Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Kurang konsentrasi

"Kembang tujuh rupa, buat ritual apaan Elmira?" ucap Rose penasaran dan bingung harus mencari kemana kembang tersebut.

"Pokok nya kalian berdua siapin apa yang aku minta, aku seperti ini juga karena ide kalian." perintah El kesal dan selalu mengungkit-ungkit kejadian malam itu.

"Okey siiip, asal plus-plus nya jangan sampai telat." jawab kedua sahabatnya tos, karena setiap menjalankan tugas atau perintah dari Elmira mereka selalu mendapatkan keuntungan dari bos muda mereka tersebut.

Mencari barang-barang yang dibutuhkan Elmira, merupakan perkara mudah bagi keduanya, begitu mereka melewati suatu tempat. yang penting dana yang diberikan langsung mengalir bak air. Maka tidak ada yang namanya sulit.

"Hallo El, kami sudah menemukan apa yang inginkan." terang Caca bersemangatnya sambil menenteng sebuah bungkusan plastik.

"Okey, kita ketemuan ditempat biasa." balas Elmira.

Setelah sampai, Elmira langsung mandi kembang tujuh rupa. mereka sengaja melakukan ritual tersebut disumur tua belakang rumah Caca. tempat yang jarang dilewati oleh orang-orang.

Selesai mandi kembang, Elmira terlihat jauh lebih segar. dan segera pamit pada teman-teman nya untuk kembali pulang kerumahnya.

"Thanks ya, kalian berdua sudah bekerja keras membantu ku."

"Ya, sampai ketemu lagi El." Mereka berpisah dan kembali pulang kerumah masing-masing.

Saat melajukan mobilnya, tiba-tiba Elmira seperti melihat Nick melintas didepan nya, segera dia melakukan mobilnya mencoba mengejar mobil Nick. namun naas, tapi tiba-tiba.

Bruuuaggkk.....

Laju mobil yang kencang dan konsentrasi yang kurang, mobil yang dikendarai Elmira menghantam pembatas jalan. kecelakaan tunggal yang terjadi secara mendadak dan tiba-tiba itu membuat tubuh El mengeluarkan darah dibagian pelipis dan mulutnya karena hempasan keras.

Elmira merasa pusing, dan semua terasa gelap hingga dia pingsan sempurna. Orang-orang langsung mengerumuni, dan membantu melarikan tubuh Elmira yang terluka kerumah sakit terdekat.

"Elmira anakku ....." teriak Mama Sinta histeris, begitu polisi menghubungi nya dan memberitahu jika Elmira sudah mengalami kecelakaan tunggal. dan dirawat disalah satu rumah sakit.

Sinta langsung diantar kerumah sakit, dia terus menagis dan memangil-mangil nama Elmira. Sinta berjalan setengah berlari segera menuju ruangan dokter yang tengah menangani putri nya, sedangkan papa dan istri mudanya sedang pergi keluar negeri menikmati bulan madu mereka yang indah.

Sinta langsung syok melihat kondisi anak kesayangannya, yang sudah tidak sadar kan diri, darah segar mengalir hingga mengenai wajah cantiknya.

"Elmira anakku, kenapa kamu bisa seperti ini nak. Cobalah sekali saja kamu mendengarkan nasehat mama..hu...hu..."

Rose dan Caca yang mendengar berita kecelakaan yang menimpa sahabatnya, langsung syok. bagaimana pun juga dihati terdalam nya, mereka merasa bersalah.

"Ini semua gara-gara kita berdua, coba saja kita tidak mengajaknya taruhan dan melakukan perbuatan terlarang. Mungkin Elmira tidak akan seperti ini." Sesal Caca.

"Iya, Elmira terlihat semakin aneh setelah kejadian itu." Rose ikut menimpali.

****

Di Villa mewah, papa memecahkan gelas minum nya, persaan nya tiba-tiba tidak enak dan mulai kawathir dan teringat terus pada Elmira putri nya, tidak begitu lama ponsel Husein berdering. ternyata dari sang istri pertama.

"Hallo ada apa ma?"

"Pa, anak kita Elmira kecelakaan, mobilnya menabrak pembatas jalan. sekarang kami sedang berada dirumah sakit pusat. El kehilangan banyak darah, dan kondisi nya sedang kritis, mama takut sekali sesuatu yang buruk akan menimpa anak semata wayang kita." ucap Sinta sambil menyeka air matanya takut bakal terjadi sesuatu kepada anaknya.

"Apa?"

Husein syok merasa dunianya ikut berputar, memikirkan masalah demi masalah yang ditimbulkan oleh anak satu-satunya.

"Apa ini bentuk protes dari Elmira terhadap kekecewaan nya pada sikap ku, atau ini sebuah hukuman atas kesalahan ku." Bathin Husein.

"Ada apa mas, kamu terlihat pucat dan sangat cemas?"

"Elmira mengalami kecelakaan tunggal, kondisi nya tengah kritis." Husein memijid pelipisnya panik.

"Sudahlah mas, Elmira itu gadis yang kuat. Aku yakin dia mampu melewati ini semua." Ucap istri muda dengan senyum termanis nya, sementara dalam hatinya dia tertawa bahagia membayangkan kehidupan Elmira saat ini.

"Syukurin, kamu anak nakal." Gumam istri muda tersenyum sinis.

Husein mengusap kasar wajahnya. Dia mengambil penerbangan pertama dan kembali ketanah Air. bagaimana pun anaknya lebih penting dari apapun saat ini.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel