Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

7. Mengenal Islam

"Nak Adhulpus ikuti paman ya!" ucap imam masjid yang diikuti anggukan CEO muda tampan itu.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الل

Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Artinya: "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan (Rasul) Allah."

"Allahuakbar!" ucap semua orang yang menyaksikan saat itu

"Apa sekarang aku sudah menjadi seorang muslim paman?"

"Iya nak, paman akan menuntun kamu untuk mengenal Islam lebih dalam lagi"

"Apa aku sudah bisa ikut shalat berjamaah dengan semua orang disini paman?"

"Tentu nak!"

Senyum manis terlukis di wajah tampan itu yang saat ini matanya berkaca-kaca seolah ada rasa yang tidak bisa ia jelaskan dalam dirinya. Rasa akan kedamaian yang belum pernah ia dapatkan selama ini.

Lantunan merdu suara adzan membuat CEO muda itu terpaku, hanya air mata bahagia yang terlihat perlahan menetes di wajah tampan itu.

"Ya Allah terimakasih telah menggerakkan hati ini untuk jatuh cinta pada salah satu hambaMu yang membuat aku ingin mengenal Islam lebih dalam, dan membuat diri ini jatuh cinta kepada kebesaranMu....... Azqila terimakasih karena kamu adalah alasan awalku untuk tertarik pada Islam, sebelum hati ini mengetahui kebenaran!" batin CEO tampan itu

"Nak Adhulpus berdiri dibelakang paman, ikuti gerakan sholat!"

Semua orang dengan pandangan ramah terfokus pada pria tampan itu, dengan senyuman mereka mempersilahkan Adhulpus berdiri di shaf paling depan.

"Allahuakbar!"

Takbir yang dilantunkan paman itu seolah menggetarkan jiwa putra dari seorang jendral dan billionaire di Negara itu. Entah mengapa setiap kalimat yang menyebut nama Allah dan Rasulullah pemuda tampan itu tak bisa menahan air matanya, seolah ia sangat jatuh cinta pada Islam walau baru beberapa jam yang lalu ia mengenal apa itu Islam.

Setelah menunaikan sholat paman itu kembali menceritakan kisah Rasulullah dan para sahabatnya, menceritakan apa itu Islam.

Waktu terasa berlalu dengan cepat, kini CEO tampan itu harus pamit pulang dan akan kembali besok.

***

Keesokan harinya

Terlihat pemuda tampan dengan setelan jas warna navy sedang disibukkan dengan dokumen penting perusahaan, ruangan mewah itu seolah berkali lipat terlihat indah karena adanya sang empu ruangan yaitu tuan Adhulpus.

"Tok-tok!"

Bunyi pintu, setelah mendapat respon dari tuan mudanya Brayen pun memasuki ruangan.

"Bro sebentar malam kita adakan pesta dengan kawan-kawan lainnya, banyak cewek-cewek cantik dan seksi bro!" ucap Brayen yang saat ini sudah jam istirahat makan siang

Tuan mudanya tidak memberikan respon dan hanya terfokus pada layar laptop nya.

"Bro kamu mau pergi tidak?" tak menyerah Brayen untuk mengajak bos mudanya itu

"Tidak!" singkat dan jelas

"Tumben kamu tidak mau ikut!"

"Saya sibuk!"

"Yaelah bro, Lo kan bos disini kenapa harus sibuk sih, biasanya juga kamu tidak perduli jika ingin senang-senang langsung pergi saja!" jelas Brayen

"Itu dulu dan sekarang saya tidak ingin lagi buang-buang waktu dengan hal yang tidak penting!" tegas Adhulpus

"Apa saya sedang bermimpi saat ini?....... Seorang pria sepertimu berkata bersenang-senang itu hal yang tidak penting dan buang-buang waktu?"

"Hay bro ayolah, jangan berpikiran sempit hanya karena kamu sedang jatuh cinta!" ucap Brayen yang mendapat tatapan tajam dari tuan mudanya

"Bro wajah dan penampilanmu sangat berpihak pada bad boy!" jelas Brayen yang membuat tuan mudanya tersenyum penuh arti

"Dasar!" ucap Adhulpus dengan salah satu sudut bibirnya terangkat tersenyum tipis

"Aku tidak ingin mengecewakannya, cukup dia wanita satu-satunya yang ada dipandanganku!" jelasnya

"Hahahaha....... Ada apa denganmu bro, wanita muslim itu ternyata sudah merasuki seluruh pikiran dan hatimu!" tak percaya Brayen

"Keluarlah, aku sibuk saat ini!" usir tuan mudanya

"Ok, aku tidak akan memaksamu lagi, tapi ayo kita makan siang bro!"

"Aku tidak lapar"

"Ayolah jangan menolak ajakanku lagi!" ucap Brayen yang membuat sahabat sekaligus bosnya itu tidak bisa menolak.

Sesampainya disebuah restoran mewah dekat kantor. Dua cogan itu memesa makanan, betapa kagetnya Brayen yang mendengar sahabatnya itu bertanya apakah ada makanan halal di restoran itu, sebelum ia memesan hidangan yang diinginkan.

"Apa kamu sekarang muslim?" penasaran Brayen dan mendapat senyuman dari sahabat tampannya itu

"Beneran Lo sudah masuk Islam?" kaget Brayen

"Iya, masalah buat kamu?" candaan tuan Adhulpus

"Wah, masalah besar bro kalau tuan Francois tau!" Jelas Brayen

"Saat ini ayah tidak boleh tau!....... Aku saat itu ingin meminta izin kepadanya tapi baru saja aku ingin membahas tentang hal itu ayah malah sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak memperdulikanku!"

"Apa kamu sudah tidak bisa bebas seperti dulu lagi dalam bergaul bro?" penasaran Brayen

"Apa maksudmu, Islam bukanlah sebuah sangkar, tapi Islam adalah obat dari segala jenis penyakit!" jelas tuan CEO muda itu

"Maksud kamu apa?...... Apa jangan-jangan kamu beranggapan bahwa kebiasaan kita dulu adalah sebuah penyakit?"

"Ternyata kamu pintar melebihi dugaanku!"

"Hai bro, kita itu hanya bersenang-senang tanpa berbuat yang merugikan. Jadi apa yang salah, mereka yang menyukai kita jadi membalas perasaan mereka bukankah sebuah kebaikan?"

Salah satu sudut bibir Adhulpus terangkat tersenyum tipis mendengar pernyataan sahabatnya itu.

"Sudahlah nanti kamu pasti akan mengerti jika sudah mendapatkan wanita yang kamu cintai!"

"Tidak penting cinta, yang terpenting adalah aku bahagia?"

"Kamu tidak bahagia, hanya berusaha untuk terlihat bahagia bro!"

"Terserah apa pendapatmu tentangku, yang terpenting aku nyaman dengan Duniaku saat ini" jelas Brayen

"Ok, kita lihat nanti apakah gelar dan penghargaan bad boy akan dimenangkan olehmu?" ejek tuan mudanya yang membuat Brayen tersenyum manis.

"Aku tidak akan pernah diperbudak oleh cinta sepertimu!" balas Brayen

"Kamulah yang diperbudak oleh keburukan yang beratas namakan kesenangan!" ucapan Adhulpus seperti tamparan bagi sahabatnya itu.

"Wah, kata-katamu mengalahkan samurai bro!"

***

Di apartemen mewah milik keluarga tuan Ahmed

"Bagaimana sayang, apa putri Baba nyaman dengan lingkungan barunya?" ucap tuan Ahmed yang mendapat anggukan putri cantiknya itu.

"Alhamdulillah jika putri manis baba ini nyaman" bahagia tuan Ahmed

Dua bulan berlalu tanpa adanya pertemuan dan komunikasi, kini Adhulpus yakin untuk menemui ayah dari wanita yang sangat ia cintai. Rasanya ia kini sudah tahu banyak tentang Islam dan dapat menuntun Azqila nanti saat halal menjadi istrinya, menuju rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.

"Assalamualaikum" ucap seorang pria tampan saat Azqila membuka pintu Apartemennya itu.

"Kakak?" tak percayanya dan CEO tampan itu tersenyum manis

"Aku ingin menemui ayahmu, apa boleh?" ucap Adhulpus yang mendapat anggukan wanita cantik itu.

"Assalamualaikum paman" ucapnya saat melihat tuan Ahmed

"Waalaikumsalam nak, silahkan duduk!" ramah tuan Ahmed

"Ada apa ingin menemu paman?"

Kini jantung pria tampan itu berdetak tak wajar, seolah ia baru saja berlari dengan jarak sangat jauh.

"Bismillah" ucap dalam hatinya

"Saya ingin melamar anak paman, izinkan saya menjadikan Azqila ibu dari anak-anak kami nanti paman. Saya tidak ingin berjanji apapun kepada paman tapi akan saya buktikan melalui tindakan yang akan membuat paman tidak menyesali memberi restu kepada saya untuk menjadikan putri paman pendamping hidup saya" jelas Adhulpus

"Siapa namamu nak?"

"Adhulpus!"

"Kamu putra dari tuan Francois?" ucap tuan Ahmed yang tentunya ia mengenal tuan Francois yang merupakan jendral sekaligus pebisnis hebat.

"Iya paman"

"Apa ayahmu tau akan hal ini?" pertanyaan tuan Ahmed membuat Adhulpus terdiam

"Izinlah kepada ayahmu terlebih dahulu nak, dan datang kembali kesini setelah mendapatkan restu darinya!" jelas tuan Ahmed

"Nak Adhulpus apa kamu mendengar paman?" ucapnya saat melihat pria tampan itu hanya terdiam

"Apa hanya itu persyaratan paman?"

"Iya, datanglah saat ayahmu memberikan restu"

"Baik paman, kalau begitu saya permisi" pamitnya dan tuan Ahmed mengantar ia sampai didepan pintu keluar. Setelah menjabat tangan dengan sopan Adhulpus pamit yang kedua kalinya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel