Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7 Ketidak ingin tahunya Marvin

Tania terlihat sangat letih, berjalan dengan pelan dan lesu. Kemudian duduk di Halte menunggu bus sembari memukul pelan betisnya dan lengannya. Kemudian bus datang Tania bergegas masuk ke dalam bus. Dan menelfon seseorang.

Jessy apa kamu sedang dirumah ? Jika ia tolong masakan air panas untukku tambahkan tonic herbal kedalamnya .ucap Tania mengakhiri panggilan.

Tania menatap pesan di ponselnya ,tapi tidak menemukan Marvin mengirim pesan menayakan kabarnya bahkan sudah beberapa hari dari terakhir mereka berkomunikasi. Bahkan ia tidak membalas pesan pesan yang dikirim Tani. Tania terlihat sangat sedih.

Kemudian menulis pesan teksAyo bertemu malam ini , ada hal penting yang harus kubicarakan . lalu ia mengklik kirim.

Tania melihat keluar jendela dengan wajah sedih dan lesu.

Dari kursi pojok paling belakang sesosok pria berperawakan tinggi mengamati Tania sedari tadi. Ia mengenakan jaket Hoody hitam dengan topi dikepalanya dan memakai penutup mulut serba hitam.

Bus berhenti di halte dekat apartemennya. Tania bergegas turun dari bus dan berjalan kaki menuju ke apartemen. Pria tersebut juga ikut turun diam diam mengikutinya dari belakang dengan jarak cukup jauh.

Kawasan apartemenya terlihat sangat sederhana dengan taman bermain kecil dan bunga bunga segar disekitarnya diikuti perpohonan rimbun. Pria tersebut berjalan pelan mengikuti Tania sesekali melihat kesekelilingnya.

Tania kemudian masuk ke salah satu gedung apartemen . Pria itu menghentikan langkahnya. Tania tidak sadar jika ia sedang diikuti dari belakang dan perlahan masuk ke dalam apartemenya.

Aku pulang .ucap Tania lesu

Kamu sudah pulang. Ayo mandi aku sudah menyiapi makan malam . ucap Jessy

ahh Jessy kamu sangat baik dan pengertian.

Ahh kesayanganku ,jika aku tidak masak kamu mau makan apa. Kamu tidak pandai masak hanya bisa masak air saja hingga mendidih. hahah . pasti kamu sangat kelelahan hari ini. Siapa yang telah menyiksa tuan putri ku ini.ucap Jessy.

Ahhh Jessy !!

Pria tersebut masih berdiri diluar apartemen dan melihat ke atas gedung yang ditempati Tania. Terlihat Jessy dan Tania sedang saling menggoda di balik kaca jendela.

Menarik . ucapnya meninggalkan tempat tersebut.

Beberapa saat kemudian sebuah mobil datang menjemputnya di depan halte bus. Pria itu segera masuk ke dalam mobil. Ia membuka topi dan penutup mulut yang ia kenakan. Kemudian ia melihat keluar jendela berkata :

Berapa harga apartemen disini ? . ucap Daren menayakan kepada sopirnya.

Apartemen disini jika dibandingkan dengan milik tuan harganya sekitar 5 persen dari yang tuan tempati.ucap sopirnya melirik Daren dari kaca.

Benarkah.ucap Daren tersenyum.

Selesai mandi Tania bergegas mengecek ponselnya, satu pesan dari Marvin setelah hampir 2 jam menunggu.

Baik. Aku akan jemput kamu jam 7.tulis Marvin

Tania terlihat kesal dan raut wajahnya sangat sedih. Tampa ada basa basi dari Marvin. Ia terlihat sangat berubah tidak ada lagi perhatian yang ia berikan kepada Tania.

Ada apa dengannya ?ucap Tania meletakkan ponselnya di atas meja kemudian ke dapur.

Ada apa dengan wajahmu ,terlihat begitu kusut ?tanya Jessy sedang menuangkan air kedalam gelas.

Tidak ada.ucap Tania tersenyum duduk dikursi.

Kamu yakin? Akhir akhir ini kamu sangat jarang bersama Marvin. Apa sesuatu terjadi antara kalian ?tanya Jessy khawatir

Entahlah. Ia tidak menghubungiku sama sekali bahkan pesanku tidak dibalasnya. Setelah beberapa hari baru tadi ia membalasnya.

Terus ? Apa dia menayakan kabarmu ?

Tidak. Ia hanya membalas baiklah. Aku akan jemput kamu jam 7. Hanya itu.ucap Tania sedih.

Hmm. Mungkin ia sedang banyak pekerjaan. Nanti coba kamu tanyakan baik baik ada apa dengannya.ucap Jessy menenangkan Tania.

Baiklah.ucap Tania kemudian makan.

Sekitar Jam 7 malam , Marvin terlihat didalam mobilnya sedang menunggu Tania di depan apartemen. Beberapa saat kemudian tampak Tania keluar dari gedung Apartemen ia berjalan menghampiri Marvin. Marvin keluar dan membukakan pintu mobilnya Tania langsung masuk ke dalam mobil.

Tania melirik Marvin , Marvin terlihat sangat tampan dan juga berubah, bahkan ia tidak menyapa Tania. Suasana terasa sangat canggung. Kemudian Tania memulai percakapan.

Bagaimana kabarmu?tanya Tania melihat ke atas Marvin.

Marvin yang sedang fokus menyetir , melihat ke atas Tania.

emm Baik.ucapnya singkat.

Mendengar jawaban singkat Marvin ,Tania sedikit kecewa dan agak kesal membuang mukanya melihat kedepan.

Melihat reaksi Tania , Marvin merasa tidak enak.

Kamu sangat cantik malam ini.ucap Marvin tersenyum melirik ke atas Tania.

Bukan itu yang ingin kudengar.ucap Tania kesal

Marvin terdiam tampa menayakan apa apa lagi. Kemudian mereka berhenti di depan sebuah restoran mewah. Marvin turun dan membukakan pintu untuk Tania.

Ayo turun.ucap Marvin.

Tania turun dari mobil. Kemudian Marvin megengam tangan Tania masuk ke dalam restoran.

Restoran ini dalamnya terlihat sangat mewah dengan banyak lampu terlihat sangat elegan dan romantis.

Mereka duduk didekat Jendela , sangat indah terlihat diluar jendela , lampu kota pada malam hari dipenuhi bintang di langit.

Pelayan datang menghampiri mereka berdua. Mengantarkan menu kemudian Marvin memesannya.

Kamu ingin makan apa?tanya Marvin kepada Tania.

Aku baru makan.ucap Tania cuek

Baiklah . Saya pesan Pasta Saus pedas satu ,Strawberry Cake satu dan Satu botol Anggur .ucap Marvin.

Baik tuan. Mohon tunggu sebentar pesanan akan segera datang.ucap pelayan.

Marvin menatap ke atas Tania , terlihat Tania sangat kesal melihat ke luar jendela. Ekpresi yang tidak biasanya terlihat dari wajah Tania ,bahkan ia sangat pendiam malam ini.

Apa yang ingin kamu bicarakan ?tanya Marvin

Tidak ada. Aku sudah lupa.ucapnya masih menatap keluar jendela.

Apa kamu sedang datang bulan ? moodmu sungguh terlihat tidak baik.ucap Marvin

Tania diam dan memalingkan tatapannya ke atas Marvin dengan wajah kesal mengigit kecil bibirnya.

Apa ada yang salah. Maaf akhir akhir ini aku sangat sibuk.ucap Marvin memegang tangan Tania.

Hanya itu ? baiklah aku mengerti.ucap Tania semakin kesal

Lalu apa lagi ?tanya Marvin mulai kesal

Tidak ada.ucap Tania

Pelayan datang membawakan makanan dan juga sebotol anggur. Manaruhnya di atas meja dan menuangkan anggur ke dalam gelas mereka berdua.

Terimakasih .ucap Tania.

Silahkan dinikmati hidangannya tuan dan nyonya.ucap pelayan.

Terimakasih.ucap Daren

Pelayan pergi meninggalkan mereka berdua. Daren menuangkan saus ke atas pastanya dan mengaduknya perlahan sembari melihat ke arah Tania yang tampak kesal tampa menyentuh cakenya hanya minum anggur.

Makanlah , itu dapat membantumu memulihkan moodmu. Aku dengar makanan manis dapat membuat orang bahagia.ucap Marvin

Membantu bahagia apanya.gumam Tania kemudian memakannya sesendok.

Enak ?tanya Marvin

emmm iya .ucap Tania mengiyakan lalu makan lagi.

Selesai makan ,pelayan datang memberesi meja mereka. Kemudian Marvin menatap ke arah Tania.

Tania sedari tadi hanya minum anggur. Ketika Tania ingin mengambil gelas anggurnya tiba tiba Marvin menghentikannya.

Apa yang kamu lakukan ? kamu sudah minum 3botol anggur ,Itu tidak baik.ucap Marvin

Kenapa jika aku minum 3 botol , apa itu akan merugikanmu. Apa aku menghabiskan uangmu ? tenang aku akan membayarnya nanti jika aku sudah punya cukup uang.Kemudian memegang botol anggur dan melihat tulisan yang ada di botol.

Ya ampun ini sangat mahal , seumur hidup aku tidak akan mampu membayarnya.ucap Tania tersenyum.

Tania tampak sudah mulai mabuk dan mulai mengoceh hal hal yang tidak jelas. Marvin terlihat sangat kesal.

Apa aku pernah menghinamu hanya karena kamu menghabiskan minuman ini. Kamu mabuk Tania, jangan berpikir yang enggak enggak.ucap Marvin kemudian memegang Tania dan membopongnya berjalan keluar dari restoran.

Diluar restoran Tania melepakan Tangan Marvin dan mendorongnya. Namun dorongan Tania tidaklah kuat. Marvin terlihat sangat kesal.

Lepaskan aku , aku bisa berjalan sendiri.ucap Tania.

Marvin tidak memperdulikan ucapan Tania , memegang tanggn Tania. Namun Tania tetap menolaknya hingga membuat Marvin benar benar marah.

Mau mu sekarang apa Tania?teriak Marvin memegng kedua bahu Tania ,terlihat Tania sangat pendek hanya sebahu Marvin. Tania menatap Marvin berkata :

Mauku apa ! Lalu apa maumu ?ucap Tania menetaskan air mata.

Marvin tidak berkata apa apa hanya menarap Tania , tidak mengerti dengan tingkah Tania apa maunya Tania. Terlihat Marvin sungguh tidak peka.

Kenapa kamu tidak jawab ? Kamu bertanya apa mau ku? apa kamu tau bagimana hari hariku ,apa kamu pernah bertanya apa yang aku lakukan beberapa hari ini ,apa yang terjadi denganku , apa aku baik baik saja ,apa aku senang ,bahagia ? siapa saja yang aku temui. Apa kamu pernah bertanya, tidak ! bukan. Jangankan telfon pesan pun tidak kau balas. Kamu berpura pura sibuk lalu mengcuhkanku. Bukankah itu benar ? ucap Tania sembari menanggis.

Mendengar Tania mengungkapkan semua membuat Marvin merasa bersalah dan memeluk Tania. Menenangkannya .

Itu tidak benar. Aku benar benar sibuk. Maaf jika aku tidak peka bahkan tidak menayakan kabarmu. Aku benar benar minta maaf. Aku sungguh mencintaimu.ucap Marvin memeluk erat Tania.

Tidak Marvin kamu berbohong. Jika kamu tidak menginginkanku lagi katakan saja ,jangan mengabaikanku seperti ini ? Apa ada wanita lain ?ucap Tania melepaskan pelukan Marvin

Medengar Tania mengatakan wanita lain ,membuat Marvin kaget.

Aku sudah bilang itu tidak benar sayang.ucap Marvin menegaskan.

Tania menatap Marvin kemudian berjalan ke depan.Marvin mengikutinya dari belakang.

Tania berjalan dengan sempoyongan , langkah kakinya tidak beraturan.

Marvin melihat Tania dari belakang terlihat belakang kaki Tania terluka,betisnya memerah dan membengkak membuat Marvin benar benar sedih dan kasihan kepada Tania.

Tania duduk di kursi dekat lampu Taman. Tiba tiba Marvin datang membawakan obat kemudian berjongkok manarik kakiTania mengobati luka dan menyemprotkan penghilang rasa sakit dan bengkak di betis Tania.

Tania kaget dan melihat kebawah , tidak menyangka Marvin melakukan hal itu.

Marvin !ucap Tania dengan wajah sedih

Selesai . Pasti ini sangat sakit, obat itu akan menghilangkan rasa sakit. ucap Marvin kemudian berdiri.

Marvin. Terimakasih . ucap Tania merasa bersalah.

Tidak apa.ucap Marvin kemudian mengendong Tania dibelakang bahunya terlihat sangat kekar dan kuat.

Maaf Tania.ucap Marvin berjalan dengan perlahan sembari mengendong Tania.

Tidak seharusnya aku yang minta maaf ,karena sudah berkat kasar. Apa aku berat ?ucap Tania lembut

Tidak ,kamu sangat ringan . Bagaimana bisa seorang wanita begitu ringan. Ini salahku karena tidak memberimu makan dan kasih sayang dengan cukup.ucap Marcin menggoda Tania

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel