Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 2 Anda diterima

Daren terlihat santai duduk dikursi belakang mobil sembari melihat berbagai busana dan perhiasan ditablet nya kemudian memilihnya.

Aku pilih ini dan ini.menunjukan gambar kepada asistenya Arif.

Baik tuan , selera anda sangat bagus. Ini akan menjadi brand terpopuler tahun ini , saya akan mengkonfirmasikannya keperusahaan.ucap Arif memuji.

Daren menatap keluar jendela mobil melihat kesekelilingnya terasa penat tanpa ekspresi seakan ada hal yang menganggunya. Arif sibuk memilih gambar busana untuk Daren pakai dalam photoshort yang akan diadakan minggu depan dan mengirim email keperusahaan.

Tolong cari informasi wanita yang bersama Marvin direstoran tadi. ucap Daren masih sibuk melihat keluar jendela kemudian memejamkan matanya.

Baik tuan.ucap arif.

Tania masih pulas tertidur , wajah cantiknya sangat jelas terlihat tanpa riasan makeup. Jam menunjukan pukul 07.00 pagi. suara ponselnya berdering.

Membuatnya terbangun meski masih memejamkan mata merasa ngantuk. mencari kesana kemari ponselnya kemudian mengangkatnya.

Halo , maaf ini siapa ?tanya Tania dengan suara parau

Apakah ini dengan nona Tania Shandara ? . Tanya wanita seberang telfon.

Iya benar dengan saya sendiri

Selamat nona anda telah lulus seleksi tahap pertama , hari ini anda akan melakukan wawancara dengan perusahaan jam 08.00 pagi. Semoga suksesucap wanita tersebut.

Apa ?ucap Tania tidak menyangka membuka lebar matanya kemudian tersenyum gembira.Terimakasih mba informasinyaucap Tania senang mengakhiri panggilan.

Tania sangatlah senang karena sudah 13 kali ia melamar keperusahaan fashion ,tapi ia hanya bisa menelan pahit kegagalan jangankan wawancara kerja bahkan ia tidak pernah lulus seleksi tahap pertama. Ini ke 14 kalinya ia melamar keperusahaan fashion dan ia lulus seleksi tahap pertama membuat jantungnya berdetak kencang dan senang.

Melihat jam menunjukan pukul 07.00 pagi membuatnya bergegas meranjak pergi dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi.

Selesai mandi ia bergegas memakai baju , ia mengenakan kemeja putih dan rok berwarna hitam. Ia berpenampilan seperti wanita karier dan sangat rapi juga sangat cantik dengan riasan tipis diwajahnya dengan lipstik berwarna peace. Terlihat sangat menyegarkan.

Ayoo sarapanucap Jessy membukakan pintu kamar Tania dan tercengang melihatnya

Mau kemana kamu ,kok udah rapi ? . menyakan bingung melihat Tania sudah berdandan cantik dan rapi sepagi ini.

Tania tinggal bersama Jessy di apartemen sederhana ini , mereka telah tinggal bersama semenjak sekolah menengah karena dekat dengan sekolah dan juga tepat di jantung ibukota. Mereka ingin hidup mandiri dan mengejar impian mereka.

Sedangkan orang tua mereka tinggal di Kota C . Walaupun keluarga mereka menentang untuk meninggalkan rumah dan menyuruh mereka melanjutkan sekolah di Kota C saja, dikarenakan orang tua Tania hanya kepala sekolah sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Namun itu tak membuat mereka surut. mereka tetap kekeh untuk tinggal di kota A karena mimpi mereka ada disitu.

Sedangkan Jessy berasal dari keluarga yang ekonominya bagus setidaknya dia lebih mampu dari Tania. Orang tua Jessy membelikan apartemen untuk mereka berdua tinggalkan. Kedua keluarga mereka mempunyai hubungan yang baik. Karena ayahnya Tania dan ayah Jessy juga sahabat sedari kecil.

Mereka bekerja setelah pulang sekolah, untuk uang saku mereka dan kehidupan sehari hari.

Kota C merupakan kota kecil dengan pedesaan namun tidak terlalu kampungan. Suasana di kota tersebut masih sangat indah dan asri.

Jessy ,aku lulus seleksi tahap awal dan hari ini wawancara kerja. Doain ya semoga aku lulus.ucap Tania memeluk sahabatnya

Jessy yang mendengarkan kabar baik tersebut sangat senang.

Benarkah? aku sangat senang mendengarkannya . Aku doain kamu lulus. Semoga impian kamu menjadi desainer terkenal segera tercapai .

emmm makasih sahabatkumemeluk Jessy dengan erat kemudian tersenyum.

Ayo sarapanajak Jessy keluar dari kamar

Mereka duduk dimeja makan dan menikmati makanan mereka.

Ini sangat enak Jessypuji Tania

Benarkah? siapa dulu Jessy. Aku akan merawatmu dengan baik hingga kamu menikah nanti.ucapnya tersenyum

Aku masih sangat muda ,kita baru berusia 23 tahun. Ayo bekarir saja dulu.Tania tersenyum

Tidak selamanya kita akan melajang Tania. Oya bagaimana hubunganmu dengan Marvin.

Baik baik saja. Semakin hari dia sangat baik, sekarang dia tumbuh sangat dewasa.ucap Tania tersipu malu

Apa kalian tidak berencana menikah ? kalian sudah berpacaran selama lima tahun. Bukan sebaiknya dia melamarmu ? Aku sedikit curiga jangan jangan ia hanya bermain denganmu.

Tania memandang Jessy : Ia sangat sibuk mengurus perusahaannya ,kamu tau kalau kakak laki lakinya punya masalah dengan kesehatannya hanya bisa berbaring di tempat tidur. Dan aku tidak ingin menekannya biarkan berjalan seiring waktu. Aku tidak ingin memikirkan terlalu jauh. Hanya ingin menikmati hubungan ini dulu. Marvin pria yang sangat baik, walau tempramen nya sedikit buruk. Tapi ia sangat mencitaiku dan peduli denganku.

Ujar Tania meyakinkan Jessy , walau dalam hatinya berkata lain. Ia juga menginginkan pujaan hatinya menghalalkan dia. Karena mereka sudah berpacaran selama lima tahun, bukankah itu waktu yang cukup untuk melangkah ke pernikahan. Membuatnya penasaran kenapa Marvin tidak pernah menyinggung tentang pernikahan. Namun rasa curiga itu hilang ketika ia mengingat kebaikan Marvin kepada Tania. Bahkan Marvin membayar uang kuliah Tania.

Baiklah kalau gitu. Aku hanya penasaran . ujar Jessy melanjutkan makan.

Kamu tidak ke kantor hari ini ?tanya Tania

Tidak , hari ini aku cuti ada hal yang harus kuurus. Lagian akhir akhir ini aku tidak punya waktu istrahat.Kamu tau kalau HANSANG Group sangat terkenal dan merupakan perusahaan terbesar bahkan cabang mereka sangat banyak di dalam maupun di luar negeri. Pekerjaan kami sangat banyak dan ketat. Oya kamu tau tidak ada gosip menyebar di perusahaan kalau putra tunggal Presdir sudah kembali dari paris dan ada yang bilang kalau dia sangat tampan mengingat presdir juga tampan pasti anakanya juga sangat tampan.

Benarkah?tanya Tania

emm. Tapi diperusahaan tidak ada yang mengenalnya , mereka bilang belum pernah melihatnya. Hanya saja orang orang tertinggi di perusahaan yang mengenalinya. Andai saja kita mendapatkannya bukankah sangat beruntung ,seperti sendok emas jatuh dari langit.ucap Jessy membayangkannya

ehh kita harus sadar diri ,tidak mungkin seorang pangeran jatuh hati kepada pengemis yang bahkan hanya butiran debu baginya .ujar Tania mengingatkan Jessy

Jessy terlihat cemberut kemudian tersenyum.

Benar juga. Tapi kamu harus bersyukur karena Marvin mau bersama mu kamu sudah menjadi cinderlella nya. Karena Marvin juga seorang pangeran walau dia di bawah putra HANSANG Group tapi perusahaan nya JTC juga sangat terkenal bahkan mereka bersaing.

Ucap Jessy tersenyum walau dalam hatinya ada hal yang menganjal yang ingin ia sampaikan kepada Tania , namun ia tidak ingin membicarakan masalah perusahaan dengannya ia tidak ingin menyinggung kekasih Tania. Karena ia tau betul bagaimana JTC group itu ,mereka bermain secara kotor dengan tipu muslihatnya melawan HANSANG Group.

Bahkan mereka mengirim seseorang untuk mematai perusahaan dan mengambil berbagai hasil desainer. Sebelum HANSANG merilisnya mereka JTC lebih dulu mengumumkan rancangannya dan menipu publik. Tapi HANSANG tetap bisa keluar dari masalah itu dan semakin kuat. membuat JTC semakin membenci perusahaan tersebut.

Tania berdiri didepan perusahaan yang ingin mewawancarainya hari ini ia melihat ke atas gedung pecakar langit tersebut matanya tertuju pada sebuah logo SSC GroupEnt. dan kagum melihat gedung yang menjulang tinggi tersebut. Bahkan karyawan sangat banyakkeluar masuk di depannya.

Wah gedung ini sangat besar dan tinggi , sebenarnya ada berapa lantai ?.ucap tania kagum sembari menghitung lantai gedung tersebut.

Kemudian ia merapikan bajunya dan bergegas masuk ke dalam gedung. Terlihat sangat banyak orang di lobi , seseorang mengarahkan mereka menuju ke sebuah aula didalam gedung. Banyak wanita dan pria yang berpakaian rapi dan sangat percaya diri ,bahkan gaya mereka sangat mewah. Tapi tidak menyurutkan kepercayaan diri Tania. Satu persatu dipanggil ke dalam ruangan wawancara , ada yang keluar dengan bahagia bahkan ada yang menagis menelan pahit kegagalan. Membuat Tania sangat gugup dan berjalan kesana kemari hingga seseorang memangil namanya.

Tania Shandara , ayo masukucap Kariyawan wanita

Saya .sedikit terkejut mengangkat tangan dan menarik nafas kemudian masuk kedalam ruangan.

Didalam ruangan yang hening dan juga tegang membawa hawa yang sangat dingin telihat beberapa orang duduk dikursi dengan pakaian mewah dan rapi tapi sangat berwibawa . Mereka tak lain orang yang sangat penting di perusahaan.

Silahkan duduk.ucap Direktur Harry

Tania duduk di sebuah kursi didepan mereka yang berjarak sekitar 2-3meter. Kemudian memperkenalkan dirinya.

Nama saya Tania Shandara saya lulusan universitas SeniArt. saya lulusan desainer modern klasik . Saya ingin anda semua dapat membimbing saya dengan menerima saya di perusahaan ini . ucap Tania gugup terkihat ia menekankan kuku jempol ke jari telunjuknya.

Seorang wanita pertengahan 40an tersenyum kemudian menatap tajam kearah Tania.

Santai saja. Jangan terlalu gugup dan takut ,tidak ada yang akan memakan kamu.Tania apa pendapatmu tentang perusahaan ini ? dan apa moto mu ?tanya wanita tersebut tak lain Desainer terkenal diperusahaan ini PAULA JUNG.

Perusahaan ini merupakan perusahaan yang sangat terkenal , saya melihat kalau kariyawan disini bekerja sangat giat dan lihai . Mereka semua pekerja keras. Saya rasa perusahaan menjadi seperti saat ini tidak lain karena ada pondasi yang kuat yang tak lain kariyawan dan orang orang yang selalu cemas dengan memikirkan apa yang terbaik untuk perusahaan ini dan setiap harinya bekerja untuk lebih baik dari hari kemarin untuk esok dan esoknya lagi. Dan mereka bekerja untuk membuat konsumen puas dan tentu saja para pegawai juga puas melihat hasilnya. Bahkan perusahaan membantu mendidik dan membukakan lapangan kerja untuk para pememimpi seperti kami ini , untuk menunjukkan karya kami kepada dunia. Bahwa ini karya anak bangsa yang menarik dan membuat mereka sukses.ujar Tania percaya diri

Lalu apa kamu merasa kalau perusahaan menekan para pegawainya untuk pundi pundi uang dan membuat mereka kelelahan ?tanya Manager Hafin yang mengunakan kaca mata.

Tidak . Karena sebuah kesuksesan justru harus bekerja kerasa dan banyak perjuangan. Keringat yang dikeluarkan merupakan simbol kepuasan tersendiri ketika melihat karya kita bisa dinikmati oleh orang lain.jawab Tania lantang namun didalam dirinya menahan gugup.

Orang di dalam ruangan tersebut terlihat kagum mendengar kata kata yang diucapkan Tania. Bahkan desainer terkenal PAULA JUNG tersenyum menatapnya kemudian melihat berkas Tania dan juga sampel desain baju dan aksesoris miliknya.

Kamu belum menjawab apa motomu ?ucap PAULA JUNG yang masih sibuk melihat desain Tania.

Moto saya adalah menjadi diri sendiri dan yang terbaik untuk hari ini dan hari berikutnya. Mencari dan memperbaiki kesalahan hari ini dan seterusnya.Dan tidak akan merasa puas dengan sesuatu hal jika hal yang lain masih yang terbaik.ucap tania tegas.

PAULA JUNG tersenyum tipis kemudian menaruh berkas Tania dan mentapnya berkata :

Egois

Tania yang mendengarkannya terkejut melirik kearah Paula kemudian menundukkan kepalanya, rasanya tidak ingin menatap Paula karean rasa gugup dan takud melihat reaksi Paula dan orang disekelilingnya. Kemudian Paula melanjutkan kata katanya.

Tapi saya suka melihat tekadmu yang cukup besar , walau kamu minim pengalaman dan hanya menjadi asisten kecil seseorang tapi saya suka kemampuan desain mu , mereka tidak berat biasa saja tapi terlihat menakjubkan . Kamu bisa bekerja disini dan selamat datang diperusahaan kamiucap Paula tersenyum

Mendengar kata kata Paula membuat Tania mengangkat kepalanya dan menatap Paula dan orang sekelilingnya yang tersenyum. Jantung Paula berdebar debar seakan ingin meledak matanya berkaca kaca tidak menyangka jika dirinya terpilih.

Benarkah apa yang saya dengar barusan bahwa saya diterima diperusahaan initanya Tania belum percaya

Iya benarucap Direktur Harry dan Paula menangguk tersenyum begitu juga Hafin.

Paula dengan sigap bangun dan menjabat tangan mereka semua. Dan tak henti henti mengucapkan terimakasih. Seakan ia tak percaya bahwa impiannya terwujud.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel