Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Chapter 7

Melihat tingkah adiknya itu yang terlebih dahulu duduk tanpa disuruh membuat WeiCheng menghela nafas berat, setelah disuruh duduk oleh Kaisar barulah WeiCheng duduk di kursi kosong didepan Jia Limei, tidak lupa memelototi adiknya itu yang tidak ditanggapi Jia Limei.

Beberapa saat ruangan tersebut hening, sampai Kaisar Bedehem mencairkan suasana.

"Hkemm... Putra Mahkota, bisakah kau memperkenal kan siapa Putri yang kau bawa ini" ucap Kaisar menatap ke arah Putra Mahkota WeiCheng.

Belum sempat WeiCheng menjelaskan, Jia Limei Langsung memotong dengan suara yang tenang.

“Waaah.. kau bahkan tidak tahu bagaimana bentuk wajah anak mu, Ayahanda" ucap Jia Limei tenang Sambil menekankan kata ayahanda.

Ucapan Jia Limei membuat semua orang disana Sangat kaget, bahkan Putri Pertama Su Xiang tersedak oleh air yang di minunnya.

"A-APA" Serentak mereka semua nya selain WeiCheng.

"Sepertinya Kalian sangat kaget, aaah ck apa kalian hanya akan diam dan tidak makan, aku sangat lapar" ucap Jia Limei menatap mereka satu persatu dengan dingin.

"Apakah itu benar kau Jia Limei’” tanya Kaisar yang masih belum keluar dari keterkejutannya.

"Tentu saja" ucap Jia Limei dengan Santai

Putri pertama, kedua, ketiga, masih kaget bukan main, mengapa Jia Limei begitu cantik, mereka menganggap Jia Limei menutup wajah nya karna sangat jelek, karna itu mereka membiarkannya agar tidak tertular jelek, ternyata tidak. Itu membuat mereka semakin membenci Jia Limei.

‘Lihat saja nanti, aku akan menghancurkan wajah mu itu’ batin mereka bertiga.

Terbalik dengan semua putri, pangeran yang ada di sana mereka malah sangat mengagumi Wajah Jia Limei sampai sampai mereka tidak berkedip sedikit pun.

“Wah Kakak keempat sangat Cantik" ucap putri kelima dengan senyum imutnya.

Jia Limei yang mendengar suara menggemaskan itu langsung menghadap kesumber suara, benar saja dua anak kecil yang begitu imut sedang tersenyum kepada nya.

"Kalian sangat menggemaskan." ucap Jia Limei dengan Senyum lebarnya, karna dia benar benar sangat menyukai anak kecil.

Semua orang yang ada disana terpana melihat senyum Jia Limei yang sangat manis,apalagi dengan Lesung pipi di kedua pipi cabynya, membuatnya semakin memikat,apalagi para pangeran. '

Setelah mencubit pelan kedua pipi adik adiknya, Jia Limei tersadar dan langsung mengubah ekpresinya.

"Khem.. Apa kita bisa makan sekarang" Ucap Jia Limei dengan ekpresi datar kepada Kaisar, berbanding terbalik dengan ekspresinya berbicara kepada putri kelima dan pangeran keempat tadi.

"Mmm.. Baiklah" Ucap Kaisar tanpa melihat kearah Su Jia Limei lagi dan menghadap kemakanan yang ada didepannya.

Semua orang yang mendengar ucapan kaisar langsung memakan makanan mereka dengan tenang tak terkecuali Jia Limei, dia memakan makanan nya dengan anggun seperti putri yang sangat berpendidikan.

Setelah makan meraka langsung disuruh kembali kekediaman masing masing, begitupun Jia Limei dan Pangeran WeiCheng.

Ketika mereka sudah keluar Pangeran WeiCheng berpamitan kepada Jia Limei karna masih ada sesuatu yang harus di lakukan, Dan berjalanlah Jia Limei Hanya ditemani pelayan pribadinya.

"Hai Sampah!!!" panggil putri pertama Su Xiang dengan lantang, yang berdiri beberapa langkah dibelakang Su Jia Limei.

Su Jia Limei yang tidak merasa terpanggil hanya terus melangkahkan kaki nya dengan anggun dan santai, tanpa mempedulikan panggilan putri pertama Su Xiang walaupun dia tau kalau Putri Su Xiang Memanggil dirinya.

“Beraninya kau menggabaikanku!!" geram Putri Su Xiang sambil mempercepat langkahnya ke arah Su Jia Limei.

Tepat Putri Su Xiang di belakang Jia Limei yang masih berjalan dengan santai, Putri Su Xiang langsung ingin mendorong punggung Jia Limei dari belakang dengan keras.

Tapi usaha nya itu gagal karna Su Jia Limei yang tau apa yang akan di lakukan olehnya langsung berjalan ke arah samping dengan santai dengan ekpresi dingin. Menyebabkan Putri Su Xiang yang tidak sengaja menginjak pakaian nya sendiri langsung jatuh tersungkur ke arah depan Su Jia Limei Membuat para pengawal dan pelayan yang sangat banyak dibawa oleh Putri Su Xiang menahan tawa, tetapi tetap menolong majikan mereka itu untuk berdiri.

"Oh... Apa yang kau lakukan jie jie, aku tidak tau kalau kau dibelakangku tadi" ucap Jia Limei dengan ekspresi yang dibuat pura pura kaget, dan senyum miring dibibirnya.

Para pengawal dan pelayan yang tadi hanya melihat Putri yang di panggil majikan mereka, dengan sebutan sampah dari belakang itu sangat kaget ketika mereka melihat wajah Jia Limei dari depan.

