4.
Citra terlihat duduk di kursi meja makan, ia senyam-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya.
"Hem.. hem.. sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih..!!" ujar Sumi sembari membawa makanan untuk Citra.
"Bik Sumi sok tau..!!" elak Citra.
"Tau dong.. Bibi juga pernah muda loh..!" ujar Sumi.
"Masa? emangnya Bibi pernah muda?" canda Citra.
"Ya iya dong Non.. masa Bibi berojol langsung kayak gini. memangnya Bibi lahir dari mobil molen.!!" ujar Sumi.
"Haha.. Bibi ada-ada saja" ujar Citra.
"Ya sudah, senyam-senyumnya nanti lagi. sekarang makan dulu. nanti keburu dingin" ujar Sumi.
"Iya Bik.." Citra langsung menyantap nasi dengan lauk ayam geprek buatan Sumi hingga habis.
"Gimana Non.? enak tidak, ayam gepreknya?" tanya Sumi.
"Mantap Bik.. kapan-kapan bikinin lagi ya Bik.." ujar Citra yang wajahnya basa oleh keringat karena kepedasan. bahkan kaos yang Citra kenakan terlihat basah oleh keringat.
"Tapi jangan sering-sering ya Non.. kalau nyonya tau Non Citra kepedasan sampai mandi keringat gini, Bibik bisa di marahin habis-habisan sama nyonya" ujar Sumi.
"Iya Bik.. Citra gak akan sering minta makanan pedas kok..!" ujar Citra.
"Ya sudah, Citra mau kebelakang dulu ya Bik.. mau ngadem, biar keringatnya cepat kering" ujar Citra yang kemudian menuju Gazebo yang berada di belakang rumahnya.
"Loh.. Non Citra habis ngapain? kok sampai keringetan gitu?" tanya Kosim yang sedang duduk di gazebo.
"Habis makan ayam geprek, Mang..!" ujar Citra.
"Ya ampun, Non.. jangan makan yang terlalu pedas Non.. gak baik, nanti sakit perut" ujar Kosim.
"Iya Mang.. paling juga satu minggu sekali" ujar Citra.
**
"Sayang.. kamu baik-baik ya di rumah. ingat, jangan keluyuran" ujar Tiara yang kini akan pergi jeluar negeri untuk urusan bisnis. sedangkan Kevin sudah berangkat lebih dulu karena memang tujuan mereka berbeda.
"Iya, Momy.. Momy juga jaga diri baik-baik. nanti kalau sudah sampai, jangan lupa kabarin Citra" ujar Citra.
"Iya, sayang.." ujar Tiara mengecup kening Citra.
"Bik.. titip Citra yah.. nanti kalau ada apa-apa, langsung hubungin saya" ujar Tiara.
"Siap Nyonya.. saya dan suami saya pasti akan menjaga Non Citra dengan baik" ujar Sumi.
"Ya sudah.. Momy berangkat yah..!!"
"Ayo Mang.. kita berangkat sekarang" ujar Tiara kepada Kosim.
Tiara pun pergi menuju bandara dengan di antar oleh Kosim.
"Mang.. nanti tolong awasin Citra yah.. jangan biarkan Citra keluyuran malam-malam" ujar Tiara.
"Siap Nyonya.. saya pasti akan jagain Non Citra dengan baik" ujar Kosim.
Satu hari setelah Tiara pergi keluar negeri, Rangga datang kerumah Citra pada pukul tujuh malam.
"Maaf nak, cari siapa?" tanya Kosim kepada Rangga yang sudah berdiri di depan gerbang rumah Citra.
"Saya mau ketemu sama Citra, Pak..!" ujar Rangga.
"Oh.. temannya Non Citra.. ya sudah, ayo masuk" ujar Kosim.
Rangga memasukan motor sportnya dan memarkirkannya di garasi rumah Citra.
"Loh.. ini siapa Pak?" tanya Sumi yang sudah berdiri di depan pintu utama.
"Temannya Non Citra, Buk." ujar Kosim.
"Oh.. pacarnya Non Citra, Yah..!!" goda Sumi.
"Eeh.. bukan Buk. saya teman sekolahnya" ujar Rangga.
"Temen apa temen..!!" goda Sumi.
"Buk.. bukannya panggilin Non Citra, malah godain anak orang" ujar Kosim yang kemudian pergi dan duduk di depan rumah.
"Oh iya,, ya sudah, ayo masuk. bentar yah, Bibi panggilkan dulu Non Citra nya" ujar Sumi mempersilahkan Rangga duduk di sofa ruang tamu.
Sumi bergegas memanggil Citra yang berada di dalam kamarnya.
Tok.. tok..
"Non.. Non Citra.." Sumi mengetuk pintu kamar Citra.
Tak lama kemudian Citra keluar dari dalam kamar. "Iya Bik.. ada apa?" tanya Citra.
"Itu, ada pacarnya Non Citra" ujar Sumi.
"Eeh.. pacar..!! siapa Bik.?" tanya Citra.
"Bibi lupa, tidak nanyain namanya. yang pasti orangnya ganteng Non.." ujar Sumi.
"Terus sekarang dia dimana?" tanya Citra.
"Ada di ruang tamu Non..!" ujar Sumi.
Citra langsung menghampiri Rangga yang sudah berada di ruang tamu.
"Rangga..!! kok kamu gak ngabarin aku, kalau kamu mau kesini?" ujar Citra duduk di sofa hadapan Rangga.
"Sebenarnya aku tidak ada niatan kesini, tapi entah kenapa tiba-tiba saja aku kangen sama kamu" ujar Rangga.
"Dih.. sejak kapan, kamu suka ngegombal" ujar Citra.
"Sejak barusan" jawab Rangga.
"Haha.. dasar aneh." ujar Citra.
"Hem.. maaf iklan dulu..!" ujar Sumi membawa minuman untuk Citra dan Rangga.
"Terima kasih Bik.." ujar Citra dan Rangga.
"Sama-sama.. kalau begitu, Bibi kebelakang lagi yah..!" ujar Sumi yang kemudian kembali ke dapur.
Citra dan Rangga asik mengobrol di ruang tamu, Rangga mengajak Citra untuk keluar, namun Citra menolaknya karena tidak di di izinkan oleh kedua orangtuanya, sehingga mereka berdua hanya mengobrol di ruang tamu.
Jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.
Rangga pamit pulang kepada Citra.
"Aku pulang dulu ya, sayang.." ujar Rangga yang kini sudah resmi pacaran dengan Citra.
"Sstt.. jangan panggil aku kayak gitu. nanti kedengeran Mang Kosim dan Bik Sumi" ujar Citra lirih.
"Hehe.. iya, maaf" ujar Rangga.
"Ya sudah, cepetan pulang." usir Citra.
"Kok aku di usir sih..!!"
"Bukan gitu, ini sudah malam, Rangga" ujar Citra.
"Cck,, padahal baru jam sembilan loh.." ujar Rangga.
"Pulang sekarang, atau kamu tidak boleh kerumah aku lagi" ujar Citra takut jika tiba-tiba kedua orangtua telfon.
"Ya udah, iyah.." akhirnya Rangga pergi meninggalkan rumah Citra.
Saat Rangga melewati jalan yang sepi, tiba-tiba saja ada mobil yang menghalangi jalannya.
"Turun Lu..!!" ujar Dua orang bertopeng yang menghadang Rangga.
"Kalian siapa?" ujar Rangga.
Namun kedua pria bertopeng itu tidak menjawab, mereka justru langsung menghampiri Rangga yang masih duduk di atas motornya.
Rangga hendak turun dari motornya, namun tiba-tiba saja ia merasakan pundaknya seperti tertusuk oleh sesuatu.
Rangga melihat kearah pundaknya yang sudah tertancap jarum suntik. beberapa detik kemudian Rangga langsung tak sadarkan diri.
Rangga langsung di masukan kedalam mobil. setelah Rangga di masukan kedalam mobil, kedua pria itu langsung tancap gas. satu orang pria menyetir mobil dan satu orang lagi membawa motor milik Rangga.
"Kedua target sudah berada di lokasi" ujar salah satu pria yang menculik Rangga.
"Apakah kalian sudah memberi mereka bedua obat bius?" tanya seseorang dari sebrang telfon.
"Sudah.. mereka berdua sudah tidak sadarkan diri" ujarnya.
"Baiklah.. saya akan kesana dua jam lagi"
Jam sudah menunjukan pukul 23:30.
"Dimana mereka?" tanya seorang pria dan wanita kepada penculik Rangga.
"Ada di dalam." ujar penculik.
Pria itu masuk kedalam dan melihat Rangga dan seorang wanita yang tergeletak di lantai rumah kosong dengan hanya beralaskan kardus.
"Ini bayaran kalian" ujar pria itu memberikan amplop kepada para penculik.
"Terima kasih.. senang bekerja dengan anda. kalau begitu, kita berdua pamit" ujar para penculik yang langsung pergi dari sana.
"Sepertinya kamu sudah tidak sabar, ingin menikmati anak itu" ujar pria itu kepada wanita yang datang bersamanya.
"Ya.. aku sudah sangat gatal sekali, ingin segera memasukan rudalnya kedalam lubang kenikmatan aku" ujar wanita itu.
Pria itu berjongkok di hadapan Rangga yang tak sadarkan diri. "Inilah akibatnya karena kamu telah berani mendekati Citra" ujar pria itu sambil menjambak Rangga.
