Jadilah milikku
Adam menyadari ada nya kesedihan yang tersirat di kedua bola mata wanita nya.
"Aa sudah mengingat semuanya?"tanya Dina sedih,dalam nada kesedihan yang paling dalam hingga terdengar jelas dalam nada suaranya.
Jika dia sudah mengingat semuanya..dia akan kembali pada kehidupannya sebelumnya,mungkin juga kembali pada wanita yang selama ini ada di dalam memorinya.dan mungkin dia akan segera pergi dari sini.karena dengan terbukanya lembaran itu..dia pasti akan kembali pada lembaran lamanya..kembali pada jati dirinya, keluarganya dan juga barangkali kembali kepada kekasihnya.
dan apakah masih ada tempat bagi seorang Dina Saktiana??
"Ti..tidak semuanya!"dusta Adam,karena dia tidak ingin melihat kesedihan yang lebih dalam lagi dari mata wanitanya.
"Kita kembali,baby!"
"Bagaimana kita menginap semalam di sini?kita cari hotel untuk beristirahat semalam"tawar Dina ketika melihat kondisi Adam yang sudah kelelahan akibat menahan rasa sakitnya.
"Baiklah"jawab Adam singkat.
Lalu Dina pun membawa Adam untuk beristirahat setelah menemukan salah satu hostel yang terletak tidak begitu jauh dari lokasi telaga Dringo.
Setelah melakukan pembayaran dan check in,Dina membawa Adam bersamanya.
Dengan sabar dan telaten,Dina menidurkan Adam diatas ranjang dan membiarkan dia tidur sejenak setelah meminum obatnya.
Dina beranjak keluar,menuju balkon kamar hostel,dan seperti biasanya dia mulai merokok untuk menghilangkan kepenatan di kepalanya,obatnya yang paling mujarab..!
Dina menyulutkan sebatang rokok ke bibirnya,menyalakan api diujungnya lalu menghisapnya dalam dalam seakan membutuhkan pasokan oksigen ke dalam otaknya,lalu menghembuskan kepulan asap yang tebal keluar dari hidungnya .
Rasanya plong sesaat!
Dina tentunya tau jelas apa yang dirasakan oleh Aa Jeno nya yang hidup tanpa masa lalu sangat membuatnya resah dan tidak nyaman selama ini meskipun dia berusaha tampak baik baik saja di hadapan Dina dan mba Yu nya.
Dan..bagi seorang amnesia seperti Jeno tidak ada yang lebih diinginkan nya daripada kembalinya ingatannya akan jati dirinya yang asli.
Mungkin sebentar lagi Dina tidak bisa memanggilnya dengan panggilan Aa lagi..dan namanya tentu bukanlah Jeno!
Adam melihat kegalauan Dina meski tidak diucapkan dalam kata kata ,dan kepulan asap dari rokok nya sudah mewakili kegundahan hatinya kini.
Perlahan Adam bangkit dari ranjang ketika dirasakan kepalanya tidak sakit lagi dan berjalan menghampiri Dina yang masih betah dengan lamunan dan rokoknya
"Kenapa tidak segera rehat,baby?"
Dina kaget dan menoleh kearah datangnya suara.
"Galau tingkat dewa??"gurau Adam berusaha membuat wanitanya tersenyum dan membuang rokok yang masih tersulut di bibir Dina ke lantai.
"Jangan merokok terlalu banyak,bibirmu akan menghitam"kata Adam sambil mencubit hidung Dina dengan gemas.
Dina hanya tersenyum getir menanggapi apa yang baru di katakan Aa nya.
"Perlu waktu untuk mengubah nya..dimana semuanya tidak semudah membalikkan telapak tangan"
"Tidak ada yang mudah di dunia ini,baby!"kata Adam dalam nada lembut dengan pandangan matanya yang sendu ke arah Dina.dibelainya wajah Dina dengan sentuhan ringan jari telunjuknya.
"Karena itu,aku ingin mengajakmu bersamaku menghadapinya..apakah kamu bersedia,baby?"
Kata kata Adam barusan mampu membuat Dina terhentak bangun dari lamunan kesedihannya dan tak terasa airmata meleleh ke pipi nya
"Jika dengan aku yang tidak memiliki masa lalu bisa membuat mu bahagia aku tidak keberatan,baby.."
Dina menggelengkan kepalanya.
"Jika aku memintamu melakukan itu artinya aku egois,dan itu bukan cinta melainkan obsesi!"desah Dina lirih dan membuang pandangannya ke depan .
Perasaan ini sungguh gila! dan terkadang Dina juga tidak dapat memahami perasaan nya,dari sekian banyak pria yang dia temui,hanya pria ini yang mampu menjerat hatinya!tidak juga cinta pertamanya yang telah membawanya ke depan altar Tuhan,namun akhirnya harus berpisah juga mungkinkah dia terjerat cinta buta atau hanya merasa kasmaran,seperti lagu kasmaran yang di nyanyikan Pingkan Mambo??
Adam meraih Dina ke dalam pelukannya,mengecup lembut bibir Dina .dan untuk sesaat Dina terhanyut dalam ritme ciuman mesra yang diberikan oleh Adam .
Dina membuka bibirnya,memberi akses kepada Adam untuk menjelajahi lidah nya kedalam mulutnya,mengulum lidahnya sambil sesekali memberikan hisapan di bibir bawahnya.
dan Dina dapat merasakan pelukan Adam semakin menguat memegangi pinggangnya,lalu mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya.
Begitu kemeja Dina jatuh diatas lantai,Adam membawa Dina masuk ke dalam kamar dan kaki nya mendorong daun pintu balkon hingga tertutup,lalu Adam memutar tubuh Dina yang masih dalam pelukannya,mendorong nya dan mengukungnya ke daun pintu yang telah tertutup.
Adam menangkup rahang Dina lembut dengan tangan kanannya.dan mulai mengecup bibir wanita yang dipujanya itu dengan pangutan mesra,dan mulai turun ke leher dan titik sensitif Dina dengan sentuhan panas dikedua bukit kembarnya.
Tubuh Dina mulai menggeliat resah sambil mendesah.
"More..more....!!"bisik Dina sambil mengulum dan menggigit ringan bibir bawah Adam sambil kedua tangannya merangkul di leher Adam lalu dikecupnya bibir Aa nya dengan mesra.
"Do me as you wish ,i'am yours,my man.."
"Good girl.."desis Adam sambil mencubiti hidung Dina dengan gemas,menahan gairah yang mulai membakar akibat disulut oleh Dina
tanpa menunggu lagi,Adam merebahkan tubuh Dina diatas ranjang dan mengukung tubuh wanitanya
"Do me "pinta Dina dengan mata yang tersulut oleh cinta
Adam menggangguk sambil mulai memberikan ciuman dan kuluman yang liar di seluruh titik sensitif tubuh Dina ,meninggalkan jejak disetiap bagiannya hingga terbentuk peta di kulit eksotis Dina .
Keduanya begitu terhayut kenikmatan hingga terdengar disepanjang erangannya ketika Adam melebarkan kedua kakinya dan memasuki nya,menghentak tanpa henti pada titik kenikmatannya dalam kekuatan disetiap hentakan.Dina dapat merasakan sensasi yang luar biasa ketika melakukannya dengan orang yang mampu membuatnya jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya .
"Can you take it baby,its too rough?"tanya Adam setengah berbisik ketika di tengah memacu kenikmatan bersama wanita pujaannya,dengan tangannya memegang kuat di kedua panggul Dina di dalam setiap hentakannya.
"I can take it...you can..move faster !"sahut Dina ditengah nafasnya yang memburu,sambil terus merangkul leher Adam dan memberikan kecupan kecupan mesra di sepanjang bibir,rahang dan leher pria yang dia cintai itu.
"Trust me..I'll not leaving you.."bisik Adam di tengah desah nafasnya sambil menangkup wajah Dina engan sedikit kekuatan dengan tangan kanannya.
"I trust you,my man "bisik Dina balik disela cumbuan mereka dan memandang ke dalam mata pria itu berharap apa yang dikatakan nya barusan adalah suatu kebenaran yang tidak akan di ingkarinya
Adam tersenyum mendengar jawaban Dina
"Apapun yang akan terjadi berjanjilah kamu tidak akan pergi dariku "pinta Adam sambil membelai pipi Dina embut dengan jari jarinya .
"Aku merasa takut,setelah kamu memperoleh ingatanmu,disana tidak ada tempat lagi bagi seorang Dina Saktiana!"
"Itu tidak akan terjadi,percayalah..dan berjanjilah untuk tidak lari dariku"
"Ya aku berharap tidak akan ada halangan yang merintangi kita "
Dina memejamkan matanya,takut membayangkan hal terburuk yang akan terjadi,jika suatu saat pria ini akan benar benar kembali pada kehidupannya sebelum kecelakaan itu
'Just trust me,dan jadi dirimu yang pernah buat aku jatuh cinta padamu,kamu dengan ke percayaan dirimu "
Tak satu katapun yang terucap dari bibir Dina ,pikirannya terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya
"Berjanjilah padaku,baby "sergah Adam tiba tiba sambil menghentak kembali didalam Novi dan memegangi rahang Dina dengan sedikit kekuatan dengan tangan kanannya,memaksa mata Dina untuk menatap ke dalam matanya.
"Kamu hanya untukku?"
Dina membuka matanya sejenak dan melihat ke wajah dan bola mata Adam sambil menahan gejolak kenikmatan dari hentakan Adam yang mengenai sweet spotnya tanpa henti.
Dina sudah dapat melihat,segala sesuatu kedepan mungkin tidak akan semulus yang dibayangkan mereka,namun dia berharap mereka bisa melewatinya.
"Ya,aku berjanji.."desah Dina lirih diiringi dengan anggukan kepalanya
"Good baby..."
Adam tersenyum seringai,mengejar putihnya dalam beberapa hentakan, dirinya mencapai pelepasannya di dalam tubuh Dina.
Dina mendesah panjang disela erangannya,begitu merasakan sensasi hangat di dalam tubuhnya sambil memeluk erat tubuh Adam
Adam terkulai lemas diatas sandaran bantal dan menarik tubuh Dina bersandar di dadanya begitu selesai mencapai pelepasannya. direngkuhnya tubuhnya ke dalam dengkapannya sambil sesekali mengecup kening wanitanya dengan mesra.
"Apakah kamu mau menikah denganku,baby....?"tanya Adam sambil membelai rambut Dina.
untuk sesaat Dina tertegun dan mematung ketika mendengar ucapan Adam barusan padanya.
"Kamu mau menjadi istriku..?"
"Sejujurnya,kamu bukan yang pertama bagiku.." desah Dina lirih
"Aku pernah menikah,tapi..kami.."
"Itu bukan masalah bagiku..setiap orang memiliki masa lalu.."potong Adam sebelum Dina menyelesaikan ucapannya
"Yang terpenting,antara kamu dan dia sudah usai..."
Dina mengangguk dalam haru,karena dilamar oleh orang yang dia cintai,bukankah ini adalah suatu hal yang terindah yang didambakan oleh setiap wanita,meski ini bukan yang pertama baginya.??
"Jadi,mau kah ..kamu menikah denganku..?"pinta Adam sekali lagi.
"Ya..aku menantikan hari itu darimu,Aa.."jawab Dina disela iringan airmata yang jatuh ke pipi nya.
"Baik...aku berjanji..akan memberikan satu pernikahan yang di dambakan oleh semua wanita untukmu,baby...."
Dina menggeleng sambil tersenyum pahit.
"Aku hanya menginginkan hati dan ketulusan mu cinta mu karena itu lah yang bisa ku bawa hingga akhir sisa hidup ku kelak"
Adam tertegun sesaat.karena selama ini menurutnya semua wanita mendambakan pernikahan mewah bak dalam cerita dongeng.baginya tidak masalah karena dia mampu memberikannya untuk wanita ini setelah dia kembali ke Jakarta dan menjadi seorang Adam Prasetio kembali..!
"Bahkan sumpah di depan Tuhan juga tidak ada artinya...jika di bibirmu ada dusta..."kata Dina pilu,dan kenangan masa lalu yang gagal muncul kembali,begitu sakit karena di khianati oleh orang yang dicintai.
"Aku..hanya menginginkan sebentuk cinta tulus yang bisa ku bawa saat jantung ku tidak berdetak lagi dan tulang ku telah melebur satu menjadi debu,kamu mengerti,Aa...?"
Adam mengangguk dalam haru.dan kali ini dia yakin,dia tidak salah memilih.
Inilah wanita yang dia inginkan untuk mendampinginya hingga akhir sisa hidupnya.
Direngkuhnya Dina ke dalam dengkapannya dan mengecup mesra kening Dina.
"Baik...apapun yang menjadi pintamu..aku akan berusaha mewujudkannya "bisik Adam lembut dengan sorot mata yang penuh cinta.
***
Ketika Dina membuka matanya di pagi hari,samar samar Dina mendengar suara Adam tengah berbicara dengan seseorang dengan ponselnya.
"Katakan pada papa dan mama...aku baik baik saja..dan tolong sampaikan ..kepulangan ku kali ini..aku akan membatalkan pernikahan dengan Sandra...!"kata Adam kepada Dimas,tangan kanannya
'Degg..!'jantung Dina berdengup kencang saat mendengarkan apa yang baru di ucapkan Aa nya dengan seseorang lewat ponselnya
Apa dia sudah memperoleh semua ingatannya...??
Belum habis keterkejutan Dina,tiba tiba Adam sudah berjalan mendekatinya di tepi ranjang
Adam memahami perasaan terkejut Dina jika dia mendengar apa yang barusan dia katakan pada Dimas.
Adam tersenyum mengganggumi betapa cantik wanita yang ada di hadapannya
"Apa..apa Aa..sudah bisa mengingat semuanya..??"tanya Dina dalam suara tersendat karena rasa terkejutnya yang belum hilang
Adam mengangguk sambil membelai lembut wajah Dina dengan jari jari nya.
"Iya..baby...namun itu bukan artinya mengubah kenyataan kita bukan...??"
Dina tidak mampu berkata ..namun matanya menggelepar gelisah,seakan ada ketakutan di dalam hatinya.
"Nama ku...Adam...Adam Prasetio,baby..."kata Adam lembut dan merengkuh Dina kedalam tubuhnya.
"Dan kamu...mulai hari ini adalah Dina Saktiana Prasetio..!
