Bab 3 Menarik
Tania keluar dari dalam gedung perusahaannya ,saat ini perasaanya tak bisa diungkapkannya sepanjang jalan ia tersenyum bahagia kemudian sesekali mencubit dirinya sendiri berharap jika itu bukan mimpi.
Ia mengeluarkan ponsel kemudian menghubungi seseorang.
Ibu , aku berhasil bu . Aku diterima di perusahaan JTC , saat ini aku sangat bahagia. mimpiku terwujud bu.ucap Tania kepada ibunya diseberang telfon
Benarkah? Ya ampun Tania. Ibu sangat senang , jika ayahmu mengetahui hal ini ia juga sangat bahagia.ucap Ibunya.
Ayah masih di sekolah ya bu ?tanya Tania merindukan ayahnya
Iya sayang. Ayahmu ada rapat dengan para guru mungkin ia akan pulang terlambat hari ini.
Baiklah bu , salam untuk ayah dan juga Radit. Ibu jaga kesehatan ibu ya jangan terlalu lelah bekerja. Tania masih dijalan ,tania tutup ya bu. Sayang ibu . ucap Tania pelan namun penuh arti.
Iya sayang . kamu juga jaga kesehatan. Ibu juga sayang kamu.ucap Ibunya manis mengakhiri panggilan.
Kemudian Tania berhenti di Halte bus , menunggu busnya datang. Iya mengirim pesan kepada Marvin:Sayang aku diterima diperusahaan , besok hari pertama aku bekerja. Aku sangat merindukanmu. tulis Tania. Menunggu beberapa menit tapi tidak menerima balasan dari Marvin.
Tania berkata dalam hatimungkin ia sangat sibuk, sehingga tidak melihat ponselnyakemudian tersenyum.
Disisi lain Marvin sedang berada disebuah ruangan yang tampak sangat mewah dan elit tengah duduk diatas sofa sambil melirik ponselnya.
Seorang wanita cantik ,seksi dan tinggi semampai berjalan kearahnya dan merangkulnya dari belakang mengecup lehernya secara lembut dan seksi, berkata :
Siapa baby? Wanita kampungan itu ya?mengambil ponsel Marvin membaca pesan Tania. Stella tersenyum tipis.
Marvin terlihat tidak senang ketika Stella mengambil ponsel miliknya.
Jangan melewati batas?ucap Marvin merebut ponsel miliknya.
Ternyata dia sungguh ada dihatimu ? Sepertinya iaditerima kerja. Bukankah wanita rendahan itu lulusan desainer ?ucap Stella sambil meneguk anggur.
Bukan urusanmu. Bagus kalau dia diterima kerja.ucap Marvin megaskan.
Stella mendekat kearah Marvin menaruh kedua tangannya ke bahu Marvin berkata :Jangan marah? aku hanya menggoda mu.Kemudian mencembu Marvin. Terlihat Marvin dan Stella penuh gairah hingga melanjutkannya ke atas ranjang.
Tania masih menunggu bus dihalte , tapi bus belum juga datang , ia melihat jam tangannya tak sabar ingin memberi kabar bahagia ini untuk Jessy.
Mobil Sport mewah berwarna merah melaju sangat kencang hingga menjipratkan air yang tergenang di badan jalan sehingga mengenai seluruh badan dan wajah cantik Tania. Tania kaget dan melihat keseluruh tubuhnya yang telah basah kuyup seperti anak kucing seketika meneriaki mobil tersebut.
Hei bajingan berhenti , sialan kau. Tania sangat marah.
Pengemudi mobil Sport itu hanya melihat dari kaca spiondan tidak menghiraukannya. Ia tak lain Daren, tampak dari spion Tania sedang membersihkan muka dan bajunya dengan sapu tangan.
Daren tampak menghubungi seseorang yaitu asisten Arif.
Apa kamu sudah menemukan informasinya ?tanya Daren datar
Sudah tuan. Saya sudah menaruh berkasnya di meja kerja tuan.ucap Arif. Kemudian Daren mengakhiri panggilan.
Daren melihat undangan pesta ulang tahun dari perusahaan TMent yaitu Rafael teman masa kecilnya. Yang diselenggarakan di Mandau Hotel Jam 9 malam ,Mandau Hotel merupakan hotel bintang 5 dan yang terbesar sangat terkenal di kota A. Hotel tersebut milik Daren.
Terlihat dari raut wajahnya bahwa ia enggan menghadiri pesta tersebut. Namun jika ia tidak datang maka Rafael akan sangat marah ,mengingat Rafael satu satunya teman Daren biarpun mereka saling bertengkar dan berselisih paham namun mereka saling melindungi satu sama lain.
Lagipula pesta tersebut akan dihadiri banyak artis ,model dan juga para penjabat tinggi. Ini kesempatan bagus untuknya menyelinap keantara mereka.
Daren menuju ke perusahaan SSC memarkirkan mobik mewahnya dideoan gedung ,kemudian berjalan menuju lobi terlihat sangat keren perawakan tinggi , bentuk tubuh ideal yang berotot seakan tampak jelas dibalik Kemeja putih tipis yang dikenakannya, celana hitam pekat. Style casual dengan snakers putih membuat orang orang disekelilingnya terkagum kagum bahkan ada beberapa yang kehilangan kesadaran melihat ketampanannya sehingga mengikutinya dari belakang.
Daren yang sedari tadi tidak nyaman seakan diikuti membalikkan matanya kemudian menghentikan langkahnya di depan pintu ruangan direktur Harry. Sehingga mereka terkejut dan saling bertabrakan. Daren melihat kebelakang.
Apa yang kalian lakukan?ucap Daren datar dengan tatapan mematikan.
Maaf maaf tuan , kami tidak sadar dan terpesona dengan tuanucap salah satu dari mereka.
Menatapnya dan tidak terpengaruh dengan pujian mereka.
Apa kalian ingin mati ?ucap Daren mendekat dan sedikit membungkuk menundukkan kepalanya.
Mereka semua hanya sedada Daren , pria itu sangat tinggi bahkan tingginya 188cm. Sangat sangat mendukung wajah tampan dan senyum manisnya. Pesona Daren terletak pada matanya , lirikan tajam dan dalam membuat setiap orang terpesona seketika pula takud dan patah semangat.
Seketika mereka semua pergi ,ketakutan mendengar perkataan Daren. Daren terkenal sangat dingin dan tidak ramah, kata kata yang keluar dari mulutnya membuat hati teriris kemudian ditambah perasan air jeruk nipis. Rasanya tidak bisa diungkapkan sungguh sakit. Walaupun begitu ia sangat terkenal karena kepiawainya dalan berpose, bahkan ia sangat jarang tersenyum di depan kamera. Hanya jika membuat hatinya senang. Ia juga sangat pintar dan berbakat , bahkan siapa saja yang bekerjasama dengannya akan sangat beruntung karena akan banyak investor yang berinvestasi keperusahaan.
Daren mengetok pintu direktur kemudian melangkah masuk. Tampak Harry sedang sibuk membaca dokumen ,kemudian is kaget melihat Daren datang keruangannya langsung menghampirinya.
Tuan , ada apa anda kemari dan ini suatu kehormatan bagi saya .
Tidak ada hanya ingin melihat lihat saja?ucap Daren datar.
Jika ada seseutu anda bisa memberi tahu saya tuan muda . ucapnya tersenyum.
Baiklah. Awasi Marvin baik baik. Sepertinya ia ingin memainkan permainan kotor lagi.ucap Daren memberi perintah.
Baik tuan. Akan saya laksanakan.jawab Harry
Bagaimana dengan proyek di Paris apa anda sudah menyelesaikan semuanya.
Sudah tuan, bulan depan anda berangkat ke Paris untuk pemotretan majalah dan beberapa event. Mereka juga meminta anda untuk mewakili Fashion Week di Paris nanti.jelas Harry.
Baiklah. Aku ingin kamu mencari penata busana pribadi untukku. Nyoya Lia cuti beberapa tahun mengurus bayinya.ucap Daren keluar dari ruangan Harry.
Baik tuan ,saya akan mencarikan yang terbaik untuk anda.ucap Harry.
Tania akhirnya sampai ke apartemennya kemudian masuk. Mendengar suara pintu terbuka Jessy langsung lari kearah pintu terkejut mendapati Tania yang sudah basah dan penuh lumpur di bajunya.
Kamu kenapa? Apa yang terjadi? Apa mereka menyirammu ?ucap Jessy mengelap Tania.
Tania langsung memeluk Jessy kemudian menanggis. Melihat Tania seperti itu membuat Jessy bingung dan penasaran apa yang terjadi.
Kamu kenapa? jangan nangis. Coba jelaskan kepadaku . ucap Jessy menepuk pelan pundak Tania.
A ..a..aku. ! Diterima diperusahaan.ucap Tania kemudian tertawa.
Jessy kaget ,kemudian menatap Tania berkata:Apa ? yang benar kamu lulus ?.
Tania menganguknya , Jessy langsung lompat kegirangan seperti anak kecil kemudian memeluk dan mencium pipi Tania kesenangan. kemudian memberi ucapan selamat.
Aahhh Jessy.mereka saling berpelukan.
Aku sudah masak makanan faforitmu , ayo kita makan. Tapi sebelum makan bersihkan dirimu terlebih dulu. Kamu tampak seperti anak kucing yang ditinggal ibunya.
Siap Bos . ucap Tania menuju kamarnya.
Tania selesai mandi bergegas keluar untuk makan, Jessy telah menunggunya di meja makan.
Kamu pasti belum makan seharian inikan ? Ayo makan yang banyakucap Jessy menaruh Daging asam manis ke piring Tania.
Aaaa Jessy ,kamu sangat baik. Jika kamu seorang pria ayo kita nikah .Goda Tania.
Tidak. aku tidak mau.jawab Jessy
Kenapa? apa aku kurang cantik?tanya Tania memainkan kedua matanya.
Karena kamu sangat cantik. Aku tidak ingin berdosa karena telah mematahkan hati banyak pria .jawabnya mengoda Tania kemudian mencolek hidungnya.
Aaaahhh Kesayanganku.. Tania tersenyum malu.
Oya apakah Rafael sepupunya Tasya mengirim pesan kepadamu ?Jessy bertanya
Emm. Iya , aku hampir lupa, Iya mengundang ke pesta ulangtahunnya malam ini di Mandau Hotel.
Dia juga mengirimku pesan. Apa kamu akan datang ?
Entahlah . Sepertinya aku malas ,kamu tau kalau pesta itu hanya untuk para elit sajaSedangkan aku apalah hanya butiran debu. Kamu sendiri?. ucap Tania merendah.
Yahh ada apa dengan kamu ini , datang saja. Jika kamu tidak datang maka Rafael akan sangat marah apalagi Tasya. Dia juga teman terdekat kita. Ini kesempatan bagus untuk kamu ,disana akan ada banyak para pesohor. Bukankah lebih baik jika mereka mengenalmu ,ini akan membuka peluang untukmu. Aku tidak bisa datang ,walau aku menginginkannya aku ada janji dengan Tama ,aku tidak akan pulang malam ini.Jelas Jessy.
emm baiklah. Ciee yang melepaskan rindu dengan sang kekasih.goda Tania. Mereka tertawa sangat bahagia sambil berbincang.
Jam menunjukan pukul 8 malam , Daren menuju ke ruang kerjanya. Melirik ke atas meja disana terletak sebuah dokumen. Kemudian mengambil dan membacanya. Dokumen itu berisi segala informasi tentang Tania. Daren menggigit pelan kuku jempolnya sembari tersenyum tipis.
Sangat menarik. Ternyata itu kau.ucap Daren pelan tapi penuh arti.