Mereka seperti melihat dewi yang turun dari langit, begitu murni dan polos. Membuat mereka tidak bisa tidak terpesona dengan wajah Jia Limei, yang belum mereka tahu siapa itu.

Putri Su Xiang yang sudah berdiri langsung memelototi Jia Limei dengan sangat tajam, yang hanya di balas dengan pandangan santai Jia Limei, membuat Putri Su Xiang semakin tersulut emosi.

“Berani beraninya kau.." desis Putri Su Xiang sambil mengangkat tangan nya untuk menampar Su Jia Limei.

Su Jia Limei yang melihat itu langsung menangkap tangan Su Xiang dengan santai dan langsung menekan pergelangan tangan Putri Su Xiang yang langsung menimbukan bunyi ‘krek' seperti tulang patah.

"ARGGH" Pekik Putri Su Xiang dengan keras, membuat semua orang yang ada disana terbengong bengong karna melihat Putri yang ada di depan Putri Su Xiang mematahkan tangan majikan mereka dengan hanya menggunakan satu tangan.

"Jangan menggangguku, kalau kau masih mau hidup,di dunia ini" desis Su Jia Limei seperti malaikat kematian di telinga semua orang yang ada di sana, membuat mereka semua merinding seketika termasuk Putri Su Xiang yang sudah menggigil ketakutan sambil menahan sakit di pergelangan tangannya. Sesudah mengatakan itu Su Jia Limei langsung berlalu dengan tenang di samping Putri Su Xiang, tidak lupa menyenggol bahu Putri Su Xiang, membuat Putri Su Xiang yang menggigil langsung jatuh ketanah dengan posisi terduduk.

‘A..aku akan membalasmu, Li. linat saja Su Jia Lime’ batin Putri Su Xiang dengan meremas pakaian yang dia pakai, dan air mata yang mengalir di kedua mata dia karna menahan sakit di pergelangan tangannya.

"APA YANG KALIAN LIHAT, CEPAT BANTU AKU BERDIRI !!" Pekik Putri Su Xiang dengan melengking membuat dayang dayang yang ada di sana langsung membantu majikan nya itu untuk berdiri.

“Bawa aku kekediamanku, CEPAT!!" Ucap Putri Su Xiang yang sudah tersulut emosi dan juga mata yang memerah, membuatnya seperti orang kesetanan.

Su Jia Limei yang sudah sampai di kediamannya langsung saja duduk di gazebo di depan kediaman nya tersebut.

"Gu Ji" panggil Su Jia Limei.

"Ya, Putri" ucap Gu Ji yang dari tadi berdiri di belakang Su Jia Limei dengan menundukkan sedikit kepalanya kepada Su Jia Limei.

"Bawakan aku teh, dan beberapa cemilan" ucap Jia Limei dengan pandangan tetap ke arah depan, dimana ada taman dan berbagai jenis bunga disana.

"Baik Putri" ucap Gu Ji sambil mengundurkan diri untuk menyiapkan pesanan majikannya.

Su Jia Limei hanya membiarkan Gu Ji pergi tanpa sepata kata pun, dan menumpu tangan nya ke wajahnya.

"Apa yang harus kulakukan di sini, disini sangat membosankan, huff.." ucap Jia Limei kepada dirinya sendiri sambil menghela nafas.

"Ah ya... Bagaimana kalau besok aku keluar dari kediaman ini dan berjalan jalan di luar, ide yang bagus. hahaha aku akan membuat heboh satu kekaisaran besok, lihat saja" ucapnya dengan senyum senang di wajahnya.

dia tidak sabar untuk besok, karna dia hanya ingin ber istirahat hari ini, tenaga nya masih belum pulih apalagi sekarang sepertinya hari sudah sore, dia hanya ingin tidur semalaman ini.

Sampai Gu Ji membawakan semua yang diperintahkan nya tadi, dan Su Jia Limei meminum teh dan memakan cemilan yang dibawakannya dengan tenang dan tak terburu buru.

Selesai memakan cemilan cemilan yang disediakan Gu Ji tadi, Jia Limei berdiri dan menghadap ke arah Gu Ji.

"Aku hanya ingin beristirahat saat ini, jangan mengganggu ku walaupun kaisar yang ingin bertamu sekalipun, kau mengerti" ucap Jia Limei dengan memandang intens pelayannya itu.

Gu Ji yang ditatap seperti itu hanya menunduk dan menjawab pertanyaan Jia Limei dengan terbata bata "ba.. baik Putri" ucap Gu Ji yang tetap menunduk.

"Mmm.. Siapkan air hangat dan pakaian tidurku, aku ingin Mandi dan langsung tidur" sambung Jia Limei berlalu dari hadapan Gu Ji.

"Ba..baik tuan Putri" ucap Gu Ji dan langsung melaksanakan perintah tuannya itu.

Sesudah Mandi dan memakai pakaian tidurnya, yaitu pakaian tipis yang sampai menyentuh tanah. Jia Limei langsung berbaring dengan tenang di kasurnya yang empuk dan menutup matanya dengan tenang.

Di tempat lain yaitu di kediaman Putri Su Xiang yang seperti kapal pecah, karna Putri Su Xiang yang mengamuk karna perbuatan Su Jia Limei tadi. membuat dia menghancurkan kamarnya sendiri.

"SU JIA LIMEI, AKU AKAN MEMBUNUHMU'" Pekik nya membanting semua yang bisa diraih oleh nya.

Permaisuri Yu Xiaou atau Ibu kandung Putri Su Xiang yang telah muak melihat tingkah Putrinya sedari tadi mendekat dan menampar Putrinya tersebut.

PLAAAKK-

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel