Pembalasan Sandra
Adam meminta ijin kepada mba Yu untuk kembali ke Jakarta,dan berjanji setelah semua urusannya selesai,dia akan kembali ke sini untuk melamar Dina.
"Aku akan kembali dan membawamu ke Jakarta setelah urusan ku selesai baby "kata Adam ketika Dina mengantarnya ke bandara.
Dina hanya mengangguk dan berusaha berfikiran positif bahwa Adam akan kembali dengan janjinya.
"Baik " aku akan menunggumu"ucap Dina sambil tersenyum tipis ketika Adam memeluknya erat sebelum memasuki ruang check in
"I love you,baby "bisik Adam ketika mencium kening Dina sesaat sebelum memasuki ruang check in.
Dan Dina memutuskan hanya mengantar Adam hingga sebatas disini saja,di terminal keberangkatan.
"I know...masuklah,counter check in sudah hampir tutup...!"kata Dina ketika diliriknya jam tangannya yang tinggal empat puluh menit lagi akan berangkat.
"Aku akan menghubungimu,setelah tiba di Jakarta,baby..."
Lalu Adam pun melepaskan pelukannya dan berjalan masuk keruangan check in sambil melambaikan tangan nya kearah Dina.
setelah melihat Adam memasuki ruang check in,Dina pun membalikkan badannya ,tidak ingin melihat Adam lebih lama lagi,karena semakin melihat pria yang dicintainya,semakin besar rasa takut akan kehilangan Adam.
***
Ketika menginjakkan kakinya kembali ke Jakarta,kedua orangtua Adam menyambut kedatangan Adam dengan rasa haru.
Namun suasana berubah tegang ketika pada malam hari nya,saat mereka berkumpul di meja makan untuk makan malam mereka,ketika Adam mengungkapkan keinginan nya memutuskan pernikahan dengan Sandra,dan mengutarakan niatnya menikahi Dina..!
"Memutuskan pernikahan dengan Sandra??masih waras kah kamu,Dam??"bentak papa marah
"Kamu hendak menikah dengan wanita yang baru saja kenal dan seorang janda ??"
"Pa...! lantas apa bedanya dengan Sandra..aku juga baru mengenalnya..!!"
"Beda...!!!papa kenal baik orang tuanya dan juga kita tau jelas latar belakang mereka...!ditambah,setidaknya Sandra seorang gadis bukan janda..!!"potong papa tegas.
"Pa....!! aku yang menikah..dan persetan dia masih gadis atau janda..yang penting aku mencintainya..!!'protes Adam dalam nada marah,tersinggung dengan ucapan papanya barusan.
"Lagipula Dina seorang dokter,dia punya status,lagian apa janda itu pilihan hidup..??semua wanita tidak akan memilih jalan ini kalau bukan karena terpaksa..!!!"
"Tidak,Dam...!!jika kamu lakukan itu ,kamu akan memberi malu papa..!"geram papa Adam sambil berusaha menahan amarahnya.
"Kau bisa menghancurkan apa yang telah papa rencanakan...!!"
"Apa di otak papa hanya memikirkan bisnis saja..bahkan sampai harus mempertaruhkan kebahagian anakmu sendiri.???"sela Adam mulai marah dengan apa yang di katakan papanya.
"Sudahlah....."sergah mama Adam berusaha melerai pertengkaran suami dan anak semata wayangnya.
"Turuti lah permintaan papamu,nak...! jangan buat kita malu karena pernikahan telah di persiapkan karena kamu menghilang tiba tiba dan pernikahan terpaksa ditunda!"
"Ma....!!!kenapa mama dan papa sama saja..??"dengus Adam sambil membanting sendoknya keras diatas piringnya sehingga menimbulkan suara gaduh.
"Tidak ada bantahan..!!!jika kamu lanjutkan rencana gilamu menikahi wanita lain selain Sandra ,artinya kamu bersiap memutuskan hubungan mu dengan orang tua mu ini !!"
"Pa...!!!!"protes mama setengah berteriak kepada suaminya.
"Adam itu anak kita satu satunya !!"
mama menatap suaminya dengan antara kaget dan cemas dan berusaha mencegah niat suaminya dengan air matanya
"Pilih wanita itu atau Sandra..!! jika kamu memilih wanita itu,segera angkat kaki dari keluarga Prasetio...!"
Adam berusaha menahan amarah dalam kepalan tinjunya.
"Baik....aku akan angkat kaki dari sini...!!"ucap Adam tegas dan bangkit dari bangku meja makan mereka,dan kini kedua orangtuanya yang tertegun dengan apa dikatakan anak mereka barusan.
tekad nya sudah bulat...dia akan menikahi Dina apapun resikonya..meski harus kehilangan segala kemewahan yang dia nikmati sejak lahir..!
"Nak..dengarkan mama...kamu tega pergi dari sini demi seorang wanita ??"kata mama disela isak tangisnya ketika melihat Adam di dalam kamar telah membenahi semua barang barangnya ke dalam koper dan menyerahkan kembali semua fasilitas yang di berikan oleh orang tuanya.
Adam menoleh dan menatap sedih ke dalam mata wanita yang telah melahirkannya itu.
"Ma..maafkan Adam " ucap Adam lirih sambil berjongkok di depan ibunya yang duduk di pinggir ranjangnya sambil menangis tersedu sedu.
"Jika bukan karena mba Yu,kakak Dina yang menolong ..dan juga jika bukan karena Dina yang merawat dan menampungku ..mungkin kalian tidak akan bisa melihat anak kalian ini lagi,ma..!!"
"Baik..beri mama kesempatan bicarakan ini dengan papamu...berjanjilah..jangan tinggalkan mama..."pinta mama lirih sambil memeluk Adam erat.
Adam membalas pelukan mamanya.
"Ya ma...bantulah Adam kali ini saja ,ma..."
Mama mengangguk setuju.apapun akan dilakukannya asal anak semata wayangnya tidak pergi meninggalkannya .
"Kamu..benar benar mencintai wanita itu,nak..??"
Adam mengangguk mantap
"Ya ...dia sangat istimewa ma..."
***
Sandra menggeram marah ketika mendengar berita Adam sudah kembali dan membatalkan pernikahan mereka secara sepihak..!
"Aku tidak terima di permainkan seperti ini...!!"geram Sandra sambil membanting gelas wine yang ada hadapannya.
Dia telah kehilangan Hardi yang menemaninya selama satu dekade,dan memilih untuk menikahi Adam,namun pria itu kini seenaknya memutuskan rencana pernikahan mereka..!
Tanpa membuang waktunya lagi,Sandra menghubungi Adam lewat ponselnya dan meminta untuk bertemu di condominium miliknya untuk mendengar penjelasan dari Adam prihal pemutusan pernikahan mereka.
Sandra telah menyiapkan sebuah kejutan untuk Adam ...dan tentunya pria itu harus menjadi miliknya,suka tidak suka,semuanya sudah terlanjur malu dan sakit hati..!!
Tanpa menaruh curiga sedikitpun,Adam memenuhi permintaan Sandra dengan berkunjung ke condominium wanita itu.
Adam mengambil duduk di atas sofa dan bersiap untuk mengutarakan permintaan maafnya dengan alasan pembatalan pernikahan mereka
"Maafkan aku,San...aku tidak bisa menikahimu.."kata Adam tegas namun dalam nada lembut.
Sandra tersenyum tipis sambil menyungguhkan segelas wine diatas meja,tepatnya di hadapan Adam.
"Apa yang membuatmu berubah pikiran,Dam..??"tanya Sandra berusaha sabar menahan perasaannya.
"Apa ada wanita lain yang melebihi aku,hmm..?"
"Aku benar benar minta maaf,San..terpaksa harus mengecewakan kamu...karena aku tidak ingin kita berakhir tidak bahagia..!"kata Adam sambil menghela nafasnya dalam.
"Apa dengan kata maaf segalanya bisa terselesaikan...??rasa malu ku dan juga orang tuaku..??"sindir Sandra sarkartis
Adam meneguk wine yang ada di depannya,berharap minuman ini dapat melempangkan otaknya untuk menemukan kata yang pantas untuk memperoleh maaf dari wanita ini.
"Lantas...apa yang harus aku lakukan untuk memperoleh maafmu,San..??"
Sandra meneguk wine dalam gelasnya dengan senyum seringaian menghias di bibirnya.
Pria ini harus merasakan rasa kehilangan..seperti dia yang telah kehilangan Hardi..!
"Suka tidak suka pernikahan kita tetap harus berjalan,Dam...!!"kata Sandra santai ketika berjalan mendekati sofa dan duduk di samping Adam dengan pakaiannya yang sedikit terbuka dibagian dadanya.
"San...!!pernikahan kita akan menjadi satu kesalahan...!!"sergah Adam mulai merasakan penat di kepalanya ditambah dengan pemandangan menantang yang disungguhkan di depan matanya,membuat keringat dinginnya mulai bercucuran dari pelipisnya.
"Tidak masalah ...tokh kesalahan telah terjadi..!"potong Sandra dalam seringaiannya,mengambil posisi duduk di pangkuan Adam,memberikan kecupan mesra dibibirnya dan melekat manja ke tubuhnya,sambil mengecup leher pria itu dengan ciuman yang panas.lalu kembali ke bibir Adam dalam pangutan yang mesra dan panas.
"Hentikan,San...!!"Adam menggelengkan kepalanya kuat untuk mengusir rasa pusingnya.dirasakan seluruh tubuhnya memanas hingga tubuh bagian bawahnya menegang.
"Maaf,Dam...aku tidak mungkin mundur lagi..!!"bisik Sandra lalu tangannya mulai melucuti kancing baju kemeja Adam satu persatu dengan bibirnya mengulum dan memangut bibir Adam dengan ganas.
"Tidak...kamu gila,San....!!"bentak Adam marah lalu berusaha melepaskan diri dari Sandra yang terus menyerangnya dengan ciuman dan pangutan yang panas,membangkitkan sisi liarnya.
Dengan limbung,Adam bangkit dari sofa dan berusaha lari dari Sandra dengan berjalan menuju arah pintu keluar.tapi Sandra segera menarik kembali lengan Adam hingga tubuhnya jatuh kembali diatas sofa.
"Kamu..tidak bisa lari dariku...!!"desis Sandra dalam nada penuh kemenangan.
"Karena aku sudah memutuskannya..!!"
"Kamu gila...sakittt...!!jangan bawa aku dalam permainan gilamu...!!"
Adam berusaha bangun lagi dari sofa dan mendorong tubuh Sandra dengan kasar,namun dirasakan nya pusing dikepalanya yang susah untuk di tolerir dan matanya mengantuk.
gila..!segelas wine bisa memabukkannya seperti ini...???
"Brengsekk..!!apa yang kamu taruh dalam wine mu...??"umpat Adam dengan sisa kekuatannya ketika dirasakan tubuhnya terlalu lemah dan ambruk kembali diatas sofa sebelum sempat bangkit kembali dan kehilangan kesadarannya..!
Samar samar Adam melihat senyuman kemenangan di bibir Sandra.
"Kita harus sama sama menebus nya,Dam...!"
Sandra bangkit dari tubuh Adam yang sudah ambruk tidak sadarkan diri.
perlahan dilepaskan nya seluruh pakaian yang ada di tubuh Adam lalu menyuruh seseorang keluar dari persembunyiannya di kamar Sandra
"Dit..ambil posisi seakan akan kami sedang bercinta...!!"perintah Sandra kepada sang photographer sambil melucuti pakaiannya sendiri.dan tanpa merasa canggung sedikitpun Sandra duduk diatas pangkuan Adam sambil merangkul leher Adam dengan mesra dan melakukan adegan seolah olah mereka bercinta,lalu jepretan lampu kamera terus berkelip ,mengekspos kearah tubuh mereka berdua yang polos,dan desahan keluar dari bibir mungil Sandra begitu dirinya bergerak liar diatas kejantanan Adam.
Adith yang sedari awal menahan diri,kini mulai resah ketika melihat gerakan eksotis Sandra diatas tubuh Adam yang tidak bergerak bagai mayat.dan desahan dari bibir Sandra benar benar meruntuhkan imannya.
bagaimana seorang pria tidak tertarik jika seorang wanita tanpa sehelai benang kini bergerak liar didepan matanya..??
"Hentikan,cantik...biarkan aku memuaskan mu...!"bisik Adith parau sambil memeluk tubuh Sandra yang tengah bergerak diatas tubuh Adam .tangannya mulai bergerak liar dikedua bukit kembar Sandra yang ranum,meremasnya dengan penuh gairah hingga Sandra mendesah panjang dalam erangan nya.
"Lagi...Dithhh....."desah Sandra mulai kehilangan akal sehatnya,tangannya mulai melingkari tengkuk Adith yang membelakanginya,sementara Adith makin semangat memberikan ciuman dan gigitan di sepanjang leher jenjang Sandra yang membuat wanita itu makin hanyut dalam kenikmatan
Sandra makin menggila dalam erangan panjangnya ketika jari jari panjang Adith memberikan kenikmatan yang luar biasa
pada bagian kewanitaannya hingga mencapai puncak kenikmatannya,membuat Adith semakin terangsang ketika dirasakan jari jarinya telah basah oleh cairan milik Sandra.
"Ayo..kita buat film ini lebih nampak nyata.."bisik Adith disela nafas nya yang memburu.
"Ba..bagimana cara nya,Dith...??'tanya Sandra dalam nada tersendat.
"All in four baby...!!berpegang lah pada lehernya,dan arahkan bokong sexymu pada ku,cantik...!!"kata Adith ketika mendorong tubuh Sandra membungkuk kedepan dan menopang pada leher Adam lalu dengan liar tangannya menarik panggul Sandra dan menghentak nya kuat dari belakang.
"Fas..faster..Dith...!!"desah Sandra dalam desahan panjangnya ketika Adith terus menghentak sweet spotnya.
Adith tersenyum puas ,lalu mencengkram kuat panggul Sandra,mengejar putihnya dalam beberapa hentakan dan mecapai pelepasan nya di dalam tubuh Sandra.
Adith melepaskan dirinya dari tubuh Sandra yang masih bergetar menahan sensasi kenikmatan yang belum berakhir.
dalam sekejap cairan pelepasan Adith jatuh membasahi paha dalam Adam.
"Tahan posisimu di atasnya,cantik..."kata Adith dalam nafas nya yang memburu,lalu mengambil kamera dan mengabadikan posisi yang mematikan untuk menyudutkan Adam.
Setelah mengambil beberapa photo dengan berbagai posisi,Adith menarik tubuh polos Sandra dan mencumbunya kembali dalam gairah yang menggebu gebu
Sandra tersenyum penuh kemenangan di tengah cumbuan Adith diatas tubuhnya.
Satu pembalasan yang sempurna..!!
