Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8 Detak Jantung tak beraturan

Pagi ini Tania terlihat ssngat bahagia ,pikiran buruknya tentang Marvin semakin memudar. Kejadian beberapa waktu yang lalu membuat ia sadar dan semakin mencintai Marvin. Ia tidak lagi salah sangka kepada Marvin.

Hari ini pekerjaannya terasa sangat ringan karena perasaannya yang sedang membaik. Bahkan kebanyakan ia tersenyum.

Pak Indra datang menghampirinya .

Tania ,tolong antarkan ini keruang bu Shandy ya.

Pak Indra meletakkan dokumen di ats meja Tania.

Baik pak.Tania mengambil dokumen tersebut bergegas ke ruangan bu Shandy.

Tania mengetuk pintu ruangan 3kali sesuai anjuran bu Shandy. Kemudin masuk.

Selamat siang bu , ini dokumen dari pak Indra .Tania meletakkan di atas meja.

Shandy segera membukanya kemudian menandatanganinya. Menunggu beberapa saat hingga Shandy selesai menandatangani dokumen tersebut.

Antarkan keruangan pak Harry , katakan padanya jika saya sedang sibuk ,saya akan menjumpainya nanti. melemparkannya diatas meja.

Baik bu.ucap Tania meninggalkan ruangan bergegas ke ruangan Pak Harry yang berada di lantai 10.

Selamat Pagi Pak .Saya Tania dari departemen pemasaran , ini dokumen yang harus bapak tandatangani.

Menaruh dokumen diatas meja. Lalu pak Harry mengambil dan membacanya kemudian menandatanganinya.

Apa bu Shandy ada diruang kerja ?

Iya pak. Bu Shandy sedang sangat sibuk, nanti beliau akan menjumpai bapak .

Baiklah.memberikan dokumen yang sudah ditandatanganinya.

Pak Harry menatap Tania dan tersenyum. Tania mengambil dokumen kemudian pergi.

Dibalik sebuah ruangan keluar sesosok pria berperawakan tinggi dan sangat tampan menghampiri pak Harry.

Pak Harry melihat kearahnya dan tersenyum berkata.

Apakah anda menyukainya ?

Daren tersenyum sambil melihat lihat buku yang tersusun rapi di rak buku.

Suka ? Apakah menurutmu begitu pak Harry ? memalingkan wajah tampannya kearah pak Harry.

Dia sepertinya anak yang sangat baik. Jika anda hanya bermain main dengannya untuk membalaskan dendam kepada Marvin. Itu sungguh sangat disayangkan.

Daren mengerutkan kening menarik nafas dan tersenyum. Mengambil salah satu buku berjudulPhantom of the World .

Aku penasaran dengan ini ? apakah buku ini menarik ?menunjukkannya kepada Pak Harry

Tuan !Saya bicara seperti ini agar tidak ada yang terluka diantara kalian nantinya. Jika tidak bersungguh sungguh maka... ucap Pak Harry gelisah.

Belum selesai Pak Harry berkatakata , Daren memotongnya.

Begitukah? baiklah kita liat saja nanti. oya aku pinjam buku ini,kelihatannya menarik. Daren berkata dengan santai menaiki sebelah alisnya kemudian pergi meninggalkan ruang Pak Harry.

Pak Harry melepaskan kaca matanya terlihat gelisah dengan tingkah Daren dan merasa kasihan dengan Tania.

Daren sedang mencoba beberapa baju dibantu Paula Jung. Ia terlihat sangat keren dan tampan mengenakan baju apa saja bahkan jika itu karung beras sekalipun.

Kamu terlihat sangat tampan Daren ,baju apapun terlihat mewah jika kamu yang mengenakannya.

Benarkah nyonya Paula , bukankah ini rancangan anda sudah pasti terlihat mewah. Anda terlalu memuji saya.menggoda Paula

Kamu mulai melucu Daren. Baik , belajarlah . Paula tersenyum mengolok Daren.

Tania megetuk pintu kemudian menghampiri Paula dan Daren. Paula melihat ke arah Tania.

Ada apa Tania ?

Ini nyonya Paula , dokumen rancangan pemasaran .memberikannya ke Paula.

Paula mengambilnya dan membacanya.

Baiklah. Terimakasih .

Iya sama sama nyonya, saya permisi dulu.ucapnya lembut melirik ke atas Daren.

Wahh Daren sangat tampan , seandainya saja aku yang menjadi desainer untuknya dan rancanganku dikenakan olehnya. Pasti aku sangat gembira.ucap Tania dalam hati terkesima melihat Daren.

Daren melirik Tania. Tiba tiba Nara datang dengan nafas terenggah enggah wajahnya terlihat sangat pucat sepertinya sesuatuterjadi. Membuat kami yang berada diruangan itu terdiam dan heran melihatnya.

Nyonya , Asisten Dinar !ucap Nara gemetar meneteskan air mata.

Ada apa Nara ?tanya Paula panik

Dinar kecelakaan nyonya ,ia akan segera dioperasi. Namun tiada satupun keluarganya yang bisa dihubungi. Cuma nyonya yang bisa membantu Dinar .

Mendengar kabar tersebut Paula sangat syok dan panik , ia tidak tahu harus berbuat apa. Karena sebentar lagi akan ada pemotretan ,sedangkan ia belum menyelesaikannya bahkan Daren belum dimakeupin. Tidak mungkin ia membatalkannya karena ini untuk majalah bulanan mereka harus keluar tepat waktu.

Bagaimana ini ? pekerjaan saya belum siap bahkan Daren sebentar lagi melakukan pemotretan. melihat ke atas Daren.

Tidak apa apa nyonya Paula ,anda bisa menghubungi seseorang untuk menyelesaikannya. Sebaiknya anda kerumah sakit terlebih dulu.ucap Daren menenangkan nya.

Benar juga.Paula segera menghubungi tim makeup yang ada diperusahaan namun semua sedang sibuk dengan artis mereka masing masing dan tidak bisa membantunnya.

Ia terlihat sangat panik. Tania juga merasa kasihan melihatnya. Kemudian Paula melirik ke atas Tania yang sedari tadi masih disitu dan mulai memikirkannya.

Tania , bukankah kamu lulusan Desainer ? saya lihat resume kerja kamu beberapa waktu lalu ,kamu juga punya keahlian dalam bermakeup. Bahkan kamu pernah menjadi makeup Artisnya Jimmy.

Mendengar itu Tania tertegun dan menatap Paula.

Tolong bantu saya kali ini , saya percaya dengan kamu.ucap Paula menarik Tania ke depan alat makeup kemudian memperlihatkan gambar makeupnya.

Ini gambarnya Tania . Kamu pasti bisa ,kamu punya keahlian.

Tania masih binggung dan tidak percaya bisa melakukannya.

Tapi nyonya. .

Saya percaya dengan kemampuan kamu .Paula menepuk pundak Tania ,melihat ke atas Daren ,Daren mengangguknya. Kemudian bergegas pergi bersama Nara.

Ruangan sejenak terasa hening dan canggung. Tania terlihat gugup dan sesekali melirik Daren. Daren menarik nafas melirik ke arah Tania kemudian duduk ia menatap cermin melihat Tania masih berdiri tidak melakukan apa apa.

Apa kamu hanya berdiri saja disitu , tanpa melakukan apapun ?ucap Daren membuat Tania kaget.

Iya baik tuan , saya akan melakukannyamengambil bedak.

Daren memejamkan matanya , Tania menatap Daren dengan dalam terlihat gemetar, kemudian ia menarik nafas dalam dalam dan memberikan dirinya sendiri dukungan.

Baik Tania. Ayo kita mulai. Ini awal yang bagus untukmu untuk memperlihatkan kemampuanmu yang sesungguhnya.ucap Tania dalam hati

Wajah Daren terlihat sangat bersih, putih cerah dan glowing tiada satupun jerawat dan noda terlihat diwajahnya ,pori pori pun tidak terlihat sama sekali seperti perosotan saja bahkan sangat halus dan lembut.

Ia tidak perlu menggunakan foundation , cukup sedikit bedak padat bahkan sedikit shading dihidung dan rahanya jika tidak menggunakannyapun tidak masalah karena bentuk wajah dan hidungnya seperti sebuah mahakarya yang luar biasa.

Tania mulai memoles sedikit eyeshadow berwarna peace di kelopak mata Daren dan sedikit warna brown diujungnya. Tinggal lipstik maka sempurna.

Tania mengambil lipbalm memoleskannya secara perlahan ke bibir Daren. Tania terihat sangat sangat gugup tanganya gemetar ,melihat bibir pink kemerahan yang dimiliki Daren terlihat ia sangat bersih, Tania mengambil lipmate karena tanganya gemetar ia sampai menjatuhkan tempat kuas kelantai , Tania kaget melihat ke tempat kuas yang terjatuh . Daren membuka matanya melihat ke atas Tania.

Apa yang kamu lakukan? pemotretan sebentar lagi. Tenangkan dirimu.ucap Daren mengerutkan keningnya memejamkan matanya menunjukan tanganya ke bibirnya.

Maaf tuan .ucap Tania kemudian melanjutkannya.

Tania memoleskan lipmate dengan jari jarinya agar terkesan natural dan tidak terlalu merah. memolesnya secara perlahan dan lembut sedikit menekan nekannya agar merata.

Jantung Tania berdetang dengan kencang ia sampai keringat dingin melihat bibir Daren dengan dalam mengigit bibirnya sendiri secara perlahan. Sepertinya ia tergoda melihat alis ,matahidung hingga bibir membuat Tania semakin gugup dan gemetar bahkan Tania harus menahan nafas karenawajah Daren dan Tania sangat dekat hanya berjarak sejengkal.

Entah perasaan apa yang timbul pada Tania saat ini , terasa campur aduk. Jujur saja Tania merupakan fans garis keras dan terdepannya Daren.Ia sudah menyukai Daren sejak duduk di bangku menengah pertama, saat itu Daren menjadi model sampul majalah remaja dan itu awal debutnya. Ia bahkan mengoleksi beberapa foto card ,poster dan majalah Daren.

Ia tidak menyangka jika idolanya saat ini ada didepan matanya bahkan Tania sedang menatapnya dengan penuh kekaguman. Hingga Jari lentik Tania berhenti dibibir tebal Daren .

Tiba tiba Daren membuka matanya menatap Tania ,seketika Tania kaget . Dengan cepat Daren mendorongnya kemeja lalu ia berdiri. Tania sangat terkejut matanya menatap Daren ,Daren memegang kedua bahu Tania menatapnya begitu dalam hingga entah kapanDaren meluncurkan ciuman hangat ke bibir Tania. Membuat mata Tania terbelalak tidak berkedip. Jantung Tania tidak bisa lagi berkompromi detak jantungnya semakin tidak beraturan seakan musik EDM sedang dimainkan tepat dijantungnya.

Daren menatap wajah cantik Tania , tersenyum tipis. Tania masih berdiri tegang tanpa mengedip sedikitpun ia sangat syok. Hingga Daren membisikan ke telinganya :

Bukankah ini yang diinginkan seorang fans. Tidak, kamu bahkan mendapatkan lebih.

Mendengar hal itu Tania dengan cepat melihat ke atas Daren . Daren melirik ke atas Tania kemudian mengambil lipstik yang dipegang Tania, dan memoleskannya sendiri.

Sempurna.ucap Daren melihat ke arah Tania.

Lalu ia pergi meninggalkan ruangan dengan santai dan tersenyum tipis. Tania membeku dan tak bekerja hanya melihat kearah Daren yang keluar meninggalkan ruangan.

Pria itu benar benar !ucap Tania menyentuh bibirnya.

Daren sejenak berhenti didepan ruang masuk studio , ia memegang dadanya. Jantungnya berdetak tidak beraturan membuatnya gemetar hingga tangannya sebelah memegang dinding. Ia memejamkan matanya kemudian berdiri tegak menarik nafas dan merapikan bajunya. Kemudian masuk dengan penuh percaya diri.

Kamu sudah siap , Ayo kita mulai.ucap fotographer

Iya , saya sudah siap.kata Daren kemudian berpose.

Di dalam studio terlihat beberapa staf sangat sibuk dengan pekerjaannya masing masing. Beberapa saat kemudian Tania masuk sambil menenteng perlengkapan makeup , ia menyapa staf yang ada disitu.

Ternyata begini cara mereka bekerja. Sungguh menyenangkan bisa berada ditengah tengah mereka.ucap Tania dalam hati.

Hingga matanya tertuju pada Daren , dengan tatapan tajam dan penuh kekesalan. Daren berpura pura tidak melihat Tania. Hingga Tania datang menghampirinya untuk memperbaiki rambut dan makeupnya. kemudian pergi menjauh. Photographer melanjutkan pengambilan gambarnya.

''Ok bagus Daren. Sesi ganti .

Tania bergegas mengantikan baju untuk Daren. Mereka berdua terlihat sangat canggung , bahkan Daren tidak menatap Tania sedikitpun. Tania memakaikan dasi ke leher Daren hingga timbul senyuman jahatnya . Menarik pelan keatas hingga mengencangkannya dengan sangat kuat.

Daren yang kaget dan tercekik.

Awwwteriak Daren dan batuk

Membuat orang orang yang ada diruangan terkejut ,melihat ke arah Daren. Dengan cepat Daren memegang tangan Tania dengan erat hingga terasa sakit. Mengerutkan kening ,menatapnya penuh dengan kemarahan.

Apa kau ingin membunuhku ?

Lepaskan tanganku kau membuatku sakit. Maaf aku tidak sengaja ,jujur aku belum pernah memakaikan dasi kepada pria. Jadi tadi aku masih belajar, maaf menjadikanmu uji cobaku. Melepaskan tangannya dari Daren dan tersenyum tipis mengejek.

Daren menatapnya dengan mata penuh amarah kemudian tersenyum tipis.

Jangan bermain main denganku Tania, aku bisa saja berbuat lebih hingga untuk hiduppun kamu takkan mampu.pergi menjauh dari Tania ,seorang staf datang menghampiri Daren memberikan air mineral.

Kamu tidak apa apa Daren ? .

Tidak ,aku baik baik saja. Hanya kesalahan kecil.meminumnya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel