Bab 5 Darah
Tania masih tertidur dengan nyenyak hingga ponselnya berdering.Ia terbangun kemudian mulai mencari ponselnya yang tergeletak pada meja dekat tempat tidurnya.
Iya Hallo .ucap Tania parau
Kamu dimana? Kenapa tidak pulang ?ucap wanita ditelfon.
Tania perlahan mencoba dengan kuat membuka matanya secara perlahan melihat ke ponselnya.
emm Jessy. Aku dirumah.
Dirumah apanya ? Ini aku sudah dirumah tapi kamu tidak ada. ucap Jessy marah.
Kamu bicara apa Jessy ,jelas jelas aku dirumah. Kemudian membuka lebar kedua matanya tersadar melihat sekelilingnya, terlihat ruangan yang sangat besar dengan interior mewah. membuat Tania kaget.
Ya tuhan.memukul kepalanya
Ada apa Tania .ucap Jessy gelisah.
Tidak ada. nanti aku hubungi lagi.ucap Tania mangakhiri panggilanmelihat kesekelilinya dengan bingung.
Aku dimana ? Kenapa aku ada disini ? . ucap Tania mencoba mengingatnya.
Sebentar ,semalam aku ke pestanya Rafael aku minum terlalu banyak dan naik ke lift kemudian kemari.ucap Tania kebingungan dan melihat ketubuhnya.
Kenapa aku mengenakan piama ini .ucap Tania mengingat sesuatu namun ia tidak dapat menemukannya.
Ia hanya mengingat jika ia masuk ke ruangan ini selebihnya tidak lagi. Iakaget melihat noda darah segar pada sprei , dengan cepat ia turun dari tempat tidur berlari kekamar mandi. Melihat dirinya di cermin dan membuka perlahan piama yang ia kenakan. Terlihat bercak ungu kemerahan tidak beraturan di seketar leher ,dada dan tubuhnya. Membuatnya begetar ,matanya memerah wajahnya memucat dan terasa perih pada organ intimnya. Perutnya terasa sakit. Membuat pikirannya semakin tidak karuan.
Bajingan !Siapa yang telah melakukan ini kepadaku.ucap Tania marah meneteskan air mata.
Selama berpacaran dengan Marvin , Tania tidak pernah melakukan hal yang diluar batas dengan Marvin. Mereka hanya berciuman tidak sampai ke atas ranjang. Karena Tania tidak ingin melakukan hal itu sebelum menikah. Tapi hari ini sungguh berbeda , pikirannya menjadi kacau ia bergetar dan menggigil .
Kemudian ia segera mandi membersihkan tubuhnya sambil bergumam mencaci maki. Setelah mandi ia buru buru keluar meningalkan hotel.
Ia naik taksi dan berhenti di sebuah supermarket ,ia langsung memasuk membeli air mineral dan beberapa kebutuhan sehari harinya. Hingga seorang wanita paruh baya datang menghampirinya.
Nona maaf jika tidak sopan , ada noda darah pada gaun nona .ucap wanita itu pelan
Apa?ucap Tania kemudian melihat kebelakang benar saja ada noda darah pada gaunnya. Ia menutup matanya rasanya sangat malu. Bahkan tidak berani melihat wanita tersebut.
Wanita tersebut melepaskan Syal miliknya dan memberikannya kepada Tania.
Ini pakailah untuk menutupinya. Anda pasti tidak tau jika sedang datang bulan. Ketika saya masih muda saya juga pernah seperti ini.ucap wanita tersebut menenangkan Tania
Terimakasih nyonya, anda sangat baik.ucap Tania kemudian melingkarkannya kepinggulnya.
Sama sama nona.ucap Wanita tersebut meninggalkannya.
Tania bergegas mengambil pembalut dan pakaian dalam kemudian masuk ke dalam toilet.
Ya tuhan . aku sangat malu. Sebentar apa darah yang ada pada sprei itu darah haid ku ,bukan keperawananku.Tania memejamkan matanya lalu memukul kepalanya perlahan ke dinding.
Wanita bodoh. Pantas saja perut dan pinggangku sangat nyeri ternyata aku sedang siklus bulanan. Lalu kenapa sekujur tubuhku biru biru. Apa karena terlalu banyak minum semalam. Ahhh mungkin saja.ucap Tania tersenyum menghilangkan pikiran buruknya.
Tania bergegas pulang menemui Jessy. Pasti Jessy sangat khawatir karena tidak mendapatinya dirumah pagi ini.
Tania kamu kemana aja ? Aku sangat khawatir . ucap Jessy yang berdiri didepan apartemen memeluk Tania.
Aku tidak apapa . Semalam aku sangat mabuk dan kemudian aku tidur dihotel. Tasya meninggalkan pesta dengan cepat karena sesuatu terjadi dikantornya. Sehingga ia tidak bisa mengantarkanku pulang.jelas Tania.
Benarkah , tidak ada yang terjadi ? ucap Jessy dan tania mengangguk .
Syukurlah.ucap Jessy lega.
Hari ini Daren melakukan sesi pemotretan majalah Artist of the years. Saat ini dia sedang berada diruang rias ,ia menatap ke cermin kemudian tersenyum tipis mengingat kejadian semalam, hingga asistennya datang.
Tuan , sesi pemotretan akan segera dimulai .ucap Arif.
Baiklah .ucap Daren menarik nafas melihat ke cermin kemudian keluar melakukan pemotretan.
Ia berpose dengan cool dan elegan sesekali tersenyum. Orang orang dilokasi kaget melihatnya tersenyum karena sungguh jarang melihatnya tersenyum seperti ini . Ini merupakan moment paling berharga bagi orang disekitarnya. Mereka semua pada berbisik dan senyum senyum. Arif yang melihatnya pun kaget dan binggung ,apa yang membuat serigala salju ini tersenyum . Sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Lalu arif berdehem ,membuat semua orang terdiam.
Bagus Daren . Sepertinya kamu sedang berbahagiaucap Fotographer.
Daren tidak menjawab dan hanya tersenyum.
