Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 4 Wanita Pertamaku

Daren keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggangnya terlihat jelas kulit putih mulus otot otot kekar dengan roti sobek diperutnya sangat sangat gentelman dan seksi tanpa ada sedikitpun noda dan bekas luka pada tubuhnya.

Kemudian ia menuju ke ruang pakaian ,disana terlihat lemari besar dan tinggi berjejeran memenuhi ruangan. Baju , sepatu , tas dan aksessoris lainnya tertata dengan sangat rapi dan sesuai warnanya. Daren mulai memilih pakaiannya ,hingga tertuju pada sebuah stelan Jas berwarna Biru gelap.

Gambaran sang pangeran yang sangat elegan dan berwibawa penuh pesona dan tampan terlihat di cermin. Mata yang sungguh sangat memikat. Daren memandangi dirinya sendiri di cermin tanpa ekspresi.

Ia keluar dari apartemen mewahnya menuju ke garasi mulai memilih mobil dan tertuju pada sebuah lamborgini berwarna hitam. Langsung masuk dan menancapkan gas.

Didepan Mandau Hotel , terlihat sangat banyak wartawan di depan gedung. Para pesohor datang satu persatu berjalan memasuki hotel berpose manja dan elegan. Hingga mobil mewah Daren berhenti di depan mereka. Wartawan langsung memotret hingga Daren keluar dari mobil dan berjalan diatas redkarpet dengan lugas ,para wartawan memotretn Daren berpose di depan pintu masuk hotel tanpa ekpresi namun sangat tampan. Kemudian memasuku Hotel menuju aula pesta.

Rafael yang sedari tadi menanti kedatangan Daren sangat senang ketika melihat wajah sahabatnya tersebut. Langsung mendekatinya sambil membawa segelas Anggur merah.

Lihatlah siapa ini ? aku kira kamu tidak akan datang dan mengabaikanku . ucapnya tersenyum kemudian berbisikTuan muda Mario Daren . Sambil mengisyaratkan untuk mengambil gelas anggur ditangannya.

Sejujurnya aku tidak ingin datang ,namun aku juga punya keperluan disini.jawab Daren tersenyum tipis mengambil gelas yang berisi anggur tersebut lalu meneguknya.

Rafael tersenyum mendengarnya dan berkata :

Kamu masih belum berubah Daren , masih angkuh seperti dulu. Aku suka karena kamu tidak berubah. Jika kamu berubah maka kamu akan melupakan sahabat brengsekmu ini.

Daren hanya menatapnya dan tersenyum. Orang yang bisa membuatnya tersenyum hanya sahabatnya Rafael walau hanya senyum tipis.

Seorang wanita berpakaian seksi menghampiri mereka berdua sambil memegang segelas anggur.

Kamu datang juga Daren?

Daren menoleh ke arah wanita tersebut tak lain Clara dan memandangnya dengan lirikan tajam.

Lama tidak bertemu. Kamu semakin tampan dan mempesona.ucap Clara meneguk minumannya.

emmm.ucap Daren malas melayaninya

Suasana terlihat canggung , Rafael melihat ke arah mereka berdua dan menjernihkan suasana.

Setiap saat Daren akan bertranformasi lebih tampan dan semakin tampan. Apalagi saat ini ia model yang sangat terkenal. Bahkan wajahnya terpampang di setiap sudut. Kamu benar benar mempesona Daren.menepuk pundak Daren.

Aku harap kita bisa bekerja sama Darenucap Clara tersenyum menggoda.

Clara berprofesi sama seperti Daren tapi Clara bukan model terkenal seperti Daren namun akhir akhir ini iya banyak mendapat tawaran bermain drama dan iklan membuat namanya mulai dikenal publik.

Sepertinya saat ini Clara mulai tertarik ingin mendekati Daren dan membalaskan dendam atas penghinaan Daren kepadanya. Namun rasanya Daren sama sekali tidak terpikat olehnya. Hingga seseorang mengambil foto mereka berdua secara diam diam. Kemudian Clara meninggalkan mereka berdua menuju ke tamu lainnya. Daren bahkan tidak melihat kearahnya.

Selamat ulang tahun Rafael . ucap Daren.

Kamu sungguh terlambat mengucapinya , seharusnya sedari tadi. Tapi terimakasih atas hadiahnya kamu sudah bersedia mengizinkanku merayakan pesta di Hotelmu dengan gratis.

Bagus jika kamu berterimakasih dan sadar aku peduli.ucap Daren menyindir

Hei boleh aku memelukmu . ucap Rafael menggoda Daren.

Daren menatapnya dengan menakutkan berkata

Apa kamu ingin aku mengubah pesta ulang tahun menjadi pesta kematian. Jika mau silahkan !

Aku tidak berani teman . ucap Rafael tertawa kecil.

Tania sampai di tempat Pesta ia berjalan bersama dengan Tasya sepupu Rafael. Tamu undangan terlihat memandangi Tania yang berdandan sangat cantik dan anggun saat ini seperti tuan putri. Tapi mereka tidak mengenalnya, karena Tania bukanlah pesohor. Tania merasa tidak percaya diri dan memegang tangan Tasya.

Tasya aku rasa aku tidaklah pantas disini ,mereka semua menatapku rasanya aneh .ucap tasya pelan

Kamu bicara apa Tania ,jelas kamu sangat cantik malam ini mereka terpana melihatmu. Kamu lebih dari artis dan model yang ada disini. ucap Tasya melihat sekelilingnya dan tersenyum.

Tania gadis yang sangat cantik dari ujung rambut sampai kaki terlihat sangat sempurna, lekukan tubuhnya sangat indah. Membuat wanita iri melihatnya sayangnya ia tidak lahir dari keluarga kolongmerat.

Ayo Tania , oya malam ini makanlah sepuasnya aku juga akan mengenalkanmu kepada desainer terkenal. Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk karirmu.ucap Tasya

Aku benar benar malu dan tidak nyaman Tasya. Kamu sangat baikucapTania dengan mata sayu

Apa yang kamu bicarakan ,kamu sudah banyak membantuku saat kuliah dulu . Aku hanya ingin membalas budi.

Dari kejauhan terlihat Desainer Paula Jung dan Cello , Tasya langsung menarik tangan Tania dan menghampiri mereka.

Selamat malam Nyonya Paula ? Anda sangat cantik malam ini.ucap Tasya tersenyum manis.

Paula yang sedang berbicara langsung menoleh kearah mereka berdua.

Oh kamu nona Tasya. Senang bertemu denganmu. Kamu terlihat semakin cantik , saya dengar anda sekarang sedang mengeluarkan kosmetik brand anda sendiri.

Benar Nyonya Paula. Saya harap anda membantu saya mempromosikannya.ucap Tasya dengan elegan.

Tentu saja dengan senang hati.ucap Paula senyum

Kemudian Paula melirik ke arah Tania.

Kamu ? bukankah kamu pegawai baru di perusahaan kami .

Iya benar nyonya Paula,Saya Tania Shandara. senang bertemu dengan anda disini.ucap Tania lembut dan hormat.

Ternyata kalian saling kenal. Kamu bekerja di SSC sekarang. Kenapa aku tidak tau ?ucap Tasya

Aku baru lulus wawancara tadi siang. aku belum sempat memberi tahumu . jelas Tania

Oh begitu. Baiklah aku sudah memaafkan ,dan selamat Tania. Oya nyonya Paula dia sangat berbakat, tolong jaga dan bimbing dia dengan baik.ucap Tasya

Tentu saja , Saya sudah melihat karyanya sangat indah .

Mendengar hal tersebut membuat Tania merasa senang.

Terimakasih atas pujiannya Nyonya Paula. Mohon bimbingannya.ucap Tania lembut.

Tasya sedari tadi sibuk melihat kesana kemari seperti sedang mencari seseorang.

Maaf saya harus meninggalkan kalian dulu , Tania sebentar ya aku akan mencari Rafael dulu. Aku akan memberi tahunya kalau kamu datang. Silahkan lanjut berbincangnya.ucap Tasya meninggalkan mereka.

Tampak Rafael dan Daren sedang berbincang bicang dengan para penjabat. Tasya langsung menghampiri mereka.

Kak , Tania ada disini ?bisik Tasya

Benarkah ? Kenapa tidak menemuiku.ucap Rafael menoleh keatas Tasya seakan senang mendengarnya.

Dia sedang bersama Nyonya Paula. Temuilah dia !ucap Tasya

Daren yang melirik keatas Rafael penasaran.

Siapa ?tanya Daren

Tidak ada, hanya teman special . Ayo aku akan meperkenalkannya kepadamu. Dia sangat cantik kamu pasti suka .ucap Daren membisikan ditelinga Daren.

Daren hanya tersenyum tipis dan tidak tertarik.

emm. Temui saja dia. Aku disini saja .

Yakin ? yasudah. Aku tinggal dulu ya.menepuk pundak Daren kemudian pergi menemui Tania.

Tania apa kabar ? Kamu sangat cantik malam ini.ucap Rafael berjalan kearah Tania.

Kak Rafael , Selamat ulang tahun.ucap Tania

Terimakasih ucapannya. Kamu sendirian ? mana Marvin ? aaahhh maaf aku lupa mengundangnya.ucapRafael mengaruk kepalanya.

Aku datang bersama Tasya. Bukankah itu lebih baik.ucap Tania tersenyum.

Kamu tidak marah ? maaf hubunganku dengan Marvin tidaklah baik.jelas Rafael.

Iya kak. Tania mengerti.jawab Tania tersenyum

Oya , ayo bersulangucap Rafael mengambil segelas Anggur untuk Tania. Tania meneguknya dengan elegan.

Dari kejauhan Daren melihat kearah mereka, tampak Tania dari belakang. Kemudian Rafael sedari tadi merasa ada seseorang yang memehartikan langsung melihat kearah Daren dan mengangkat gelasnya mengisyaratkan bersulang. Daren juga mengangkat gelasnya kemudian meneguknya.

Tania penasaran melihat tingkah Rafael kemudian menoleh kebelakang matanya tertuju kepada Pria berperawakan Tinggi dan tampan yaitu Daren. Namun Daren sibuk berbicara dengan orang orang disekitarnya. Tania seperti pernah melihatnya tapi entah dimana.

DiaDaren. Mario Daren . ucap Rafael memberitahu Tania.

Mario Daren . Model terkenal itu , dia lebih tampan aslinya ketimbang di foto.ucap Tania kagum dan berkata dalam hatipantas saja seperti pernah melihatnya.

emm. Dia memang Perfect boy . Tapi sifatnya dingin dan menakutkan.ucap Rafael melihat ke arah Daren.

Benarkah ? ucap Tania tersenyum.

Tepat Jam 12 malam. Tania merasa pusing dan kepalanya sakit ia berjalan terhuyung huyung. Sepertinya dia sudah sangat mabuk , sedari tadi ia hanya minum anggur dengan siapa saja yang berbincang dengannya. Mengingat Tania tidak kuat minum.

Ia berjalan kekoridor dan menaiki lift menuju lantai 16 , ia menekannya sembarangan matanya buram tidak melihat degan jelas. Hingga pintu lift terbuka dan berjalan ,lorong itu tampak sangat sepi tidak ada satu orang pun.

Tania merasa mual dan sangat pusing , tampak sebuah kamar didepannya. Kamar itu tampa nomor,ia langsung memasukinya. Dalam kamar tersebut tampak sangat mewah , tempat tidur bigsize lampu kristal besar tergantung ditengah ruangan , interiornya bergaya campuran minimalis dan gaya eropa, memperkuat kecantikan dan kemewahan kamar ini. Tania langsung merebahkan badannya ke tempat tidur hingga terlelap.

Setengah Jam kemudian seseorang memasuki kamar tersebut. Pria bertubuh tinggi dan berparas tampan yaitu Daren. Daren memegang kepalanya yang terasa sakit dan pusing.

Ahh sial aku minum telalu banyak . ucap Daren sambil melepaskan Jas dan dasinya.

emmmtania membalikan badanya.

Daren kaget dengan suara wanita yang tak lain Tania. Melirik keatas tempat tidurnya, kaget melihat wanita itu tidur dengan pulas. Selama ini tidak ada seorang pun yang berani masuk ke lantai 16 apalagi kekamarnya ,kecuali cleaning service ,Daren berjalan perlahan menghampiri Tania sambil membuka kancing kemejanya.

Terlihat Tania tertidur dengan pulas bahkan suara bom meledak didekatnya pun ia tidak bakal tahu. Tampak lekukan tubuh dan paha rampingnya membuat ia terlihat sangat seksi dan mengoda. Rambut tania terurai dan sedikit menutupi wajah cantiknya. Daren menatap dalam Tania hingga tangannya menyentuh rambut Tania menjauhkan dari wajahnya.

Daren kaget melihat wajah cantik Tania ,matanya terbuka lebar.

Wanita ini.ucapnya pelan dan mundur selangkah kebelakang.

Tania tiba tiba menarik tangan Daren dan berkata.

Jangan pergi ,aku merindukanmu .ucap Tania lembut mengigau.

Hinga Daren terjatuh kesamping Tania. muka mereka saling bertatapan , melihat wajah cantik Tania ,membuat Daren terpesona. Daren menatap Tania sangat dalam dan penuh hastrat. Juniornya mulai bertindak namun menahanya dan menghilangkan pikirannya tersebut. Tania tiba tiba memeluk Daren sedikit membuka matanya ,dimatanya Daren terlihat seperti Marvinitu disebabkan oleh pengaruh akohol.

Aku mencintaimu ,sangat mencintaimu. Tetap bersamaku.ucap Tania

Daren kaget mendengarnya dan menatap Tania sangat dalam dan memengerutkan keningnya, tiba tiba ciuman berselancar di bibir Daren , Daren mencoba menolak. Namun Tania tidak melepaskannya semakin bergairah. Hingga pertahanan Daren runtuh. Ikut kedalam permainan Tania bercumbu bergantian melumatkan atas dan bawah bibir mereka secara perlahan lembut semakin lembut dab bergairah.

Hingga Daren melepaskan seluruh yang ada pada tubuh Tania ,begitu juga Daren. Mereka terlihat seperti bayi yang baru lahir. Otot otot kekar Daren terlihat di dada tubuhnya dan roti sobek diperut Daren telihat sangat memukau dan seksi. Begitu juga Tania terlihat sangat indah. Malam mereka terasa sangat panas hingga paginya.

Jam 7 pagi Daren bangun melihat kesampingnya Tania masih tidur dengan nyenyak. Terlihat senyuman di wajah Daren kemudian mengecup kening Tania. Lalu beranjak ke kamar mandi. Sesudah mandi Daren langsung berpakain dengan rapi kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel