Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 6 Hari pertama di SSC

Pagi pagi sekali Tania sudah berada di kantor. Hari ini hari pertama ia bekerja. Suasana kantor masih sepi. Ia berkeliling kantor , wajah gembira tegambar di wajah cantiknya. Ia belum percaya bisa bekerja di Perusahaan ke tiga terbesar di Kota ini , setelah HANSANG Group dan JTC Group. Walau sebenarnya impiannya dari kecil yaitu bekerja di HANSANG namun ia selalu ditolak bahkan sebelum diwawancarai.

Akan tetapi bisa menginjakkan kaki dan menjadi bagian dari SSC merupakan kepuasaan tersendiri. Karena tidak sembarangan orang bisa bekerja disini.

Walau begitu SSC merupakan anak dari HANSANG Group , namun presdir HANSANG memberikan kepada putra satu satunya. Namun Daren tidak tertarik menggelola perusahaan karena pada saat itu ia sangat muda dan ingin bebas melakukan yang ia mau. Sehingga perusahaan dikelola oleh Pamannya.

Tania melihat kiri dan kanan sembari tersenyum tiba tiba tubuh rampingnya menabrak seseorang didepan hingga ia hampir terjatuh seketika tubuhnya di tahan oleh pria tersebut. Terlihat perawakan tingi bertubuh tegap tampa lemak berdiri kokoh didepannya tanpa ekpresi.

Kamu tidak apa apa ?ucap Daren membantu Tania berdiri.

Seketika wajah mereka saling bertatapan , Daren terlihat sedikit terkejut melihat Tania ,namun mensembunyikan raut wajahnya. Tania juga nampak terkejut.

Tidak , aku baik baik saja. Namun tidak baik melihat wajahmu.ucap Tania kaget diam diam melirik ke atas Daren dan tersipu malu.

Hati hati. Jangan menabrak orang sembarangan.ucap Daren dingin kemudian bergegas pergi.

Tania terpaku membisu tak berkata sepatah katapun, masih tidak menyangka melihat pria tertampan di seluruh kota. Bahkan predikat yang diberikan wanita kepadanya yaitu Pacar Nasional.

Daren berjalan membelakangi Tania , dari belakang tampak bahu tegap bidang dan kokoh Daren. Tania sungguh terpesona melihatnya. Namun ia melupakan mengucapkan terimakasih kemudian ia menghentikan Daren.

Tuan , Terimakasih.teriak Tania dengan senyuman manisnya.

Mendengar ucapan Tania Daren tersenyum tipis tampa menoleh kearah Tania melanjutkan langkah kakinya. Daren bersikap seolah olah tidak ada yang terjadi diantara mereka berdua , pura pura tidak mengenalinya.

Dia sangat tampan. Ahhh ingat Marvin Tania , Marvin juga sangat Tampan. Memukul dahinya menyadarkan diri.

Pegawai sudah memenuhi perusahaan , kini waktunya bekerja.

Tania dan beberapa pegawai baru berkumpul di aula , mereka sedang mendengar arahan dari Tim Perekrut.

Tania dan beberapa orang di arahkan ke lantai 5 mereka dibawa keruang kerja. Sesampai diatas terdapat banyak pegawai sedang sibuk bekerja. Ini merupakan Departemen Desainer , Perencana dan Pemasaran.

Seorang wanita cantik tinggi semapai kira kira berumur 26 tahun datang menghampiri mereka. Ia sangat cantik membuat Tania tercengang melihatnya seperti bidadari saja.

Selamat Datang , senang bertemu dengan kalian .ucapnya dengan anggun.

Tim perekrut mengenalkan perempuan tersebut.

Kenalkan ini nona Shandy , ia Desainer dan juga ketua tim Pemasaran disini. Ayo perkenalkan diri kalian .

Salam kenal nona Shandy , saya Anggi. Tolong kerja sama dan bimbingannya.

Saya Tanti , saya sangat mengagumi anda nona.

Saya Difa dan saya Ari . mohon bimbingannya.

Perkenalkan nama saya Tania , saya lulusan Desainer . Mohon bantuan dan bimbinganya nona Shandy. Senang bisa bertemu dengan anda.ucap Tania tersenyum lembut.

Shandy melirik Tania dari bawah ke atas dan tersenyum tipis. Seperti ada sesuatu yang ia pikirkan.

Tim perekrut mulai menepatkan masing masing mereka ke tim pemasaran , tim perencana dan desainer. mereka semua sangat senang . Hingga giliran Tania.

Tania ,kamu di Tim pemasaran semoga berhasil. Ingat jangan malas.

Mendengar itu membuat Tania kaget ,karena tidak sesuai yang dipikirkannya . Ia berharap mereka menepatkannya di Tim desainer atau perencana. Namun sebaliknya. Membuatnya sedikit sedih namun ia tetap tersenyum.

Baik Pak Handoko

Ayo aku akan mengantarkanmu ke meja kerjamu.ucap Shandy berjalan.

Tania mengikutinya dibelakang, sambil melihat sekelikingnya.

Ini meja kerjamu. Ingat kamu harus datang dengan cepat tidak boleh terlambat dan jangan malas malasan dalam bekerja.ucap Shandy tegas.

Baik ketuajawab Tania pelan.

Shandy menepukan tanganya 2 kali. Fokus pegawai sedang bekerja terhentu dan melihat ke arah Shandy.

Perkenalkan ini pegawai baru kita. Harap kalian bisa membaur dengannya.ucap Shandy

Para pegawai melihat ke atas Tania , dan mulai berbisik dan tersenyum. Tania sedikit gugup .

Selamat pagi. Saya Tania ,senang bertemu dengan kalian semua. Mohon bantuan dan bimbingannya.ucap Tania tersenyum.

Mereka juga saling menyapa Tania. Shandy menyuruhnya duduk. Para pegawai lainpun melanjutkan aktivitasnya.

Dari pagi hingga siang Para pegawai sangat sibuk . Telefon berdering sana sini.Tania juga tampak sangat sibuk karena ini hari pertamanya banyak yang harus ia kerjakan dan juga berkas yang harus ia pelajari.

Hingga Rara datang menghampirinya membawakan setumpuk berkas.

Tania , tolong berkas berkas ini buat 150 salinan dan kemudian fotocopy ya. ucap Rara menaruh setumpuk berkas di meja Tania.

Tania kaget melihatnya ,mulut dan matanya terbuka lebar. Kemudian melihat ke atas Rara berkata :

Semua kak ?

Rara melihat reaksi Tania yang mengemaskan tersenyum.

Ia semua. Ini masih tidak seberapa ,lihat orang didepan mu itu ia bahkan membuat 500-1000 salinan.ucap Rara berbisik.

Tania melihat ke arah orang itu dengan reaksi kaget dan kasian.

Baiklah akan saya kerjakan.ucap Tania mengambil berkas berkas tersebut.

Rara berjalan meninggalkan meja kerja Tania kemudian menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

Oya Tania ,selesaikan sebelum jam 5 ya. Kemudian antarkan ke ruang nona Shandy.

Baik kak . ucap Tania bergegas.

Sudah 2jam lebih Tania berdiri di depan mesin fotocopy kaki dan tanganya mulai letih dan sakit. Sembari melihat kesekelilingnya dan tersenyum kemudian mengambil semua kertas yang sudah ia fotocopy.

Ia kembali ke meja kerjanya dan menyusun berkas yang sudah ia print dan fotocopy. Kemudian ia bergegas mengantarkannya ke ruang Shandy.

Didalam terdengar suara pria sedang berbicara dengan Shandy. Suaranya terdengar sedikit berat.

Aku tidak mau tau , selesaikan sebelum waktu yang sudah ditentukan.

Baiklah ,kamu jangan ngambek. Akan aku selesaikan. Tenang saja.

Tania mendengar itu menghentikan langkahnya untuk masuk ke ruang Shandy. Menarik nafas dengan ragu ragu ia mengetuk pintu lalu masuk ke dalam. Seketika Tania kaget hingga dokumen jatuh berceceran di lantai.

Tania ?ucap Shandy yang masih memeluk seorang laki laki.

Laki laki tersebut kaget mendengar Shandy menyebut nama Tania dengan cepat ia mendorong Shandy melepaskan pelukannya dan membalikan badan ke arah Tania.

Kamu tidak apapaucap Daren membungkuk mengambil ceceran berkas dokumen yang dijatuhkan Tania.

Tania dengan cepat mengambil dan menyusun dokumen tersebut dan berdiri. Shandy berjalan ke arah Tania terlihat kesal.

Apa kamu tidak punya tata krama masuk tanpa mengetuk.ucap Shandy.

Maaf Nona , saya sudah mengetuk beberapa kali. Maaf jika saya lancang.

Daren melihat ke arah Tania dna Shandy dengan datar seperti tidak ada yang terjadi. Tania hanya menundukan kepalanya tidak berani menatap kearah mereka.

Apa yang kamu bawa ?tanya Shandy.

Ini dokumen yang harus anda tandatangani . Saya sudah membuat salinan nya.ucap Tania menaruhnya di atas meja.

Kemudian Tania buru buru ingin keluar dari ruangan tersebut tanpa melihat ke arah mereka ,rasanya Tania sangat malu. Tiba tiba Shandy menghentikan Tania.

Tania , aku harap kamu tidak melihat apapa hari ini, jika ada yang tau tentang ini. Maka kamu harus menanggung kosekuensinya.

Mendengar hal itu Daren langsung menatap Shandydengan mata marah. Kemudian memalingkan wajahnya ke arah Tania.

Tidak ada yang terjadi diantara kita Shandy. Kamu tiba tiba memelukku. Kamu pikir kamu siapa? Aku harap kamu tidak pernah menyentuhku lagi . Atau kau akan menyesal selamanya. ucap Daren kemudian keluar dari ruangan Shandy melewati Tania ,kemudian melirik ke atas Tania.

Oya Shandy jangan lupa selesaikan tugasmu dengan cepat.ucap Daren keluar .

Mendengar ucapan Daren , Tania terlihat lega dan juga tidak enak dengan Shandy seharusnya ia tidak masuk maka ia tidak harus mendengar Daren mempermalukan Shandy. Sebalaliknya Shandy terlihat marah dan mengertakkan giginya dengan pelan berkata :

Daren ! laki laki itu benar benar dingin.

Lalu melihat ke arah Tania. Tania bergegas keluar secepat kilat ,tidak tahu kapan ia sudah berada di meja kerjanya. Dengan nafas terenggah enggah detak jantung tak beraturan. Ia memukul kepalanya ke atas meja.

Bodoh Tania ,kamu bodoh. Di hari pertamamu kamu sudah membuat ulah. benar benar bodoh.ucapnya dalam hati.

Dari balik kaca pembatas ruang Departemen diam diam sesosok Daren melihat ke arah Tania. Kemudian pergi.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel