Sadis
Kedua orang tua Adam membelalakkan mata mereka tidak percaya dengan apa yang tersungguh didepan mata mereka.
Antara bingung dan jijik,dan malu melihat Adam terbaring tidak sadar kan diri diatas ranjang kamar condominium Sandra dalam keadaan telanjang ,dengan gelas wine bergelimpangan dan tumpah ruah diatas lantai,berbaur dengan pakaian Adam dan gaun tidur Sandra yang sudah terkoyak compang camping.
"Adam..memperkosaku,bu..!"tangis Sandra sejadinya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Tidak mungkin...!!"dengus papa Adam muak sambil memalingkan wajahnya yang memerah menahan amarah dan malu.
"Kalian sudah sama sama dewasa...dan Adam tidak perlu memperkosa kamu,Sandra..!"bantah mama Adam sengit.
"Yang benar,kalian memang sama sama menginginkan nya !"
"Benar Bu..kami sama sama telah dewasa..tapi bukan begini caranya..wanita mana yang mau diperlakukan secara kasar begini...??"balas Sandra sengit sambil menunjukkan pipinya yang membiru lebam.
Tiba tiba kedua orang tua Adam menoleh kaget kearah pintu ketika melihat orang tua Sandra telah berdiri tegak di depan pintu.
Sandra berpura pura memekik histeris melihat kedatangan orangtuanya sambil menutupi wajahnya yang lebam dengan tangan kirinya dan tangan kanan nya segera menyambar selimut untuk menutupi tubuhnya yang telanjang..
Papa Sandra menggeram marah dan menatap nyalang kearah anaknya
"Apa apan ini...??"bentak papa Sandra dalam nada melengking tinggi,ada kegusaran yang tidak tertahankan melihat Adam yang telanjang diatas ranjang dan masih dalam keadaan tidak sadarkan diri..!
Dengan garang dia menerkam Adam ,untungnya papa Adam keburu maju dan menahan tubuh sahabatnya.
"Sebentar..,Man...!!"cegah papa Adam berusaha sambil menutupi jalan sahabatnya yang telah bersiap menerkam anak semata wayangnya.
"Kita harus tau jelas masalah yang sebenarnya..tunggu saya bangunkan Adam terlebih dahulu..!"
"Apa yang belum jelas,Bud...???anakmu sudah keterlaluan...!!"balas papa Sandra dengan mata yang menyalang marah.
"Jelas jelas dia meperkosa dan menyakiti anakku..!!tidak kamu liat lebam di pipinya ,hahh...???"
"Kami bertengkar hebat,pa..!!dia ingin pernikahan kita dibatalkan..demi menikahi wanita lain...!!"kata Sandra dalam Isak tangisnya.
"Saya sangat marah dan malu..lalu kami bertengkar hebat..dan dia menamparku..lalu.."
"Brengsek..!!!Jahanam...!!geram papa Sandra sambil mendorong tubuh sahabatnya dengan kasar,lalu bergerak cepat keatas ranjang dan mencekik leher Adam kuat.
Mama Adam memekik histeris.
"Kamu gila,Herman...!!jangan sentuh anakku...!!"geram papa Adam sambil menarik tubuh sahabatnya begitu dilihatnya Adam merintih kesakitan dan mulutnya tergagap dan memerah karena cengkraman tangan papa Sandra yang begitu kuat di lehernya membuatnya susah bernafas
"Lepaskan..atau aku akan menuntut mu...!!"
Dengan segenap kekuatannya akhirnya papa Adam berhasil menarik sahabatnya dari tubuh anaknya.
mama Adam segera menghampiri anaknya dan mengambil pakaian Adam untuk menutupi tubuh anaknya.
muka Adam memerah dan kepalanya terasa sakit
"Ma...apa..yang terjadi...??"tanya Adam antara panik dan rikuh.apalagi dilihatnya mamanya tengah menangis dan papa Sandra mengamuk marah.
"Bajingan kamu...!!"Papa Sandra mengerang marah dan maju lalu mendaratkan sebuah tinju di wajah Adam.
"Mann....!!!"pekik mama Adam histeris,dan tanpa menunggu tinju kedua mendarat di wajah anaknya,wanita itu berdiri tegak di hadapan papa Sandra dan menantang pria itu dengan tatapan mata nyalang.
"Pukul...pukul aku kalau kamu berani Man..!"tantang mama Adam dengan amarahnya.
"Menyingkirlah,Tari...!!anakmu telah melukai anakku...!!" geram papa Sandra dalam kemarahannya yang belum reda
"Jika pun dia bersalah..kita selesaikan baik baik...bukan begini caranya..!!"sela mama Adam kesal disela airmata yang jatuh membasahi pipinya.
"Baik...aku beri kalian waktu dua hari untuk memberikan penjelasan...atau terpaksa aku menyeret anak kalian ke atas meja hijau ..!!"kata papa Sandra marah,sambil mengacungkan telunjuknya ke muka mama Adam dengan wajah merah padam
"Cam kan itu...!!!!"
"Aku tidak akan membiarkan masalah hari ini begitu saja,dan kamu juga harus menanyai anakmu,Man...!"desis papa Adam dingin ketika membopong tubuh Adam keluar sambil dibantu oleh satria,supir mereka.
"Demi Tuhan...bukan aku yang melakukan nya,pa...!!"bantah Adam hampir putus asa ketika papanya mulai menginterogasinya di dalam mobil.
"Buat apa kamu ke tempat nya,hah...??dan kondisimu tadi benar benar memalukan dan menjijikkan..!!"bentak papa Adam yang mulai kehilangan kesabarannya
"Sandra yang memintaku kesana..lagipula aku juga merasa harus menyelesaikan masalah dengannya...dia telah mencurangi ku,pa...!!!"balas Adam sengit dalam upaya membela dirinya yang terjebak oleh keadaan sambil meremas rambutnya gemas.
"Dia..wanita yang mengerikan...!!"
"Suka tidak suka...pokoknya..kamu dan Sandra harus segera menikah..!!'sela papa Adam sengit
"Memalukan....!!!"
"Pa...!!!"sergah Adam kesal
"Dalam keadaan seperti ini papa masih memikirkan harga diri papa...???"
"Kalau kamu merasa hebat..selesaikan masalah ini sendiri.!!!"geram papa dengan nada suara yang tinggi.
"Kamu pikir Sandra akan berhenti sampai disini..???tunggu dan lihatlah kejutan apa lagi yang akan dia berikan padamu,Dam...!!"
Adam kembali menyandarkan tubuhnya di jok mobil sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sambil membayangkan wajah Dina.
Dia sangat merindukan wanitanya itu.dan dia mengutuki dirinya sendiri sekarang.
buat apa mengetahui dirinya yang dulu dan kembali kesini...?bukanlah lebih baik dia terus hidup sebagai Jeno dan semua masalah ini tidak akan terjadi dan dia masih bisa bersama dengan Dina..!
"Bodohh...!!!"dengus Adam marah pada diri sendiri,mengutuki kebodohannya.
"Kamu memang bodoh..idiot...!" sergah papa Adam kesal disela helaan nafas nya yang berat
keesokan harinya ,apa yang dikatakan papa nya memang benar..!
'tunggu dan lihatlah kejutan yang akan dia berikan padamu,Dam..!'
Adam mendapatkan kiriman video mesum mereka dari sandra.begitu menjijikkan..!apakah dia melakukannya dengan Sandra..?
tidak mungkin..!
yang dia ingat saat itu kepalanya sangat pusing setelah meminum minuman yang ditawarkan Sandra,lalu tubuhnya ambruk dan dia tidak bisa mengingat apapun lagi.
"Shitt...!!!"geram adam frustrasi sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
"Sial...sialll......!!!! "
"Jika kamu menolak kenyataan kita...aku akan menyebarkan video dan photo photo berseni kita ini supaya dinikmati publik...!!"ancam Sandra dalam isi pesan singkatnya di caption photo yang dia kirimkan barusan ke ponsel Adam.
"Tidak peduli jika akhirnya kamu menemukan kebenaran..tapi aku telah memenangkan permainan ini...!!"cibir Sandra ketika Adam menghubungi ponselnya disela tawa sinisnya
"Mari kita dengarkan cuapan netizen serta panggilan dari kepolisian akibat penyebaran video syur kita..!"
"Jiwamu sakit,Sandra..!!"
"Begitu lah aku,Dam.. I don't wanna be loser...!"
"Fuck...!!kamu lebih hina dari pelacur...!"maki Adam sengit.
Tawa Sandra meledak lagi.
"Simpan makianmu,sialan...!!"cetus Sandra geram.
"Sebelum aku berubah pikiran dan merusak semua nya,Adam prasetio..!!"
Adam membanting ponselnya dengan gemas ke lantai hingga hancur tak berbentuk,menyalahi kebodohannya.
Masalah ini telah menguras otak nya untuk berfikir hingga dia melupakan Dina..lupa untuk menghubunginya hari ini..!
Dua hari kemudian,keluarga Adam mengunjungi keluarga Sandra untuk melamar wanita itu.
Adam benar benar membencinya !dia tidak memiliki pilihan..karena video serta photo yang dikirimkan oleh Sandra memang benar benar menyudutkannya.akhirnya tanggal pernikahan pun telah ditetapkan dan akan berlangsung minggu depan..!
***
Dina terus menggeliat resah dan memandangi ponselnya terus menerus.dia tidak bisa konsentrasi pada pekerjaannya sekarang..!sudah dua hari Adam tidak menghubunginya dan juga tidak mengangkat panggilan darinya.
apa yang terjadi...??
"Apa dia telah melupakanku dan menikah dengan wanita itu...??"desis Dina perih kepada Dorris..sahabat baiknya ketika mereka sedang duduk di kantin rumah sakit
"Mungkin ..dia sedang sibuk,Din...!"hibur Dorris ketika melihat kegalauan di wajah teman baiknya.
"Tidak mungkin..!!apa susahnya mengabari keadaanya meski hanya satu menit..??"sergah Dina kesal dan hampir menangis menahan kekecewaannya.
Tiba tiba di tv kantin beredar berita pernikahan mewah seorang taipan muda.
Dina melirik kearah tv,dan melihat wajah Adam disana..!matanya melotot tidak percaya ,tubuhnya mematung dingin.
'Adam Prasetio menikahi Sandra dwianty, putri Herman ganda,pimpinan perusahaan real estate Ganda group yang akan segera berkolaborasi dengan Prasetio group untuk terus membangun Indonesia..'
Apa yang dia takutkan kini menjadi kenyataan..!tanpa disadarinya airmata jatuh bergulir diatas pipi Dina.
hatinya begitu sakit hingga tidak mampu berkata apapun.sementara Dorris hanya mampu menatap iba kepada sahabatnya sambil membelai lembut punggung Dina.
"Sadis...!!"desis Dina pilu sambil mengusap airmatanya dan berusaha tersenyum .
diraihnya sebatang rokok dari kotaknya,menyalakan apinya dan menghisapnya dalam dalam hingga mengeluarkan kepulan asap dari hidungnya.
"Lupakan dia,Din..."kata Dorris lembut sambil terus mengelus punggung Dina.
Cukup lama Dina terdiam dalam lamunannya,mencoba menghibur dirinya sendiri bahwa Adam bukan lah pria yang tidak berhati seperti itu..!namun sia sia..Adam juga tidak mengangkat panggilan darinya.
Dina menghempaskan ponselnya diatas meja kantin dengan gemas sambil terus menghisap rokok yang tersulut di tangan kanannya.
Tiba tiba terdengar suara batuk yang datang dari bangku belakang tempat duduk mereka di kantin.
"Din...asap rokokmu menganggu loh..!!"protes Dorris berusaha mengingatkan sahabatnya ketika seseorang telah terganggu oleh asap rokoknya.
"Maafkan teman saya .."kata Dorris ketika melihat kearah seorang pria yang masih terbatuk dengan tangannya menutup rapat hidung dan mulutnya
sedang Dina memilih diam dan cuek karena pikirannya kini tengah kalut!
"Tidak apa apa...tapi ini masih di kawasan rumah sakit..mohon hargai rumah sakit..apalagi anda seorang dokter...!"kata pria itu cukup ketus sambil menatap tajam kearah Dina.
Dina yang sedang dilanda kekalutan,begitu mendengar apa yang di ucapkan nya,emosinya langsung meledak.
"Lantas apa urusan mu..?tidak suka...?laporlah ke pihak rumah sakit..sekalian laporkan aku..!"cetus Dina kesal ambil berkacak pinggang dan bersiap untuk beranjak keluar dari kantin.
pria itu tertegun melihat kemarahan Dina yang dia anggap tidak berasalan..!
"Din....!!!"sela Dorris sambil mencubiti lengan Dina dengan gemas ketika melihat wajah pria itu berubah..
"Waraslah sedikit..!!kamu itu dokter...tidak seharusnya urakan seperti ini..!"kata pria itu dalam nada sarkartisnya.
"Jadi...harusnya bagaimana menurutmu...??"tantang Dina sengit.dan Dina melihat pria itu dalam baju dokternya,namun wajah ini terasa asing banginya.siapa dia...??
Tiba tiba dr Aziz muncul dan menghampiri meja dia.
"Hai Har...ini kenalkan..dr Dorris dan dr Dina saktiana..."kata dr Aziz ketika mengambil tempat duduk di samping pria yang tengah berdebat dengan Dina barusan.
"Dan..ini dr Hardinata...dokter yang kemarin aku ceritakan padamu,Din..!"
Dina hanya menarik nafas panjangnya sambil terus memperhatikan sosok yang baru dikenalkan oleh seniornya sambil terus menghisap rokoknya
pria itu tidak bergeming dan memilih berdiri,bersiap meninggalkan bangku kantin yang didudukinya.
"Aku permisi dulu,Ziz..!!"ujar pria itu tenang dan menunduk sesaat menatap ke mata Dina dan menyeringaikan senyuman yang susah diartikan.
"Dan katakan pada dokter cantik ini untuk lebih menghargai paru parunya..dan rokok tidak bisa mengobati patah hati..!"
"Sialan...!!"umpat Dina kesal dan sebelum Dina mengumpat lebih banyak lagi pria itu telah pergi jauh
dr Aziz tersenyum geli mendengar apa yang dikatakan rekannya barusan dan langsung melirik ke arah Dina.
"Dia menarik bukan...?"goda dr Aziz sambil tertawa.
"Dia pikir dia itu siapa...?menggelikan...!!"kesal Dina sambil membuang puntung rokoknya ke lantai dengan gemas dan menginjaknya hingga remuk .
"Jangan terlalu membencinya...nanti akan jadi cinta,Din..!!"
"Siall...!kalian lelaki memang memuakkan dan menjijikkan...!!"sumpah Dina kesal setengah mati.
"Enyahlah..sebelum aku memakimu,Ziz..!!"
dan tanpa menunggu di umpat lebih ganas oleh Dina lagi ,dr Aziz pun beranjak dari meja mereka dan berlalu menyusul Hardi..!
