Bab 9 Asisten Pengganti
Tania bergegas mengantikan baju untuk Daren. Mereka berdua terlihat sangat canggung , bahkan Daren tidak menatap Tania sedikitpun. Tania memakaikan dasi ke leher Daren hingga timbul senyuman jahatnya . Menarik pelan keatas hingga mengencangkannya dengan sangat kuat.
Daren yang kaget terasa tercekik.
Awwwteriak Daren dan batuk nafasnya terasa sesak.
Membuat orang orang yang ada diruangan terkejut ,melihat ke arah Daren. Dengan cepat Daren memegang tangan Tania dengan erat hingga terasa sakit. Mengerutkan kening ,menatapnya penuh dengan kemarahan.
Apa kau ingin membunuhku ?
Lepaskan tanganku kau membuatku sakit. Maaf aku tidak sengaja ,jujur aku belum pernah memakaikan dasi kepada pria. Jadi tadi aku masih belajar, maaf menjadikanmu uji cobaku. Melepaskan tangannya dari Daren dan tersenyum tipis mengejek.
Daren menatapnya dengan mata penuh amarah kemudian tersenyum tipis.
Jangan bermain main denganku Tania, aku bisa saja berbuat lebih hingga untuk hiduppun kamu takkan mampu.pergi menjauh dari Tania ,seorang staf datang menghampiri Daren memberikan air mineral.
Kamu tidak apa apa Daren ? .
Tidak ,aku baik baik saja. Hanya kesalahan kecil.meminumnya.
Mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Daren terasa membuat Tania sesak, mata Tania seketika memerah terlihat senyum tipis diraut wajah Tania menatap kearah Daren dan mencibirnya.
Apa dia sedang mengertakku ? Daren kamu salah orang , jangan berpikir aku tidak bisa melawanmu !Dasar bajingan brengsek. Auhh tapi bagaimana bisa pria berwajah tampan itu mempunyai sikap yang menyebalkan. Ahh aku bisa gila !
Pengambilan gambar sudah berakhir, fotographer dan para staf benar benar puas dan senang.
Tania terlihat benar benar lelah dengan langkah kakinya yang lunglai , mengikuti kecepatan berjalan pria di depannya.
Pria itu benar benar keterlaluan ! sebenarnya aku ini apa ? kenapa aku merasa seperti asisten pribadinya bukan makeup artisnya. Benar benar sialan kamu Daren !!
Mata Tania benar benar memerah ia menahan emosinya kepada Daren , menenteng beberapa stelan baju Daren.
Daren terlihat sangat santai sembari bersiul dengan kedua tangan didalam saku celananya. Berjalan memasuki sebuah ruangan, membukakan jam tangan dan beberapa aksesoris yang dipakainya kemudian ia letakkan diatas meja.
Tania yang ketinggalan beberapa meter dengan terburu buru mempercepat langkah kakinya.
Kemudian masuk kedalam ruangan tersebut. Seketika mulut Tania terbuka lebar matanya terbelalak menyapu seluruh ruangan.
Terlihat seluruh ruangan diisi dengan interior super mewah dengan tempat tidur big size, gaya eropa dengan sedikit sentuhan minimalis membuat ruangan ini terlihat melebihi fasilitas hotel.
Waw apa aku sedang berada di dalam kamar hotel ? tidak. Bagaimana mungkin di dalam gedung perusahaan ada ruangan semegah ini. Ini melebihi fasilitas hotel.ucap Tania masih terkagum kagum dengan isi ruangan mengeleng gelengkan kepalanya sembari meletakkan baju di atas sofa.
Daren sedari tadi melihat tingkah Tania tersenyum sembari membuka perlahan kancing kemeja yang ia kenakan.
Tania tiba tiba sadar jika ada orang lain didalam ruangan tersebut matanya berusaha menyari keberadaannya ,kemudian menemukan Daren yang sudah selesai membuka kemejanya . Terlihat otot otot kekar pada lengan ,badan dan juga otot sixpack pada perut Daren telihat benar benar atletis membuat Tania kaget melihatnya hingga ia terduduk diatas sofa.
Daren melangkah kakinya menghampiri Tania secara perlahan. Tania terlihat sangat cemas.
Apa yang mau ia lakukan kenapa ia berjalan kearahku ? tidak tidak mungkin ia ingin melakukan itu !Tania mengeleng gelengkan kepalanya.
Hingga Daren berdiri didepannya , tubuh tinggi dan atletis Daren menutupi seluruh pandangan Tania. Hingga Tania mendongkak menatap Daren dengan wajah memerah . Daren membungkukkan tubuhnya menatap Tania perlahan lahan mendekatkan wajahnya hingga saling bertatapan. Tania terlihat malu ,matanya melihat kesana kemari tapi tidak bisa lepas pandangan dari Daren. Daren menatapnya dengan dalam tampa ekpresi mendekatkan wajahnya, Tania kaget menutup matanya.
Apa yang kamu lakukan?ucap Daren mengerutkan keningnya.
Tania kaget dengan cepat membuka matanya dan salah tingkah.
Apa maksudmu ,aku hanya tidak ingin melihatmu dihadapanku yang tiba tiba mendekat.Tania berusaha baik ngeles.
Benarkah ? Bukannya ada sesuatu didalam pikiranmu ?ucap Daren tersenyum tipis mengejek Tania kemudian mengambil baju didekat Tania lalu berdiri.
Apa maksudmu ? kamu bicara apa aku tidak mengeti !.Tania membuang mukanya.
Benarkah tidak mengerti ! Tenang saja saat ini aku tidak benar benar tertarik denganmu.ucap Daren melangkah menjauh dari Tania ,kemudian memilih satu stelan baju santai.
Benarkah ? Jika tidak tertarik kenapa kamu tiba tiba menciumku diruang ganti tadi ? Apa kamu benar benar bajingan berotak mesum ?ucap Tania kesal.
Mendengar kata kata mesum Daren melihat kearah Tania.
Mesum ? Aku ! . Bukankah kamu yang mempunyai pikiran seperti itu . Jadi kamulah orangnya berotak mesum ,aku hanya mengikuti alur.ucap Daren santai menaiki satu alisnya lalu tersenyum tipis.
Apa ? kamu otak mesum, jika tidak kenapa kamu mencium tampa seizinku. Ini benar benar penghinaan dan juga pelecehan ,kamu tuan Daren berotak mesum.
Izin ! Baiklah lain kali aku akan minta izinmu nona Tania.
Daren tersenyum melirik kearah Tania mengambil handuk kemudian masuk kedalam kamar mandi. Mendengar kata kata Daren membuat Tania benar benar naik darah hingga sampai pada puncaknya , mata dan mukanya memerah mengepalkan kedua tangannya.
Daren !!!!!!!!!!! bajingan kau !
Ia sayang . Aku sedang mandi .teriak Daren didalam kamar mandi tersenyum puas terlihat sangat menyenangkan baginya mempermainkan Tania.
Pria itu benar benar menyebalkan !ucap Tania melangkah keluar kemudian membanting pintu.
Tania berada di lantai bawah diruang kerjanya , membereskan mejanya kemudian mengambil tas ,karena jam kerjanya sudah habis dan waktunya pulang. Ia bergegas keluar dari gedung terlihat sangat kesal.
Daren keluar dari kamar mandi , dengan rambut basah poni menutupi alis tebalnya, terlihat sangat tampan dan begitu seksi mengeringkan rambutnya dengan handuk matanya menuju pada sesuatu yang terletak diatas meja. Ia menghampirinya membuka kotak tersebut dalamnya berisi cake karakter berwarna warni.
Daren tersenyum , kemudian menemukan sebuah surat .
" Makan lah , itu tidak akan membuatmu gemuk. makanan manis akan membantu energimu terisi kembali. Tenang itu aman , tanpa racun. "
" hmmph , gadis ini ! " menutup kotak kemudian membuangnya ke tempat sampah.
" Sayangnya ,aku tidak suka makanan manis ."
