tanya Gisel.
"Iya, punya. tapi lokasinya bukan di tempat wisata gitu" ujar Citra.
"Terus dimana dong?" tanya Gisel.
"Lokasinya itu di hutan, jauh dari pemukiman" ujar Citra.
"Iihh.. jangan ah. serem tau.." ujar Bella.
"Elu ada fotonya gak Cit??" tanya Gisel.
"Ada.." Citra langsung memperlihatkan foto-foto villa itu kepada tiga temannya.
"Wiih.. mantap banget suasanya. ada sungainya juga" seru Milla.
"Cit.. boleh gak sih, kalau kita kesana?" tanya Gisel.
"Kayaknya kalau cuma kita berempat sih, gak bakalan di izinin sama Dady dan Momy. takut nanti ada apa-apa" ujar Citra.
"Iya juga sih.. soalnya lokasinya juga jauh dari pemukiman. takut nanti ada perampok" ujar Bella.
"Ah.. gimana kalau kesananya sama supir Elo aja, Cit.. pasti bokap, nyokap Lo ngizinin kalau sama supir Lo" ujar Milla.
"Nah.. bener tuh Cit. ayo dong Cit,, pasti seru deh" ujar Gisel.
"Ya sudah, nanti gue coba bilang dulu. tapi kalau gak di izinin jangan pada marah, yah..!!" ujar Citra.
"Ya enggak dong.. masa cuma gara-gara itu, kita marah" ujar Gisel.
"Ya sudah, nanti malam gue telfon dan minta izin sama Dady dan Momy" ujar Citra.
"Oke..."
"Eeh.. supir Lo udah datang tuh.." ujar Milla kepada Citra.
"Gue pulang duluan yah..!!" Citra langsung menghampiri Kosim yang sudah menunggu di depan sekolah.
"Eeh.. kalian yakin kita mau kesana?" ujar Bella.
"Memangya kenapa?" tanya Gisel.
"Gue takut kalau nanti villa itu berhantu" ujar Bella.
"Astaga... jaman sekarang masih percaya hantu?" ujar Gisel geleng-geleng kepala.
"Mangkannya jangan kebanyakan nonton film horror. jadi paron 'kan Lo..!!" sambung Milla.
"Tapi bisa saja itu terjadi. lokasinya saja di tengah hutan gitu?. tapi masih mending kalau cuma hantu. kalau ada orang jahat, terus kita semua di perkosa gimana?" ujar Bella.
"Lah.. ngomongnya malah tambah ngelantur.!!" ujar Milla.
"Jangan mikir yang aneh-aneh. kalau ang Elo gak mau ikut gak kenapa-napa. kita gak maksa kok" ujar Gisel.
"Ya sudah, gue fikir-fikir dulu deh.." ujar Bella.
"Oh iya, nanti malam main ke rumah Citra yuk?" ujar Bella.
"Boleh tuh.. sekalian saja kita nginep di rumah Citra. 'kan nyokap sama bokapnya gak ada di rumah" saut Gisel.
"Bukannya bilang dari tadi, pas ada orangnya" ujar Milla.
"Gue baru kefikiran. bentar gue telfon dulu orangnya" Milla langsung menelfon Citra.
"Hallo.. Cit, nanti malam kita bertiga boleh tidak main kerumah Lo? sekalian nginep" ujar Bella.
"Boleh banget. malah gue seneng jadi ramai" ujar Citra dari sebrang telfon.
"Gimana?" tahya Gisel kepada Bella yang sudah memutuskan sambungan telfonnya.
"Kata Citra, boleh" jawab Bella.
"Oke.. kalau gitu, nanti sore jam empat kita kerumah Citra" ujar Gisel.
"Ada apa, Non? apa Non Citra mau pergi ke suatu tempat?" tanya Kosim yang sedang menyetir.
"Tidak, Mang.. justru teman-teman Citra mau pada kerumah dan nginep di rumah" jawab Citra.
"Ooh.. bagus dong. Non Citra jadi ada temannya" ujar Kosim.
"Iya, Mang..!" jawab Citra.
Beberapa menit kemudian Citra sampai di rumah.
"Bik.." Citra langsung menuju dapur mencari Sumi.
"Eeh.. Non Citra sudah pulang. ayo Non, malan dulu" ujar Sumi.
"Iya, Bik.. oh iya Bik.. nanti malam masak yang banyak yah" ujar Citra duduk di kursi meja makan.
"Loh.. memangnya Tuan sama Nyonya pulang sekarang ya, Non?" tanya Sumi.
"Enggak Bik.. Dady sama Momy pulangnya masih lama" ujar Citra.
"Terus Bibi masak banyak-banyak buat siapa, Non?" tanya Sumi.
"Temen-teman Citra mau pada nginep Bik." jawab Citra.
"Oh gitu.. Bibi kira, Tuan sama Nyonya mau pulang. siap deh, Non.. nanti malam Bibi masak yang banyak" ujar Sumi.
Citra langsung makan dan setelah itu ia langsung menuju kamar untuk mengganti seragam sekolahnya.
Sore harinya ketiga teman Citra datang kerumah Citra dengan menggunakan mobil milik Gisel.
Kosim yang sudah kenal dengan ketiga teman Citra itu langsung membukakan gerbang.
"Ayo, masuk Non.." ujar Kosim kepada teman-teman Gisel yang sudah memarkirkan mobil di garasi dan turun dari mobil.
Ketiga teman Citra itu masuk kedalam rumah.
"Eeh.. teman-temannya Non sudah datang..!!" ujar Sumi.
"Iya, Bik.. Citra mana Bik?" tanya Gisel.
"Kayaknya Non Citra tidur deh, Non. soalnya dari tadi gak keliatan." ujar Sumi.
"Tunggu sebentar ya, Non. Bibi panggilkan dulu Non Citra nya" ujar Sumi.
"Gak usah Bik. biar kita yang bangunin" ujar Gisel.
"Ya sudah, Non Citra ada di kamarnya" ujar Sumi.
Gisel yang tahu letak kamar Citra itu langsung menuju lantai atas rumah Citra. Gisel masuk kedalam kamar bersama Bella dan Milla.
"Ini anak kerjaannya molor mulu" ujar Milla yang melihat Citra tertidur pulas dengan hanya mengenakan celana pendek dan kaos.
"Tau nih.. udah sore, masih aja molor." sambung Gisel.
"Eeh.. kita kerjain yuk.!!" seru Bella.
"Kerjain gimana?" tanya Gisel.
Bella langsung bisik-bisik kepada Gisel dan Milla.
Bella menutup pintu kamar Citra, lalu mereka bertiga menghampiri Citra yang sedang tertidur di atas kasur king size yang empuk itu.
Mila dan Gisel perlahan-lahan naik keatas kasur dan memegangi kedua tangan Citra.
"Pegangin yang kuat" bisik Bella yang kemudian naik keatas kasur dan menduduki perut Citra sambil meremas-remas kedua boba Citra.
Citra pun langsung terbangun saat merasakan tubuhnya terasa berat dan kedua bobanya ada yang meremas-remas.
"Kalian apa-apaan sih..!!" ujar Citra meronta-ronta.
"Diem Citra.. gue sedang bantu Elo buat besarin boba Elo yang kecil ini" ujar Bella yang memang miliki p4yudara paling besar di antara mereka berempat.
"Kalian bertiga, lepasin gue....!!!" ujar Citra.
"Bentar Cit.." ujar Bella terus meremas kedua payud4ra Citra.
"Lepasin gak.!! kalau enggak, gue beneran marah nih..!!" geram Citra.
"Cck,, iya-iya.." ketiga temannya itu langsung berhenti menjahili Citra.
"Sialan.. Lo pada..!!" ujar Citra memukul mereka bertiga menggunakan bantal.
"Pasti ini ide Elo 'kan..!!" ujar Citra melototi Bella. karena memang Bella yang paling mesum di antara mereka berempat.
Hehe... Bella hanya cengengesan.
"Sialan.. Elo udah mer4wanin boba gue, tau..!!" kesal Citra.
"Eeh.. serius..!!! memangnya Rangga belum pernah megang?" ujar Bella.
"Iihh... jangan sebutin pria bresek itu..!!" ujar Citra kembali memukul Bella.
"Maaf, gue keceplosan" ujar Bella menutup mulutnya.
"Gue itu belum pernah ngapa-ngapain sama dia. pegangan tangan aja belum pernah" ujar Citra.
"Bagus Cit.. jangan kayak si bella. kalau pacaran parah banget" ujar Gisel.
"Iya.. mangkannya boba dia jadi besar gitu" sambung Mila.
"Cck,, parah apanya. gue kalau pacaran cuma di grepe-grepe dari pusar sampai atas aja kok" ujar Bella
"Nah.. 'kan ketahuan mesumnya" ujar Gisel.
"Gak apa-apa lah.. yang penting jangan sampai kebawah." ujar Bella.
"Bahaya tau, Bel. nanti kalau kebablasan gimana, coba?" ujar Mila.
"Gak bakalan. buktinya gue masih ting-ting" ujar Bella nyengir.
"Kenapa malah jadi bahas kayak begituan sih. udah ah, gue mau mandi dulu" Citra langsung turun dari tempat tidur dan bergegas mandi.
