


Cerita


Kembalinya Sang Legendaris
Huo Yanqing, sang ahli besar ilmu metafisika, ternyata terlahir kembali menjadi seorang yang dianggap gila. Bukan hanya ayah tidak sayang dan ibu tidak peduli, ia juga dijebak oleh saudara-saudara tiri seayah, lalu dikirim ke desa terpencil yang bahkan burung pun enggan hinggap dan kura-kura pun tidak mau naik darat, dibiarkan hidup atau mati sendiri begitu saja. Gila? Huo Yanqing hanya tertawa hambar. Gila itu bagus, kan? Jadi gila berarti melakukan apa pun tanpa tekanan. Sejak itu, semua orang di sekitarnya mendapati bahwa Huo Yanqing benar-benar 'gila'. Berulah setiap hari— hari ini tidak senang, buat onar! Besok tidak puas, lanjut buat onar! Lusa sangat marah, tetap buat onar! Keluarga Huo adalah pihak pertama yang terkena imbas, dibuat kacau balau oleh seseorang yang menggunakan status ‘orang gila’ sebagai tameng. Saat mereka menunggu dia mati karena ulahnya sendiri, mereka justru mendapati para pemimpin keluarga besar saling berebut memanggilnya dengan hormat sebagai Guru Besar, dan para ahli aliran mistik bahkan menghormatinya sebagai senior. Di seluruh dunia, muncul banyak sekali penggemar dan fanatik yang mengidolakannya. Bukannya dia harusnya mati karena ulahnya sendiri? Keluarga Huo benar-benar bingung. Kenapa yang berakhir ke ‘krematorium’ malah mereka? Ada yang bilang, Guru Besar Huo yang 'sebegitu berulah' pasti karena kurang kasih sayang. Bagaimana kalau kita kenalkan dia pada seseorang? Huo Yanqing: Aku kurang kasih sayang? Cinta dari pasanganku saja bisa menenggelamkanku. Semua orang penasaran: Kamu punya pasangan? Dia di mana? Huo Yanqing: Hari ini aku lagi kurang mood, jadi aku mengikatnya di rumah dengan jimat penahan. Semua orang: “…” Dia yakin yang dia bicarakan itu pasangan, bukan musuh? Menjadi pasangan dia harus siap mempertaruhkan nyawa untuk pasangan?


Jenderal Wanita: Merebut Kembali Kejayaannya
He Yan adalah bintang jenderal perempuan yang terlahir alami. Ia merupakan pengganti kakak laki-lakinya, bertahun-tahun bertempur di medan perang, menumpas bangsa Qiang di barat dan menaklukkan suku Man di selatan. Namun ketika kakak laki-lakinya dari keluarga yang sama dengannya itu pulih dari sakit, ia memilih mundur setelah berjasa besar, lalu menikah dan membina rumah tangga. Setelah menikah, ia tidak memperoleh kasih sayang suaminya, bahkan menderita penyakit aneh hingga kedua matanya menjadi buta. Seorang selir cantik berdiri di hadapannya, berbicara lembut: “Ramuan yang meracuni dan membutakan matamu itu, diperintahkan secara langsung oleh para generasi tua klanmu sendiri. Hanya orang mati yang tidak akan membocorkan rahasia. Selama kau masih hidup, kau adalah ancaman besar bagi mereka!” Seorang jenderal legendaris, pahlawan wanita, justru mati di tangan perempuan bodoh di dalam rumah belakang karena perebutan kasih. Betapa konyolnya! Saat terbangun kembali, ia malah menjadi putri seorang perwira di lapangan latihan, lemah, manja, penuh kebanggaan, dan berusia muda penuh semangat. Mengambil jasaku, menginginkan nyawaku, merebut pasukanku, mempermainkan perasaanku! Diberi kesempatan hidup kembali, ia bersumpah akan merebut kembali satu per satu semua yang telah hilang darinya. Menghimpun dunia, menorehkan nama sebagai perempuan cantik yang diangkat menjadi bangsawan berjasa, mengguncang sembilan negeri! Seperti dunia militer yang dalam bak lautan, sejak awal ia pun bertemu dengan musuh bebuyutannya dari kehidupan lampau— seorang jenderal muda yang dikenal dengan julukan “ke mana ujung tombak pasukannya mengarah, di sanalah wilayah gemetar ketakutan”. Jenderal wanita yang tangguh x pemuda tipe serigala yang luar biasa dominan.


Satu Nyawa, Seribu Pembalasan
Nona keluarga Xue, Xue Fangfei, memiliki kecantikan dan kepandaian yang tiada duanya. Ia menikah dengan pria idaman, hidup harmonis penuh kasih, tiga tahun mendampingi suaminya hingga sang suami meraih gelar juara utama ujian negara. Namun, suaminya itu hanya ingin mengejar pangkat dan kedudukan. Demi menjadi menantu kaisar, ia menganggap istrinya sebagai batu sandungan di jalan menuju seorang Tuan Putri, lalu tega membunuh istri dan anaknya. Sang Tuan putri yang congkak berdiri di sisi ranjangnya dengan ejekan: “Meskipun kau cantik jelita, meski kau berbakat tiada tanding, pada akhirnya kau hanyalah putri dari seorang pejabat kecil. Membunuhmu—sama mudahnya seperti menginjak mati seekor semut!” Nama baik Xue Fangfei dicemarkan, ia dipaksa bunuh diri dengan gantung diri. Adik lelakinya yang menuntut keadilan malah dibunuh oleh kekuasaan. Ayahnya yang mendengar kabar duka jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Pada tahun Hongxiao ke-42, kecantikan nomor satu di Yanjing, Xue Fangfei, wafat dalam kesengsaraan—namun jiwanya terlahir kembali dalam tubuh Jiang Li, putri sah Kepala Kabinet yang jatuh ke air. Begitu melangkah ke keluarga pejabat besar, ia langsung disambut dengan berbagai intrik kotor dan rahasia busuk. Berbagai orang berhati ular kalajengking muncul silih berganti—dan ia membalas semuanya dengan gigi taring dan cakar. Hati lembutnya dulu kini setajam bilah pisau! Jiang Li bersumpah, ia tidak akan pernah lagi menjadi butiran debu yang diinjak-injak orang. Kali ini, ia akan membersihkan tuduhan atas keluarganya dan membalas dendam darah yang tak terbalas!


Permaisuri dari Abu Pengkhianatan
Sebagai putri sah dari keluarga jenderal, Shen Miao dikenal lembut, tenang, dan penuh pengabdian. Ia mencintai Pangeran Ding dengan sepenuh hati, bahkan nekat menikah dengannya tanpa restu. Enam tahun ia curahkan seluruh hidupnya membantu sang pangeran meraih tahta, akhirnya ia menjadi permaisuri yang dihormati di seluruh negeri. Ia menemani pria tersebut menaklukkan wilayah, membangun negara, bahkan rela menjadi sandera di negeri musuh demi kerajaan. Namun lima tahun kemudian, saat ia kembali ke istana, tempatnya telah direbut oleh wanita lain. Putrinya tewas secara tragis, putra mahkota dilengserkan, dan keluarga Shen yang penuh kesetiaan dimusnahkan. Semua pengorbanannya ternyata hanyalah lelucon—sang kaisar malah menghadiahinya dengan “kematian utuh” sebagai bentuk belas kasihan atas dua dekade pengabdiannya. Tepat sebelum menggantung diri, Shen Miao bersumpah: "Jika aku mati hari ini, maka kau pun tidak akan hidup tenang!" Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terbangun kembali di usia 14 tahun, sebelum semua tragedi terjadi. Kerabat busuk menyimpan niat jahat, saudara sepupu penuh iri dan dendam, selir baru mengincar posisi, dan pria bajingan itu ingin mengulangi rencana lamanya? Kini, ia bukan lagi gadis lembut yang mudah ditipu. Dengan segala pengalamannya, ia akan melindungi keluarganya, membalas dendam pada para pengkhianat, dan bahkan merebut kembali tahta kekuasaan yang pernah ia bantu bangun. Di tengah perjalanannya, muncul seorang pemuda nakal nan sombong—Xie Jingxing, seorang bangsawan muda yang arogan tapi setia. Ia menyatakan dengan santai: “Menjatuhkan kekuasaan kekaisaran? Gampang. Ingat, Seluruh negeri bisa jadi milikmu, tapi kamu….. milikku.” Permaisuri yang bangkit dengan penuh wibawa dan si pemuda nakal Xie Jingxing. Dengan strategi, kekuatan, dan cinta yang tak terduga, pasangan ini bersatu untuk menggulingkan masa lalu dan membentuk masa depan mereka sendiri.


Kesayangan Tuan Gu Mendapat Nilai Sempurna
Lu Qingjun, yang dibuang ke pedesaan saat berusia tiga tahun untuk hidup sendiri, baru dibawa kembali ke keluarga kaya karena perjanjian pernikahan. Gu Jinming adalah seorang pria terkenal kejam di ibu kota. Dikatakan karena cacat kaki dan kesehatannya yang buruk, kepribadiannya menjadi sangat tidak stabil; dia bisa saja tersenyum di detik sebelumnya, tapi di detik berikutnya lagi mungkin akan mengambil nyawa mu. Semua orang berpikir bahwa gadis desa ini pasti akan dibatalkan pertunangannya, bahkan mungkin akan mati dengan sangat tragis. Namun hasilnya, semua itu terbantahkan. “Apakah Lu Qingjun dibatalkan pertunangannya hari ini?” — Tidak, Nona Lu suka makan permen dari merek tertentu, dan Tuan Gu baru saja mengakuisisi perusahaan mereka. “Apakah Lu Qingjun dibatalkan pertunangannya hari ini?” — Tidak, Tuan Gu membawa Nona Lu berbulan madu. “Apakah Lu Qingjun dibatalkan pertunangannya hari ini?” — Tidak, Tuan Gu menjadi sangat tertutup karena banyaknya identitas Nona Lu. Suatu malam, setelah Gu Jinming melihat berita terbaru di ponselnya, ia dengan ekspresi muram mendekati wanita yang sedang bermain game di sofa, meletakkan dagunya di bahu wanita itu, hidungnya dipenuhi aroma manis dari gadis tersebut. Dia dengan nada cemburu bertanya, “Istri-ku, sebenarnya masih ada berapa banyak identitas rahasia yang kamu miliki?” Lu Qingjun menjawab, “Benar-benar tidak ada lagi, ini yang terakhir…” Belum selesai berbicara, bayangan turun, dan dia sudah tertindih di sofa, “Kamu, kamu, kamu mau apa?” Gu Jinming tersenyum lebar, “Istri-ku yang begitu berkuasa, mohon lindungi aku.” Lu Qingjun: "Bicara ya bicara saja, jangan melakukan hal-hal lain."


Gadis Terbuang yang Tidak Bisa Diremehkan Lagi
Sejak kecil, Fu Lu — Nona ketiga dari keluarga Fu — terlahir buta dan lemah secara fisik. Ia tidak dipandang sebagai anggota keluarga yang setara, melainkan hanya dianggap sebagai alat demi kepentingan keluarga. Namun, setelah ia kehilangan nilai guna dan dijual ke tangan orang lain, kepribadiannya mengalami perubahan drastis. Ia tidak lagi patuh, tidak lagi sakit-sakitan, bahkan penglihatannya pun pulih. Kemampuan bela dirinya meningkat pesat, hingga seolah-olah mampu menaklukkan apa pun yang ada di hadapannya. Yang lebih mengejutkan, ia berani menaruh hati pada pria paling terpandang di kalangan keluarga terpandang. Lian Zheng adalah pemegang kekuasaan keluarga besar Lian. Sosoknya agung, penuh wibawa, dan dipandang tinggi oleh masyarakat. Karena ketekunannya dalam spiritualitas dan sifatnya yang menjauh dari wanita, ia dijuluki Tuan Buddha. Di balik citra yang penuh kasih, ia sebenarnya berhati dingin dan tidak tertarik pada hubungan asmara. Keberanian Fu Lu untuk menyukainya dianggap sebagai tindakan nekat dan tidak tahu diri. Banyak yang menantikan kehancurannya. Namun di luar dugaan, Tuan Buddha justru mendekatinya dengan penuh kelembutan, bahkan menggoda sambil berkata: “Lu Lu, sayang... tidakkah sudah saatnya kita mendaftarkan pernikahan kita?” Fu Lu menjawab dengan tenang namun tegas, menepis tangannya dan berkata: “Kita belum sedekat itu.” Kejadian ini membuat semua orang terkejut. "Siapakah sebenarnya yang mengatakan gadis ini menaruh hati padaku? Muncullah, Tuan Buddha bersumpah tidak akan menghukum... terlalu keras."


Menghancurkan Pengkhianat di Kehidupan Kedua
Song Jinyue adalah putri sah dari sebuah keluarga Adipati Song yang paling diidamkan, dikenal karena kecantikan dan statusnya yang tinggi. Ia dijanjikan untuk menikah dengan seorang pemuda tampan yang mirip dengan Pan An. Namun, segalanya berubah ketika sebuah kudeta di istana menghancurkan hidupnya. Tunangannya yang berhati serigala berkolusi dengan saudara tirinya untuk membunuh anggota keluarganya, menyebabkan kematiannya yang tragis. Setelah terlahir kembali, Jinyue bersumpah untuk melindungi orang-orang terkasihnya dan tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman. Ia bertekad untuk menghancurkan tunangannya yang jahat, membuat ibu tirinya yang kejam hidup dalam ketakutan, dan merusak reputasi saudara tirinya yang sebelumnya hidup nyaman. Di sisi lain, sepupunya, yang seharusnya mati muda, kini berhak atas takhta, sementara bibinya, yang seharusnya mengalami nasib buruk, hidup dalam kemewahan. Keluarga ibunya yang seharusnya musnah kini berkembang pesat. Jinyue tidak berharap lebih, tetapi tiba-tiba, seorang pemuda yang baru saja lulus ujian dan meraih gelar tinggi menawarkan diri untuk menikahinya. Apa yang akan terjadi selanjutnya ketika jalan hidupnya berinteraksi dengan takdir yang tidak terduga?