Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 5

Felicia jarang memasuki mall sebelumnya, sewaktu di Ausee Felicia lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dan belajar, membuat ruang geraknya terbatas . Hari ini Felicia memakai celana jeans ketat dengan kemeja putih berlogo hati kecil yang dimasukan ke dalam celana jeans, memakai ban pinggang coklat dengan lambang H, sepatu sneakers brended putih, menampilkan kaki jenjang Felicia yang ramping dan terlihat modis. Mama Indira puas melihat penampilan Felicia yang berkelas. Mereka berdua langsung masuk ke mobil yang sudah siap di lobby. Dan para pengawal yang mengikuti mereka siap siaga mengikuti mobil mewah majikannya dari belakang. Sepanjang perjalanan Felicia memandang keluar melalui kaca mobilnya dengan takjub, tidak disangka pemandangan ibu kota Jakarta begitu indah di siang hari. Gedung-gedung tampak menjulang tinggi dengan indahnya. Mobil memasuki lobby mall mewah yang terletak di pusat kota Jakarta. Setelah mereka turun, Mama Indira langsung telfon,”Yeri cepat susul mama dan Felicia di mall sekarang”. Kemudian mama Indira mengajak Felicia memasuki butik branded ternama. Dua pria berseragam hitam-hitam dan berpotongan rambut rapih persis angkatan bersenjata dan dua orang wanita memakai baju jas hitam, rok span selutut, berjaga di pintu butik tersebut. Seorang manager toko yang mengenal ibu Indira melayani dengan sopan, karena ibu Indira member vvip mereka. Semua baju casual di coba Felicia dan tampak pas ditubuhnya yang ramping. Ibu Indira memilih beberapa potong dan membayarnya dengan sebuah back card unlimited. Felicia terkagum-kagum. “Nanti papa juga akan membuatkan beberapa back card unlimited untuk kamu sayang, supaya jika butuh sesuatu bisa langsung beli.” kata mama Indira dengan tersenyum puas. Mereka lalu memasuki butik lingerie yang menjual berbagai macam

Lingerie dan warna. Felicia sampai malu melihatnya. Mama Indira memilihkan lingerie dengan warna marun, cream, merah tua, pink, biru, juga beberapa piyama tidur dari bahan satin. “Maaaa banyak sekali, kapan dipakai ya?.” Kata Felicia bingung. Setelah itu mereka masuk toko sepatu sneakers branded eropa kesukaan Felicia, memilih beberapa model dan warna. Tidak lupa mama Indira memasuki butik yang menjual gaun malam, gaun cocktail dengan berbagai model, memilihkan beberapa buah, Felicia mencobanya dengan sabar, semua tampak cantik di tubuh Felicia yang tinggi dan ramping. Alhasil semua yang dicoba dibeli oleh mama Indira. Para pengawal membawa barang belanjaan dengan kewalahan. Mereka memasuki toko kosmetik, lagi lagi mama Indira memborong lipstik dengan berbagai warna, parfum untuk berbagai acara, foundation, bedak, maskara, eyeliner, eyebrows, blushon, juga skin care dengan merk ternama, sampai Felicia bingung gimana pakainya nanti, katanya dalam hati. Sekarang mereka memasuki butik yang menjual tas brended terkenal, tiba tiba Yeri datang menyusul ke butik, “Yeri pilihin untuk Felicia mana yang cocok ?” Kata mama Indira kepada Yeri. Yeri melihat dan memilih beberapa clutch dengan warna hitam, silver and gold untuk acara resmi. Pilihan Yeri sangat elegan. Kemudian bersama Yeri masuk ke toko tas brended lagi untuk memilihkan tas backpack branded untuk Felicia kuliah, berwarna cokkat muda dengan lambang monogram, sangat casual jika dipadu dengan celana jeans. Tidak lupa Yeri mengajak mereka ke Toko sepatu pesta dan memilihkan hells dengan beberapa warna yang disesuaikan dengan clutch yang di beli Felicia. Wowww Felicia sampai bengong dengan acara shopping hari ini. Tanpa disadari Yeri menggandeng lengan Felicia dengan erat, sambil berjalan menuju japanese restoran di mall tersebut. Mama Indira senang melihat perlakuan putranya terhadap Felicia. Semoga Yeri cepat melupakan Safira, batin mamanya dalam hati.

“Mau makan apa Cia? “ tanya Yeri

“Mau yakiniku set, mama mau makan apa? “ tanya Felicia.

“Ehmmm mama sama dengan Cia deh, kamu Yeri?”

“Sama deh sama mama dan Cia.”

Yeri memanggil pelayan, pesan “3 yakiniku set dan 3 ocha panas”

“Baik pak, ditunggu segera” kata pelayan dengan sopan.

Hari ini Yeri tampak terkesan dengan penampilan modis Felicia. Memang Felicia sosok yang di lahirkan untuk menjadi istri seorang CEO. Cara bicaranya lembut dan tutur katanya bagus. Itu kesan kedua Yeri melihat Felicia.

Setelah selesai makan, Yeri mengajak Felicia ke toko perhiasan. Yeri memilihkan beberapa perhiasan untuk Felicia yang dipakai pada acara acara formal bisnis. Semua tampak cantik di leher jenjang Felicia. Setelah itu Yeri mengajak Felicia ke toko IPhone untuk membeli Hp, Ipad dan laptop, semua Yeri yang memilihkan sesuai kebutuhan Felicia. Mamanya sangat puas melihat perhatian Yeri yang detail terhadap Felicia. Setelah selesai Yeri kembali ke kantor. Mereka berdua langsung pulang ke rumah untuk menyusun barang belanjaan mereka.

Hufffttttt cape, kata Felicia dalam hati.

Felicia sedang memperhatikan pelayan menyusun barang-barang yang di beli dalam lemari baju. Felicia merapihkan semua kosmetik di meja riasnya. Juga meletakan sepatu di rak sepatu dan tas di lemari special penyimpanan tas. Wow sudah penuh semua, kata Felicia dalam hati. Tadi Felicia mendengar kalau Yeri mau mencarikan universitas yang terbaik di kota jakarta. Sebenarnya Felicia ingin melanjutkan kuliah di Ausee, karena neneknya meninggal Felicia tidak bisa melanjutkan kuliah di Ausee. Tapi Felicia mau mencoba bicara pelan-pelan dengan Yeri supaya bisa melanjutkan kuliah di Ausee, paling harus menunda pernikahan 3 tahun, batin Felicia dalam hati.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel