Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Memori yang kembali

Kondisi Adam dari hari ke hari makin membaik dan kelumpuhan anggota tubuhnya sudah membaik meski kini dia berjalan harus dengan bantuan tongkat,karena kakinya masih belum mampu berjalan normal seperti biasanya .semua berjalan dengan baik..kecuali memorinya...!ingatannya masih belum pulih.

Hanya satu yang samar samar masih diingatnya yaitu wajah seorang wanita,dan sepertinya dia telah melamar wanita itu.

"Apakah kamu sudah bisa mengingat jelas wanita dalam memorimu...??"tanya Dina dalam helaan nafasnya dengan perasaan sedikit tidak enak

"Cantikkah dia..??"

Adam mencoba menerawang kan pikirannya kembali ke masa dimana memorinya menampakkan bayangan wanita tersebut.

"Cantik....putih..dan mungil...!!

Hati Dina menjadi kacau seketika dan langsung menatap ke kaca yang terpasang di dekat pintu masuk ruangan pasien.

dan menatap dirinya disana .

Penampakan dirinya sungguh berbeda dengan wanita yang ada dalam pikiran pria ini,dan mulai membandingkan dirinya dengan wanita itu

Dia bertubuh tinggi,berkulit sawo matang,berambut panjang ...namun jika harus mengakui banyak yang mengatakan dia sexy..!

Adam melirik sekilas tingkah Dina yang tengah sibuk melihat dirinya dalam pantulan cermin,dan menahan senyumnya .

"Dia anggun..."

Ketika mendengar Adam menyebutkan kata anggun,raut wajah kecewa menghiasi wajah Dina seketika.karena dia tau jelas bagaimana sebenarnya dirinya..dia tidak akan sanggup berubah menjadi wanita yang anggun..!

Adam menarik Dina untuk lebih mendekat padanya dan mata mereka bertemu seakan terikat dalam ikatan yang penuh arti dan susah untuk diungkapkan dalam kata kata.

Adam menyadari wanita di hadapan nya ini lah yang mampu membuat jantungnya hampir tidak bisa berhenti berdetak lebih cepat dari biasanya..bukan wanita yang ada dalam memorinya.

Dina memiliki pribadi yang berbeda dengan wanita dalam memorinya.

Dina cantik,dengan postur tubuh tinggi semampai,dan lebih cocok disebut dia memiliki tubuh yang sexy..,warna kulitnya yang eksotis,serta tatapan matanya yang mampu menjerat setiap pria..!namun yang paling Adam sukai dari wanita ini adalah dia memperlihatkan apa ada nya dirinya,serta keceriannya disetiap saat.

Adam sudah banyak mendengar dari perawat jika dokter yang merawatnya ini adalah wanita paling nyentrik dan urakan dengan hobinya sebagai bikers sejati,jadi gaya feminim itu jauh dari jati dirinya..serta dia satu satunya dokter yang suka merokok..!semua yang ada dalam diri Dina berbeda dari wanita lain pada umumnya..mulai dari kesukaan nya dengan moge,rokok yang tidak bisa lepas dari nya,tato di tubuhnya,serta cuka...!segala sesuatu yang berhubungan dengan cuka mulai dari makanan hingga memakai cuka sebagai disentifektan..!

Namun itu tidak mengurangi kesempurnaan Dina di mata Adam..baginya wanita ini istimewa..!

"Kenapa..cemburu...??"goda Adam sambil memegang tangan Dina

"Akhh...buat apa...??Dia adalah dia dan..aku adalah aku...!"potong Dina langsung meski seulas senyum pahit terbentuk disudut bibirnya,berusaha mati matian menutupi percikan api cemburunya .

"Dan motto hidupmu seperti tatto yang ada di lengan mu??"

Dina melirik kearah lengan kirinya dan tersenyum

"I'am gonna make mylife as happy as possible..."

Adam membacanya sambil tersenyum juga.

"Saya suka rasa percaya dirimu itu..."kata Adam dalam pujiannya.

"Itu yang membuatmu kamu berbeda ...!"

Jika dulu Dina ingin pria ini segera memperoleh ingatannya namun sepertinya sekarang Dina menginginkan hal yang sebaliknya.

Jika bisa,dia ingin selamanya pria ini dalam keadaan tanpa indentitas ,masa lalu dan hanya menjadi miliknya seorang.

Dina bahkan memutuskan untuk membawa

Xman nya pulang ke rumahnya dan merawatnya hingga memorinya kembali.

Dina sudah meminta ijin kepada mba Yu nya,meski awalnya keberatan akhirnya mba Yu menyetujuinya dengan alasan kemanusiaan..!

Kini tugas Dina bertambah repot selain kesibukannya di rumah sakit kini dia sibukkan untuk menyiapkan segala keperluan Adam serta semua pakaian nya,hingga yang sedetail detailnya,Dina yang menyiapakan dan membelikan untuknya..!

Dan kini Dina tampak rajin memasak sambil sesekali meminta mba Yu nya mengajarinya memasak.

Dan seperti hari ini,Adam mengawasi dua wanita hebat sedang di dapur memasak untuknya,dan Adam pun tidak segan membantu mereka meski hanya dengan mencuci piring kotor,sebagai rasa terima kasihnya untuk dua wanita yang telah repot memasak untuknya..!

Kini sebutan Dina memanggil Xman nya dengan panggilan Aa Jeno..! langsung to the point tanpa titik dan koma dengan panggilan Aa..!

"Apa kamu keberatan jika aku memanggilmu dengan sebutan Aa...?" tanya Dina terus terang meski dalam nada ragu ragu.

Adam tersenyum tipis melihat wanita yang tengah berdiri di hadapannya kini.

"As long as you happy..just let it be..."

***

Adam begitu bahagia ketika Dina mengajaknya jalan jalan setelah tiga bulan berada di rumah Dina dan hanya menjalani physiotheraphy nya,karena keuletannya dan keseriusan nya menjalani terapi kini dia dapat bergerak normal kembali.

pada awalnya Adam ingin mencoba moge BMW seri R nya milik Dina.namun Adam tidak mengantongi surat ijin dari Dina dengan alasan kondisinya yang belum stabil..!

Akhirnya Adam mengalah dan memilih duduk manis di kursi penumpang dan membiarkan Dina menyetir untuknya.

Adam menghirup udara segar ketika mereka mulai memasuki kawasan pegunungan.

semburat lembayung yang indah menggurat di langit yang biru.

"Telaga..."desah Adam tanpa disadarinya

Dina yang kebetulan mendengar apa yang barusan di ucapkan Adam menatapnya dengan pandangan heran

"Aa ingin jalan jalan ke telaga Dringo...?"tanya Dina lembut.

sesaat Adam terdiam sesaat sambil melihat terus ke langit yang membentang biru.lalu tergugah kembali dan menoleh kearah Dina.

"Aku...aku ingin ke lokasi tempat aku dirampok,baby...boleh...??"

Dina mengawasi Adam sejenak.ada satu perasaan tidak enak menyergap di hati Dina kini

apakah memorinya sudah kembali..?kenapa dia ingin ke telaga Dringo sekarang...?

"Baiklah...aku akan membawamu kesana.."cetus Dina sambil memaksakan seulas senyuman di bibirnya.

Akhirnya mereka sampai di telaga Dringo setelah menempuh perjalanan hampir dua jam dari Banjarnegara melewati kebun teh serta hutan disepanjang perjalanan mereka.

Dina memarkir mobilnya di jalan masuk menuju telaga Dringo setelah membayar lima ribu sebagai ongkos masuk ke kawasan telaga

"A...kita harus berjalan kaki sekitar dua puluh menit untuk mencapai telaga Dringo..."kata Dina ragu ragu ketika melepaskan seat belt nya

"Apa..Aa yakin sanggup berjalan sejauh itu.?"

Adam mengangguk mantap,lalu Dina tidak punya pilihan lain dan mengajak Adam turun dari mobil dan mulai menelusuri jalan setapak yang sempit di tengah hutan,dimana sisi kanan dan kiri jalan di tumbuhi pohon bambu.karena telaga Dringo sendiri merupakan telaga tertinggi yang ada di daratan tinggi Dieng .

Adam menggandeng Dina menelusuri jalan setapak yang boleh dikatakan cukup sepi karena jarangnya pengunjung yang datang.

selintas kenangan akan kejadian itu seakan mengerat di kepalanya,saat dia berjalan seorang diri di jalan setapak ini,hingga pada akhirnya mereka hampir sampai pada telaga

Adam menutup matanya berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya.

dia berjalan seorang diri,menikmati pemandangan telaga tiba tiba dia merasakan kepalanya terasa sakit .

"Jangan terlalu memaksakan diri mengingatnya..."cetus Dina cemas begitu melihat Adam memegangi kepalanya yang kini kesakitan

"Aku..bahkan tidak keberatan..jika Aa tidak bisa mengingat kejadian itu.."

Adam menoleh kearah Dina seolah baru terbangun dari tidurnya yang lama.lalu direngkuhnya Dina ke dalam pelukannya

"Apa kamu takut..setelah aku mengingat semuanya..aku akan meninggalkan mu,baby..?"tanya Adam separuh berbisik

Dina tidak menjawab namun airmata yang bersembunyi di balik matanya telah memberi jawaban untuk Adam.

sambil menggandeng tangan Adam,Dina melangkah maju terus untuk mencapai telaga yang sudah didepan mata mereka.

"The sunrise view is amazing from here..."cetus Dina setelah kian lama mereka berdua terdiam berdiri di depan telaga menikmati pemandangan dengan udara sejuk yang menusuk hingga ke tulang.

"But I thought there is one view more amazing than sunrise view...."

Adam tersenyum sambil menoleh kearah Dina dengan mesra.

"And I can't stop to admiring her..because she is adorable.."

Dina membalas tatapan Adam dengan haru.

"Sampai..mataku tidak sanggup berhenti menatapnya.."

"Pemandangan apa yang begitu mempesona di mata, Aa..??"

Meski di balik matanya tersimpan airmata,Adam dapat melihat adanya kehangatan dan cinta dalam sorot mata wanita yang telah mencuri hatinya ini.

"Seorang wanita yang telah mencuri hatiku..membuatku tidak mampu berpaling..dan kini..aku sedang menatapnya.."

Dina tertegun sesaat, seiring dengan airmatanya yang mulai jatuh membasahi pipinya.

"Aku ingin kata kata indah ini selalu tergiang di telingaku,meski jantung ini tidak berdetak lagi...dan tulang ini telah melebur menjadi debu..."

Adam merengkuh Dina ke dalam dekapannya sambil mengangkat dagunya dengan lembut

dan mendaratkan sebuah ciuman dibibir Dina dengan mesra.

"Aku akan terus mengucapkannya hingga kamu bosan..."bisik Adam sambil tersenyum tipis disela ciuman nya di bibir Dina.

"Sampai kamu menyumpal gombalan yang terucap dari bibirku dengan ciuman mu setiap hari...!!"

Wajah Dina merona merah seketika ketika mendengar kata kata manis dari pria yang telah membuatnya jatuh hati ini.

Adam mengeluarkan handphone nya untuk mengabadikan moment mereka berdua di saat matahari mulai bergerak ke ufuk barat dengan langit yang memantulkan warna jingga yang terlihat begitu magis diatas danau Dringo.

"Hasilnya bagus banget....!"kata Dina takjub dengan hasil jepretan Adam

"Ya iya lah...siapa dulu dunk yang fotographer nya...!"

"Uhh...sombong...!!" sergah Dina gemas sambil mencubiti rusuk Adam dengan lembut,sampai pada akhirnya keduanya tertawa geli sendiri

Ketika senja datang menyapa,kabut mulai menyelimuti pemandangan telaga dan udara semakin menusuk ke dalam tulang.

Adam segera meggandeng tangan Dina untuk meninggalkan telaga Dringo seiring dengan semakin sepinya suasana di sekitar mereka.

ada rasa was was dan trauma kembali menyelimuti hati Adam akan kejadian yang menimpanya.

Matanya menyisir liar ke sisi kiri dan kanan jalan setapak yang mereka lewati.

"Kita harus bergerak cepat baby ..aku tidak ingin sesuatu terjadi lagi..."kata Adam cemas sambil memegang erat tangan Dina, berjalan cepat menapaki jalan kecil yang penuh dengan batang batang bambu yang rubuh untuk segera mencapai tempat mobil mereka terparkir.

Ketika melewati pohon bambu itu kembali,ingatan Adam seakan berputar kembali ke masa sebelumnya,menyeruak kembali ke area memori otak Adam

Dia datang seorang diri untuk melihat dengan mata sendiri bagaimana keindahan telaga Dringo..dan memutuskan untuk membangun resort dan taman hiburan disana..juga merasakan bagaimana pukulan keras yang menghantam di belakang kepalanya

Dia masih mengingat bagaimana kedua pemuda itu melucuti semua barang berharga yang ada di badannya lalu pergi meninggalkan nya begitu saja..hingga datang seorang gadis cilik yang menghampirinya dan berteriak minta tolong.

Ya..gadis cilik itu ada Dinda..keponakan Dina yang paling kecil,anak gadis bungsu mba Yu nya.

Tanpa diduga,sakit kepala datang kembali menyerang Adam,hingga keringat sebesar biji jagung jatuh tanpa henti dari pelipisnya .Namun Adam berusaha bertahan sambil terus menggandeng tangan Dina erat melewati jalan setapak di tengah hutan yang penuh pohon bambu itu.

"Aa...ada apa...??"tanya Dina kaget dan cemas.

"Kepala Aa sakit lagi...??"

Adam mengangguk dalam nafas nya yang terengah engah lega setelah mereka mencapai tempat parkiran mobil mereka.

wajah Adam memucat seketika.

dengan cepat,Dina membuka pintu mobilnya dan merebahkan tubuh diatas jok penumpang di dalam mobilnya.

"Seseorang ...memukul kepalanya disana..di dalam sana..."desis Adam sambil memegangi kepalanya yang berdenyut hebat

"Pain..painkiller...baby...aku butuh painkiller..!"

Dina segera membongkar isi handbagnya dan mencari painkiller yang memang sudah dia siapkan untuk Adam karena takut akan serangan sakit kepala yang tidak terduga ..karena sakit ini juga merupakan salah satu dampak dari operasi yang di jalani oleh Adam.

Dina segera memberikan obat tersebut ke dalam mulut Adam dan memberinya air mineral,dan Adam pun segera menelan obat dan meminum habis air yang diberikan oleh Dina.

Adam langsung terduduk lemas dengan kepala disandarkan diatas jok mobil sambil menutup rapat matanya..sementara itu wajah Dina tampak murung.

"Memorinya sudah kembali ,Din...saatnya kamu melepaskannya..."bathin Dina pahit dalam hatinya sambil menatap Adam dengan mata sendunya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel