Tangkap Basah
“Vi—video?” otak Fella sedang berputar, dia tidak yakin kalau apa yang dia lakukan semalam tidak akan ketahuan, “nggak mungkin! Kakak pasti sedang membohongiku kan?” Fella masih yakin kalau bar dan hotel yang dia datangi semalam adalah tempat umum. Tidak akan mungkin privasi dalam kamar hotel akan disebarkan. Atau dia masih berspekulasi dengan keadaan semalam.
Ya, keadaan yang membuatnya lupa diri. Tidak ada yang tahu sepenuhnya ketika dia sadar, Fella sangat menyesali nya.
Hal gila yang dilakukannya semalam karena Fella menerima pesan singkat. Terprovokasi dengan pesan, Fella langsung meluncur ke lokasi. Bersama dengan Deira—sahabatnya, Fella menuju lokasi yang dijadikan target untuk menangkap basah pacarnya.
Fella dan Deira mendatangi sebuah villa. Disana sepertinya mereka sudah diarahkan pada kondisi untuk menangkap basah pacarnya.
“Josh! Ah … pelan sedikit sih, kenapa kamu terburu—buru, disini kita hanya berdua. Kita bisa bermain sampai kamu puas. Aku sengaja menyewa tempat ini untuk kita bersenang—senang,” suara itu, Fella mengepalkan kedua tangannya sedangkan Deira sangat terkejut.
Bagi Fella dan Deira, Josh adalah pacar yang baik dan sempurna. Tidak pernah macam—macam. Apalagi sampai melakukan adegan yang sedang mereka saksikan.
“Umm … ah rasa ini benar-benar bikin nagih, kamu benar—benar nikmat sekali, Angela!” kembali Fella memegangi dadanya, yang sekarang terdengar adalah lenguhan Josh, ya, tidak mungkin Fella tidak mengenali suara itu.
Josh bukan hanya pacar satu atau dua tahun Fella. Dia dan Josh sudah terikat pertunangan masa kecil. Orangtua mereka sudah menjodohkan sebelum ibu---Fella tiada.
“Fella!” suara Deira bergetar, dia melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu tidak menyangka. Apalagi wanita yang dipanggil Josh tadi, mereka juga mengenalnya.
Angela terkenal dengan gadis baik—baik di kampus. Bukan bunga kampus, tapi dia berada di kampus elite tersebut karena beasiswa berprestasi.
Air mata Fella terjatuh di pipi. Dia benar—benar melihat aksi panas Josh yang membakar hati. Josh menghimpit dan menghentakan tubuhnya diatas tubuh Angela.
“Umm ah Josh, enak sekali! Kau benar—benar menyukainya ini kan?!” suara Angela bergetar dengan tubuhnya yang sedang dipompa oleh Josh.
“Tentu saja, kamu lebih nikmat dibandingkan dengan Fella. Dia, bahkan aku cium saja nggak mau!” ucap Josh mengerang panjang. Sepertinya itu detik pertempuran terakhir mereka.
“Ahh ahh … buang di dalam saja, Josh, aku nggak apa—apa!” Angela mengeratkan kedua kakinya di pinggang Josh hingga Josh membuang semua cairan miliknya di dalam sana. Mereka berdua mengerang penuh kenikmatan.
“Emmm … karena itu aku menyukaimu yang liar seperti ini, Angel. Fella itu hanya cocok untuk putri kecil yang polos. Dia nggak mungkin mau melakukannya, tapi aku senang, karena dia menjaganya hanya untukku, ahh umm shhh!” Josh masih menghajar belahan bibir bawah Angela dengan cepat untuk menyemprotkan cairan terakhir miliknya.
“Aku akan hajar mereka!” Deira tidak bisa menahan diri lagi, dia akan menyerobot masuk, namun Fella menahannya. Dia hanya ingin mendengar kelanjutan pembicaraan mereka.
Josh memagut bibir Angela setelah melakukan pelepasannya, “Sampai kapan kita mau begini?” Angela mulai mengeluh, wajahnya terlihat sedih di hadapan Josh.
“Aku kan sudah bilang, kamu memang hanya bisa dengan status ini. kedepannya hanya Fella yang akan bisa menjadi istri satu—satunya keluarga Branson, itu sudah menjadi kesepakatan kita!” jawab Josh sinis, dia terganggu dengan permintaan Angela tadi.
“Ini sudah tiga tahun, Josh. Apakah kamu nggak akan memberikan aku kesempatan? Aku benar—benar mencintaimu. Aku bahkan rela menyerahkan malam pertamaku bersamamu,” Angela mulai terisak sambil merapatkan pelukannya di tubuh Josh.
“Hah, kenapa harus bahas malam itu? Bukannya kita sudah sepakat, kau duluan yang setuju, kau yang mau. Kau dulu menolak uangku kan?” tiba—tiba suasana hati Josh tidak enak, dia mendorong tubuh Angela yang sedang bermanja tadi.
“Huhuhu, nggak seperti, Josh. Sungguh. Untuk apa selama ini aku tetap bersama denganmu juga Fella kalau aku nggak benar—benar mencintaimu. Aku hanya ingin status yang jelas saja, Josh. Aku kan juga seorang wanita, bagaimana kalau aku tiba—tiba hamil?!”
Tangan Angela mengepal dengan erat. Sepertinya Angela sudah bertekad untuk mendapatkan status dari Josh. Dia mendekap tubuh tanpa busana Josh dari belakang.
“Hah, biasanya kau juga selalu minum obat itu? Kenapa sekarang malah dibesar—besarkan? Minum saja. Dulu kan aku menyarankan agar menggunakan alat pengaman, tapi kamu yang menolaknya!” dengus Josh, dia bangun dan menghempaskan Angela.
Josh mengambil celananya, dia bersiap akan pergi.
Angela terdiam sesaat, dia tidak mungkin juga melepaskan buruannya. Selama tiga tahun ini dia bahkan sudah rela memasang perangkap dan bertahan, tidak mungkin karena malam ini menjadi hancur.
Kemudian Angela menyadari sesuatu, dia tersenyum puas, “Nggak apa, aku mengalah dulu saja. Yang terpenting kau sudah melihatnya!” batin Angela puas karena dia merasa sudah berhasil dengan perangkapnya.
“Maafkan aku, Josh. Aku hanya merasa tertekan saja akhir—akhir ini. Aku bahkan sudah menghabiskan uang tabunganku untuk menyewa villa ini. Aku hanya ingin menyenangkanmu saja. Kamu benar—benar tega, disaat bersama Fella, aku bahkan nggak berani menatapmu,” cegah Angela memeluk tubuh Josh lagi dari belakang.
Josh menghela napasnya pelan dan berbalik. Menjatuhkan kembali celana yang dipegangnya.
“Kau benar—benar membuat aku gila, Angela!” Josh berkata, mereka masih dalam kondisi tanpa busana. Josh menundukkan kepalanya, “tenang saja, aku akan mengganti dua kali lipat. Sekarang, aku masih ingin melakukannya lagi!” Josh kembali terbakar ketika dihadapkan dengan dua benda kenyal milik Angela. Lidahnya sudah menjulur kembali, “Umm shh ahh, Josh! Emm lebih dalam lagi sayang!” lenguhan Angela sambil meremas rambut Josh. Dengan keadaan berdiri, layaknya bayi yang rakus, Josh melahap dua milik Angela secara bergantian.
Posisi itu memperlihatkan dengan jelas pada Fella bahwa Josh sangat menyukai rangsangan seperti tadi. Angela bahkan dengan sengaja mengeluarkan lenguhan—lenguhan kenikmatan mereka.
Fella berbalik dan pergi. Deira mengikuti, “Gila, mereka benar—benar gila, Fella. Bisa—bisanya mereka tuh … aghh rasanya pengen aku tampar wajahnya dan kujambak rambutnya itu!” amuk Deira, sedangkan Fella hanya menangis tersedu setelah menyaksikan kejadian tersebut.
Fella teringat dan merasa terganggu dengan ucapan Josh yang menyatakan dia hanya cocok sebagai putri yang polos. Dia tidak akan mungkin melakukan hal yang seperti mereka lakukan. Dan yang terpenting masalah pribadi mereka tentang Fella yang selalu menolak Josh saat dia ingin menciumnya dijadikan ejekan untuk mereka.
Tadinya Fella berpikir, setelah magang selesai dan pertunangan mereka yang akan digelar secara resmi, dia berencana akan memberikan semua yang pertama untuk Josh sebagai hadiah, tapi setelah menyaksikan itu, dia berubah pikiran.
“Dimana tempat minum yang enak?” ucap Fella tiba—tiba, Deira menoleh, “minum? Maksudmu?” Deira sedikit memperagakan dengan tangannya yang diputar—putar.
“Kau gila! Kalau sampai kakakmu tahu, aku yang akan dibunuh olehnya pertama kali!” tentu saja Deira tidak setuju, tapi membayangkan Fella yang selama ini bersama dengan Josh dan selalu ada Angela ketika Josh meminta izin untuk pergi itu adalah kebodohan terbesar sahabatnya.
